Definisi Single Sign On, Kelebihan, Cara Kerja, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ada yang belum paham sama sekali bahkan belum tahu apapun tentang Single Sign On? Penting lho buat kalian ketahui karena itu turut membangun dan meningkatkan kepercayaan pengguna pada bisnis kalian. Makanya, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Definisi Single Sign On, Kelebihan, Cara Kerja, dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Definisi Single Sign On

Single Sign-On (SSO) adalah sebuah mekanisme otentikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa aplikasi atau sistem dengan menggunakan satu set kredensial. Biasanya nama pengguna dan sandi hanya sekali. 

SSO memungkinkan pengguna untuk login sekali saja dan tetap diakses ke berbagai aplikasi atau sistem tanpa perlu login ulang setiap kali beralih antarmereka.

Mekanisme ini bekerja dengan mengizinkan satu entitas otoritatif untuk mengotentikasi pengguna dan memberikan token akses yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai aplikasi atau layanan yang terhubung. 

Dengan adanya SSO, harapannya bisa meningkatkan kenyamanan pengguna karena mereka tak perlu mengelola banyak kredensial atau login berulang kali saat mengakses berbagai sistem yang terhubung. 

Selain itu, single sign on (SSO) juga dapat meningkatkan keamanan karena mengurangi risiko kebocoran kredensial dan memungkinkan kontrol akses yang lebih terpusat.

Manfaat Single Sign On

Berikut ini beberapa manfaat dari single sign on:

Efisiensi

Salah satu manfaatnya adalah efisiensi terutama bagi pengguna. Mengapa? Pengguna bisa mendapatkan akses ke website dengan lebih singkat. Jadi, mereka bisa secepat mungkin membuat pesanan secara online.

Manfaat satu ini memberi pengaruh baik loh bagi kenyamanan dan kepuasan. Website akan mendapatkan nilai tambah, yaitu dalam hal pengalaman pengguna.

Keamanan yang Lebih Baik

Keamanan menjadi hal utama, terutama untuk hal yang berkaitan dengan identitas. Oleh karena itu, pengguna harus lebih bijak dalam memilih website mana yang akan dikunjungi yang mengharuskan mereka memberi informasi identitas.

Single sign on adalah sistem yang didukung oleh two-factor authentication (2FA). Sehingga, pengguna dapat melakukan verifikasi ganda. Juga terdapat multi-factor authentication (MFA), yang mana pengguna harus melakukan verifikasi minimal dua kali.

Bebas Khawatir Lupa Password

Bagi yang sudah terbiasa menggunakan berbagai layanan dan aplikasi yang mengharuskan melakukan pendaftaran, penting untuk mengingat password untuk masing-masing akun, ya. Kalem, berkat penggunaan SSO, pengguna tidak perlu khawatir lupa sama password.

Single sign on memungkinkan pengguna tidak perlu repot menggunakan kredensial yang berbeda untuk masing-masing akun.

Kecepatan Akses

Ingin dapat mengakses dan menggunakan aplikasi dengan cepat? Sayangnya, penggunaan aplikasi secara bersamaan dapat menyebabkan terjadinya error bahkan gangguan malware. Risiko-risiko semacam itu bisa diminimalisir dengan menggunakan single sign on. Pihak yang berkepentingan bisa mengakses aplikasi dengan cepat dan mudah.

Kepercayaan Pengguna atau Konsumen

FYI, penggunaan single sign on juga berpengaruh pada kepercayaan konsumen, loh. Bagi bisnis, faktor kepercayaan sangatlah penting namun perlu upaya lebih untuk bisa membangunnya. Berkat penggunaan single sign on, kalian bisa membangun kepercayaan melalui tingkat keamanan yang diberikan kepada konsumen atau pengguna.

Kelebihan Single Sign On

Berikut ini beberapa kelebihan menggunakan single sign on:

  • Kemudahan dalam pengaturan pengguna.
  • Perlindungan terhadap identitas sehingga tidak mudah dicuri dan disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan pengguna.
  • Membantu memudahkan kerja admin.
  • Kredensial yang lebih efektif.

Kekurangan Single Sign On

Anyway, SSO juga memiliki kekurangan adalah potensi bahaya yang bisa terjadi pada kredensial jika keamanan tidak diatur dengan benar.

Cara Kerja Single Sign On 

Cara kerja dari single sign on adalah sebagai berikut:

Autentikasi Pengguna Awal

Pada saat pengguna pertama kali mencoba mengakses aplikasi atau sistem yang terhubung dengan SSO, mereka diminta untuk melakukan autentikasi menggunakan kredensial yang valid, seperti username dan password.

Pengalihan ke Layanan Otentikasi

Selanjutnya, setelah pengguna memberi kredensial mereka, permintaan autentikasi dikirim ke layanan otentikasi SSO yang bertindak sebagai penyedia identitas.

Otentikasi Pengguna

Layanan otentikasi melakukan verifikasi kredensial yang diberi oleh pengguna untuk memastikan keasliannya. Hal ini bisa melibatkan pemeriksaan username dan password terhadap data pengguna yang disimpan, atau mungkin menggunakan metode otentikasi lain seperti two-factor authentication (2FA)

Pemberian Token Akses

Jika autentikasi berhasil, layanan otentikasi menghasilkan token akses yang unik untuk pengguna tersebut. Token ini akan digunakan untuk mengotentikasi pengguna saat mengakses aplikasi atau sistem yang terhubung tanpa perlu login ulang.

Pengalihan Kembali ke Aplikasi Semula

Setelah token akses diterima, pengguna dikirim kembali ke aplikasi atau sistem asal yang ingin mereka akses, bersama dengan token tersebut.

Verifikasi Token Akses

Aplikasi atau sistem yang terhubung menerima token akses dari pengguna. Lalu, memverifikasi keasliannya dengan layanan autentikasi single sign on.

Akses Disetujui

Jika token akses valid, pengguna dianggap telah diotentikasi dan akan mendapat akses ke aplikasi atau sistem tanpa perlu login ulang. Mereka dapat mengakses layanan tersebut sampai token mereka berakhir atau dibatalkan.

Standar Konfigurasi Single Sign On

Berikut ini standar konfigurasi single sign on:

OAuth 2.0

OAuth 2.0 digunakan untuk menunjang otorisasi aplikasi berbasis web. Protokol ini dapat membuat aplikasi mengakses data melalui penggunaan aplikasi lain yang sudah ada. Contoh dari penggunaan standar satu ini adalah pada perusahaan Google, Facebook, dan perusahaan-perusahaan lain.

SAML

SAML merupakan standar terbuka yang sudah ada sejak tahun 2001. Banyak perusahaan yang menerapkan standar ini agar dapat mengautentikasi pengguna. Selain itu, bisa memberikan akses sistem perusahaan.

OpenID

OpenID adalah standar lain pada konfigurasi Single Sign On. Penggunaannya standar satu ini tidak bisa dilepaskan dari penggunaan standar sebelumnya, yaitu OAuth 2.0 dan SAML.

Penggunaan Single Sign On dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut ini beberapa contoh penggunaan single sign on untuk perusahaan maupun individu:

  • Penggunaan single sign on di perusahaan besar memberi akses kepada karyawan ke sistem internal dan software yang mengautentikasi data dan informasi setiap karyawan.
  • Single sign on pada perusahaan kecil digunakan oleh karyawan dan konsumen, yang mana konsumen merasakan manfaat implementasi tersebut agar bisa membuat akun di situs agar bisa melakukan pembelian produk.
  • Proses login ke website atau aplikasi individu bisa memanfaatkan sistem single sign on.

Sekarang Kalian Sudah Paham tentang Single Sign On, kah?

Jadi, Single sign On atau SSO memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai aplikasi dengan satu set kredensial alias meminimalkan login berulang.

Oya, terkait dengan keamanan bagi website kalian, kalian tak perlu khawatir karena saat kalian membeli hosting di Jetorbit maka SSL gratis akan otomatis kalian dapatkan. Aktivasi SSL gratis hanya memakan waktu up to 24 jam. 

Semoga bermanfaat 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan:

Leave a Comment