Daftar Isi Artikel
ToggleBanyak pemilik website WordPress merasa “aman-aman saja” sampai suatu hari tiba-tiba website-nya tidak bisa dibuka, muncul iklan aneh, atau bahkan data pelanggan bocor. Masalahnya, WordPress memang sangat populer, dan justru karena itu sering jadi sasaran.
Kabar baiknya, sebagian besar serangan bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Asalkan kamu konsisten melakukannya. Berikut panduan praktis yang bisa langsung diterapkan, disusun agar mudah dipahami dan tidak ribet.
1. Selalu Update WordPress, Plugin, dan Theme

Ini tips nomor satu yang paling sering diabaikan, padahal dampaknya paling besar.
Setiap update biasanya berisi perbaikan celah keamanan. Baru-baru ini saja (Juli 2026) muncul celah kritis yang cukup berbahaya, dan WordPress langsung merilis patch. Kalau kamu menunda update, website bisa jadi target mudah.
Cara praktisnya:
- Aktifkan notifikasi update di dashboard.
- Biasakan cek minimal seminggu sekali.
- Untuk plugin yang jarang dipakai, lebih baik dihapus saja daripada dibiarkan usang.
2. Gunakan Password Kuat + Aktifkan 2FA

Password seperti “admin123” atau “wordpress2024” masih banyak dipakai. Ini sama saja membuka pintu rumah lebar-lebar.
Gunakan password yang panjang (minimal 12–16 karakter) dan unik. Lebih baik lagi kalau memakai password manager.
Setelah itu, aktifkan Two-Factor Authentication (2FA). Jadi walaupun password ketahuan, penyerang tetap butuh kode dari HP kamu. Plugin seperti Wordfence atau plugin 2FA khusus bisa membantu.
3. Ganti Username “admin” dan Batasi Percobaan Login
Username default “admin” sangat mudah ditebak. Buat akun administrator baru dengan nama yang tidak umum, lalu hapus akun “admin” yang lama.
Selain itu, batasi jumlah percobaan login. Kalau seseorang mencoba masuk berkali-kali dengan password salah, sistem otomatis memblokir IP-nya sementara. Fitur ini biasanya sudah tersedia di plugin keamanan.
4. Pasang Plugin Keamanan yang Terpercaya
Tidak perlu memasang banyak plugin. Satu yang bagus sudah cukup.
Rekomendasi yang masih solid di 2026:
- Wordfence Security (versi gratisnya sudah cukup powerful untuk kebanyakan website)
- Solid Security (dulu iThemes Security)
- Sucuri (lebih ke arah firewall cloud)
Pilih satu, aktifkan firewall-nya, dan biarkan dia bekerja di latar belakang.
5. Aktifkan SSL dan Pastikan Website Pakai HTTPS
Kalau website masih pakai HTTP, segera pasang SSL. Sekarang hampir semua hosting sudah menyediakan SSL gratis (Let’s Encrypt).
Selain lebih aman, Google juga lebih menyukai website yang memakai HTTPS.
6. Lakukan Backup Secara Rutin

Keamanan terbaik sekalipun tidak menjamin 100% aman. Karena itu, backup menjadi jaring pengaman terakhir.
Idealnya:
- Backup harian atau minimal 2–3 kali seminggu
- Simpan di tempat terpisah (Google Drive, Dropbox, atau storage hosting lain)
- Uji sesekali apakah backup-nya bisa di-restore
Jangan menunggu website rusak baru sadar pentingnya backup.
7. Kunci Beberapa Bagian Teknis yang Sering Dilupakan
Beberapa pengaturan kecil tapi cukup berpengaruh:
- Nonaktifkan fitur edit file tema/plugin langsung dari dashboard (tambahkan define (‘DISALLOW_FILE_EDIT’, true); di wp-config.php)
- Atur permission file dengan benar (folder 755, file 644)
- Sembunyikan versi WordPress
- Ganti prefix database dari wp_ menjadi sesuatu yang unik (lakukan dengan hati-hati dan backup dulu)
8. Pilih Hosting yang Peduli Keamanan
Hosting murah sering mengorbankan keamanan. Pilih yang sudah menyediakan:
- Firewall server
- Malware scanner
- Isolasi antar website
- Backup otomatis
Hosting yang baik akan membuat pekerjaan mengamankan WordPress jadi jauh lebih ringan. Disini Kamu Bisa memilih JETORBIT Sebagai opsi Hosting terbaik.
Checklist Cepat Mengamankan WordPress
Centang satu per satu:
- WordPress, plugin, dan theme sudah versi terbaru
- Password kuat + 2FA aktif
- Username “admin” sudah diganti
- Login attempt dibatasi
- Plugin keamanan terpasang dan aktif
- SSL/HTTPS sudah berjalan
- Backup rutin sudah diatur
- File editing dari dashboard dinonaktifkan
- Hosting cukup aman
Keamanan website bukan pekerjaan sekali jadi. Lebih mirip kebiasaan. Kalau kamu melakukan langkah-langkah di atas secara konsisten, risiko website di-hack akan jauh menurun.
Bermanfaatkah Artikel Ini?
Klik bintang 5 untuk rating!
Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0
No votes so far! Be the first to rate this post.
We are sorry that this post was not useful for you!
Let us improve this post!
Tell us how we can improve this post?






