Perbedaan Marketplace, Online Shop, dan E-Commerce

Perbedaan Marketplace, Online Shop, dan E-Commerce

Sekarang ini, jika Anda membutuhkan barang tidak perlu lagi keluar rumah. Cukup duduk manis di depan TV, Anda terhubung dengan internet maka Anda dapat melihat barang yang dapat Anda beli secara online. Ketahui lebih lanjut yuk terkait Perbedaan Marketplace, Online Shop, dan E-Commerce.

Tentu saja istilah seperti online shop, e-commerce, dan marketplace bukan istilah asing di telinga kita. Namun bisa jadi sebagian dari kita belum memahami maksud detail dari ketiga istilah tersebut. Ternyata dalam perspektif bisnis online, ketiga istilah tersebut berbeda. Lalu, apa perbedaan dari ketiganya?

Marketplace

Marketplace adalah model bisnis yang mana website yang bersangkutan tidak hanya mempromosikan barang dagangan saja namun juga memfasilitasi transaksi uang secara online. Sistem belanja online seperti ini, sebuah website akan menyediakan lahan bagi para penjual untuk menjual produknya.

Pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugas mereka adalah menyediakan lahan bagi para penjual dan membantu mereka untuk bertemu pelanggan lalu melakukan transaksi dengan mudah.

Setiap produk telah diberikan spesifikasi serta penjelasan kondisi produk sehingga pembeli mendapatkan informasi valid dan dapat membandingkan dengan produk serupa. Apabila sudah cocok maka pembeli dapat langsung klik tombol “beli” lalu melakukan transfer sesuai harga yang tercantum. Selanjutnya, setelah proses pembayaran maka penjual akan mengirim barang ke pembeli.

Salah satu alasan mengapa marketplace terkenal adalah karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan. Hal ini dikarenakan penjual tidak melakukan tanya jawab kepada pembeli, tidak ada diskon, tidak ada tawar-menawar seperti pada online shop.

Marketplace sendiri memiliki konsep yang mirip dengan pasar tradisional. Yang membedakan adalah jika di pasar tradisional seorang penjual tidak perlu membayar uang sewa untuk mendapat lahan seperti di marketplace. Inilah daya tarik marketplace karena penjual hanya perlu mendaftarkan diri dan mereka sudah bisa mulai berjualan.

Cara mencari keuntungan dari marketplace bisa dengan cara memanfaatkan jasa iklan premium. Jika Anda pernah mencari barang di Tokopedia, Anda mungkin pernah melihat beberapa pilihan barang dengan tanda megaphone. Ini adalah produk-produk yang menggunakan layanan TopAds dari Tokopedia agar produknya muncul di bagian paling atas pencarian.

Jenis-Jenis Marketplace

Pada umumnya terdapat dua jenis kerja sama di situs marketplace Indonesia, yaitu marketplace murni dan konsinyasi.

Marketplace Murni

Kerjasama marketplace murni adalah ketika situs marketplace hanya menyediakan lapak untuk berjualan dan fasilitas pembayaran. Penjual yang melakukan kerjasama diberikan keleluasaan lebih banyak dibandingkan kerjasama konsinyasi.

Penjual berkewajiban untuk menyediakan deskripsi dan foto produk secara mandiri. Selain itu, penjual juga dapat menerima penawaran harga dari pembeli. Sebelum melakukan pembayaran, pembeli dapat melakukan penawaran harga kepada penjual. Setelah mendapatkan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak maka pembeli bisa mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang disediakan marketplace.

Contoh marketplace Indonesia jenis ini adalah Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, Blanja, dan BliBli. Beberapa contoh marketplace dari luar negeri yang populer di Indonesia adalah Shopee (Singapura), Lazada (Singapura), JD.ID (Tiongkok), Amazon (Amerika Serikat), dan Rakuten (Jepang)

Marketplace Konsinyasi

Jenis kerjasama yang kedua adalah konsinyasi atau istilah mudahnya adalah titip barang. Jika penjual melakukan kerjasama konsinyasi dengan situs marketplace, dia hanya perlu menyediakan produk dan detail informasi ke pihak marketplace.

Salah satu contoh marketplace yang menyediakan kerjasama konsinyasi adalah Zalora dan Berrybenka.

Pihak situs marketplace akan mengurus penjualan dari foto produk, gudang, pengiriman barang, hingga fasilitas pembayaran. Berbeda dari jenis kerjasama sebelumnya, di jenis kerjasama ini pembeli tidak bisa melakukan penawaran harga karena alur semua alur transaksi ditangani oleh situs marketplace.

Perbedaan mendasarnya terletak pada tanggung jawab penjual dan alur transaksinya. Alur transaksi di marketplace terjadi langsung antara penjual dan pembeli, sedangkan kerjasama konsinyasi semua alur transaksi langsung ditangani situs marketplace.

Contoh dari marketplace di antaranya adalah Tokopedia, Blibi, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lain-lain.

Online Shop

Online shop adalah tempat di mana terjadinya suatu transaksi penjualan barang atau jasa di internet. Online shop tidak harus ada di website karena Anda dapat membuka toko online di sosial media seperti Facebook dan Instagram. Melalui sistem online shop ini, pembeli dapat menyampaikan pertanyaan apapun terkait produk kepada penjual secara langsung melalui BBM, LINE atau Whatsapp.

Beberapa online shop biasanya masih memberlakukan diskon setelah pembeli sering berlangganan di online shop tersebut. Ada juga online shop yang masih memberlakukan tawar-menawar harga suatu produknya. Anda bisa menghubungi mereka melalui aplikasi chat untuk melakukan pemesanan. Selanjutnya, Anda melakukan pembayaran melalui transfer lalu mengirim bukti pembayaran, dan penjual akan mengirim barang ke alamat Anda.

Online shop ibaratnya sebuah toko online yang berdiri independen sehingga tidak menjual produknya melalui perantara. Bisa jadi karena memang sudah terkenal sehingga tidak membutuhkan bantuan dari e-commerce untuk menjual produknya. Bisa jadi karena sudah memiliki pelanggan setia yang membeli produk langsung dari toko online yang dikarenakan beberapa faktor, misalnya produknya benar-benar orisinil langsung dari tokonya (tidak ada di toko lain).

Selain itu, belanja di toko online biasanya menyediakan custom design yang dapat dipilih sendiri oleh pelanggan. Apabila toko online mampu memberikan sesuatu yang berbeda maka dapat dengan mudah berdiri independen dan memiliki pelanggannya sendiri.

E-Commerce

Cara belanja e-commerce hampir sama dengan marketplace, yakni pembeli memilih barang sesuai kebutuhan pada website lalu klik tombol “beli” dan melakukan transfer sesuai harga yang tercantum. Hanya saja jika di e-commerce, produk yang dijual berasal dari website itu sendiri alias tidak membuka lahan bagi para penjual lain untuk menjual produk mereka. Selain itu, tidak ada tawar-menawar karena harga yang diberikan merupakan harga pas. Contoh dari e-commerce adalah zalora.com, berrybenka.com, lazada.com, dan lain-lain.

Marketplace vs Online Shop vs E-commerce

Apabila Anda berbelanja dan ingin yang efektif, hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Apabila Anda merasa lebih nyaman dengan menanyakan terlebih dahulu ke penjual secara langsung maka Anda dapat berbelanja di online shop. Pastikan dahulu online shop bidikan Anda bukanlah online shop “abal-abal” alias penipu.

Namun jika Anda merasa akan menghabiskan waktu dengan mengajukan berbagai pertanyaan ke penjual maka Anda dapat berbelanja di marketplace yang memiliki harga pas, tidak ada proses tawar-menawar, dan langsung bisa transfer setelah mengklik tombol “beli.”

Sedangkan apabila Anda ingin membeli barang yang dijual langsung dari agen resmi maka Anda dapat memilih opsi e-commerce.

Semua pilihan bergantung dari kebutuhan Anda sendiri. Jadi, Anda lebih tertarik ke marketplace, online shop atau e-commerce?

Oia, bagi Anda yang ingin membuka toko online, tenang, kami punya solusinya. Anda bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa Anda cek di sini.

 

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 2

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

You might also like