17+ Rekomendasi Google Font Gratis untuk Web Kece

Salah satu tempat yang mana kalian dapat menemukan tulisan estetik adalah melalui Google Font. Bagi yang belum paham sama sekali dengan Google Font, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai 17+ Rekomendasi Google Font Gratis untuk Web Kece

Apa Itu Google Font?

Qode interactive memaparkan bahwa Google Font merupakan sebuah perpustakaan yang menyimpan lebih dari 1000 font website yang gratis dan open source. Kalem, meski gratis, tak perlu diragukan terkait kualitasnya. 

Tulisan-tulisan yang ada di sini sudah teroptimasi dengan baik kompatibilitasnya untuk website serta penggunaannya yang begitu fleksibel.  

Eitss, masih ada kelebihan Google Font lainnya, yaitu untuk memakainya, kalian tidak perlu repot menginstalnya dalam website kalian. Tulisan bisa diaktifkan pada server yang berbeda.

17+ Rekomendasi Jenis-jenis Google Font

Berikut ini beberapa rekomendasi dari website resmi Google Font untuk model-model Google Font yang bisa kalian pakai:

Roboto

Roboto memiliki sifat ganda karena memiliki kerangka mekanis dengan bentuk yang cenderung lebih geometris. Pada saat yang sama, font ini memiliki lengkungan yang ramah dan terbuka. 

google font

Meski begitu, memang penampakan tulisan ini terlihat kaku karena adanya aspek grotesque yang melengkungkan bentuk huruf. Sisi positifnya adalah karena kekakuan itulah,  memungkinkan huruf-huruf untuk berada dalam lebar alaminya. Diharapkan pembaca juga dapat membaca dengan irama yang lebih natural. 

Jersey 20

Google Font dengan nama Jersey 20 ini dirancang bagi orang-orang yang bekerja untuk membuat tenunan pada suatu bidang seperti jersey olahraga. Polanya pun juga cukup bervariasi yang tersedia dalam 2 jenis, yakni “Regular” dan “Charted”. 

Open Sans

Open Sans adalah jenis Google Font yang pertama kali dibuat oleh Steve Matteson, type director di Ascender Corp. 

Dalam tulisan berikut berisi set lengkap 897 karakter, yang mencakup set karakter ISO Latin 1 standar, Latin CE, Yunani, dan Kiril. 

Dari segi desain, Open Sans dirancang dengan penekanan tegak lurus, bentuk terbuka, dan netral tapi tetap enak dibaca. Biasanya tulisan bentuk ini lebih dimanfaatkan untuk kebutuhan percetakan, website, dan interface dalam smartphone.

Jersey 25

Google Font dengan nama Jersey 25 pun tak kalah bagusnya dipakai untuk membuat tenunan pada  jersey olahraga. Alasannya adalah karena tulisan ini pun tersedia dalam berbagai ukuran karena memiliki skala ganda. Polanya cukup bervariasi yang mana tersedia dalam 2 jenis, yakni “Regular” dan “Charted”. 

Montserrat

Tulisan Montserrat pertama kali muncul dari aspirasi Julieta Ulanovsky setelah melihat lingkungan tradisional Montserrat di Buenos Aires yang ada pada masa paruh pertama dari abad 20. 

Secara umum, orang-orang memakai Montserrat karena kelebihannya dari segi warna, kontras, cahaya, dan kehidupan yang terpancar darinya.

Poppins

Tulisan dengan tipe geometris sans serif relatif cukup populer apalagi ditambah dengan dukungan untuk sistem penulisan Devanagari dan Latin. Oia, Poppins juga termasuk tambahan Google Font gratis yang berkualitas bagus dalam tipe ini.

Sebagaimana tipe geometris pada umumnya, setiap bentuk huruf memiliki ciri khas yang hampir monolinear. Selain itu, Poppins juga memiliki koreksi optik yang diterapkan pada sambungan jika dibutuhkan untuk mempertahankan warna tipografi yang merata. 

Lato

Istilah Lato berarti “Musim Panas” dalam bahasa Polandia. Tidak heran nama itu dipakai karena desainernya sendiri Łukasz Dziedzic. Di situlah ia mulai membuat Google Font tersebut pada tahun 2010.

Secara general, Lato masih tergolong dalam tipe sans serif awalnya dikonsepkan untuk kebutuhan perusahaan yang berurusan dengan klien-klien besar.   

Ia ingin menciptakan jenis huruf yang terlihat “transparan” saat digunakan dalam badan teks tetapi di sisi lain bisa menampilkan ciri asli dalam penggunaan ukuran font yang lebih besar. 

Pada akhirnya, ia berhasil membuat sebuah tulisan dengan proporsi klasik, terutama dalam huruf kapital. Proporsi yang menyebabkan tulisan tampak  harmonis dan elegan. Selain itu, masih ada tambahan  detail setengah bulat yang memberikan nuansa hangat beserta struktur dasar yang memunculkan kesan stabil dan serius.

Inter

Inter masuk dalam Google Font berjenis huruf variabel yang dirancang dengan cermat untuk layar komputer. Huruf “X” yang ada di sini dirancang dengan ketinggian yang memadai untuk membantu dalam keterbacaan teks yang berisi campuran huruf besar dan kecil. 

Ada beberapa fitur OpenType, seperti : 

  • Alternatif kontekstual yang menyesuaikan tanda baca bergantung pada bentuk glif sekitarnya. 
  • Nol dengan garis miring untuk  membedakan angka “0” dari huruf “o”, angka tabular, dan lain-lain.

Oswald

Oswald bisa dibilang sebagai Google Font hasil daur ulang. Disebut demikian karena pembuatannya berasal dari pengerjaan ulang dari gaya klasik yang secara historis mewakili tulisan ‘Alternate Gothic’.

Pada perkembangan selanjutnya, Oswald terus mengalami perbaikan dengan penggambaran dan pembentukan ulang. Makanya ukurannya semakin bagus pada grid pixel sesuai dengan standar layar digital. Kalian bisa gunakan tulisan satu ini secara gratis pada berbagai web browser apapun, baik itu melalui laptop, PC, maupun smartphone.  

Jacquard 24

Jacquard adalah Google Font yang mengambil referensi zaman Victoria yang masih tren sulam-menyulam. Pertama kali dirancang di Berlin oleh Heinrich Kuehn sekitar tahun 1880.

Pada dasarnya, merancang jenis huruf untuk merajut sama dengan membuat jenis huruf piksel. Namun, dalam prakteknya, ukuran piksel ditentukan oleh sifat benang yang digunakan. Skala huruf lalu ditentukan oleh berat benang serta jumlah piksel yang membentuk tinggi setiap huruf.

Raleway

Mengacu pada penampilan, Google Font  terdiri atas  jenis angka lama dan angka lurus, ligatur standar,  satu set diakritik yang cukup lengkap, dan lain-lain. 

Rubik

Rubik adalah Google Font aesthetic yang masih dalam golongan sans serif font dengan ujung tulisan yang sedikit membulat, sebagaimana yang telah didesain oleh Philipp Hubert dan Sebastian Fischer. Mereka melakukan ini sebagai bagian dari project Chrome Cube Lab.

Secara fisik sih, rubik memiliki ketebalan 5 dengan gaya Roman dan Italic sama seperti Rubik Mono One dan variasi lain dari desain Black roman.

Nunito

Nunito adalah Google Font yang dibuat dengan keseimbangan yang baik dan memiliki 2 versi. Versi pertama dimulai dengan nama Nunito yang diciptakan oleh Vernon Adams sebagai terminal sans serif untuk menunjukkan tipografi. Selanjutnya, Jacques Le Bailly mengembangkannya ke dalam beberapa nomor ketebalan.   

Anek Devanagari

Anek, memiliki arti kata latihan dalam banyak hal. Hal ini sesuai dengan ciri yang dimiliki Google Font, yaitu ada banyak jenis tulisan yang dirancang dalam banyak ketebalan dan lebar oleh lebih dari satu desainer. 

Dalam hal ini Anek hadir dalam 10 bentuk aksara, yaitu Bangla, Devanagari, Kannada, Latin, Gujarati, Gurmukhi, Malayalam, Odia, Tamil, dan Telugu. Oleh karena itu, etika yang ada pada tulisan ini mirip-mirip dengan bentuk tulisan dari bahasa aslinya karena model diputuskan secara kolaboratif. 

Ubuntu

Ubuntu adalah seperangkat Google Font yang pengembangannya pada periode 2010-2011. 

Seiring dengan upgrade yang terus dilakukan si developer, kompetensi Ubuntu terus meningkat untuk menjamin menu, tombol, dan dialog agar tetap ramah khususnya untuk pemula. Keterbacaannya pada layar PC maupun smartphone pun dijamin karena menggunakan fitur OpenType yang diatur secara manual .

Dalam hal ini, Ubuntu mencakup semua bahasa yang digunakan oleh berbagai pengguna di seluruh dunia sesuai dengan filosofi Ubuntu.

Filosofinya menyatakan bahwa setiap pengguna harus dapat menggunakan perangkat lunak mereka dalam bahasa pilihannya. Jadi, proyek Ubuntu akan diperluas untuk mencakup banyak bahasa tertulis lainnya.

Playfair Display

Google Font Playfair Display awalnya dirilis pada tahun 2011 dan 6 tahun kemudian mengalami pembaharuan dengan begitu signifikan. Pengembangan tersebut membuatnya tidak hanya bagus dari segi estetika tapi fungsional pun juga mantap untuk pembuatan badan teks. Apalagi pada tahun 2023, playfair display masih memperoleh pembaharuan lagi sebagai jenis huruf variabel.

Raleway + Lato

Google Font keren dengan nama Raleway dan Lato ini merupakan pasangan natural. Hal ini berbeda dengan tulisan yang sejenis yang bisa sangat tricky. Namun, pada Raleway dan Lato justru sangat cocok yang mana Raleway menjadi primadona utama dan Lato adalah penunjangnya. 

Roboto + Cabin

Roboto didefinisikan sebagai Google Font yang humanis karena sangat terasa dari bentuknya yang dibuat oleh tangan manusia secara langsung. Akan tetapi, secara teknis Roboto sebenarnya merupakan sans serif yang geometris. Berbeda dengan font ”Cabin” yang termasuk dalam sans serif tapi murni berkarakter humanis. 

Keduanya menawarkan ketebalan yang bervariasi sehingga memberi keleluasaan bagi desainer dalam bereksperimen menemukan kombinasi paling pas. 

Roboto Slab + Roboto

Perpaduan Google Font Roboto Slab dengan Roboto jika dianalogikan selayaknya saudara yang sangat identik bentuk fisiknya secara keseluruhan. 

Salah satu kelebihan paling signifikan dengan memakai gabungan font adalah sumbernya sama sehingga menghasilkan kecocokan yang memanjakan mata. 

Work Sans + Open Sans

Google Font works sans terbentuk dari penciptanya yaitu Wei Huang yang terinspirasi dari sans serif pada awal abad 19 dan 20. Karakteristik utama paling terlihat dari tulisan ini adalah range yang luas dari segi fleksibilitas yang mencakup pada banyaknya opsi ketebalan yang ideal untuk menyajikan tulisan. 

Di sisi lain, Open Sans adalah partner alami dari Work Sans karena keduanya menawarkan banyak sekali pilihan yang akan memudahkan dalam mengerjakan suatu desain. 

Hanya saja, perlu diperhatikan masalah keterbacaan jika melibatkan Work Sans sebagai tulisan dalam konten. Terutama, jika memakai yang ketebalannya tinggi atau dengan tingkat kehitaman yang besar. 

Yellowtail + Lato

Yuk, buat desain kalian semakin berkembang kualitasnya dengan menggunakan Yellowtail sebagai Google Font yang menghiasi bagian header-nya. Keunikan yang dimiliki tulisan ini membuatnya menjadi salah satu tulisan premium yang banyak dicari di marketplace. Keunikan tersebut semakin terasa jika digabungkan dengan Lato.

Menggunakan Yellowtail untuk tampilan dan judul serta Lato untuk teks tubuh dan elemen lainnya adalah cara yang sangat baik untuk memberi stabilitas dan kenyamanan pada desain kalian.

Jadi, Kalian Tertarik Menggunakan Google Font yang Mana?

Okay, jadi itulah beberapa jenis Google Font yang bisa dipakai untuk membuat website agar terlihat lebih kece. Nah, kalian bisa memakai paduan 2 jenis tulisan loh karena masing-masing memang punya kelebihannya sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan:

Leave a Comment