10 menit baca
Daftar isi6 bagian
Cara crimping kabel LAN: kupas jaket kabel UTP sekitar 2 sampai 3 cm, luruskan kedelapan kabel kecil di dalamnya, susun sesuai urutan warna T568B, potong rata, masukkan ke konektor RJ 45 sampai mentok, lalu tekan dengan tang crimping. Setelah kedua ujung terpasang, tes kabel dengan LAN tester.
Kalau kedua ujung memakai urutan yang sama, hasilnya kabel straight. Kalau satu ujung T568A dan ujung lainnya T568B, hasilnya kabel cross. Langkah crimping kabel LAN untuk keduanya sama, yang berbeda hanya urutan warnanya.
Alat dan Bahan untuk Crimping Kabel LAN
Sebelum crimping kabel LAN dimulai, siapkan alat berikut di meja kerja yang terang supaya warna kabel kecil mudah dibedakan, terutama putih oranye dan putih coklat.
- Kabel UTP, biasanya Cat5e atau Cat6. Bedanya dijelaskan di perbedaan Cat5e dan Cat6.
- Konektor RJ 45 yang sesuai kategori kabel, dua buah per kabel ditambah cadangan. Konektor sekali pakai, jadi yang salah jepit harus dipotong dan diganti.
- Tang crimping dengan lubang 8P (8 pin). Banyak tang crimping sudah punya pisau pemotong dan pengupas.
- Pengupas kabel, kalau tang crimping kalian belum punya pisau pengupas.
- LAN tester untuk memeriksa hasil.
- Sarung konektor (boot), opsional, supaya klip konektor tidak mudah patah.
Sebelum crimping kabel LAN, perhatikan juga jenis konduktor kabelnya. Kabel instalasi biasanya berinti tunggal (solid), sedangkan patch cord biasanya serabut (stranded). Konektor untuk keduanya bisa berbeda, jadi pilih konektor yang memang untuk jenis kabel kalian.
Urutan Warna T568B dan T568A untuk Crimping Kabel LAN
Urutan dihitung dari pin 1 sampai pin 8. Pegang konektor dengan klip di bawah dan pin kuningan menghadap ke atas, lubang kabel menghadap kalian. Pin 1 ada di paling kiri.
T568B
- Putih oranye
- Oranye
- Putih hijau
- Biru
- Putih biru
- Hijau
- Putih coklat
- Coklat
T568A
- Putih hijau
- Hijau
- Putih oranye
- Biru
- Putih biru
- Oranye
- Putih coklat
- Coklat
Bedanya hanya pasangan oranye dan hijau yang bertukar tempat. T568B paling sering dipakai untuk jaringan LAN sehari-hari. Pakai satu standar secara konsisten di satu gedung supaya kabel tidak tertukar saat perbaikan.
Urutan ini sama dengan yang dipakai di cara membuat kabel straight dan kabel cross, jadi kalian bisa memakai keduanya sebagai acuan.
Langkah Crimping Kabel LAN
- Potong kabel UTP sesuai panjang yang dibutuhkan, lebihkan beberapa sentimeter untuk cadangan. Satu kabel Ethernet maksimal 100 meter.
- Masukkan sarung konektor ke kabel lebih dulu, kalau kalian memakainya. Sarung tidak bisa dipasang setelah konektor dijepit.
- Kupas jaket luar sekitar 2 sampai 3 cm. Putar pengupas pelan-pelan supaya isolasi kabel kecil di dalamnya tidak ikut tergores.
- Urai keempat pasang kabel, buka pilinannya, lalu luruskan satu per satu dengan jari.
- Susun kedelapan kabel sesuai urutan T568B (atau T568A) dan rapatkan sejajar.
- Potong ujungnya rata dengan pisau tang crimping. Sisakan kabel terurai sekitar 1,2 sampai 1,3 cm dari ujung jaket, karena standar membatasi bagian yang tidak terpilin maksimal 13 mm untuk Cat5e dan Cat6.
- Dorong kabel ke konektor sampai kedelapan ujungnya menyentuh dinding depan konektor. Lihat dari ujung konektor: semua ujung tembaga harus terlihat sejajar.
- Pastikan jaket luar ikut masuk sampai di bawah penjepit konektor, supaya kabel tidak mudah tercabut.
- Cek urutan warna sekali lagi, lalu masukkan konektor ke lubang 8P tang crimping dan tekan penuh sampai mentok.
- Tarik kabel pelan untuk memastikan konektor terkunci, lalu ulangi langkah 2 sampai 9 di ujung lainnya.
Penjelasan tentang pin dan bentuk konektornya ada di artikel pengertian RJ 45.
Membuat kabel straight atau cross
Untuk menyambung komputer, CCTV, atau access point ke switch dan router, buat kabel straight: kedua ujung T568B. Kabel cross dibuat dengan T568A di satu ujung dan T568B di ujung lain, untuk menyambung dua perangkat sejenis secara langsung, misalnya dua komputer. Tandai kabel cross dengan selotip atau label supaya tidak tertukar dengan kabel biasa.
Cara Mengetes Kabel dengan LAN Tester
LAN tester terdiri dari dua bagian: unit utama dan unit remote. Colokkan satu ujung kabel ke unit utama dan ujung lainnya ke unit remote, lalu nyalakan tester. Lampu 1 sampai 8 akan menyala bergantian.
Lakukan tes setiap selesai crimping kabel LAN, sebelum kabel ditarik ke plafon atau dinding, supaya kesalahan ketahuan saat masih mudah diperbaiki.
- Kabel straight yang benar: lampu di kedua unit menyala dengan nomor yang sama dan urut, 1 sampai 8.
- Kabel cross yang benar: saat lampu 1 sampai 8 di unit utama menyala, unit remote menyalakan 3, 6, 1, 4, 5, 2, 7, 8.
- Ada lampu yang tidak menyala: kabel pada pin itu putus atau tidak menyentuh pin konektor. Biasanya kabel kurang dalam atau tidak terjepit sempurna.
- Urutan lampu meloncat atau dua lampu menyala bersamaan: ada kabel yang tertukar atau saling terhubung.
LAN tester sederhana hanya memeriksa sambungan antar pin. Tester seperti ini tidak bisa mendeteksi split pair, yaitu kabel yang pinnya tersambung benar tapi pasangan pilinnya terpisah. Kabel split pair lolos tes lampu, tapi rawan gangguan crosstalk saat dipakai di kecepatan tinggi. Untuk instalasi gedung, kabel biasanya diperiksa lagi dengan tester Cat5e atau Cat6 yang bisa mengukur crosstalk.
Kalau Hasil Tes Gagal
Konektor RJ 45 tidak bisa dibuka lagi setelah dijepit. Kalau tes menunjukkan ada pin yang mati atau urutan yang salah, perbaikannya begini:
- Catat nomor lampu yang bermasalah, lalu cari ujung kabel yang salah dengan melihat urutan warna di kedua konektor.
- Potong konektor yang salah sedekat mungkin dengan ujungnya, supaya kabel tidak terlalu banyak terbuang.
- Ulangi langkah crimping kabel LAN dari pengupasan jaket dengan konektor baru.
- Tes ulang. Kalau lampu yang sama tetap mati di dua konektor berbeda, periksa apakah kabelnya terlipat atau tergencet di tengah jalur.
Kesalahan Umum Saat Crimping Kabel LAN
- Urutan warna asal disusun berpasangan, misalnya putih hijau dan hijau diletakkan bersebelahan di pin 3 dan 4. Hasilnya split pair: tes lampu bisa lolos, tapi koneksi tidak stabil.
- Kabel kecil tidak masuk sampai mentok, sehingga satu atau dua pin tidak menyentuh tembaga.
- Bagian yang terurai terlalu panjang dan jaket luar tidak ikut terjepit. Kabel mudah tercabut dan pilinan terbuka lebih dari 13 mm.
- Tanpa sengaja memakai T568A di satu ujung dan T568B di ujung lain, sehingga kabel straight berubah jadi kabel cross.
- Memakai konektor yang tidak cocok dengan kabelnya, misalnya konektor Cat5e untuk kabel Cat6 yang konduktornya lebih tebal.
- Lupa memasang sarung konektor sebelum crimping kabel LAN dimulai.
Kabel buatan sendiri juga dipakai untuk perangkat yang mendapat daya dari kabel LAN. Kalau kalian memasang kamera atau access point bertenaga PoE, baca juga PoE adalah apa dan standarnya.
Rujukan teknis: batas 13 mm, larangan mencampur T568A dan T568B, dan jenis konektor mengikuti panduan terminasi kabel UTP dari The Fiber Optic Association.
Artikel lain di Informasi
Semua artikel Informasi
10 menit baca
5 menit baca
5 menit baca