8 menit baca
Daftar isi8 bagian
Fungsi power supply (PSU) pada komputer adalah mengubah listrik AC dari stopkontak menjadi listrik DC bertegangan rendah, yaitu +12V, +5V, dan +3,3V, lalu menyalurkannya ke motherboard, prosesor, kartu grafis, dan media penyimpanan. PSU juga menjaga tegangan itu tetap dalam batas dan punya proteksi terhadap korsleting, arus berlebih, dan panas berlebih.
PSU termasuk hardware yang dipasang di dalam casing, bersama motherboard dan komponen CPU komputer lainnya. Acuan teknis soal fungsi power supply di artikel ini adalah panduan desain PSU dari Intel, ATX Version 3 Multi Rail Desktop Platform Power Supply Design Guide revisi 2.1a (November 2023).
Fungsi Power Supply di Dalam Komputer
Kalau dirinci, fungsi power supply desktop mencakup lima tugas berikut.
- Mengubah listrik AC dari stopkontak menjadi beberapa jalur DC sekaligus. Panduan Intel memakai acuan listrik masuk 115V dan 230V dengan frekuensi 47 sampai 63 Hz.
- Menjaga tegangan tetap dalam batas, diukur di ujung konektor. Jalur +5V dan +3,3V hanya boleh menyimpang 5%, sedangkan +12V boleh naik 5% dan turun sampai 7%.
- Menyediakan daya siaga +5VSB yang tetap menyala selama kabel tersambung ke stopkontak, walau komputer mati. Daya ini dipakai tombol power, Wake on LAN, dan mode tidur.
- Bekerja sama dengan motherboard. Motherboard menyalakan PSU lewat sinyal PS_ON# (kabel hijau), lalu PSU mengirim sinyal PWR_OK (kabel abu-abu) setelah +12V, +5V, dan +3,3V berada dalam batasnya.
- Melindungi komponen. Panduan Intel mewajibkan proteksi tegangan lebih (OVP), korsleting (SCP), arus lebih (OCP), dan suhu lebih (OTP). Saat terjadi korsleting atau suhu berlebih, PSU harus mematikan keluarannya.
Jalur Tegangan +12V, +5V, dan +3,3V
Fungsi power supply sebagai pengubah tegangan terlihat dari jalur keluarannya. Tabel ini memuat batas tiap jalur menurut panduan Intel dan konektor yang membawanya.
| Jalur | Batas tegangan | Dibawa oleh konektor |
|---|---|---|
| +12V | 11,20 sampai 12,60 V | 24-pin, CPU 8-pin/4-pin, PCIe 6/8-pin, 12V-2×6, SATA, Molex 4-pin |
| +5V | 4,75 sampai 5,25 V | 24-pin, SATA, Molex 4-pin |
| +3,3V | 3,14 sampai 3,47 V | 24-pin, SATA |
| +5VSB | 4,75 sampai 5,25 V | 24-pin (kabel ungu) |
| -12V | -10,80 sampai -13,20 V | 24-pin (kabel biru), sifatnya opsional |
Beban terberat ada di jalur +12V. Konektor daya prosesor dan kartu grafis hanya membawa jalur +12V, jadi daya yang mereka tarik lewat konektor itu seluruhnya datang dari +12V. Batas bawahnya dibuat lebih longgar karena spesifikasi ATX 3 mengatur lonjakan daya sesaat dari kartu grafis.
Konektor Power Supply dan Kegunaannya
Fungsi power supply sebagai penyalur daya berakhir di konektor berikut, sesuai panduan Intel.
- Konektor utama 24-pin ATX ke motherboard membawa +3,3V, +5V, +12V, -12V, +5VSB, ground, serta sinyal PS_ON# dan PWR_OK.
- Konektor CPU 8-pin, sering disebut EPS12V, berisi empat pin +12V dan empat ground. Motherboard memakai satu konektor 8-pin atau satu sampai dua konektor 4-pin.
- Konektor PCIe 6-pin menyalurkan 75 W ke kartu grafis, sedangkan PCIe 8-pin 150 W. Soket 8-pin di kartu grafis tetap menerima colokan 6-pin, tapi kartu bisa mendeteksi bahwa daya yang tersedia hanya 75 W.
- Konektor 12V-2×6 (6 pin +12V, 6 pin ground, dan 4 pin sinyal) menyalurkan sampai 600 W lewat satu kabel. Konektor ini menggantikan 12VHPWR karena masalah keandalan pada konektor lama, dan Intel menyarankan PSU baru hanya memasang 12V-2×6.
- Konektor SATA untuk SSD dan hard disk SATA membawa +12V, +5V, dan +3,3V. Jalur +3,3V sudah dihapus dari spesifikasi SATA 3.2, tapi masih disarankan demi kompatibilitas.
- Konektor periferal 4-pin (Molex) membawa +12V dan +5V, dan sifatnya opsional.
Ketiga konektor kartu grafis (6-pin, 8-pin, dan 12V-2×6) memakai susunan pin dan kunci yang berbeda, jadi tidak bisa ditukar langsung. Contohnya, halaman spesifikasi NVIDIA menyebut GeForce RTX 5070 butuh dua kabel PCIe 8-pin (adaptornya disertakan) atau satu kabel PCIe Gen 5 berkapasitas minimal 300 W.
Jenis Power Supply Berdasarkan Ukuran dan Kabel
Bentuk dan jenis kabel tidak mengubah fungsi power supply. Yang berbeda adalah ukuran dan kerapian kabelnya.
ATX, SFX, dan ukuran lain
Panduan Intel memuat beberapa ukuran PSU: ATX12V untuk casing ATX, SFX12V (Small Form Factor) untuk casing kecil, serta TFX, Flex ATX, CFX, dan LFX untuk PC ramping atau ringkas. Pilih ukuran yang didukung casing kalian.
Non-modular, semi-modular, dan full modular
Di PSU non-modular, semua kabel menempel permanen, termasuk yang tidak terpakai. Semi-modular menyisakan sebagian kabel tetap (menurut Corsair, minimal 24-pin dan EPS 8-pin) dan sisanya bisa dicabut. Full modular membolehkan semua kabel dicabut dan dipasang.
Panduan Intel menyarankan desain modular. Kabel yang tidak terpakai tidak ikut memenuhi casing, sehingga penataan kabel dan aliran udara pendingin lebih baik.
Sertifikasi 80 PLUS dan Artinya
80 PLUS adalah program sertifikasi efisiensi untuk PSU internal, dengan portal yang dijalankan CLEAResult. Efisiensi tidak mengubah fungsi power supply, tapi menentukan seberapa besar listrik dari stopkontak yang sampai ke komponen. Sisanya berubah menjadi panas di dalam PSU.
Ada tujuh level, dari Standard sampai Ruby. Tabel berikut adalah syarat efisiensi minimum untuk kategori 115V Internal Non-Redundant (PC desktop), diukur pada persentase beban dari daya terpasang PSU.
| Level | Beban 10% | Beban 20% | Beban 50% | Beban 100% |
|---|---|---|---|---|
| Standard | – | 80% | 80% | 80% |
| Bronze | – | 82% | 85% | 82% |
| Silver | – | 85% | 88% | 85% |
| Gold | – | 87% | 90% | 87% |
| Platinum | – | 90% | 92% | 89% |
| Titanium | 90% | 92% | 94% | 90% |
| Ruby | 91% | 93% | 95% | 91% |
Ruby juga mensyaratkan 85% di beban 5%. Kategori 230V EU Internal punya syarat yang lebih tinggi di tiap level.
Contohnya, PSU 650 W berlabel Gold yang mengeluarkan 325 W (beban 50%) wajib efisien minimal 90%. Artinya PSU itu menarik paling banyak sekitar 361 W dari stopkontak, dan selisihnya terbuang sebagai panas.
Yang dinilai sertifikat ini adalah efisiensi dan faktor daya. Untuk konektor, proteksi, dan kemampuan jalur +12V, lihat lembar spesifikasi PSU-nya. Produk bersertifikat dan laporan ujinya bisa dicek di portal 80 PLUS; angka lengkapnya ada di tabel resmi 80 PLUS.
Cara Menghitung Kebutuhan Daya PSU
Supaya fungsi power supply berjalan tanpa kekurangan daya, jumlahkan daya komponen dari lembar spesifikasi resminya, lalu pilih PSU yang kapasitasnya di atas jumlah itu.
- Cari daya prosesor di halaman spesifikasi resminya. Intel mencantumkan dua angka, misalnya Core Ultra 7 265K dengan Processor Base Power 125 W dan Maximum Turbo Power 250 W. Untuk menghitung PSU, pakai angka yang lebih besar. Soal angka daya ini, baca juga cara memilih prosesor untuk PC rakitan.
- Cari daya kartu grafis. NVIDIA menyebutnya Total Graphics Power, misalnya 250 W untuk RTX 5070, dan mencantumkan Required System Power 650 W. Angka 650 W itu dihitung untuk PC berprosesor Ryzen 9 9950X, jadi anggap sebagai titik awal.
- Tambahkan komponen lain seperti motherboard, RAM, SSD atau hard disk, kipas, dan perangkat USB.
- Jumlahkan semuanya, lalu pilih PSU dengan kapasitas di atas total itu dan sisakan ruang. Ruang ini berguna saat komponen menarik daya melonjak sesaat atau saat kalian menambah komponen. Tabel 80 PLUS juga menunjukkan target efisiensi tertinggi ada di beban 50%.
- Cek label PSU untuk kemampuan jalur +12V, lalu pastikan jumlah konektornya cukup: konektor CPU sesuai motherboard, PCIe atau 12V-2×6 sesuai kartu grafis.
Tanda Power Supply Bermasalah
Saat fungsi power supply terganggu, gejalanya sering mirip kerusakan komponen lain, jadi anggap daftar ini petunjuk awal.
- Komputer mati atau restart sendiri saat beban berat. Ini bisa terjadi karena proteksi arus lebih atau suhu lebih di PSU bekerja. Menurut panduan Intel, panas berlebih di PSU biasanya akibat arus berlebih atau kipas yang rusak. Prosesor yang terlalu panas bisa memberi gejala serupa, jadi cek suhunya juga.
- Tegangan di luar batas. Kalau BIOS motherboard kalian menampilkan pembacaan tegangan, bandingkan dengan tabel di atas.
- Konektor atau kabel meleleh, berubah warna, atau berbau hangus. Panduan Intel menetapkan konektor dan kabel tidak boleh meleleh sebelum proteksi arus lebih bekerja, jadi kerusakan ini tandanya ada yang salah. Cabut listrik dan jangan pakai kabel itu lagi. Untuk 12V-2×6, pastikan colokan masuk penuh.
- Komputer tidak menyala sama sekali. Ini gejala paling jelas hilangnya fungsi power supply, tapi penyebabnya belum tentu PSU, jadi cek dulu kabel daya, stopkontak, dan saklar di belakang PSU bila ada.
Jangan membongkar PSU sendiri, karena bagian dalamnya terhubung ke listrik AC dan menyimpan energi. Bila masih bergaransi, klaim ke penjual atau produsennya.
Fungsi Power Supply di Laptop Dikerjakan Adaptor
Laptop tidak memakai PSU kotak seperti PC desktop. Tugas itu dikerjakan adaptor (charger) yang mengubah listrik AC bertegangan tinggi dari stopkontak menjadi DC bertegangan rendah untuk mengisi baterai atau menghidupkan laptop langsung.
Lenovo menyarankan adaptor yang sesuai kebutuhan tegangan dan watt perangkat, karena adaptor yang tidak cocok bisa merusak perangkat. Watt adaptor tercetak di labelnya. Dell menyebut beberapa tanda adaptor bermasalah: lampu LED adaptor padam saat dicolokkan, BIOS membaca adaptor sebagai Unknown, terdengar dengung, atau kabel dan pinnya rusak.
Artikel lain di Informasi
Semua artikel Informasi
8 menit baca
8 menit baca
8 menit baca