Pengertian Firebase, Fitur, Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Pengertian Firebase, Fitur, Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Apakah kalian sudah mengenal firebase, khususnya bagi kalian yang berprofesi sebagai developer? Developer aplikasi mulai menggunakan layanan Firebase karena diklaim bisa mempercepat pekerjaan. Benarkah? Tanpa lama-lama, langsung simak yuk Pengertian Firebase, Fitur, Fungsi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Pengertian Firebase

Firebase adalah tools database dari Google yang dapat digunakan untuk membantu para developer mengembangkan aplikasi mereka. Ia juga merupakan BaaS (Backend as a Service), yang dapat mempercepat pekerjaan para developer sehingga mereka dapat fokus untuk mengembangkan aplikasi tanpa effort yang besar pada back-end.

Firebase merupakan tools yang pertama kali rilis pada 2011 oleh Andrew Lee dan James Tamplin. Produk pertamanya adalah Realtime Database yang berfungsi untuk menyimpan data dan menyinkronkannya ke beberapa user. Aplikasi ini selanjutnya berkembang menjadi berbagai layanan untuk developer aplikasi. Perusahaan ini lalu diambil alih Google pada Oktober 2014.

Layanan pertama Firebase adalah service trial (percobaan) tapi sekarang perusahaan ini sudah membuat layanan mereka dapat kita manfaatkan secara free (gratis).

Berikut adalah 2 layanan yang tersedia:

  1. SPARK: kalian dapat menggunakan layanan dari Firebase secara gratis dengan batasan-batasan tertentu.
  2. BLAZE: kalian akan terkena biaya sesuai pemakaian layanan.
pengertian firebase

Apa Saja Fitur Firebase?

Firebase menyediakan tak kurang dari 18 fitur atau jenis-jenis Firebase yang bisa dicoba. Berikut ini beberapa fitur utama Firebase:

1. Realtime Database

Firebase Realtime Database adalah database asli Firebase. Kegunaan Firebase Realtime Database ini adalah untuk menyimpan data dan melakukan sinkronisasi antarpengguna secara realtime.

fitur firebase

Menariknya, sinkronisasi tersebut mendukung kondisi online maupun offline. Hanya saja, dukungan offline hanya bisa berlaku untuk aplikasi iOS dan Android. Oia, bagi yang memiliki aplikasi web, kami sih tidak menyarankan menggunakan Realtime Database, ya.

Database ini cocok digunakan untuk aplikasi yang sedikit melakukan transaksi atau aplikasi yang hanya menggunakan kueri sederhana. Misalnya, aplikasi papan tulis digital.

Dari sisi keamanan, Realtime Database memiliki keamanan berbasis pengguna yang kuat karena sudah terintegrasi dengan Firebase Authentication.

2. Cloud Firestore

Ingin membuat aplikasi yang setiap penggunanya bisa berkolaborasi satu sama lain? Atau, ingin agar aplikasi bisa diakses dari device yang berbeda? Jika YA, Firebase Cloud Firestore adalah pilihan tepat untuk digunakan pada aplikasi kalian. 

cloud firestore

Cloud Firestore Firebase adalah database terbaru dari Firebase untuk pengembangan aplikasi seluler. Cloud Firestore bisa digunakan untuk menyimpan, menyinkronkan, dan membuat kueri data aplikasi.

Salah satu kelebihan Cloud Firestore adalah kemampuannya dalam menjalankan kueri yang lebih kompleks dan canggih jika dibandingkan dengan Realtime Database. 

Artinya, Cloud Firestore akan lebih cocok digunakan untuk aplikasi yang butuh interaksi yang kompleks dengan data yang sangat besar, misalnya seperti aplikasi e-commerce.

Selain itu, Cloud Firestore juga mendukung sinkronisasi offline pada aplikasi iOS, Android, dan web. Sehingga, aplikasi e-commerce kalian akan selalu update setiap kali ada perubahan data dari device yang berbeda.

3. Firebase Authentication

Ingin menyiapkan sistem autentikasi aplikasi sendiri? Pasti sulit dan butuh waktu yang lama. Belum lagi ditambah dengan proses pemeliharaannya. Nah, Firebase Authentication adalah solusinya!

fitur firebase

Firebase Authentication memungkinkan untuk menambahkan sistem autentikasi seperti login pengguna yang aman hanya dengan beberapa baris kode saja. Menariknya nih, Firebase juga sudah menyiapkan UI siap pakai yang fleksibel. Sehingga, proses implementasinya juga akan lebih cepat.

Firebase Authentication mendukung autentikasi menggunakan akun email dan sandi, autentikasi melalui ponsel, Google, Twitter, Facebook, Github, dan sebagainya.

FYI, kalian tak perlu ragu ya dengan keamanannya karena Firebase Authentication dibangun oleh tim profesional Google yang telah mengembangkan Login with Google, Smart Lock, dan membuat Google Password Manager.

4. Firebase Crashlytics

Firebase Crashlytics adalah tools yang berguna untuk memberi tahu adanya error pada aplikasi. Tools ini bisa digunakan pada aplikasi Android, iOS, macOS, tvOS, dan watchOS.

fitur firebase

Keunggulan Firebase Crashlytics adalah sistem pelaporannya yang bekerja secara realtime dan memungkinkan untuk mendapatkan analisis error secara mendetail. Jadi, kalian bisa lebih mudah memperbaiki error.

Dengan kemudahan itulah kalian tak perlu melacak error secara manual. Kalian juga bisa langsung tahu mana prioritas perbaikan yang berdampak paling besar ke user.

5. Firebase Analytics

Jika ingin mengembangkan bisnis, mengetahui data pengguna aplikasi kalian adalah hal yang wajib dilakukan. 

firebase analytics

Nah, di Firebase, kalian bisa mengambil data pengguna dengan mudah karena Firebase terintegrasi dengan Google Analytics. Data pengguna yang bisa dilihat meliputi data error, efektivitas notifikasi, akuisisi, data pembelian hingga penggunaan aplikasi iOS atau Android yang kalian miliki.

Misalnya, kalian punya aplikasi toko online, nih Dengan mengetahui data pembelian dan demografi pengguna, kalian bisa membuat aplikasi menampilkan konten/barang spesifik sesuai dengan demografinya agar pengguna lebih tertarik berbelanja melalui aplikasi kalian.

Melalui fitur ini, kalian juga bisa membuat laporan menggunakan custom dashboard di Google Data Studio.

6. Remote Config

Firebase Remote Config memungkinkan kalian untuk mengubah tampilan aplikasi tanpa mengharuskan pengguna untuk mendownload update aplikasi.

Perubahan tersebut bisa dilakukan langsung melalui Firebase console. Dengan begitu, bisa mengaktifkan ataupun menonaktifkan fitur secara dinamis maupun melakukan eksperimen tanpa perlu merilis versi aplikasi baru.

remote config

Dengan demikian, kalian bisa meluncurkan fitur baru secara bertahap untuk memastikan stabilitas dan performa fitur pada aplikasi yang sudah ada. Jika fitur baru tersebut gagal, kalian juga bisa melakukan rollback (penggunaan versi lama) dengan cepat.

Dengan kegunaan Firebase Remote Config, kalian bisa menyesuaikan tampilan aplikasi sesuai dengan segmen pengguna. 

7. Cloud Messaging

Firebase Cloud Messaging memungkinkan untuk mengirim dan menerima pesan dan notifikasi pada aplikasi Android, iOS maupun web tanpa biaya.

cloud messaging

Kalian bisa menargetkan pesan sesuai perangkat tertentu atau sesuai segmen pengguna yang bisa dibuat sendiri menggunakan demografi dan perilaku pengguna.

Sedangkan untuk pesan notifikasi, bisa menyesuaikannya sesuai zona waktu pengguna, tanggal maupun riwayat perilaku pengguna. Eitss, hal-hal tersebut bisa dilakukan di Firebase Cloud Messaging tanpa coding sedikitpun. Menarik, kan?

Fungsi Firebase

Selanjutnya, akan dibahas mengenai fungsi dari Firebase ini yang secara umum dibagi menjadi 3 bagian, seperti berikut ini:

Membantu Pembuatan Aplikasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Firebase adalah layanan yang memudahkan dalam proses pembuatan aplikasi. Firebase menawarkan kemudahan membuat aplikasi tanpa perlu repot untuk mengelola server sendiri. Hal ini didukung dengan kapasitas penyimpanan yang besar dan database yang disinkronisasi secara realtime.

Meningkatkan dan Optimasi Kualitas Aplikasi

Bagi perusahaan besar, peran Firebase pada aplikasi mereka adalah untuk meningkatkan kualitas sekaligus optimasi fitur yang ada di dalamnya. Hal ini dikarenakan tersedianya fitur seperti Crashlytics yang membantu developer melacak error yang terjadi dalam aplikasi mereka. 

Mengembangkan Bisnis 

Fungsi utama dari hadirnya Firebase adalah untuk membantu perusahaan mengembangkan aplikasi mereka agar pengguna merasa nyaman saat berselancar di aplikasi tersebut. Semakin tinggi tingkat kepuasan pengguna maka akan berdampak besar bagi bisnis, terutama pada aplikasi yang memiliki user experience bagus di penggunanya. 

Firebase juga menyediakan berbagai fitur untuk mengetahui apakah pengguna bisa mengerti layanan yang diberikan. Selain itu, developer juga harus tanggap saat mendapati pengguna menemukan masalah ataupun bug dalam aplikasi yang dibuat.

Cara Kerja Firebase

Firebase adalah layanan bersifat Realtime Database dan developer tak perlu khawatir tentang bahaya inkonsistensi antara data di ponsel pengguna dan database pusat.

Realtime Database memiliki aturan yang fleksibel dan juga dikenal sebagai Firebase Realtime Database Security Rules. Bagaimana data disusun, kapan saja data dibaca atau ditulis.

Setelah data disimpan di drive lokal, Firebase akan mengirim salinan ke server cloud sehingga kedua versi menjadi konsisten. Jadi, cloud akan direplikasi secara lokal. Server-side developer bisa melakukan komunikasi dengan software milik klien yang dijalankan dengan menulis data ke cloud Firebase.

Firebase juga dapat diintegrasikan dengan Google Cloud Function, dengan begitu data baru dapat memicu fungsi. Fungsi-fungsi akan dipanggil dan bisa memunculkan peristiwa atau fungsi lain di Google cloud dan di tempat lain saat pengguna pertama kali masuk atau setiap kali basis data berubah.

Firebase Cloud Messaging adalah fitur pertukaran pesan lintas platform yang berfungsi untuk mengirim pesan tanpa biaya. Setelah dimulai, Firebase dapat mengirim pemberitahuan peristiwa sebagai pesan ke grup atau pengguna yang telah ditentukan sebelumnya dan mendorong interaksi.

Platform Google pun membuat sejumlah kasus penggunaan Firebase standar, misalnya mengubah ukuran gambar atau memicu pesan email, yang menyederhanakan beberapa tugas umum.

Kelebihan dan Kekurangan Firebase

Berikut ini rangkuman kelebihan dan kekurangan Firebase:

Kelebihan Firebase

  • Menyediakan versi gratis.
  • Tampilan antarmukanya ramah pengguna (user friendly) sehingga mudah digunakan.
  • Firebase adalah platform yang cepat dan responsif.
  • Bisa digunakan atau diintegrasikan dengan aplikasi Android, iOS, java, Objective-C, Swift, Node.Js, Flutter, Kotlin, dan JavaScript.
  • Menggunakan JSON, tidak menggunakan SQL.
  • Memudahkan developer yang tidak begitu paham backend.
  • Menyediakan dokumentasi lengkap yang bisa diakses di website resminya.

Kekurangan Firebase

  • Tidak semua produknya bisa digunakan dengan versi gratis.
  • Resource terbatas pada versi gratisnya sehingga harus upgrade jika ingin resource tambahan.
  • Bisa terjadi overkill (aplikasi terhenti) karena penggunaan data yang terpusat.
  • Tidak ada akses untuk host data, data aplikasi bukan di server milik pribadi. Jadi, akan sulit untuk recovery akun user.

Simpulan

Firebase adalah layanan Google yang membantu developer pada sisi backend serta dalam pemeliharaan aplikasi.

Nah, dengan Firebase pembuatan dan monitoring aplikasi bisa dilakukan lebih mudah dengan bantuan beragam fitur yang ditawarkan. Tunggu apa lagi? Segera manfaatkan layanan Firebase Google untuk mengembangkan aplikasi kalian.

Semoga bermanfaat dan tunggu info-info menarik lainnya dari kami, ya 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 2

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

You might also like