Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD

Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD

Sharing is caring!

Ada yang masih kepo kah di otaknya, “Ini laptop gue bisa nyimpan ratusan bahkan ribuan file, kok bisa ya? Kok kuat, ya? Berkat apa ya smua ini bisa dilakukan?” Tentunya semua itu bisa dilakukan berkat adanya hard disk drive (HDD). Okay, langsung simak saja yuk sampai tuntas Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD

Apa Itu Hard Disk?

Hard disk adalah sebuah hardware yang biasa digunakan untuk menyimpan data di sebuah komputer atau laptop. OS, software, dan kebanyakan file semua disimpan di drive hard disk.

Nah, bagi kalian yang menggunakan Windows, mungkin familiar dengan sebutan drive C ya karena Microsoft Windows secara default memilih drive C sebagai partisi utama untuk hard drive komputernya. Selain itu, ada juga drive D atau E yang mewakili satu atau lebih area hard drive.

apa itu hard disk

Jenis-Jenis Hard Disk Komputer

Berbagai jenis hardware yang diproduksi saat ini bergantung pada jenis komputernya. Faktor utama yang menentukan karakteristik fisik dan teknis hard drive adalah berapa banyak ruang yang tersedia di PC, kecepatan yang dibutuhkan untuk mentransfer data, dan jumlah ruang penyimpanan yang dibutuhkan. Tipe hard disk PATA, SATA, dan SCSI adalah tiga jenis hard drive yang paling sering digunakan di komputer saat ini.

Parallel Advanced Technology Attachment (PATA)

Drive jenis ini juga dikenal sebagai Integrated Drive Electronics (IDE) dan Enhanced Integrated Drive Electronics (EIDE). Label-label ini berhubungan dengan jenis interface yang digunakan untuk menghubungkan disk drive ke CPU board.

Drive ini menggunakan kabel 40 atau 80 kawat dengan konektor 40-pin. 40 kabel kawat digunakan dalam hard disk yang lebih tua dan lebih lambat. Sedangkan 80 kabel kawat digunakan dalam yang lebih cepat. Saat ini, PATA hard disk memang banyak digantikan dengan hard disk SATA.

Hard disk ini menggunakan konektor yang sangat berbeda jika dibanding dengan PATA. Mereka juga menggunakan adaptor daya yang berbeda dari IDE. Perbedaan utama antara hard disk jenis SATA dan PATA adalah bahwa yang pertama lebih tipis dan konon memiliki interface data yang lebih cepat daripada yang terakhir.

Namun, ketidaksamaan kecepatan ini tidak dapat dibedakan dalam drive PATA dan SATA yang memiliki peringkat RPM yang sama. Drive SATA lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit daya.

Small Computer System Interface (SCSI)

Hard disk ini mirip dengan hard drive IDE. Mereka juga berputar pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan IDE dan SATA. Drive IDE dan SATA umumnya berputar dengan kecepatan 7.200 rpm, sedangkan SCSI berputar pada kecepatan 10.000 hingga 15.000 rpm.

Sampai saat ini, ada juga hard drive SATA yang memiliki kecepatan 10.000 rpm. Semakin tinggi RPM-nya maka semakin cepat akses data tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan yang lebih cepat. SCSI hard disk membutuhkan pengontrol yang mengoperasikan interface antara drive dan motherboard komputer.

Perbedaan HDD dan SSD

SSD adalah singkatan dari Solid State Drives. Perbedaan SSD dengan hardisk adalah hard drive yang satu ini tidak terdiri dari komponen bergerak.

SSD menggunakan semikonduktor untuk melakukan fungsi penyimpanan data karena tidak ada komponen yang bergerak sehingga SSD bekerja jauh lebih cepat dan memiliki kemungkinan rusak yang lebih kecil. Namun, harganya memang sedikit lebih mahal jika dibanding hard drive lainnya. Lalu, perbedaan lain antara Hard Disk Drive dan Solid State Drives apa lagi, ya?

Nah, terkait poin perbandingan harga, HDD memang lebih murah dibanding dengan SSD. Hanya saja, tak bisa dipungkiri bahwa dengan harga yang lebih murah, HDD memiliki beberapa kekurangan jika dibanding dengan SSD.

HDD biasa membutuhkan lebih banyak tenaga, memiliki kemungkinan kerusakan yang lebih tinggi, dan tidak bekerja secepat SSD. Memang hal ini tidak bisa dihindari karena HDD adalah komponen dalam sebuah perangkat.

Oia, dalam beberapa tahun terakhir, produsen HDD terus mengembangkan teknologi HDD agar bisa terus menyimpan lebih banyak informasi pada piringan hard drive. Konsumen mendapatkan manfaat dari ukuran drive yang lebih besar dan lebih besar karena produsen HDD mencoba untuk mengalahkan satu sama lain.

Salah satu tekniknya adalah mengganti udara dalam drive dengan helium, yang mengurangi pengurangan gesekan dan mendukung densitas areal yang lebih besar. Teknologi lain yang akan mulai muncul adalah menggunakan perekaman magnetik dengan bantuan panas (HAMR).

HAMR mencatat secara magnetis menggunakan bantuan laser-termal yang pada akhirnya dapat mengarah ke drive 20 terabyte pada tahun 2019.

Semakin ketatnya persaingan dan perlombaan untuk menempatkan lebih banyak penyimpanan data untuk HDD memastikan bahwa HDD akan terus ada untuk beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, SSD selalu dianggap jauh lebih tahan lama daripada HDD karena kurangnya komponen mekanis. Mekanisme pemindahan dalam HDD terbilang rentan. Tak hanya kerusakan dari waktu ke waktu tetapi juga kerusakan karena gerakan atau kontak yang kuat.

Jika seseorang menjatuhkan laptop dengan HDD, ada kemungkinan besar bahwa semua bagian yang bergerak itu akan bertabrakan sehingga mengakibatkan kehilangan data bahkan kerusakan fisik yang dapat membunuh HDD secara langsung. SSD tidak memiliki bagian yang bergerak jadi mereka bisa bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan HDD.

SSD cocok digunakan untuk hal-hal berikut ini:

  • Notebook dan laptop
  • Boot drive yang memegang sistem operasi dan aplikasi karena ini akan mempercepat booting dan peluncuran aplikasi
  • File kerja (media yang sedang diedit, contohnya foto, video, audio, dan lain-lain)
  • Swap drive di mana SSD akan mempercepat paging disk
  • Cache drives
  • Database server
  • Memperbarui komputer yang lebih tua. Jika kalian memiliki komputer sudah mulai bekerja dengan lambat maka memperbarui boot drive dengan SSD bisa membuat komputer lama kalian terasa baru

Okay, jadi bisa disimpulkan bahwa jika kalian hanya membutuhkan untuk komputer rumah atau bisnis tanpa perlu storage yang tinggi, silakan kalian bisa memilih SSD. Sementara itu, HDD lebih baik jika digunakan untuk secondary drive, NAS, RAID, dan perangkat cadangan di sistem kalian. Semoga informasi ini bermanfaat, ya. 

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD
Artikel
Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Semua bisa dilakukan berkat hard disk drive (HDD). Okay, langsung simak saja yuk sampai tuntas Apa Itu Hard Disk dan Perbedaannya dengan SSD
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like