4 menit baca
Daftar isi7 bagian
- Kerangka Tiga Bagian di Semua Contoh Email Permintaan Maaf
- Contoh Email Permintaan Maaf karena Pesanan Terlambat
- Contoh Email Permintaan Maaf karena Produk yang Dikirim Salah
- Contoh Email Permintaan Maaf karena Layanan Gangguan
- Kalimat yang Sebaiknya Dihindari
- Setelah Email Terkirim
- Hal yang Dicek sebelum Mengirim
Email permintaan maaf ke pelanggan dikirim begitu kalian tahu ada kesalahan di pihak kalian, entah pelanggan sudah mengeluh atau belum. Isinya tiga hal: apa yang salah, apa dampaknya bagi pelanggan, dan apa yang kalian lakukan untuk memperbaikinya.
Di bawah ada tiga contoh email permintaan maaf untuk kasus yang umum: pesanan terlambat, produk yang dikirim salah, dan gangguan layanan. Ketiganya memakai kerangka yang sama, lalu disesuaikan dengan kejadiannya.
Kerangka Tiga Bagian di Semua Contoh Email Permintaan Maaf
Christine Carter dari Greater Good Science Center, UC Berkeley, membagi permintaan maaf yang efektif menjadi tiga bagian dalam artikel The Three Parts of an Effective Apology (berbahasa Inggris): menyampaikan penyesalan, mengakui kesalahan beserta dampaknya, dan memperbaiki keadaan. Artikel itu juga menyarankan agar tidak memakai dalih. Tulisannya membahas hubungan antarpribadi, tetapi kerangkanya cocok untuk email ke pelanggan.
Artinya, setiap contoh email permintaan maaf di bawah menyebut kesalahannya dengan jelas, mengakui bagian kalian tanpa mencari pembenaran, dan menutup dengan tindakan nyata, bukan sekadar kata “maaf”.
Contoh Email Permintaan Maaf karena Pesanan Terlambat
Sebut tanggal yang dijanjikan dan akui penyebabnya di pihak kalian. Kalau penyebabnya kurir atau pemasok, di mata pelanggan tetap kalian yang bertanggung jawab, dan menyalahkan pihak ketiga terbaca seperti dalih.
Subjek: Mohon maaf, pesanan [Nomor Pesanan] terlambat
Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama Pelanggan],
Mohon maaf, pesanan [Nomor Pesanan] belum sampai pada [Tanggal Janji Tiba] seperti yang kami janjikan. Keterlambatan ini kesalahan kami di [Penyebab di Pihak Kami, misalnya stok atau pengemasan], dan kami tahu Bapak/Ibu sudah menunggu.
Pesanan sekarang [Status Terbaru] dan diperkirakan tiba pada [Perkiraan Tanggal Baru]. Sebagai gantinya, kami berikan [Bentuk Kompensasi]. Kalau Bapak/Ibu lebih memilih membatalkan pesanan, balas email ini dan kami proses [Opsi Pembatalan atau Pengembalian Dana, bila ada].
Saya akan memantau pesanan ini dan mengabari Bapak/Ibu lagi pada [Tanggal Kabar Berikutnya].
Sekali lagi mohon maaf.
Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan], [Nama Perusahaan]
[Kontak]
Contoh Email Permintaan Maaf karena Produk yang Dikirim Salah
Di sini pelanggan sudah menanggung repotnya, jadi email harus langsung menjawab dua hal: produk yang benar kapan datang, dan apa yang harus dilakukan dengan produk yang salah.
Subjek: Mohon maaf, produk yang kami kirim salah (pesanan [Nomor Pesanan])
Selamat siang, Bapak/Ibu [Nama Pelanggan],
Pesanan [Nomor Pesanan] yang Bapak/Ibu terima berisi [Produk yang Terkirim], padahal yang dipesan adalah [Produk yang Dipesan]. Ini kesalahan kami saat [Tahap yang Keliru, misalnya pengemasan], dan kami minta maaf karena Bapak/Ibu harus mengurus penggantiannya.
Produk yang benar akan kami kirim dengan [Cara Pengiriman Ulang] dan diperkirakan tiba pada [Perkiraan Tanggal Tiba]. Untuk produk yang salah, [Instruksi untuk Produk yang Salah]. Soal biaya pengiriman ulang, [Penjelasan Biaya].
Kalau ada pertanyaan, hubungi saya langsung di [Kontak].
Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan], [Nama Perusahaan]
[Kontak]
Contoh Email Permintaan Maaf karena Layanan Gangguan
Pada gangguan layanan, pelanggan ingin tahu apakah layanannya sudah pulih, berapa lama gangguannya, dan apakah ada yang perlu mereka lakukan. Tulis penyebab hanya kalau sudah dipastikan. Kalau belum, tulis bahwa penyelidikan masih berjalan dan kapan kabar berikutnya.
Subjek: Mohon maaf atas gangguan [Nama Layanan] pada [Tanggal]
Yth. Bapak/Ibu [Nama Pelanggan],
Pada [Tanggal], [Nama Layanan] tidak dapat diakses dari [Waktu Mulai] sampai [Waktu Pulih]. Kami minta maaf atas gangguan ini dan atas [Dampak yang Dialami Pelanggan, misalnya transaksi yang tertunda].
Penyebabnya adalah [Penyebab yang Sudah Dipastikan]. Layanan kini [Status Saat Ini], dan kami sudah [Langkah Perbaikan yang Sudah Dilakukan]. [Hal yang Perlu Dilakukan Pelanggan, bila ada].
Sebagai bentuk tanggung jawab, kami memberikan [Bentuk Kompensasi, bila ada]. Pertanyaan bisa dikirim ke [Kontak].
Hormat kami,
[Nama Pengirim]
[Jabatan], [Nama Perusahaan]
[Kontak]
Kalimat yang Sebaiknya Dihindari
Kalimat berikut membuat contoh email permintaan maaf mana pun terasa hambar, atau malah memperburuk keadaan:
- “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya” tanpa menyebut apa yang salah. Pelanggan jadi harus menebak apakah kalian benar-benar tahu masalahnya.
- “Jika ada kesalahan” atau “jika Anda merasa dirugikan” ketika kesalahannya sudah jelas. Kalimat bersyarat terbaca seperti menghindar.
- Menyalahkan kurir, vendor, atau sistem tanpa mengakui bagian kalian.
- “Hal ini tidak akan terulang” tanpa perubahan yang bisa disebutkan. Sebut langkah yang benar-benar dilakukan, atau tidak usah berjanji.
- Kompensasi yang belum pasti bisa dipenuhi. Janji yang gagal ditepati menambah kesalahan kedua di atas yang pertama.
Untuk gaya bahasa yang sopan tapi tidak kaku, lihat cara menulis email formal. Penutup yang tidak terkesan membela diri ada di kalimat penutup email profesional.
Setelah Email Terkirim
Tepati kabar berikutnya. Kalau email menyebut kalian akan mengabari pada [Tanggal Kabar Berikutnya], kirim kabar itu tepat waktu, walau isinya hanya “masih diproses, kabar berikutnya tanggal sekian”. Pelanggan yang sudah dimintai maaf lalu tidak mendengar apa-apa lagi bisa membaca permintaan maafnya sebagai formalitas. Catat juga kejadiannya sebagai bahan perbaikan internal.
Hal yang Dicek sebelum Mengirim
Sebelum mengirim contoh email permintaan maaf yang sudah diisi, cek:
- Kronologi, nomor pesanan, dan tanggal sudah dicocokkan dengan catatan internal.
- Kompensasi dan tenggat sudah disetujui orang yang berwenang di perusahaan kalian.
- Ada satu nama yang menindaklanjuti, dan kontaknya tercantum di email.
- Dikirim atas nama orang atau tim, bukan alamat no-reply, supaya pelanggan bisa menjawab.
- Tidak ada kurung siku yang tertinggal.
- Kalau pelanggan sudah sangat marah, pertimbangkan menelepon dulu, lalu kirim email sebagai catatan tertulis.
Contoh email permintaan maaf di atas terbaca lebih bersungguh-sungguh kalau datang dari alamat resmi seperti [email protected], bukan dari alamat gratis yang tidak menunjukkan perusahaannya. Langkah membuatnya ada di panduan membuat email dengan nama domain sendiri, dan pilihan paketnya bisa dilihat di Email Hosting Jetorbit.
Artikel lain di Email
Semua artikel Email
4 menit baca
5 menit baca
5 menit baca