Mengenal Sinematografi Bagi Para Pemula

Sharing is caring!

Sinematografi itu lebih menitikberatkan pada rekaman momen yang selanjutnya menghasilkan objek bergerak. Nah, bagi kalian nih, yang mau belajar teknik dasar sinematografi, bisa dengan cara melihat film-film yang memenangkan penghargaan serta mengetahui teorinya juga. Okay deh, lanjutin baca yuk tentang Mengenal Sinematografi Bagi Para Pemula

Apa Itu Sinematografi

Sinematografi adalah ilmu yang membahas tentang teknik dalam pengambilan gambar dan menggabungkan gambar sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide dan cerita dalam bentuk video. Orang yang bekerja sebagai sinematografi bernama sinematografer. Anyway, sinematografer berbeda dengan videografer lho.

Dalam dunia produksi film, seorang sinematografer bisa juga disebut DOP (Director of Photography). Sinematografer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab atas kru kamera dan lighting. Jadi sinematografer memiliki level lebih tinggi dibandingkan seorang videografer dan lighting.

Selain itu, seorang sinematografer bertanggung jawab langsung kepada sutradara tentang apa yang diinginkannya, mulai dari hal teknik, pengambilan gambar, penggunaan lensa, camera movement, pencahayaan, komposisi, penggunaan filter, dan hal teknis lainnya.

Sinematografi Dengan Steady Camera

Ada beberapa teknik steady kamera dalam sinematografi, yaitu:

Extreme Long Shot

Teknik Extreme Long Shot biasanya dilakukan ketika kalian ingin memperkenalkan sebuah gambar awal yang menunjukkan seluruh lokasi sebuah adegan atau isi ceritanya. Teknik ini membuat gambar yang diambil terlihat jauh dan kecil. Dimensi yang ingin ditangkap otomatis bersifat lebar.

Teknik ini memperlihatkan kalau kalian ingin menunjukkan set lokasi di mana adegan atau scene tersebut terjadi (pengenalan lokasi). Biasanya rule of third diindahkan tapi tidak lama karena langsung disambung dengan shot lain yang memperhitungkan aturan rule of third.

Very Long Shot

Kalian bisa langsung menggunakan teknik Very Long Shot dari Extreme Long Shot. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah harus ada setidaknya satu objek utama yang mau ditonjolkan. Set lokasi boleh sama karena di sini kalian berusaha menunjukkan siapa atau apa yang mau ditekankan atau disampaikan.

Long Shot

Teknik long shot cinematography adalah untuk mengantarkan mata penonton kepada keleluasaan suatu objek (who or what). Dalam istilah lain dikenal dengan nama landscape format size. Biasanya digunakan untuk opening shot dengan diwakilkan oleh gambar atau objek seutuhnya dengan mengedepankan aturan rule of third.

Medium Close Up

Hampir sama dengan medium shot, medium close up juga bisa digunakan sebagai alternatif lain saat kalian sedang mengerjakan video wawancara.

Dikenal dengan istilah potret setengah badan, keunggulan yang bisa didapatkan ketika memadukan antara medium shot dengan medium close up adalah gambar yang dinamis dan mendetail sehingga penonton merasa tidak jenuh.

Camera angle juga mempengaruhi dua teknik ini. Ada baiknya jika sudut pengambilan gambarnya berbeda, misal medium close up diambil dari kanan lalu medium shot diambil dari sebelah kiri.

Close Up

Jika medium shot merupakan teknik terbaik maka close up adalah teknik terpopuler untuk digunakan. Komposisi ini memiliki karakter fokus pada wajah orang. Teknik close up juga cocok digunakan, baik untuk wawancara maupun adegan tertentu karena memperlihatkan dengan jelas ekspresi orang.

Teknik Saat Menggunakan Kamera Bergerak

Berikut ini beberapa teknik penggunaan kamera bergerak dalam sinematografi:

Panning Shot

Satu hal yang perlu diingat bahwasanya kamera kalian harus stabil ketika menggunakan beberapa teknik. Panning shot cinematography adalah teknik yang menggunakan kondisi kamera bergerak sehingga silakan usahakan agar tidak terlalu banyak guncangan agar tidak mengurangi kualitas video.

Panning shot adalah teknik pengambilan gambar yang mana kamera digerakkan secara horizontal. Teknik ini sebetulnya sangat sederhana dan sering digunakan untuk memangkas pengambilan gambar, terutama kalau hanya menggunakan satu kamera.

Crane Shot

Crane shot bertujuan untuk mengambil gambar secara vertikal (atas ke bawah atau bawah ke atas). Teknik ini sangat berguna untuk menghasilkan efek transisi cinematography yang mantap. Teknik crane shot mengharuskan kalian untuk memiliki peralatan yang memadai, seperti crane.

Track-in Shot

Teknik track-in shot bisa dilakukan tanpa alat bantu yang mahal. Akan tetapi, kalian harus memiliki stabilizer agar gambar yang diambil tidak goyang. Seperti halnya zoom-in, teknik ini bertujuan untuk pengambilan gambar dari jauh menjadi dekat.

Okay Guys, setelah ini, silakan kalian praktekkan secara langsung ya. Lakukan percobaan berulang agar semakin mahir dalam menggunakan kamera. Oia, kalian harus menguasai fitur-fitur kamera yang kalian miliki juga agar hasilnya semakin lebih baik lagi.

Good luck!

Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke Jetorbit guna memenuhi kebutuhan pembuatan website kalian. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek di sini.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Mengenal Sinematografi Bagi Para Pemula
Artikel
Mengenal Sinematografi Bagi Para Pemula
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Sinematografi itu lebih menitikberatkan pada rekaman momen. Okay deh, lanjutin baca yuk tentang Mengenal Sinematografi Bagi Para Pemula
Silvia
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo

Leave a Comment