Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?

Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?

Sharing is caring!

Apa perbedaan antara landing page dan website? Apakah Anda sudah tahu kapan Anda harus menggunakan landing page dan kapan menggunakan website? Cari tahu selengkapnya yuk dengan baca Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman web dengan nama domain. Website dapat memiliki berbagai tautan, gambar, dan info lainnya yang mengarah ke halaman web lain dari website. Misalnya, website seringkali memiliki tautan standar di bagian atas halaman dan seringkali di samping halaman untuk item, seperti home, services, products, about us, contact us, dan lain-lain.

Sederhananya, sebuah website bisa menjelaskan bisnis, produk, dan /layanan Anda; menggunakan beberapa halaman yang terhubung melalui menu navigasi; dapat memberikan fungsi atau layanan, seperti pemesanan online, customer service, atau akses ke penelitian.

Landing Page vs Website: Dasar-dasar

Website Landing Page
Jumlah HalamanLima halaman atau lebihSatu halaman dan terlampir halaman terima kasih
InformasiSemua informasi yang perlu diketahui pelanggan Informasi tentang penawaran atau barang tertentu
FungsionalitasDapat berisi banyak modul dan fungsiBiasanya hanya memiliki teks, gambar, dan formulir
NavigasiSemua halaman dapat diaksesNavigasi terbatas
Tujuan Untuk menjelaskan atau menyajikan organisasiUntuk menjual atau capture leads

Kapan Menggunakan Website Anda

landing-page-vs-website-1

Ceritakan Kisah Anda

Dengan halaman – halaman seperti “Tentang Kami” , “Visi Misi” , “Lokasi”, “Hubungi Kami”, dan halaman lain, Anda dapat menjelaskan dengan kalimat Anda sendiri, apa bisnis Anda dan tentang apa bisnis tersebut. Pertimbangkan semua pertanyaan umum yang mungkin dimiliki pelanggan tentang bisnis Anda karena ini merupakan tempat untuk menjawabnya.

Website Anda memungkinkan Anda mengatur informasi dengan cara yang masuk akal. Kuncinya adalah mengatur atau menyesuaikan konten web Anda dengan fokus pada pelanggan. Ingat, apa yang masuk akal atau bisa dipahami oleh Anda mungkin tidak masuk akal atau tidak bisa dipahami atau tidak sesuai dengan kebutuhan bagi target market Anda. 

Jelaskan Produk atau Layanan Anda

Perlu diingat bahwa tujuan website web adalah untuk menginformasikan, tidak harus untuk menjual. Sebaiknya buatlah website Anda bermanfaat dan informatif. Berikut ini ada beberapa skenario saat Anda membutuhkan website dan seperti apa tampilan bagian website Anda ini.

E-commerce: bentuknya seperti menggambarkan lorong di toko, halaman yang berbeda dalam toko online Anda untuk mengatur produk menurut brand atau jenis. Anda juga dapat menjelaskan setiap kategori produk dan menjawab pertanyaan atau menyoroti fitur utama.

Providing services: dengan halaman layanan khusus, pengguna dapat menemukan apa yang mereka cari dengan lebih mudah. Hal ini juga membuat pesan Anda lebih jelas dan memastikan setiap layanan mendapat perhatian yang layak.

Different locations: jika setiap lokasi memiliki halaman di website Anda, pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang lokasi di dekat mereka tanpa melakukan penelusuran terpisah. Anda tentu ingin menggunakan location-specific keyword di halaman yang tepat untuk meningkatkan peringkat Google Anda. 

Berhubungan dengan Pelanggan

website Anda memungkinkan Anda untuk menampilkan budaya, misi, nilai, dan gaya perusahaan Anda. Brand voice Anda serta desain website Anda harus bekerja sama untuk mencapai tampilan yang terhubung dengan pelanggan ideal.

Meskipun ini dapat dicapai dengan satu halaman namun lebih sulit untuk membuat pesan yang jelas. Dengan website, Anda dapat mengkomunikasikan pesan yang berbeda, seperti misi atau nilai Anda pada halaman khusus sambil mempertahankan gaya yang konsisten di seluruh website.

Landing Page

Landing page tidak untuk penggunaan umum dan tidak terlihat seperti halaman web lainnya meskipun mereka dapat berada di domain yang sama. Landing page dibuat untuk mengarahkan traffic untuk tujuan campaign pemasaran tertentu.

Tujuannya adalah untuk memfokuskan pengunjung hanya pada tujuan halaman, seperti proses sign-up.

Cukup untuk menginformasikan dan membuat pengguna melakukan single action noted, seperti download, daftar, dan sebagainya.

landing-page-vs-website-2

Kapan Anda Menggunakan Landing Page?

  • Untuk mengembangkan atau memperbanyak daftar email Anda dengan cara menawarkan e-book atau video gratis agar visitoy mau mendaftar atau sign-up.
  • Dengan pemilihan pemenang untuk suatu hadiah, yang mana fokusnya adalah mengumpulkan nama dan alamat email.
  • Untuk halaman Event Sign-up, yang mana pengguna harus register untuk membeli.
  • Dengan kupon atau deal offer, yang mana pengguna harus mendaftar terlebih dulu untuk mengakses penawaran tersebut.
  • Untuk halaman penjualan yang menawarkan produk, yang mana fokus untuk mendorong penjualan di satu produk.

Mengapa Menggunakan Landing Page?

Anda tentunya ingin agar audiens Anda benar-benar fokus pada tujuan: Entering dan Submitting. Jika Anda ingin menghilangkan gangguan seperti adanya opsi lain agar diklik maka landing page bisa Anda gunakan.

Nilai dari Landing Page

Jika Anda menginginkan agar orang bisa enter, sign-up, atau register, menurut Anda apakah lebih baik memberi mereka laman dengan 5 opsi lain untuk dilakukan dan dilihat (seperti di homepage Anda) atau meminta mereka fokus 100% pada satu yakni signing up?

Jelas, jika tujuan Anda adalah membuat mereka tetap fokus pada signing up, nilainya adalah 100% pada sign-up tersebut dan hal lain merupakan suatu gangguan pada saat itu juga.

Intinya adalah untuk campaign penjualan dan pemasaran: gunakan landing page!

Landing page yang baik akan menargetkan audiens tertentu, seperti traffic dari campaign email yang mempromosikan ebook tertentu atau pengunjung yang mengklik iklan pay-per-click yang mempromosikan webinar Anda.

Anda dapat membuat landing page yang memungkinkan pengunjung untuk mendownload penawaran konten Anda (eBook, whitepaper, webinar, dan lain-lain) atau menukarkan penawaran pemasaran lainnya, seperti uji coba gratis, demo, atau kupon untuk produk Anda.

Membuat landing page memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens Anda, menawarkan mereka sesuatu yang berharga, dan mengubah persentase yang lebih tinggi dari pengunjung Anda menjadi leads.

Singkatnya adalah landing page bagus digunakan di luar halaman web normal Anda ketika Anda menjalankan campaign pemasaran atau campaign penjualan yang berfokus pada satu tindakan.

Setelah Anda selesai membaca landing page vs website, apakah ada yang ingin Anda sampaikan? Yuk sampaikan saja di kolom komentar 🙂

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Anda bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa Anda cek di sini.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?
Artikel
Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Apa perbedaan antara landing page dan website? Cari tahu selengkapnya yuk dengan baca Landing Page vs Website: Apa Perbedaannya?
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like