Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Sharing is caring!

Bahasa pemrograman merupakan suatu istilah yang pasti sudah tidak asing lagi untuk kalian para programmer pemula. Apa sebenarnya bahasa pemrograman itu? Apa saja contohnya? Dan apa bedanya dengan bahasa-bahasa lain? Tenang saja, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskannya khusus untuk kalian. Oke, simak sampai selesai yuk Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Apa Itu Bahasa Pemrograman?

Berdasarkan laman resmi Tech Terms dan Hackr, pengertian bahasa pemrograman adalah sebagai berikut:

Sama seperti manusia, komputer pun membutuhkan bahasa agar bisa berkomunikasi. Gabungan berbagai kata dalam bahasa pemrograman akan dirangkai sampai mempunyai maksud, arti, dan juga simbol pada suatu hal tertentu.

Selain itu, komputer juga mempunyai karakteristik yang sama. Terdapat banyak sekali komponen yang harus saling berkomunikasi antara satu sama lain sampai komputer bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Contohnya, bagaimana sebuah mikrofon bisa menangkap gelombang suara Anda lalu direkam dan disimpan di dalam komputer? Mikrofon akan berbicara melalui kabel bahwa terdapat informasi suara yang harus diteruskan kepada komputer.

Komponen pada komputer ini akan memproses dan saling bicara sampai menjadi suatu dokumen yang memiliki isi suara. Nah, pembicaraan dan juga obrolan ini ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman.

Dia ditulis oleh para programmer berupa urutan atau hal apa saja yang harus dilakukan oleh komputer saat ada manusia yang melakukan suatu kegiatan, termasuk dalam kegiatan perekaman suara.

Sederhananya, bahasa pemrograman adalah serangkaian perintah dan instruksi milik komputer bila ada manusia yang melakukan interaksi dengannya.

Jenis-Jenis Bahasa Pemrograman

Secara umum, bahasa pemrograman dapat dibagi menjadi tiga level, yaitu level rendah (low-level), level menengah (medium-level), dan level tinggi (high-level). Penjelasannya sebagai berikut:

Bahasa pemrograman tingkat rendah (low-level)

Bahasa pemrograman tingkat rendah berisi instruksi untuk komputer yang menggunakan kode biner. Kode-kode ini diterjemahkan langsung oleh komputer tanpa harus melakukan proses kompilasi. Namun, level rendah ini memiliki banyak kekurangan sehingga pembuatan bahasa tingkat menengah dimungkinkan.

Bahasa Pemrograman Tengah (medium-level)

Bahasa pemrograman tingkat lanjut didefinisikan sebagai instruksi yang diberikan dalam bentuk kode mnemonik, seperti ADD, SUB, DIV, STOLOD, JMP, dan sebagainya. Bahasa tingkat menengah adalah jenis bahasa pemrograman yang menjadi penghubung antara bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi. Makanya, bahasa ini sering disebut dengan pseudo-language atau bahasa semu.

Namun, tingkat menengah ini memiliki banyak kekurangan. Salah satunya harus terlebih dahulu diterjemahkan ke dalam bahasa mesin karena komputer hanya memahami penggunaan bahasa mesin. Assembler adalah istilah untuk bahasa assembler dari penerjemah dalam bahasa mesin.

Bahasa pemrograman tingkat tinggi (high-level)

Untuk mengatasi banyak kekurangan bahasa pemrograman tingkat menengah, bahasa pemrograman tingkat tinggi pun telah dibuat. Bahasa pemrograman tingkat tinggi ini berisi instruksi dalam bahasa alami, yang dipahami manusia seperti Bahasa Inggris atau Matematika.

Fungsi Bahasa Pemrograman

Fungsi bahasa pemrograman sebagai berikut:

Sebagai komunikasi antara operator dan komputer atau mesin

Kalian sebagai operator dapat berkomunikasi dengan komputer atau mesin melalui bahasa pemrograman. Bahasa komputer menerjemahkan perintah dari operator ke dalam kode biner, yang kemudian dieksekusi oleh komputer atau mesin. Kode biner diterjemahkan oleh komputer untuk melakukan pekerjaannya sesuai dengan kehendak operator.

Dengan bahasa komputer ini, operator dapat mengontrol dari komputer atau mesin. Contohnya adalah pengaturan traffic light, yang mempunyai waktu tunda tertentu antara merah, kuning, dan hijau. Pengaturan ini sebelumnya dibuat oleh operator dengan memasukkan bahasa pemrograman yang kemudian dapat beroperasi sesuai dengan keinginan operator.

Sebagai media programmer dalam mengembangkan aplikasi

Saat ini ada banyak layanan online yang membuat hidup orang lebih mudah. Kalian dapat menggunakan layanan, seperti taksi, motor online, atau belanja online di situs web atau mendistribusikan sumbangan secara online. Aplikasi ini dibuat oleh pemrogram menggunakan bahasa pemrograman.

Sebagai media pengguna dalam mengoperasikan komputer

Bahasa komputer pada dasarnya dimaksudkan sebagai media untuk mengoperasikan komputer atau mesin. Contoh penggunaan sehari-hari adalah penggunaan kasir di supermarket. Kasir cukup memasukkan kode tertentu sebagai bahasa pemrograman yang diterjemahkan dan diproses oleh mesin.

15+ Contoh Bahasa Pemrograman yang Perlu Anda Ketahui

15+ contoh bahasa pemrograman adalah sebagai berikut:

1. JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk mengembangkan website dari segi klien (client side). JavaScript merupakan salah satu bahasa tertua di dunia, karena sudah dikembangkan sejak tahun 1995.

JavaScript memungkinkan programmer menambahkan fitur-fitur kompleks sehingga halaman website jadi lebih dinamis dan interaktif. Contohnya untuk membuat pop up notifikasi, pesan konfirmasi, bahkan games sederhana di halaman web.

Bahkan, kemampuan JavaScript semakin meningkat berkat adanya Node.js, sebuah runtime environment. Makanya, JavaScript kini tidak hanya dipakai untuk membangun website dinamis. Ia juga dimanfaatkan dalam pengembangan server, aplikasi mobile, animasi grafis, games, dan lain-lain.

Kelebihan bahasa pemrograman JavaScript:

  • Membuat website jadi lebih dinamis, sekaligus menambah fitur-fitur baru di website.
  • Mempersingkat waktu loading halaman website dari server.
  • Memungkinkan untuk digunakan bersama bahasa lain.
  • Merupakan bahasa pemrograman yang sangat mudah dipahami dan dipelajari pemula.
  • Mampu mengembangkan sistem yang solid karena ekosistemnya yang luas dan fleksibel.

Kekurangan bahasa pemrograman JavaScript:

  • JavaScript murni tidak bisa berjalan di luar browser.
  • Perintah JavaScript cenderung kurang aman dibanding bahasa pemrograman lain.
  • Ekosistem yang terlalu luas berpotensi membingungkan programmer pemula.

2. Python

Python adalah bahasa pemrograman open source populer yang cukup mudah dipahami pemula. Sama seperti JavaScript, Python sudah ada sejak dekade 90-an, tepatnya di tahun 1991.

bahasa pemrograman 1

Bahasa Python sering disebut sebagai bahasa multiguna karena bisa dipakai untuk berbagai jenis sistem. Namun, kebanyakan Python dipakai untuk membangun Machine Learning, Artificial Intelligence, Big Data, dan Robotika.

Kelebihan bahasa pemrograman Python:

  • Perintah Python sangat mudah dipahami, dibaca, dan ditulis.
  • Sanggup terintegrasi dengan bahasa pemrograman lain, seperti C, C++, dan Java.
  • Python mengeksekusi perintahnya baris demi baris sehingga programmer bisa menemukan error lebih mudah.
  • Perintah Python bisa dijalankan di berbagai platform tanpa terkendala masalah kompatibilitas, istilahnya Write Once Run Anywhere.

Kekurangan bahasa pemrograman Python:

  • Perintah Python diterjemahkan oleh Interpreter sehingga performanya tidak sebaik bahasa yang menggunakan Compiler.
  • Interpreter juga membuat Python kurang cocok untuk membangun aplikasi mobile atau games.

3. SQL

SQL adalah bahasa pemrograman yang berguna untuk mengakses, mengelola, dan memanipulasi data berbasis relasional. SQL ini pertama kali dikembangkan oleh IBM pada tahun 1974.

Sebagai bahasa pemrograman khusus data, ia sangat berguna dalam mendefinisikan struktur data dan alirannya dalam suatu program. Tanpa SQL, data program tidak dapat diolah dengan maksimal.

Oleh karena itu, SQL banyak dimanfaatkan untuk membangun sistem manajemen database (DBMS) untuk aplikasi dengan platform apapun.

Kelebihan bahasa pemrograman SQL:

  • Performa pengolahan data yang sangat cepat, tidak sampai hitungan detik.
  • Perintah SQL paling mirip dengan bahasa manusia sehingga mudah dipelajari.
  • Ekosistem yang terjamin karena sudah ada sejak dekade 70-an.
  • Kompatibel dengan berbagai platform dan bahasa pemrograman lain.

Kekurangan bahasa pemrograman SQL:

  • Meski perintahnya mudah dipahami, interface SQL sendiri terbilang kompleks sehingga kurang ramah pengguna.
  • Kemampuan yang terbatas, hanya berguna untuk mengelola data.
  • Tidak bisa berdiri sendiri, harus digunakan bersama bahasa pemrograman lain jika ingin membangun sebuah sistem utuh.

4. Java

Java adalah bahasa pemrograman multiplatform dilengkapi performa stabil serta keamanan terjamin. Sama seperti JavaScript dan Python, Java juga tergolong veteran karena pertama kali diluncurkan tahun 1995.

bahasa pemrograman 2

Mengingat keamanannya, Java banyak dipakai untuk membangun sistem informasi perbankan, retail, dan pemerintahan. Selain itu, Java banyak dimanfaatkan dalam pengembangan aplikasi mobile dan desktop.

Kelebihan bahasa pemrograman Java:

  • Perintah Java cukup mudah dipahami, ditulis, dan diperbaiki ketika terjadi error.
  • Program Java dapat dikonversi dan berjalan di berbagai platform.
  • Hasil akhir perintah Java adalah kode mesin murni sehingga lebih aman dari kemungkinan diintip penyusup.
  • Mampu menjalankan beberapa perintah berbeda di waktu yang bersamaan.

Kekurangan bahasa pemrograman Java:

  • Perintah Java cenderung berbelit-belit, alias butuh beberapa baris kode untuk menulis satu perintah sederhana.
  • Banyaknya baris kode ini membuat program Java memakan banyak memori ketika dijalankan.
  • Java tidak menyediakan fasilitas backup secara bawaan.

5. TypeScript

TypeScript adalah bahasa pemrograman open source yang dibangun di atas JavaScript. Banyak yang bilang, bahasa yang baru dikenalkan tahun 2012 ini adalah superset dari JavaScript.

bahasa pemrograman 3

Maksudnya, perintah JavaScript bisa digunakan di TypeScript, begitu pula sebaliknya. Meski begitu, TypeScript tetap membawa perubahan dan fitur-fitur baru. Misalnya aturan pengetikkan ketat dan saran pengetikan otomatis (Autocomplete).

Sebagai bahasa superset, apa yang dilakukan di JavaScript bisa juga dilakukan di TypeScript. Dengan kata lain, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan website, front end, back end, dan aplikasi mobile.

Kelebihan bahasa pemrograman TypeScript:

  • Meminimalisasi error saat coding karena aturan pengetikan yang ketat.
  • Bisa digunakan di berbagai platform karena masih memanfaatkan ekosistem JavaScript.
  • Mudah dipahami bagi kalian yang telah menguasai JavaScript sebelumnya.
  • Dapat digunakan bersama bahasa pemrograman lain.

Kekurangan bahasa pemrograman TypeScript:

  • Baris kode cenderung membludak karena aturan penulisan yang kaku.
  • Komunitas yang tidak begitu besar karena belum sepopuler JavaScript.
  • Dalam beberapa kasus membutuhkan Compiler sementara JavaScript sama sekali tidak.

6. C#

C# (dibaca C sharp) adalah bahasa pemrograman modern yang berorientasi objek. Bahasa ini memanfaatkan layanan web berbasis XML dan berjalan di atas platform .NET milik Microsoft.

bahasa pemrograman 4

C# adalah bahasa untuk kebutuhan pengembangan umum. Namun, ia banyak digunakan untuk membangun aplikasi berbasis Web. Bahasa ini agak sulit dipelajari sehingga kurang cocok bagi kalian yang masih pemula.

Kelebihan bahasa pemrograman C#:

  • Bahasa C# sangat kompatibel dengan ekosistem Windows karena memanfaatkan platform .NET.
  • Bahasa C# lebih modern dibandingkan C dan C++ sehingga lebih mudah di-maintenance.
  • Berbeda dengan Java, C++ menyediakan fasilitas backup untuk mencegah kebocoran memori.

Kekurangan bahasa pemrograman C#:

  • Ketergantungan dengan platform .NET sehingga kurang fleksibel untuk platform lain.
  • Bahasa C# menggunakan kombinasi perintah bahasa lain, seperti C dan Java sehingga cenderung sulit untuk dipelajari.

7. C++

Bahasa pemrograman selanjutnya adalah bahasa C++. Bahasa yang tergolong tingkat menengah ini pertama kali dikembangkan tahun 1980 oleh ahli komputer bernama Bjarne Stroustrup.

bahasa pemrograman 5

Bahasa perbaikan dari bahasa C ini punya fitur layaknya bahasa tingkat tinggi. Sebut saja pendekatan berorientasi objek, penanganan error, dan saran pengetikan (Autocomplete). C++ paling cocok dipakai untuk membangun aplikasi berbasis desktop.

Kelebihan bahasa pemrograman C++:

  • Bahasa C++ mendukung struktur pemrograman yang ringkas dan portabel.
  • Mendukung beberapa kemampuan khas pemrograman berorientasi objek, seperti abstraksi, pewarisan, dan enkapsulasi.
  • Perintah C++ mudah dipahami layaknya bahasa tingkat tinggi tapi bisa dipakai untuk membangun sistem kompleks seperti bahasa tingkat rendah.
  • Lebih kompatibel dengan banyak platform dibandingkan bahasa C.

Kekurangan bahasa pemrograman C++:

  • Bahasa C++ masih kurang aman dibandingkan bahasa lain, seperti Python, apalagi Java.
  • Tidak mendukung fitur Garbage Collection (penghapusan objek tanpa deklarasi perintah) sehingga lebih boros memori.
  • Bisa dipakai membangun aplikasi berbasis web tapi proses debug-nya tidak semudah aplikasi desktop.

8. PHP

Bahasa pemrograman PHP adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer saat ini. Bahasa PHP juga tergolong veteran karena sudah dikembangkan sejak tahun 1994 oleh Rasmus Laird.

Bahasa yang satu ini sangat kompatibel dan lazim digunakan bersama bahasa lain, seperti JavaScript, HTML, CSS, bahkan SQL. Nah, PHP paling sering dimanfaatkan untuk membangun website dan aplikasi berbasis web.

Kelebihan bahasa pemrograman PHP:

  • Bahasa PHP sangat mudah dipelajari pemula dan perintahnya tergolong aman.
  • Kemampuannya bisa ditingkatkan dengan memasang library, modul, dan framework PHP tambahan.
  • Dapat berjalan di berbagai sistem operasi, sebut saja Windows, Mac, Linux, atau Android.
  • Kompatibel dengan berbagai layanan Cloud, seperti Amazon Web Services.

Kekurangan bahasa pemrograman PHP:

  • Belum teruji kemampuannya untuk membangun sistem selain yang berbasis web.
  • Performanya tak begitu stabil ketika dipaksa mengelola aplikasi berskala besar.
  • Harus dipasangkan dengan bahasa pemrograman lain agar hasil akhir sistem lebih optimal.

9. C

Contoh bahasa pemrograman selanjutnya adalah bahasa C. Bahasa yang satu ini juga termasuk veteran karena sudah dikembangkan sejak tahun 1972 oleh Dennis M Ritchie dari perusahaan AT&T.

bahasa pemrograman 6

Nah, bahasa C tergolong bahasa tingkat menengah yang menggabungkan kemudahan bahasa tingkat tinggi dan kemampuan bahasa tingkat rendah. Bahasa C banyak digunakan untuk membangun sistem operasi, teks editor, driver, dan compiler.

Kelebihan bahasa pemrograman C:

  • Sebagai bahasa tingkat menengah, perintah C masih cukup mudah dipahami.
  • Bahasa C dikenal punya kinerja yang cepat, efisien, dan tangguh.
  • Dapat diandalkan untuk membangun program dengan kalkulasi yang rumit.
  • Terdapat fitur alokasi memori dinamis sehingga performanya terbilang stabil.

Kekurangan bahasa pemrograman C:

  • Metode penanganan error yang kurang baik sehingga agak sulit menemukan kesalahan pengetikan perintah.
  • Tidak mendukung reusability sehingga programmer harus menulis kode yang sama secara berulang-ulang.

10. Go

Go atau Golang adalah bahasa pemrograman open source yang diterjemahkan oleh Compiler. Bahasa ini mulai dikenalkan pada tahun 2009 oleh raksasa teknologi dunia, Google.

bahasa pemrograman 7

Bahasa ini menggabungkan beberapa keunggulan dari bahasa lain, seperti kecepatan performa bahasa C dan kemudahan dari JavaScript dan Python. Bahasa Go banyak digunakan untuk membangun server dan aplikasi berskala besar.

Kelebihan bahasa pemrograman Go:

  • Bahasa Go lumayan mudah dipahami dan dipelajari pemula.
  • Sudah menyediakan tools bawaan untuk proses testing aplikasi.
  • Performa yang terbilang cepat karena menggunakan Compiler.

Kekurangan bahasa pemrograman Go:

  • Belum mendukung metode penanganan error yang mumpuni.
  • Masih belum populer, jumlah komunitasnya juga belum banyak.
  • Ekosistem yang masih perlu waktu untuk berkembang.

11. Kotlin

Kotlin adalah bahasa multiplatform dan open source yang dikembangkan oleh perusahaan JetBrains pada tahun 2011 lalu.

Meski multiplatform, Kotlin paling cocok dipakai untuk membangun aplikasi Android. Alasannya, Kotlin didukung secara resmi oleh Google sebagai bahasa pengantar untuk pengembangan Android.

Kelebihan bahasa pemrograman Kotlin:

  • Perintah bahasa Kotlin cenderung ringkas sehingga bisa menghemat baris kode.
  • Dukungan resmi Google untuk pengembangan fitur, peningkatan kinerja, dan pengamanan sistem secara berkelanjutan.
  • Perintah program yang lebih aman dari kemungkinan error karena aturan coding yang mewajibkan deklarasi variabel di awal.
  • Bisa digunakan bersama Java untuk mengembangkan satu aplikasi yang sama.

Kekurangan bahasa pemrograman Kotlin:

  • Kecepatan proses Compile yang cenderung tidak stabil.
  • Jumlah komunitas programmer Kotlin masih minim.
  • Kemampuan Kotlin dalam membangun aplikasi di platform selain Android masih belum teruji. 

12. Ruby

Ruby adalah contoh bahasa pemrograman open source yang menggunakan pendekatan berorientasi objek. Bahasa yang satu ini dikenalkan ke publik pada tahun 1993 lalu.

bahasa pemrograman 8

Awalnya, Ruby hanya cocok digunakan untuk membangun aplikasi berbasis desktop. Namun sejak hadirnya framework bernama Ruby on Rails, ia kini bisa diandalkan untuk membangun website, baik dari sisi front end maupun back end.

Kelebihan bahasa pemrograman Ruby:

  • Sebagai bahasa veteran, Ruby sangat kompatibel dengan berbagai tools berbasis GUI, seperti GTK dan OpenGL.
  • Cukup fleksibel dan bisa diandalkan untuk membangun aplikasi berbasis desktop maupun web.
  • Perintah Ruby cenderung simpel sehingga mampu meringkas baris kode yang dihasilkan.

Kekurangan bahasa pemrograman Ruby:

  • Performa cenderung lambat dibanding bahasa pemrograman lain.
  • Kemampuan bahasa Ruby murni agak terbatas, hanya cocok untuk membangun aplikasi desktop.
  • Wajib digunakan bersama framework Rails agar bisa mengembangkan aplikasi berbasis web.
  • Kurang cocok untuk programmer pemula, karena mereka harus mempelajari Ruby dan Rails sekaligus.

13. Dart

Masih ada lagi bahasa pemrograman di bawah naungan Google, yaitu bahasa Dart yang dirilis tahun 2011

bahasa pemrograman 9

Dart adalah bahasa resmi untuk menggunakan UI toolkit gratisan bernama Flutter. Kombinasi keduanya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android, iOS, dan web dengan perintah program yang sama.

Kelebihan bahasa pemrograman Dart:

  • Perintah program menyerupai JavaScript sehingga mudah dipelajari bagi yang sudah menguasai JavaScript.
  • Performa yang cenderung lebih gesit dibandingkan dengan JavaScript.
  • Dokumentasi yang terbilang lengkap sehingga tidak menyulitkan programmer pemula.

Kekurangan bahasa pemrograman Dart:

  • Harus dipasangkan dengan Flutter alias tidak bisa digunakan dengan tools lain.
  • Masih belum begitu populer, berbanding lurus dengan komunitas yang minim.
  • Masih dalam proses perkembangan sehingga dokumentasi yang ada saat ini bisa saja berubah lagi.

14. Swift

Jika Kotlin adalah bahasa pengantar untuk Android maka Swift adalah bahasa pengantar untuk iOS. Bahasa ini dikembangkan secara eksklusif oleh Apple sejak tahun 2014 lalu.

Mirip dengan Dart, Swift harus ditandemkan dengan sebuah UI toolkit bernama Xcode. Bedanya, Xcode ini berbayar dan hanya dapat diinstall di perangkat bikinan Apple.

Makanya, bahasa pemrograman Swift khusus dipakai di perangkat Apple untuk mengembangkan aplikasi berbasis Apple juga, seperti iOS dan Mac OS.

Kelebihan bahasa pemrograman Swift:

  • Dukungan resmi dari Apple untuk pengembangan ekosistem.
  • Cukup mudah dipahami untuk programmer pemula.
  • Performanya diklaim sangat cepat dibanding bahasa pemrograman lain.

Kekurangan bahasa pemrograman Swift:

  • Harus dipasangkan dengan Xcode, tidak bisa berdiri sendiri.
  • Swift memang open source, tapi Xcode itu sendiri berbayar sehingga menyulitkan sebagian programmer.
  • Harus mempunyai perangkat Apple untuk belajar pemrograman Swift.

15. R

Bahasa yang dianggap sebagai gerbang ilmu data ini pertama kali dikembangkan oleh Ross Ihaka dan Robert Gentleman.

bahasa pemrograman 10

Berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang dipakai untuk membangun sistem, bahasa R lebih condong dimanfaatkan untuk pengolahan dan analisis data. Selain itu, R juga dapat diandalkan untuk kebutuhan statistik dan machine learning.

Kelebihan bahasa pemrograman R:

  • Bahasa pemrograman yang paling tepat untuk kebutuhan analisis dan ilmu data.
  • Mampu mengolah dan menampilkan berbagai visualisasi data sesuai kebutuhan.
  • Perintah dan interface yang ramah bagi programmer pemula.
  • Dapat berjalan di berbagai platform, seperti Windows, Linux, dan Mac.

Kekurangan bahasa pemrograman R:

  • Bahasa R masih belum mendukung pemodelan grafis tiga dimensi.
  • Performa yang tidak secepat bahasa pemrograman lain.

Okay, jadi bagi yang ingin terjun sebagai programmer nih, kalian bisa memilih satu bahasa pemrograman untuk dipelajari. Silakan memilih bahasa yang sesuai dengan minat dan tujuan pengembangan aplikasi kalian.

Oia, dunia programming itu luas dan perkembangannya terbilang cepat. Makanya, kalian harus selalu mengikuti tren terkini di dunia programming, ya.

Nah, bagi kalian yang ingin membuat website khususnya bagi pemula, santuy, Jetorbit punya ebook spesial untuk kalian. Kalian bisa download ebook Panduan Mengenal Website untuk Pemula dengan GRATIS! Kami juga menyediakan jasa VPS.

Have a nice day 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Artikel
Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Apa sebenarnya bahasa pemrograman itu? Okay, kali ini kami akan menjelaskan di artikel Bahasa Pemrograman: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like