Long Tail Keyword

Long tail keyword merupakan salah satu jurus jitu yang memungkinkan website kalian bersaing di hasil pencarian. Trus, cara mencari long tail keyword bagaimana, ya? Makanya, simak yuk Long Tail Keyword: Strategi Jitu Tingkatkan Traffic Website

Apa Itu Long Tail Keyword?

Long tail keyword adalah keyword yang spesifik dan bervolume kecil sehingga tingkat persaingan cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan short tail keyword.

Artinya, dengan menggunakan long tail keyword, biasanya artikel akan lebih mudah mendapatkan ranking di hasil pencarian Google.

Alasannya adalah long tail keywords menarget keyword yang sangat spesifik sekali. Maka, kemungkinan besar keyword tersebut menampilkan hasil pencarian yang memang dicari oleh pengguna. 

Apakah kalian salah satu orang yang mengira bahwa long tail keyword pasti panjang dan terdiri dari tiga kata atau lebih? Eitss, tak selalu seperti itu, ya. Long tail keywords bisa saja hanya terdiri dari dua kata, asalkan memang spesifik dan tingkat persaingannya rendah.

Kenapa Mesti Long Tail Keyword?

Long tail keywords kan volumenya sedikit. Trus, kenapa justru milih ini?

Inilah jawabannya.!

1. Long Tail Keyword Itu Persaingannya Rendah

Contohnya adalah dengan menggunakan “samsung galaxy s23 ultra”, berikut ini jumlah hasil pencarian dengan kata kunci tersebut:

long tail keyword

Jadi, jika ingin mendapatkan ranking satu di Google dengan kata kunci “samsung galaxy s23 ultra”, kalian harus bersaing dengan 1500 juta situs lainnya.!

Di sisi lain, berikut adalah jumlah hasil pencarian keyword “samsung galaxy s23 ultra vs iphone 14 pro max”:

long tail keyword

Ternyata long tail keyword tersebut memiliki jumlah persaingan yang jauh lebih sedikit, ya. Dengan kata lain, kalian bisa lebih mudah untuk mendapatkan rangking atas di Google. Nah, jika sudah mendapatkan rangking atas, trafik akan mulai berdatangan dengan sendirinya.

2. Bisa Mendatangkan Banyak Trafik

Jika pilih topik yang punya banyak long tail keywords, trafik organik yang datang juga akan lebih banyak. Sebab, kalian kan tidak menarget satu keyword utama saja dari topik tersebut, melainkan banyak keyword sekaligus. 

Nah, efeknya adalah website kalian akan muncul di setiap pencarian dari masing-masing long tail keyword yang ditargetkan tersebut. 

Okay, contohnya ya, misal kalian menargetkan suatu topik dengan 25 long tail keywords. Rerata trafik masing-masing keyword itu hanya 50 pencarian perbulan. Sedikit sekali, kan?

Silakan gabungkan semua keyword tersebut di website. Potensi trafik organik sebesar 1250 pengunjung bisa kalian datangkan! Sebab, website kalian selalu muncul di setiap hasil pencarian dari 25 keyword tadi.

3. Long Tail Keyword Meningkatkan Conversion Rate

Long tail keyword adalah keyword yang sangat spesifik. Artinya, orang yang mencari dengan keyword ini cenderung sudah siap untuk melakukan pembelian dibandingkan dengan pencarian short tail keyword.

Misal, dengan keyword “web hosting”, orang mungkin ingin tahu apa itu web hosting atau bagaimana cara kerjanya. Dengan kata lain, ia masih belum siap untuk membeli.

Namun, jika menggunakan versi spesifik dari keyword tersebut. misalnya “hosting terbaik di indonesia”, artinya ia sudah selangkah lebih dekat untuk melakukan pembelian. 

Orang tersebut akan mengklik hasil pencarian yang menampilkan produk yang dicari. Jadi, trafik website kalian bisa naik seiring conversion rate yang meningkat. 

Cara Mencari Long Tail Keyword

Berikut ini enam cara mencari long tail keyword untuk meningkatkan trafik kalian:

1. Manfaatkan “Penelusuran yang terkait dengan…”

Kalian pasti sudah paham jika menggeser ke paling bawah di halaman hasil pencarian Google, terdapat bagian yang bernama “Penelusuran yang terkait dengan…”. Nah, bisa dikatakan ini adalah cara termudah untuk mencari long tail keyword

Kalian masukkan saja keyword yang diinginkan di Google lalu scroll down, dan… selesai.

Yups, kalian sudah berhasil mendapatkan beberapa long tail keyword yang dibutuhkan.!

2. Gunakan Answer The Public

Meski tidak tersedia dalam bahasa Indonesia, Answer The Public merupakan salah satu cara riset keyword terakurat yang bisa dicoba. Sebab, long tail keywords tool yang satu ini memberikan keyword dalam bentuk pertanyaan spesifik dengan format 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How). Jadi, secara otomatis kata kunci tersebut berjenis long tail keyword.

Kalian masukkan saja kata kunci short tail keyword (kata kunci utama dengan volume tinggi) dalam bahasa Inggris dan klik Search. Ingat, bukan bahasa Indonesia ya karena Answer The Public masih belum mendukung Bahasa Indonesia.

3. Kunjungi Komunitas Online

Komunitas online seperti Kaskus, grup Facebook, dan Quora juga bisa menjadi tempat terbaik untuk menerapkan cara mencari long tail keyword. Sebab, komunitas online adalah tempatnya ratusan orang dari seluruh dunia berkumpul untuk bertanya dan menjawab berbagai pertanyaan terkait topik tertentu. 

Sebelum orang bertanya di komunitas online tersebut, tentunya mereka sudah bertanya di Google dulu, kan. Namun, karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai, akhirnya berpaling ke komunitas online. 

Nah, manfaatkan celah ini dengan membuat artikel terkait jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan netizen di komunitas online tersebut. 

4. Manfaatkan Google Autocomplete

Google Autocomplete memberikan long tail keywords yang berasal dari Google langsung. Sederhananya, itulah yang memang orang-orang cari di Google.

Untuk memakai Google Autocomplete, silakan ketik keyword yang diinginkan seperti ini:

Google Autocomplete

Atau, bisa juga dengan memasukkan keyword dan diikuti oleh satu huruf setelah spasi:

Google Autocomplete

5. Gunakan Soovle

Soovle mengumpulkan keyword dari Google, Yahoo, Bing, Amazon, Wikipedia, Answers.com, dan YouTube. Jadi, Soovle memungkinkan untuk menemukan banyak keyword yang sulit ditemukan dengan tools keyword lain (karena umumnya mereka hanya berfokus kepada Google).

Untuk menggunakan Soovle, silakan kunjungi saja websitenya. Lalu, masukkan keyword satu kata di kotak pencarian. 

6. Manfaatkan Kotak “Orang juga bertanya…”

Salah satu fitur Google lainnya yang berguna untuk mencari long tail keyword adalah kotak “Orang juga bertanya…” di hasil pencarian. Kotak ini menampilkan beberapa pertanyaan orang-orang terkait kata kunci yang dimasukkan di Google.

Nah, saat mengklik salah satu pertanyaan di kotak tersebut, Google akan menampilkan lebih banyak pertanyaan lagi di bawahnya. Jadi, jika merasa masih belum menemukan keyword yang cocok, klik saja pertanyaan tersebut sampai menemukan keyword yang diinginkan.

Yuk, Gunakan Long Tail Keyword Sekarang Juga.!

Jadi, bisa disimpulkan bahwa menggunakan long tail keyword adalah salah satu solusi terbaik untuk cara meningkatkan traffic blog. 

Jadi, kalian bisa bersaing dengan lebih sedikit situs di hasil pencarian Google dibandingkan dengan menggunakan short tail keyword populer. Kalian bisa lebih cepat untuk mendapatkan rangking atas dan menarik trafik organik dari Google.

Oia, agar brand kalian lebih tepercaya lagi, kalian perlu membuat email dengan domain sendiri karena sekarang lebih mudah, aman, dan keren! Gunakan layanan  email hosting dari Jetorbit yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan:

3 responses to “Long Tail Keyword: Strategi Jitu Tingkatkan Traffic Website”

    1. silvia Avatar

      makasih ya Kak sudah berkunjung ke blog kami 🙂

  1. […] memiliki saingan yang lebih sedikit dibandingkan dengan keyword yang lebih umum atau pendek karena long tail keyword lebih […]

Leave a Comment