Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuatnya

Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuatnya

Sharing is caring!

Guys, kalian tentu sudah familiar dengan KPI (key performance indicator). Yups, metode umum yang digunakan untuk mengukur performa karyawan. Nah, ada satu metode nih yang akhir-akhir ini sedang populer digunakan dalam menilai suatu kinerja karyawan, namanya OKR (objectives and key results). Okay, mari kita bahas tentang Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuatnya

Pengertian OKR

Mengutip dari Whatmatters, OKR adalah suatu cara yang dibuat untuk tim dan individu, dengan target yang menantang dan ambisius tapi menggunakan cara yang terukur.

OKR juga dapat melihat progres kinerja seseorang dengan cukup fleksibel.

Tujuan OKR sebagai metode pengukuran kinerja oleh perusahaan adalah karena OKR memungkinkan perusahaan membuat target yang cukup ambisius namun dapat terukur semua pelaksanaannya. 

Dalam OKR, terdapat dua unsur, yaitu objective dan key result. Objective bisa dibilang sebagai target utama suatu kompetensi yang akan dicapai oleh perusahaan, tim, atau orang tersebut.

Objective adalah sesuatu yang bersifat ambisius dan cenderung kualitatif.

Oleh karena itu, dalam mencapainya dibutuhkan tindakan yang terukur dan kuantitatif. Inilah yang disebut key result.

Setelah objective dari suatu kompetensi ditentukan, pimpinan dan tim harus dapat menentukan key result seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai objective tersebut. Hal ini membuat key result haruslah sesuatu yang dapat terukur dan memiliki rentang waktu tertentu (time bound).

Idealnya, OKR dari setiap tim atau divisi adalah turunan dari OKR pimpinan dan OKR pimpinan adalah turunan dari OKR perusahaan. Sederhananya, objective setiap divisi atau tim adalah key result dari pimpinannya.

Sejarah Awal OKR

Awalnya, metode OKR ini dikembangkan oleh Peter Drucker di tahun 1954. Pada saat itu metode ini disebut dengan management by objective.

Pada tahun 1968, Andy Grove membangun perusahaan teknologi bernama Intel. Pada saat itu, Andy Grove mengadopsi penggunaan MBO dan memodifikasinya menjadi OKR seperti yang kita kenal saat ini.

pengertian-okr-dan-cara-membuatnya-1

Namun, pada saat itu penggunaan OKR masih eksklusif di lingkungan Intel saja. Selanjutnya pada 1974, seseorang bernama John Doerr bergabung dengan Intel. Di sana, ia mempelajari mengenai metode OKR ini.

Pada tahun 1999, John Doerr yang pada saat itu bekerja pada sebuah venture capitalist yang secara kebetulan berinvestasi di Google. John Doerr saat itu bertanggung jawab sebagai konsultan. Kesempatan ini digunakan John Doerr untuk menyampaikan mengenai OKR kepada kedua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Sejak saat itu OKR digunakan oleh Google dan tersebar luas sampai sekarang.

Di Indonesia, penggunaan OKR masih menjadi hal baru. Justru beberapa startup yang menjadi pelopor penggunaan metode OKR ini. Gojek merupakan salah satu yang mempopulerkan OKR sebagai metode penilaian kinerja.

Keuntungan Menggunakan OKR

Dilansir dari laman Workfront, ada beberapa keuntungan yang bisa dirasakan perusahaan ketika mampu menerapkan metode OKR, yaitu:

Menyatukan Perusahaan

OKR sifatnya menurun dan memiliki keterkaitan yang erat antara setiap divisi, maka hal tersebut akan mampu menyatukan perusahaan secara efektif. Komunikasi yang terjalin di setiap karyawan akan terjalin dengan baik sehingga mampu meminimalisir adanya ego antara setiap divisi.

Karyawan Dapat Bekerja Lebih Jelas dan Fokus

OKR juga mampu memberikan keuntungan bagi produktivitas karyawan karena para karyawan akan mengetahui apa yang harus mereka kerjakan secara lebih jelas dan hal tersebut mampu membuat mereka untuk bisa lebih fokus dalam mengerjakan tugasnya.

Transparan

OKR dibuat agar seluruh pihak yang ada di dalam perusahaan bisa lebih mudah mengerti dan memprioritaskan transparansi yang ada. Ada suatu guideline khusus dalam mengerjakan tugas saat menerapkan OKR sehingga akan memudahkan setiap tim untuk memantau performa masing-masing dengan target yang sebelumnya memang sudah dibuat.

Evaluasi akan dilakukan secara rutin dan yang akan memberikan penilaian adalah para karyawan itu sendiri.

Selain itu, kinerja yang dilakukan oleh karyawan juga akan terpantau secara transparan sehingga seluruh tim bahkan pihak manajemen pun bisa mengetahui performa setiap masing-masing karyawan.

Mempercepat Hasil

Adanya transparansi dalam OKR akan lebih memudahkan setiap karyawan untuk memantau performanya masing-masing, lho. Perusahaan pun akan lebih cepat untuk mendapatkan segala hasil yang diinginkan karena karyawan yang dimiliki perusahaan bisa lebih fokus dalam meningkatkan performanya.

Kapan Menggunakan OKR

Sebaiknya OKR diterapkan pada karyawan yang jumlah karyawannya masih terbilang sedikit sehingga nantinya akan menjadi suatu budaya yang mengakar dan mampu diikuti oleh seluruh karyawan baru lainnya. 

Kalian juga perlu ingat, nih. Hasil yang bisa dirasakan setelah menerapkan metode OKR di perusahaan juga tidak bisa instant. Dibutuhkan waktu setidaknya sampai 12 minggu untuk bisa merasakan hasilnya. Bahkan, ada juga perusahaan yang mana baru bisa merasakan hasilnya setelah berbulan-bulan menerapkan metode ini, bergantung pada pola pikir karyawan dan peralatan yang digunakan.

Cara Menyusun OKR

Silakan menyimak langkah-langkah berikut ini guna menyusun OKR:

Pilih Tool yang Akan Digunakan

Setelah kalian bisa memastikan bahwa seluruh orang yang terlibat dalam perusahaan kalian mempunyai pemahaman yang matang tentang OKR, selanjutnya kalian harus menggunakan alat yang cocok untuk digunakan. Alat yang dimaksud bisa berbentuk spreadsheet atau aplikasi tertentu.

Merancang OKR

Ketika menyusun OKR, ada dua pertanyaan utama yang sering dijadikan sebagai acuan: Apa tujuan yang akan dicapai? Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?

Idealnya, tujuan yang diterapkan haruslah konkret dan ambisius. Namun, perusahaan harus bisa menjaga hal tersebut juga realistis dengan berbagai langkah yang bisa diukur untuk menjawab pertanyaan kedua.

Menyusun OKR Perusahaan

Biasanya, OKR perusahaan dibuat oleh para pimpinan perusahaan karena mereka yang memahami apa yang paling penting dan dibutuhkan oleh perusahaan. Pada level tersebut, OKR adalah cerminan besar yang mampu mewakili seluruh perusahaan.

Menyusun Tim OKR

Tim OKR bisa disusun dalam dua tahap. Pertama, dengan melibatkan pimpinan tertinggi perusahaan. Selanjutnya, pihak manajer akan mendiskusikan rancangan OKR tersebut bersama anggota tim. OKR tim ini harus merepresentasikan prioritas utama dari tim ya, bukan individu.

Menyusun OKR Perorangan

OKR perorangan menggambarkan berbagai hal yang harus dilakukan oleh setiap anggota tim. Masing-masing anggota tim di dalamnya harus melakukan berbagai kegiatan yang sudah tertulis di OKR dan dilakukan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Hal ini agar manajer mampu memantau kemajuan setiap anggota tim.

Mengevaluasi OKR

Pihak perusahaan harus melakukan evaluasi OKR agar bisa mendapatkan informasi sejauh mana tujuan yang sudah dicapai. Umumnya, suksesnya suatu pencapaian adalah jika mampu menyentuh angka persentase 60-70%. Jika nilai pencapaian di bawah angka tersebut, belum tentu juga dikatakan gagal kok tapi bisa jadi target yang ingin diraih terlalu tinggi.

Sebaliknya, persentase dengan nilai 100% juga bisa menandakan target OKR kurang ambisius sehingga perusahaan harus kembali menilai target yang ingin diraih untuk periode selanjutnya.

Contoh OKR

Berikut ini contoh OKR yang bisa diterapkan oleh perusahaan:

  1. Objective perusahaan: menjadikan perusahaan berskala global
  2. Key result:
  •  Mendapatkan penjualan sebanyak 100 miliar per tahun.
  •  Mendapatkan kerjasama dengan 1.000 klien baru dalam setahun.
  •  Membuka 7 cabang baru di luar negeri dalam setahun.
  •  mengurangi kesalahan produksi sebesar 30%.

Dari poin-poin key result diatas, dapat diturunkan menjadi objective bagi tiap-tiap divisi yang akan dicapai dengan key result tertentu, seperti:

  1. Objective divisi business development: mendapatkan kerjasama dengan 300 klien baru dalam setahun.
  2. Key result:
  •  Menghubungi 100 calon klien tiap minggunya
  •  Melakukan pitching dengan calon klien sebanyak 10 dalam tiap minggu

Begitu seterusnya hingga pada level personal. Dikarenakan objective yang diberikan bersifat ambisius maka memungkinkan perkembangan perusahaan hingga personal menjadi jauh lebih baik.

Jadi Guys, bisa kita ambil kesimpulan bahwa OKR adalah salah satu cara yang diciptakan untuk tim dan individu yang di dalamnya terdapat target yang menantang dan sangat ambisius namun diterapkan dengan cara yang cukup realistis.

Okay, semoga bermanfaat dan selamat menerapkannya di perusahaan kalian ya 🙂

Oia, bagi kalian nih yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan pembuatan website kalian. Selain itu, Jetorbit juga menyediakan VPS lho, yang bisa kalian cek di sini.

Have a lovely day 

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuatnya
Artikel
Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuatnya
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Ada satu metode populer yang digunakan dalam menilai suatu kinerja karyawan. Mari kita bahas Pengertian OKR, Keuntungan OKR, dan Cara Membuat
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like