Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub

Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub

Sharing is caring!

Jika berbicara tentang version control system maka ada banyak sekali GIT yang bagus, baik dari sisi relevansi maupun performa. GIT telah digunakan oleh jutaan perusahaan untuk melakukan manajemen efisiensi kode dan kontrol versi untuk project mereka. Software ini bersifat open source dan bisa di-download untuk Linux, Windows, Solaris, dan Mac. Okay, simak yuk Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub

Yang Kalian Butuhkan

Sebelum memulai, yang dibutuhkan adalah:

  • GIT yang telah ter-install di sistem kalian

Perintah Dasar GIT

git config

Salah satu perintah git yang paling banyak digunakan adalah git config, yang bisa digunakan untuk mengatur konfigurasi tertentu sesuai keinginan pengguna, seperti email, algoritma untuk diff, username, format file, dll. Contohnya, perintah berikut bisa digunakan untuk mengatur email:

git config –global user.email [email protected]

git init

Perintah ini digunakan untuk membuat repositori baru. Caranya adalah:

git init

git add

Perintah git add bisa digunakan untuk menambahkan file ke index. Contohnya, perintah berikut ii akan menambahkan file bernama temp.txt yang ada di direktori lokal ke index:

git add temp.txt

git clone

Perintah git clone digunakan untuk checkout repositori. Jia repositori berada di remove server, gunakan:

git clone [email protected]:/path/to/repository

Jika salinan repositori lokal ingin dibuat, gunakan:

git clone /path/to/repository

git commit

Perintah git commit digunakan untuk melakukan commit pada perubahan ke head. Ingat bahwa perubahan apapun yang di-commit tidak akan langsung ke remote repository. Gunakan:

git commit –m “Isi dengan keterangan untuk commit”

git status

Perintah git status menampilkan daftar file yang berubah bersama dengan file yang ingin di tambahkan atau di-commit. Gunakan:

git status

git push

git push adalah perintah git dasar lainnya. Push akan mengirimkan perubahan ke master branch dari remote repository yang berhubungan dengan direktori kerja Anda. Misalnya:

git push origin master

git checkout

Perintah git checkout bisa digunakan untuk membuat branch atau untuk berpindah diantaranya. Misalnya, perintah berikut ini akan membuat branch baru dan berpindah ke dalamnya:

command git checkout -b <nama-branch>

Untuk berpindah dari branch satu ke lainnya, gunakan:

git checkout <branch-name>

git remote

Perintah git remote akan membuat user terhubung ke remote repository. Perintah berikut ini akan menampilkan repository yang sedang dikonfigurasi:

git rmote -v

Perintah ini membuat user bisa menghubungkan repository lokal ke remote server:

git remote add origin <93.188.160.58>

git branch

Perintah git branch bisa digunakan untuk me-list, membuat atau menghapus branch. Untuk menampilkan semua branch yang ada di repository, gunakan:

git branch

Untuk menghapus branch:

git branch -d <branch-name>

git pull

Untuk menggabungkan semua perubahan yang ada di remote repository ke direktori lokal, gunakan perintah pull:

git pull

git merge

Perintah merge digunakan untuk menggabungkan sebuah branch ke branch aktif. Gunakan:

git merge <nama-branch>

git diff

Perintah git diff digunakan untuk menampilkan conflicts. Untuk melihat conflicts dengan file dasar, gunakan:

git diff –base <nama-file>

Perintah berikut digunakan untuk menampilkan conflicts diantara branch yang akan di-merge:

git diff <source-branch> <target-branch>

Untuk menampilkan semau conflict yang ada, gunakan:

git diff

git tag

Tagging digunakan untuk menandai commits tertentu. Contohnya:

git tag 1.1.0 <insert-commitID-here>

git log

Dengan menjalankan peritah ini akan menampilkan daftar commits yang ada di branch beserta detail-nya. Contoh outputnya adalah:

commit 15f4b6c44b3c8344caasdac9e4be13246e21sadw

Author: Alex Hunter <[email protected]>

Date: Mon Oct 1 12:56:29 2016 -0600

git reset

Untuk me-reset index dan bekerja dengan kondisi commit paling baru, gunakan perintah git reset:

git reset –hard HEAD

git rm

Gunakan perintah ini untuk menghapus file dari index dan direktori kerja. Contohnya:

git rm filename.txt

git stash

Mungkin inilah salah satu perintah dasar git yang jarang digunakan orang, yang bisa membantu menyimpan perubahan yang tidak langsung di-commit, namun hanya sementara. Contoh:

git stash

git show

Untuk menampilkan informasi tentang object pada git, gunakan git show:

git show

git fetch

Perintah ini digunakan untuk menampilkan semua object dari remote repository yang tidak berada di direktori kerja lokal. Contohnya:

git fetch origin

git ls-tree

Untuk menampilkan susunan object berdasarkan nama dan mode setiap item, dan nilai blob SHA-1, gunakan perintah git ls-tree. Contohnya:

git ls-tree HEAD

git cat-file

Menggunakan nilai SHA-1, menampilkan tipe object dengan menggunakan perintah git cat-file. Contohnya:

git cat-file –p d670460b4b4aece5915caf5c68d12f560a9fe3e4

git prep

git prep mengizinkan pengguna mencari frase dan/atau kata yang berada di dalam direktori. Contohnya, untuk mencari www.jetorbit.com di dalam semua file, gunakan:

git grep “www.jetorbit.com”

gitk

gitk adalah tampilan grafis dari repository lokal yang bisa dipanggil dengan menjalankan perintah:

gitk

git instaweb

Dengan perintah git instaweb, web server bisa dijalan berdampingan dengan repository lokal. Nantinya web browser akan langsung diarahkan ke server tersebut. Contohnya:

git instaweb –httpd=webrick

git gc

Untuk mengoptimasi repository melalui garbage collection, yang akan membersihkan file yang tidak dibutuhkan dan mengoptimasinya, gunakan:

git gc

git archive

Perintah git archive memungkinkan user membuat file zip atau tar yang mengandung susunan repository. Contohnya:

git archive –format=tar master

git prune

Melalui perintah git prune, object yang tidak memiliki incoming pointers akan dihapus. Gunakan:

git prune

git fsck

Untuk membuat pengecekan keseluruhan dari file system git, gunakan perintah git fsck. Object yang corrupt akan dikenali:

git fsck

git rebase

Perintah ini digunakan untuk menerapkan ulang commit di branch yang lain. Contohnya:

git rebase master

Okay Guys, jadi itulah beberapa pembahasan mengenai perintah git yang paling sering digunakan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.



Oia Guys, agar brand kalian lebih tepercaya lagi, kalian perlu membuat email dengan domain sendiri karena sekarang lebih mudah, aman, dan keren! Gunakan layanan  email hosting dari Jetorbit yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis. Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek di sini.

Stay safe ya 😊

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub
Artikel
Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
GIT itu open source dan bisa di-download untuk Linux, Windows, Solaris, dan Mac. Baca yuk Cara Menggunakan GitHub dan Perintah Dasar GitHub
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like