Langsung ke konten
.ai.id dibuka 5 Okt 08.00 WIB--:--:--

PoE Adalah: Cara Kerja, Standar 802.3af/at/bt, dan Contoh Perangkat

5 menit baca

Bagikan:
Apa Itu PoE?: cara kerja Power over Ethernet dan standarnya
Daftar isi7 bagian

PoE adalah singkatan dari Power over Ethernet, yaitu teknik mengirim daya listrik DC dan data sekaligus lewat satu kabel LAN. Perangkat seperti kamera CCTV IP, access point, dan telepon VoIP cukup disambung satu kabel ke switch, tanpa adaptor listrik di titik pemasangan.

Standarnya ditetapkan IEEE dalam keluarga 802.3: 802.3af, 802.3at, dan 802.3bt. Bedanya ada di daya per port, mulai 15,4 W sampai 90 W. Jarak kabelnya sama dengan Ethernet biasa, maksimal 100 meter.

Cara Kerja PoE: PSE dan PD

Ada dua peran di sini. PSE (Power Sourcing Equipment) adalah perangkat yang memberi daya, misalnya switch atau injector. PD (Powered Device) adalah perangkat yang menerima daya lewat port RJ 45 miliknya, misalnya kamera atau access point.

PSE tidak langsung mengalirkan listrik begitu kabel dicolok. Urutannya begini:

  1. Deteksi. PSE memberi tegangan kecil, antara 2,8 dan 10 V, lalu mengukur arusnya. PD yang sah punya resistansi penanda 19 sampai 27 kΩ, dan dari situ PSE tahu ada perangkat yang meminta daya di ujung kabel.
  2. Klasifikasi. PSE membaca kelas daya PD supaya tahu berapa watt yang perlu disiapkan untuk port itu.
  3. Pemberian daya. Setelah keduanya cocok, PSE mengalirkan tegangan kerja: 44 sampai 57 V DC untuk 802.3af dan 50 sampai 57 V DC untuk 802.3at.

Karena ada tahap deteksi, port yang mengikuti standar IEEE tidak mengalirkan daya ke perangkat yang tidak memintanya. Laptop atau PC biasa tetap bisa dicolok ke switch PoE dan hanya menerima data.

Standar PoE: 802.3af, 802.3at, dan 802.3bt

IEEE membagi teknologi ini menjadi empat tipe. Tabel di bawah memuat dua angka daya: yang dikeluarkan port PSE dan yang dijamin sampai di PD. Selisihnya hilang sebagai panas di sepanjang kabel.

StandarTipeDaya di port PSEDaya minimum di PDPasangan kabel
802.3af (2003)Type 115,4 W12,95 W2 pasang
802.3at (2009)Type 230 W25,5 W2 pasang
802.3bt (2018)Type 360 W51 W4 pasang
802.3bt (2018)Type 490 W71,3 W4 pasang

Di katalog vendor, 802.3at biasa ditulis PoE+ dan 802.3bt ditulis PoE++ atau 4PPoE. Angka di tabel mengikuti tabel kelas daya di dokumen desain Texas Instruments.

802.3af dan 802.3at memakai dua dari empat pasang kabel. 802.3bt memakai keempat pasang sekaligus, sehingga dayanya jauh lebih besar dan cukup untuk perangkat seperti layar monitor dan kamera PTZ.

Standar yang lebih baru tetap melayani perangkat lama. Port 802.3bt bisa memberi daya ke kamera 802.3af. Arah sebaliknya tidak berlaku: perangkat yang butuh 25,5 W dari 802.3at tidak akan mendapat daya cukup dari port 802.3af yang hanya menjamin 12,95 W.

Satu lagi yang sering terlewat adalah total daya switch, biasa disebut power budget. Switch dengan delapan port 802.3at belum tentu sanggup memberi 30 W ke semua port sekaligus. Jumlahkan kebutuhan semua perangkat, lalu bandingkan dengan angka power budget di datasheet switch.

Switch PoE atau Injector

Ada dua cara menyediakan PSE. Di dokumentasi teknis keduanya disebut endspan dan midspan.

Switch (endspan)

Switch yang port-nya sudah mengeluarkan daya. Data dan listrik keluar dari port yang sama, jadi satu kabel dari switch langsung ke perangkat. Pilihan ini cocok untuk instalasi baru dengan banyak titik, misalnya beberapa kamera dan access point di satu gedung. Kalau masih ragu apa bedanya switch dengan hub, baca dulu perbedaan hub dan switch.

Injector (midspan)

Perangkat kecil yang dipasang di antara switch biasa dan perangkat yang butuh daya. Kabel data dari switch masuk ke injector, injector menambahkan daya, lalu kabel keluarannya menuju perangkat. Injector praktis untuk menambah satu atau dua perangkat tanpa mengganti switch lama. Samakan standarnya dengan kebutuhan perangkat, misalnya injector 802.3at untuk kamera yang meminta 802.3at.

Contoh Perangkat yang Memakai PoE

Teknologi ini awalnya dipakai untuk telepon VoIP dan access point, lalu meluas ke kamera keamanan dan perangkat lain:

  • Kamera CCTV IP. Titik kamera di plafon, tiang, atau dinding luar jarang punya stopkontak di dekatnya. Cukup tarik satu kabel LAN dari switch.
  • Access point. Access point biasanya dipasang tinggi di plafon, dan satu kabel LAN menghapus kebutuhan menarik kabel listrik ke sana.
  • Telepon VoIP. Telepon meja di kantor mendapat daya dan jaringan dari satu kabel, jadi tidak perlu adaptor di bawah meja.
  • Perangkat lain seperti lampu LED, kiosk, sensor, dan sistem alarm.

Kamera CCTV IP Norden di katalog Jetorbit semuanya mendukung PoE. Sebagian besar model cukup dengan PoE standar (802.3af), sedangkan PTZ Dome 2MP butuh 802.3at dan Panoramic 6MP (3MP×2) + PTZ butuh 802.3bt, jadi switch-nya harus mendukung standar yang sama. Spesifikasi dan harga tiap model ada di halaman CCTV IP Norden.

Batas Jarak Kabel PoE

Jaraknya sama dengan Ethernet tembaga: maksimal 100 meter dari port PSE sampai perangkat. Untuk lokasi yang lebih jauh, pasang switch di tengah jalur, dengan sumber listriknya sendiri, sehingga tiap segmen kabel tetap di bawah 100 meter.

Kategori kabel juga berpengaruh. 802.3af masih bisa berjalan di kabel Category 3, sedangkan 802.3at butuh Category 5 atau lebih baik. Kabel Cat5e dan Cat6 yang umum dijual sekarang sudah memenuhi syarat itu; bedanya dibahas di perbedaan Cat5e dan Cat6. Untuk perangkat 802.3bt, ikuti rekomendasi kabel di datasheet perangkatnya.

Kalau kalian membuat kabel sendiri, cara crimping kabel LAN menjelaskan urutan warna, langkah memasang konektor, dan cara mengetesnya sebelum kabel dipakai.

Kelebihan dan Batasan PoE

Kelebihan utamanya ada di pemasangan. Satu kabel menggantikan kabel data plus kabel listrik, dan titik pemasangan tidak perlu dekat stopkontak. Perangkat juga bisa dipindah cukup dengan memindah kabel LAN-nya, tanpa memanggil teknisi listrik.

Daya juga terpusat di switch. Kalau switch disambung ke UPS, semua kamera dan access point yang menempel padanya ikut menyala saat listrik padam, tanpa perlu UPS terpisah di tiap titik.

Batasannya ada di daya dan jarak. Perangkat yang butuh lebih dari 71,3 W tidak bisa dilayani standar IEEE, jarak per kabel tetap 100 meter, dan power budget switch membatasi berapa banyak perangkat yang bisa menyala bersamaan.

Yang Perlu Dicek Sebelum Memasang PoE

  1. Standar perangkat (802.3af, 802.3at, atau 802.3bt) dan kebutuhan dayanya, dari datasheet.
  2. Standar port dan power budget switch atau injector, lalu bandingkan dengan total kebutuhan perangkat.
  3. Panjang kabel setiap titik, maksimal 100 meter dari switch.
  4. Kategori kabel: minimal Category 5 untuk 802.3at, dan rekomendasi pabrikan untuk 802.3bt.
Bagikan: