Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya

Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya

Sharing is caring!

Kalau URL sih rerata orang sudah pernah dengar. Nah, gimana dengan URI? Bisa jadi sebagian orang justru belum pernah dengar sama sekali. Singkatnya sih, perbedaan utama URI dan URL yaitu, URI bisa berupa nama, lokasi, atau nama dan lokasi, sedangkan URL hanya menyediakan lokasi resource. Daripada bingung kan, lebih baik simak sampai rampung aja yuk Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya

Apa Itu URI?

Uniform Resource Identifier (URI) adalah string karakter yang secara umum mengidentifikasi berbagai resource web menggunakan nama, lokasi, atau nama dan lokasi resource tersebut. Uniform Resource Locator (URL) dan Uniform Resource Name (URN) termasuk dalam jenis URI.

Jenis URI

Ada 2 jenis URI secara mendetail, yaitu URN dan URL.

Uniform Resource Names (URN)

URN adalah pengidentifikasi (identifier) tetap dan tidak terkait lokasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi resource secara permanen. Artinya, resource tetap valid meskipun datanya dipindahkan ke lokasi lain.

Nah, dalam hal ini, URN menggunakan skemanya untuk membedakan setiap resource. Contohnya, urn:isbn:0405999832 akan mengidentifikasi buku berdasarkan nomor ISBN-nya.

Setiap URN setidaknya terdiri dari 3 komponen:

  • URN – setiap URN menggunakan awalan urn: sebagai spesifikasi skemanya.
  • NID – merupakan pengidentifikasi namespace yang harus terdaftar di Internet Assigned Numbers Authority (IANA). NID bisa berisi huruf, angka, atau tanda hubung yang diikuti oleh titik dua.
  • NSS – ini adalah string khusus namespace yang mengidentifikasi resource internet. NSS bisa berisi kode ASCII, angka, tanda baca, dan karakter khusus.

Uniform Resource Locator (URL)

URL memberikan metode untuk menunjukkan lokasi fisik suatu resource, dengan penjelasan mengenai mekanisme akses utama atau lokasi resource tersebut di jaringan. URL bisa menunjukkan lokasi halaman web, video, gambar, atau dokumen apapun yang dipublikasikan secara online.

Tak seperti URN, pengidentifikasi resource internet ini tidak selalu sama atau terkait dengan lokasi tertentu. Sebab, URL menentukan path ke lokasi resource yang bisa berubah seiring waktu. Selain itu, URL tidak mengikuti skema URN.

Perbedaan antara URN dan URL adalah URN hanya menentukan nama resource, sedangkan URL memerlukan teknik atau protokol akses untuk mendapatkan lokasi resource.

Singkatnya, semua URL merupakan URI tapi tak semua URI adalah URL.

Syntax URI

Syntax atau sintaksis URI menjelaskan strukturnya agar program bisa memahaminya.

Berikut ini syntax umum URI:

scheme:[//authority]path[?query][#fragment]

Berikut ini penjelasan elemen sintaksis URI di atas:

Scheme (Skema)

Skema atau scheme URI adalah komponen pertama URI yang menjelaskan sistem penanganannya. Terkadang, scheme URI merupakan protokol yang digunakan untuk mengakses resource. Sementara itu, teknik lain mungkin tidak menetapkan protokol apapun.

Misalnya, skema about: digunakan di web browser, yang mana resource dibuat di klien dan tidak terkait dengan protokol tertentu.

Skema bisa berisi kombinasi huruf, angka, tanda tambah, titik, atau tanda hubung apapun yang diikuti oleh titik dua. Skema URI yang paling umum, antara lain HTTP, HTTPS, FTP, mailto, dan file.

Misalnya, jika contoh URI adalah file:website.com/pathtofile/intro.pdf, artinya nama skemanya adalah file.

Authority Component (Komponen Otoritas)

Komponen ini bersifat opsional, diawali dengan dua garis miring dan diakhiri dengan satu garis miring, tanda tanya, atau tanda pagar. Ada 3 subkomponen yang membentuknya:

  • Userinfo – berisi username dan password yang dipisahkan oleh titik dua.
  • Host – terdiri dari alamat IP atau nama yang terdaftar. Alamat IP harus dimasukkan ke dalam tanda kurung.
  • Port – protokol yang digunakan untuk menghubungkan server. Ini adalah subkomponen opsional yang diikuti oleh titik dua.

Misalnya, authority component dari URI file:website.com/pathtofile/intro.pdf adalah website.com/.

Path (Jalur)

Path atau jalur berisi urutan segmen data yang menunjukkan lokasi resource dalam struktur direktori. Jalur harus kosong atau dipisahkan oleh garis miring. Contohnya, telnet://192.0.2.16:80/atau foo://info.example.com?fred adalah URI yang valid dengan jalur kosong karena tidak ada petunjuk lokasi resource tertentu.

Query Component (Komponen Kueri)

Nah, query merupakan komponen yang bersifat opsional, berisi string query data nonhierarkis. Query seringnya berupa string pasangan key=value. Komponen ini diawali dengan tanda tanya.

Misalnya, kalau contoh URI adalah https://example.org/test/test1?search=test-question#part2, berarti komponen kuerinya adalah search=test-question.

Fragment Component (Komponen Fragmen)

Komponen opsional ini mencakup pengidentifikasi fragmen yang memberikan arah ke resource sekunder. Resource sekunder merupakan bagian lain dari resource utama. Fragmen diawali dengan tanda pagar dan diakhiri dengan bagian akhir URI.

Misalnya, komponen fragmen dari https://example.org/test/test1?search=test-question#part2 adalah part2.

Apa Itu URL?

Uniform Resource Locator (URL) adalah pengidentifikasi yang hanya menunjukkan lokasi halaman web. URL merujuk pada alamat web dan kemungkinan aksesnya, seperti HTTP, FTP, dan mailto.

Syntax URL

Setiap URL harus mengikuti syntax URI yang punya struktur serupa dengan URI.

Di bawah ini adalah contoh syntax URL:

https://www.example.com/forum/questions/?tag=networking&order=newest#top

URL di atas bisa dibagi menjadi komponen-komponen berikut:

Scheme (Skema)

Bagian pertama syntax URL berupa protokol yang digunakan untuk mengambil resource. Skema URL menyediakan jenis aplikasi yang digunakan perangkat kalian untuk membuka URL.

Misalnya, FaceTime menggunakan skema URL facetime:// untuk melakukan panggilan. Protokol lain yang paling sering digunakan untuk scheme URL meliputi:

  • Hypertext transfer protocol (HTTP) – dengan protokol ini, pengguna bisa mengakses data dari halaman web menggunakan link hypertext.
  • Hypertext transfer protocol secure (HTTPS) – melindungi transmisi data antara browser pengguna dan website.
  • File transfer protocol (FTP) – digunakan untuk transfer file di antara perangkat yang berbeda melalui jaringan.

Selanjutnya, beberapa protokol URL menggunakan link mailto untuk mengidentifikasi alamat email atau JDBC untuk menentukan akses database berdasarkan kebutuhan pengguna.

Authority (Otoritas)

Komponen ini diawali dengan dua garis miring, serta berisi 2 subkomponen, yaitu nama domain dan port yang merupakan resource yang akan diakses. Nama domain adalah nama resource yang terdaftar, seperti jetorbit.com atau google.com.

Port adalah nomor spesifik yang mengidentifikasi layanan web mana yang Anda minta di web server. Misalnya, nomor port untuk URL HTTP adalah 80 dan untuk URL HTTPS adalah 443. Tapi, kalau web server menggunakan protokol standar seperti HTTP atau HTTPS, port biasanya dihilangkan dari URL.

Path (Jalur)

Elemen ini mengidentifikasi lokasi spesifik halaman web, postingan, atau file lain yang ingin diakses pengguna dalam nama domain. Path juga berisi ekstensi file aset, seperti gambar dan dokumen.

Namun, tidak semua URL menunjukkan komponen path. Di sejumlah web server modern, Anda mungkin tidak melihat komponen path karena bisa dihilangkan untuk mempersingkat URL.

Beberapa contoh path adalah …/software/htp/index.html atau …/forum/question/.

Query String (String Kueri)

String ini mengirimkan data tentang resource di web server dan diawali dengan tanda tanya. Biasanya, string ini berisi pasangan kunci (key) dan nilai (value) yang dipisahkan oleh tanda ampersan (&).

Contohnya seperti ini: ?tag=networking&order=newest.

Query string menyimpan data karena protokol HTTP bersifat stateless. Artinya, setiap permintaan bersifat independen dan tidak terkait dengan permintaan sebelumnya. Akibatnya, koneksi antara browser dan web server akan otomatis ditutup setelah permintaan klien berakhir.

Selain itu, string kueri dikenal sebagai parameter kueri URL yang bisa digunakan untuk tujuan tertentu, seperti hasil pencarian untuk halaman web. Hal ini akan membantu pengguna menelusuri konten dari suatu resource. Misalnya, pengguna bisa dengan mudah menemukan informasi tentang suatu produk di toko online.

Fragment Identifier (Pengidentifikasi Fragmen)

Fragment identifier atau anchor biasanya muncul di akhir URL dan diawali dengan tanda pagar. Komponen ini bersifat opsional, berfungsi untuk mengarahkan web browser ke resource sekunder. Anchor merujuk pada bagian tertentu dalam halaman web.

Di halaman HTML, browser akan langsung menuju bagian tertentu yang diberi tag dengan fragmen.

Misalnya, kalau URL-nya adalah https://example.com/results.html#intro, URL ini akan langsung membuka intro yang diberi tag pada halaman bernama results.html.

Perbedaan URI dan URL

Mari lihat tabel perbandingan di bawah ini untuk lebih memahami perbedaan URI vs URL lebih lanjut.

URIURL
URI adalah singkatan dari Uniform Resource Identifier.URL merupakan singkatan dari Uniform Resource Locator.
URI adalah superset dari URN dan URL.URL merupakan subset dari URI.
URI mengidentifikasi resource dan membedakan setiap resource berdasarkan nama, lokasi, atau keduanya.URL mengidentifikasi alamat web atau lokasi resource tertentu.
URI berisi komponen seperti skema, authority, path (jalur), dan query.URL memiliki komponen yang mirip dengan URI, tapi authority URL terdiri dari nama domain dan port.
Contoh URI adalah ISBN 0-476-35557-4.Contoh URL yaitu https://jetorbit.com.
URI biasanya digunakan dalam XML, file library tag, dan file lainnya, seperti JSTL dan XSTL.URL utamanya berfungsi untuk mencari halaman web di internet.
Skema URI bisa berupa protokol, spesifikasi, atau penunjukan seperti HTTP, file, atau data.Skema URL merupakan protokol, seperti HTTP dan HTTPS.

Kapan Sebaiknya Menggunakan URI?

Berikut ini tiga contoh penggunaan URI:

  • Karya audiovisual – ISAN adalah nomor kode seri yang digunakan untuk mengidentifikasi karya dan versi audiovisual, seperti film, program televisi, atau dokumenter. Dengan skema urn:, URI bisa mengidentifikasi ISAN tanpa protokol atau cara untuk mengaksesnya. Contohnya adalah urn:isan:0000-0000-2CEA-0000-1-0000-0000-Y, yang merujuk pada film Spider-Man tahun 2002. URI mengidentifikasi resource menggunakan nomor audiovisual tanpa menunjukkan di mana pengguna bisa menemukannya.
  • Nomor telepon – URI bisa mengidentifikasi resource menggunakan string panggilan, yang memiliki network termination point (NTP) berisi informasi yang dibutuhkan untuk merutekan panggilan. Skema tel: hanya berupa GUID (Globally Unique Identifier) dan tidak merujuk pada perangkat fisik apapun. Misalnya, tel:+1-816-555-6666 menunjukkan GUID sebagai nomor telepon standar di AS.
  • Akses jarak jauh – Telnet adalah protokol jaringan yang digunakan oleh URI untuk menentukan akses ke komputer jarak jauh atau host melalui internet. Contohnya adalah telnet://192.0.2.16:80/. Telnet biasanya digunakan untuk menguji atau mengatasi masalah web server atau email secara remote.

Berikut kelebihan dan kekurangan URI:

Kelebihan:

  • Pengidentifikasi yang tidak ambigu – URI bisa mencegah ambiguitas dengan menyediakan skema unik untuk mengidentifikasi resource dan membedakannya di semantic web. Hal ini membantu RDF (Resource Description Framework) menafsirkan informasi bagi pengguna. Dengan demikian, dokumen web dan resource lainnya jadi tidak tertukar.
  • Keseragaman – URI mengidentifikasi nama dan lokasi resource. Berbagai jenis pengidentifikasi resource pun bisa digunakan dalam konteks yang sama. Misalnya, URL dan URI bisa merujuk ke resource yang sama. Keseragaman merujuk pada sintaksis umum URI yang harus diikuti.
  • Identifikasi resource abstrak dan fisikScheme URI dapat menentukan resource apapun, termasuk objek dunia nyata, seperti nomor telepon, tempat, buku, dan orang. Resource ini tidak hanya berupa halaman web yang bisa diakses melalui internet.
  • Beberapa URI bisa ditautkan ke satu resource – misalnya, data di http://www.example.com/abc/2022/Q1 mungkin juga tersedia di http://www.example.com/abc/Q12022. Hal ini akan membuat client-server lebih mudah merujuk ke resource.

Kekurangan:

  • URI bersifat permanen – setelah dibuat, sebaiknya jangan ubah URI ya karena bisa merusak reputasi website. Meski kalian masih bisa encode ulang URL yang rusak, prosesnya perlu waktu dan upaya cukup lama.
  • Tidak kompatibel dengan semua browser – meski URI bisa digunakan di banyak browser populer, seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox, beberapa browser versi lama seperti Internet Explorer 5, 6, dan 7, atau Safari 5 dan 6 tidak didukung oleh skema URI.

Kapan Sebaiknya Menggunakan URL?

Berikut ini beberapa contoh penggunaan URL:

  • Merujuk pada alamat email – Skema mailto: bisa digunakan dalam URL untuk menentukan alamat email. Skema ini menyediakan hyperlink untuk mengirim email langsung dari halaman HTML. Misalhttps://www.example.com/blognya, mailto:[email protected]
  • Mengambil halaman web – dalam situasi paling umum, URL merujuk pada alamat web, yang memuat protokol, nama domain, dan jalur. Bentuk URL seperti ini dikenal sebagai URL absolut. Misalnya, https://www.example.com/news/business/ menunjukkan alamat dan direktori menuju resource.
  • Melakukan redirect resource – kalian bisa menggunakan URL untuk redirect resource lama ke lokasi baru. Biasanya, ini digunakan untuk memindahkan halaman web. Misalnya, jika mengubah alamat website dari https://www.blog.example.com menjadi https://www.example.com/blog, kalian bisa menggunakan redirect 301. Dengan begitu, pengunjung website tidak akan mengalami berbagai HTTP status code, seperti halaman error 404 not found.
  • Merujuk pada halaman internal – URL bisa ditampilkan tanpa protokol dan nama domain, yaitu hanya menunjukkan jalur. Hal ini digunakan untuk menautkan file tertentu dalam domain yang sama atau disebut URL relatif. Misalnya, kalau URL-nya adalah https://www.example.com/news/business/, berarti URL relatifnya adalah /news/business/.

Kelebihan:

  • Meningkatkan pengalaman pengguna – URL yang terstruktur dengan baik akan membantu pengguna memahami halaman apa yang mereka akses. Misalnya, kalau website www.example.com memiliki tag judul “Resep Puding Cokelat untuk Lebaran” di halaman webnya, URL kalian bisa menjadi http://example.com/resep/puding-cokelat untuk menggambarkan konten halaman dengan jelas.
  • Meningkatkan peringkat website – selain authority domain, keyword dalam URL bertindak sebagai faktor minor penentu peringkat website. Keyword bisa mempengaruhi SERP (Search Engine Results Pages) dalam menganalisis halaman tertentu atau relevansi resource.
  • Mengamankan website – URL HTTPS bisa melindungi website kalian dan privasi pengunjung secara lebih aman daripada HTTP. Sebab, HTTPS dilengkapi dengan sertifikat SSL (Secure Sockets Layer) yang menyediakan koneksi terenkripsi antara web server dan browser web untuk transmisi data.

Kekurangan:

  • Ancaman keamanan – URL yang disingkat dengan tool shortener, seperti Bitly, owl.ly, AdF.ly, dan TinyURL bisa membahayakan reputasi website kalian. Banyak hacker menggunakan tool seperti ini untuk menyembunyikan niat jahat mereka dari pengunjung. Contoh URL yang dipersingkat adalah http://bitly.is/example, yang tidak mencantumkan domain website tujuan.
  • Pencurian konten – URL relatif mungkin memicu risiko pencurian konten karena pengunjung website tidak perlu menulis ulang internal link apapun. Mereka bisa dengan mudah menyalin halaman kalian dan menaruhnya di domain baru menggunakan web scraper.
  • Dead link – ini bisa terjadi jika menggunakan layanan penyingkat URL. Dead link disebabkan oleh layanan yang mungkin down atau diberhentikan sehingga link menjadi tidak berfungsi.

Gimana, sudah tahu kan poin apa saja yang membedakan URI vs URL? Penting ya untuk memahami perbedaan URL dan URI serta fungsinya, khususnya bagi kalian yang memiliki website.

Semoga artikel ini membantu dalam memahami perbedaan URI vs URL dan kapan saat yang tepat untuk menggunakannya.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya
Artikel
Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Daripada bingung kan, lebih baik simak sampai rampung aja yuk Ketahui Perbedaan URI dan URL, Kelebihan, dan Contohnya
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like