Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS

Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS

Sharing is caring!

Kalian sudah tahukah bahwa ada 3 cara untuk menambahkan style CSS ke website kalian: kalian bisa menggunakan internal CSS dan menambahkannya ke rule CSS di dalam bagian <head> pada dokumen HTML, atau menghubungkan file CSS eksternal yang mengandung semua rule CSS, atau yang terakhir adalah menggunakan inline CSS. Nah, ketahui lebih detailnya yuk di artikel Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS

Opsi 1 – Internal CSS

Kode CSS internal diletakkan di dalam bagian <head> pada halaman. Class dan ID bisa digunakan untuk merujuk pada kode CSS tapi hanya akan aktif pada halaman tersebut.

Style CSS yang dipasang dengan metode ini akan di-download setiap kali halaman dipanggil sehingga akan meningkatkan kecepatan akses. Namun, ada beberapa case yang mana penggunaan internal stylesheet justru berguna.

Salah satu contohnya adalah untuk mengirimkan template halaman ke seseorang – karena semuanya bisa terlihat dalam 1 halaman maka akan lebih mudah untuk melihat previewnya. CSS internal diletakkan di dalam tag <style></style>. Contohnya:

<head>

<style type=”text/css”>

p {color:white; font-size: 10px;}

.center {display: block; margin: 0 auto;}

#button-go, #button-back {border: solid 1px black;}

</style>

</head>

Manfaat internal CSS:

  • Perubahan hanya terjadi pada 1 halaman.
  • Class dan ID bisa digunakan oleh internal stylesheet.
  • Tidak perlu meng-upload beberapa file karena HTML dan CSS bisa digunakan di file yang sama.

Kekurangan menggunakan Internal CSS:

  • Meningkatkan waktu akses website
  • Perubahan hanya terjadi pada 1 halaman – tidak efisien jika kalian ingin menggunakan CSS yang sama pada beberapa file.

Cara menambahkan internal CSS ke halaman HTML

  1. Buka file HTML kalian dengan menggunakan text editor. Jika halaman sudah diupload ke hosting, kalian bisa menggunakan text editor yang telah disediakan oleh hosting kalian. Jika kalian memiliki file HTML di komputer kalian, kalian bisa menggunakan text editor apapun untuk mengedit lalu mengupload file ke akun hosting kalian menggunakan aplikasi FTP.
  2. Temukan bagian awal kode <head> dan tambahkan kode berikut ini di bawahnya:

<style type=”text/css”>

  1. Pada baris baru, tambahkan rule CSS:

body {

background-color: blue;

}

h1 {

color: red;

padding: 60px;

}

  1. Setelah kalian menambahkan rule CSS, tambahkan tag penutup:

</style>

Nantinya file HTML yang sudah ditambahkan style CSS akan terlihat seperti ini:

<!DOCTYPE html>

<html>

<head>

<style>

body {

background-color: blue;

}

h1 {

color: red;

padding: 60px;

}

</style>

</head>

<body>

<h1>Jetorbit Tutorials</h1>

<p>This is our paragraph.</p>

</body>

</html>

Opsi 2 – External CSS

Salah satu cara yang paling nyaman untuk menambahkan CSS ke website adalah dengan menghubungkannya ke file .CSS eksternal. Dengan cara tersebut, perubahan apapun yang dibuat pada file CSS akan tampil pada website kalian secara keseluruhan. File CSS eksternal biasanya diletakkan setelah bagian <head> pada halaman:

<head>

<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”style.css” />

</head>

Dalam contoh di atas, file style.css berisikan semua rule. Contohnya:

.xleftcol {

float: left;

width: 33%;

background:#809900;

}

.xmiddlecol {

float: left;

width: 34%;

background:#eff2df;

}

Manfaat external CSS:

  • Ukuran file HTML menjadi lebih kecil dan strukturnya lebih rapi.
  • Kecepatan loading menjadi lebih cepat.
  • File CSS yang sama bisa digunakan di banyak halaman.

Kekurangan external CSS:

  • Halaman belum tampil secara sempurna hingga file CSS selesai dipanggil.

Opsi 3 – Inline CSS

Inline CSS digunakan untuk tag HTML tertentu. Atribut <style> digunakan untuk memberikan style ke tag HTML tertentu. Cara ini kurang direkomendasikan karena setiap tag HTML malah harus diberikan style masing-masing. Kalian akan lebih sulit dalam mengatur website jika hanya menggunakan inline CSS.

Namun, di beberapa situasi, justru inline CSS ini menjadi berguna, lho. Contohnya, pada saat kalian tidak memiliki akses ke file CSS atau harus mengubah style untuk 1 elemen saja.

Contoh halaman HTML dengan inline CSS adalah seperti berikut:

<!DOCTYPE html>

<html>

<body style=”background-color:black;”>

<h1 style=”color:white;padding:30px;”>Jetorbit Tutorials</h1>

<p style=”color:white;”>Something usefull here.</p>

</body>

</html>

Manfaat Inline CSS:

  • Berguna jika kalian ingin menguji dan melihat perubahan.
  • Berguna untuk perbaikan cepat.
  • Permintaan HTTP yang lebih kecil.

Kekurangan Inline CSS:

  • Inline CSS harus diterapkan pada setiap elemen

Gimana, mudah dipahami, kan? Yeayy, akhirnya kalian sudah tahu nih beberapa cara menambahkan CSS ke website kalian dan juga mengetahui perbedaan antara inline, eksternal, dan internal stylesheets. Semoga bermanfaat, ya.

Oia, kenalan yuk sama Aplikasi Ujian Online milik Jetorbit, Ujione! Berbasis Cloud Pertama di Indonesia! Jadi, bisa melaksanakan ulangan harian, quiz, ujian akhir dan tugas bisa dari aplikasi Android, IOS dan juga Web. kalian tidak perlu menyiapkan perangkat server/hosting lagi, lho. Pokoknya mudah!

Selain itu, kami juga menyediakan VPS, lho.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS
Artikel
Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Tahukah ada 3 cara untuk menambahkan style CS ke website kalian? Ketahui detailnya yuk Perbedaan Inline CSS, External CSS, dan Internal CSS
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like