Pengertian, Fungsi, dan Jenis Framework

Sharing is caring!

Anda yang sudah terjun di dunia pemrograman, tentu tidak asing lagi dengan istilah framework. Namun tentunya masih banyak juga orang yang belum tahu bahkan belum pernah mendengar istilah framework ini. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan mencoba menjelaskan tentang pengertian, fungsi, dan jenis framework.

Pengertian Framework

Pengertian Framework adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mempermudah para developer software dalam membuat dan mengembangkan aplikasi atau software. Framework sendiri berisikan fungsi dasar dan perintah yang lazim dipakai untuk membuat dan mengembangkan sebuah software atau aplikasi, dengan harapan aplikasi yang dibuat bisa dibangun secara lebih terstruktur, lebih cepat serta lebih tersusun dengan cukup rapi.

Framework juga diartikan sebagai komponen-komponen pemrograman yang sudah jadi dan siap digunakan kapan saja sehingga pengembang aplikasi tidak perlu membuat script yang sama untuk tugas yang sama.

Fungsi Framework

Framework memiliki fungsi sebagai berikut ini:

  • Mempercepat proses pembuatan aplikasi, baik aplikasi berbasis desktop, mobile atau web.
  • Membantu para developer dalam perencanaan, pembuatan, dan pemeliharaan sebuah aplikasi.
  • Aplikasi yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan handal karena framework sudah melalui proses uji, baik uji stabilitas dan kehandalannya.
  • Memudahkan para developer dalam membaca kode program dan lebih mudah dalam mencari bugs.
  • Memiliki tingkat keamanan yang lebih karena framework telah mengantisipasi cela-cela keamanan yang mungkin timbul.
  • Memudahkan developer dalam mendokumentasikan aplikasi-aplikasi yang sedang dibangun.

Jenis Framework

Inilah jenis-jenis Framework yang paling populer di dunia:

  • CodeIgniter

CodeIgniter merupakan salah satu Framework yang dikembangkan oleh Rick Ellis berdasarkan script PHP. Selanjutnya CodeIgniter disempurnakan lagi oleh British Columbia Institute of Technology. Saat ini CodeIgniter sudah dikembangkan hingga versi yang ke-4.

  • Laravel

Laravel merupakan salah satu web framework yang cukup terkenal dibandingkan yang lainnya. Framework yang satu ini diciptakan oleh Taylor Otwell yang hingga kini terus bekerja keras untuk dapat membangun Laravel menjadi mudah dan nyaman digunakan. Laravel pun memiliki dokumentasi yang lengkap dan jelas untuk memudahkan para web developer dalam membangun aplikasi web mereka.

  • Yii

Web Framework satu ini mempunyai slogan “The Fast, Secure, and Professional PHP Framework.“ Yii juga memiliki dokumentasi dan dukungan komunitas yang kuat. Framework yang satu ini juga memiliki fitur-fitur unggulan, seperti sistem widget, filter, dan RBAC. Keunggulan-keunggulan tersebut  tentu saja membuat Yii menjadi salah satu web framework yang perlu diperhitungkan.

  • Symfony

Symfony memiliki panduan yang cukup lengkap, dari cookbook hingga e-book yang mana semua itu hanya untuk memudahkan para penggunanya. Selain itu, Symfony juga memiliki dokumentasi yang rapi dan jelas. Bahkan memiliki teknologi yang cukup lengkap dibandingkan dengan web framerowk PHP lainnya.

Tidak hanya itu saja, salah satu web framework terkenal, yakni Laravel, kabarnya pun turut serta menggunakan beberapa komponen yang terdapat pada Symfony. CMS terkenal seperti Magento dan Drupal pun dikabarkan dibuat dengan menggunakan teknologi Symfony.

  • Zend Framework

Selain memiliki panduan yang jelas, Zend Framework juga memiliki fitur yang lengkap, seperti Zend Studio, Zray, Apigility, Zend Expressive, dan PHP 7. Kelebihan-kelebihan tersebut tentunya sangat membantu para penggunanya dalam menangani urusan web.

  • CakePHP

Web framework CakePHP pun memiliki fitur yang lengkap untuk membangun aplikasi web besar. Selain itu, CakePHP sudah kompatibel dengan composer dan PHPunit yang menjadikan perkembangan web akan jadi lebih aman.

CakePHP rasanya memiliki fitur-fitur unggulan seperti associative data mapping, front controller, arsitektur MVC, dan sebagainya.

  • FuelPHP

Framework yang satu ini memiliki visi agar web framework mereka dapat berjalan dengan cepat dan ringan. Oleh karena itu, pihak FuelPHP juga menerapkan footprint yang lebih minimalis agar web framework ini dapat berjalan dengan lebih ringan.

FuelPHP pun tidak kalah terkait fitur-fitur. Framework ini bahkan sudah kompatibel dengan PSR dan Composer. Selain itu, FuelPHP memiliki ragam fitur lainnya, seperti fuel debugger, unit testing, dan arsitektur MVC yang lebih lengkap.

  • PhalconPHP

PhalconPHP merupakan salah satu web framework yang banyak digunakan pengembang website di dunia. Kelebihan PhalconPHp terletak pada konsepnya yang mengusung bahasa C dipasang di web servernya. Dengan konsep tersebut, PhalconPHP memastikan bahwa framework mereka dapat bekerja lebih cepat dan hemat sumber daya dibandingkan dengan web framework lain.

  • Slim

Slim Framework dikelola oleh beberapa orang, yakni yang diantaranya adalah Josh Lockhart, Andrew Smith, Rob Allen, Gabriel Manricks, dan contributor lainnya. Selain itu, Slim juga kompatibel dengan PSR dan PHPUnit.

  • Lumen

Lumen merupakan micro web framework dari Laravel. Dalam artian, Lumen merupakan salah satu hasil perkembangan dari framework Laravel. Bahkan Lumen juga dikembangkan oleh Taylor Otwell, yang juga merupakan pengembang langsung framework Laravel.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk Anda sekalian. Sampai jumpa di ulasan selanjutnya ?

Bagi Anda yang ingin memiliki website, Anda bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda.

Tidak hanya pembuatan website saja namun Jetorbit juga dapat membantu Anda untuk membuat aplikasi.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 4.7 / 5. Jumlah rate 15

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

3 thoughts on “Pengertian, Fungsi, dan Jenis Framework”

Leave a Comment