Langsung ke konten
.ai.id dibuka 5 Okt 08.00 WIB--:--:--

Control Panel VPS Gratis dan Berbayar: 14 Pilihan dan Cara Memilihnya

7 menit bacadiperbarui

Bagikan:
Control Panel VPS: 14 pilihan gratis dan berbayar, plus cara memilih
Daftar isi6 bagian

Control panel VPS gratis yang paling sering dipakai antara lain HestiaCP, CyberPanel, aaPanel, ISPConfig, dan Webmin. Kalau kalian butuh panel berlisensi, pilihan berbayar yang umum adalah cPanel & WHM, Plesk, dan DirectAdmin.

Panel mana yang cocok tergantung tiga hal: sistem operasi VPS kalian, untuk apa VPS-nya dipakai, dan seberapa besar RAM serta CPU yang tersisa untuk panel itu sendiri. Di bawah ini ada 14 control panel VPS, dipisah antara yang gratis dan berbayar, lalu cara memilihnya.

Apa itu control panel VPS?

Control panel VPS adalah aplikasi berbasis web yang dipasang di dalam VPS (Virtual Private Server) untuk mengelola server lewat browser. Tanpa panel, hampir semua pengaturan dilakukan dengan perintah di terminal. Dengan panel, pekerjaan rutin seperti menambah website, membuat database, atau memasang SSL cukup diklik.

Fitur yang biasanya ada di control panel VPS:

  • Manajemen DNS, untuk mengatur record domain tanpa mengedit file konfigurasi.
  • Manajemen email: membuat alamat email, mengatur kuota, dan menangani spam.
  • Manajemen FTP dan file manager untuk mengunggah dan mengatur file website.
  • Manajemen database seperti MySQL, MariaDB, atau PostgreSQL.
  • Pengelolaan user SSH.
  • Tampilan log yang lebih mudah dibaca daripada membuka file log di server.
  • Installer aplikasi atau plugin, misalnya untuk WordPress atau Laravel.
Mengapa menggunakan control panel VPS

Manfaat control panel VPS terasa di empat hal. Server jadi lebih mudah dikelola karena ada antarmuka grafis. Tugas seperti instalasi SSL, pengaturan DNS, dan backup lebih cepat dikerjakan. Banyak panel juga menampilkan pemakaian CPU, RAM, dan bandwidth, dan sebagian menyertakan firewall atau proteksi brute force.

Bedanya dengan panel VM dari penyedia VPS

Penyedia VPS biasanya punya panel sendiri untuk mengelola mesin virtualnya, misalnya untuk menyalakan, mematikan, reboot, atau membuka konsol. Panel itu mengurus VM dari luar. Control panel VPS yang dibahas di artikel ini dipasang di dalam sistem operasi VPS dan mengurus isinya: website, email, database, dan DNS. Karena berjalan di dalam VPS, control panel ikut memakai RAM dan CPU VPS kalian.

Control panel VPS gratis

Panel di bawah ini bisa dipakai tanpa biaya lisensi. Beberapa juga punya versi berbayar dengan fitur tambahan.

1. HestiaCP

HestiaCP adalah control panel open source yang lahir sebagai penerus VestaCP, dengan tampilan yang mirip. Panel ini ringan dan mencakup kebutuhan hosting dasar: website, database, DNS, dan email, ditambah SSL gratis dari Let’s Encrypt.

Ada fitur Quick Install Apps untuk memasang WordPress, Joomla, PrestaShop, Laravel, dan aplikasi lain. HestiaCP hanya berjalan di Debian dan Ubuntu. Kalau ada kendala, komunitasnya aktif di forum resmi, Discord, dan GitHub.

2. CyberPanel

CyberPanel memakai web server OpenLiteSpeed. Fitur andalannya WordPress Manager untuk memasang dan mengelola WordPress, ditambah integrasi Git, Docker Manager, dan Redis, SSL otomatis dari Let’s Encrypt, serta akses API. Dasbornya menampilkan status server dan pemakaian resource.

CyberPanel cocok kalau sebagian besar website kalian berbasis WordPress. Konsekuensinya, panel ini butuh resource lebih besar dibanding panel ringan seperti Webmin. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apa itu CyberPanel.

3. aaPanel

aaPanel fokus pada kemudahan. Dasbornya menampilkan monitoring server secara real-time, dan aplikasi tambahan seperti web server (Nginx, Apache, atau OpenLiteSpeed), mail server, dan DNS server bisa dipasang sekali klik. Database yang didukung antara lain MySQL, MariaDB, dan PostgreSQL, ada file manager, dan ada firewall dasar.

aaPanel berjalan di CentOS, Ubuntu, dan Debian. Kekurangannya, panel ini tidak mendukung banyak user dan dokumentasinya masih terbatas. Langkah pemasangannya ada di panduan cara install aaPanel.

4. ISPConfig

ISPConfig adalah panel open source berlisensi BSD. Kelebihannya ada di manajemen multi-server: beberapa server bisa dikelola dari satu panel. Panel ini mengurus web, DNS, email, dan FTP, mendukung Apache maupun Nginx, serta sudah mendukung IPv6.

Dokumentasinya lengkap, tapi kurva belajarnya lebih tinggi dibanding HestiaCP atau aaPanel. Pilihan yang pas untuk yang mengelola banyak server sekaligus.

5. Webmin

Webmin termasuk panel paling tua yang masih dipakai. Webmin mengelola hampir semua bagian sistem Linux dan sistem mirip UNIX lewat browser, dan fiturnya bisa ditambah dengan modul. Panel ini sangat ringan, jadi tetap nyaman di VPS dengan resource terbatas.

Antarmukanya kurang modern dan istilah-istilahnya teknis, sehingga Webmin lebih cocok untuk administrator yang sudah terbiasa dengan Linux.

6. Virtualmin

Virtualmin dibangun di atas Webmin dan fokus pada hosting banyak website: domain, DNS (BIND), email (Postfix), dan FTP. Ada versi gratis (GPL) dan versi berbayar. Server bisa dikelola lewat web, perangkat mobile, command line, atau remote HTTP API.

7. Ajenti

Ajenti ditulis dengan Python, sementara banyak panel lain berbasis PHP. Panelnya ringan, tampilannya rapi, dan fiturnya modular: file manager, firewall, manajemen paket, dan lainnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.

Fitur hostingnya tidak selengkap CyberPanel. Ajenti lebih pas untuk yang ingin panel sederhana untuk memantau dan mengatur server.

8. CentOS Web Panel (CWP)

CWP dibuat untuk keluarga CentOS dan RHEL, termasuk CloudLinux. Panel ini mengurus website, database, email, DNS, dan file, dengan SSL otomatis, monitoring resource, dan dukungan beberapa versi PHP. Ada versi gratis dan versi Pro yang berbayar.

Catatan penting: CentOS Linux sendiri sudah tidak dirawat lagi. Sebelum memasang CWP, cek di situs resminya distro apa saja yang didukung versi terbarunya. CWP juga tergolong berat, jadi siapkan VPS dengan RAM yang longgar.

Control panel VPS berbayar

Panel berbayar memakai lisensi, umumnya ditagih bulanan. Harga lisensi pihak ketiga sering berubah, jadi cek harga terbarunya langsung di situs resmi masing-masing.

9. cPanel & WHM

cPanel adalah salah satu control panel Linux paling populer di dunia hosting. Ia datang berpasangan dengan WHM (Web Host Manager): WHM dipakai admin server untuk membuat dan mengatur akun, sedangkan cPanel dipakai pemilik tiap akun untuk mengelola website, email, dan database-nya. Satu server WHM bisa menampung puluhan hingga ratusan akun cPanel.

Lisensi cPanel dihitung berdasarkan jumlah akun. Bedanya dengan WHM dijelaskan di artikel apa itu WHM dan cPanel.

10. Plesk

Plesk tersedia untuk Linux dan Windows, jadi bisa dipakai di VPS Windows. Beberapa website bisa dikelola dari satu dasbor: membangun situs, menjalankan pembaruan, dan memantau kinerja server. Tampilannya sederhana dan mudah dipelajari.

11. DirectAdmin

DirectAdmin populer karena antarmukanya ramah dan mudah dipahami. Panel ini berjalan di banyak distro Linux seperti Debian, Ubuntu, dan keluarga RHEL, dengan pilihan web server Apache atau Nginx.

12. Webuzo

Webuzo dibuat oleh Softaculous, jadi installer skrip dan aplikasinya jadi andalan. Fiturnya mencakup manajemen domain, DNS, FTP, database, dan cron. Versi gratisnya dibatasi fiturnya; versi lengkapnya berbayar.

13. InterWorx

InterWorx punya dua mode: NodeWorx untuk mengelola server dan SiteWorx untuk mengelola website. Aplikasi yang didukung antara lain PHP, DNS, IMAP, MySQL, dan Perl.

14. ISPmanager

ISPmanager adalah panel berbasis Linux dengan desain sederhana. Ada versi Lite untuk VPS atau server tunggal, dan versi Business yang ditujukan untuk penyedia shared hosting atau reseller.

Perbandingan singkat 14 control panel VPS

Control panelLisensiPaling cocok untuk
HestiaCPGratisPemula, VPS Debian/Ubuntu, kebutuhan hosting dasar
CyberPanelGratisWebsite WordPress, OpenLiteSpeed
aaPanelGratisPemula yang ingin pasang aplikasi sekali klik
ISPConfigGratisMengelola banyak server dari satu panel
WebminGratisAdmin berpengalaman, VPS dengan resource kecil
VirtualminGratis dan berbayarHosting banyak domain di atas Webmin
AjentiGratisPanel sederhana dan ringan
CWPGratis dan berbayarServer keluarga CentOS/RHEL
cPanel & WHMBerbayarBanyak akun hosting dalam satu server
PleskBerbayarVPS Linux maupun Windows
DirectAdminBerbayarAntarmuka sederhana, banyak pilihan OS
WebuzoGratis terbatas dan berbayarInstaller aplikasi dari Softaculous
InterWorxBerbayarPemisahan panel server dan panel website
ISPmanagerBerbayarVPS (Lite) atau penyedia hosting (Business)

Cara memilih control panel VPS

Tips memilih control panel VPS
  1. Cocokkan dengan sistem operasi VPS. HestiaCP hanya untuk Debian dan Ubuntu, CWP untuk keluarga CentOS/RHEL, dan kalau VPS kalian Windows, Plesk punya versi Windows. Cek daftar OS yang didukung di situs resmi panel sebelum memasang.
  2. Sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk website WordPress, CyberPanel punya WordPress Manager. Untuk banyak server, ISPConfig unggul di multi-server. Untuk membagi server ke banyak akun hosting, lihat cPanel & WHM, DirectAdmin, atau ISPmanager Business.
  3. Hitung resource VPS. Panel ikut memakai RAM dan CPU. Kalau spesifikasi VPS terbatas, pilih yang ringan seperti Webmin, Ajenti, atau HestiaCP.
  4. Pertimbangkan pengalaman kalian. Pemula biasanya lebih cepat paham HestiaCP atau aaPanel. Webmin dan ISPConfig lebih cocok untuk yang sudah terbiasa dengan Linux.
  5. Pastikan panel masih aktif dikembangkan. Lihat tanggal rilis terakhir dan aktivitas komunitasnya. Panel yang tidak lagi diperbarui berisiko dari sisi keamanan. Contohnya Kloxo-MR, panel buatan developer Indonesia Mustafa Ramadhan yang dulu ada di daftar kami. Panel ini dibuat untuk CentOS 5 dan 6, dua versi yang sudah lama berhenti didukung, jadi kami tidak lagi memasukkannya.
  6. Untuk panel berbayar, hitung biaya lisensinya sebagai biaya bulanan tetap, di luar biaya VPS. Beberapa lisensi, seperti cPanel, harganya naik sesuai jumlah akun.
  7. Pasang di VPS yang masih bersih. Kebanyakan installer control panel dirancang untuk OS yang baru dipasang, jadi pasang panel sebelum menginstal software lain.

Memasang control panel di Cloud VPS Jetorbit

Cloud VPS Jetorbit bersifat unmanaged dengan akses root penuh, jadi kalian bebas memasang control panel VPS gratis yang mendukung OS pilihan kalian. OS yang tersedia antara lain AlmaLinux, Ubuntu, Debian, Rocky Linux, CentOS Stream, dan Windows 2019-2022. Untuk mengurus VM-nya sendiri ada Cloud Panel Jetorbit, dengan VNC, SSH Keys, statistik, dan start/stop/reboot VM.

Kalau pilihan kalian cPanel, Jetorbit adalah partner resmi cPanel, jadi lisensinya bisa dipesan sebagai addon. Paket dan lokasi servernya bisa kalian lihat di halaman Cloud VPS Jetorbit.

Artikel lain di Hosting & Server

Semua artikel Hosting & Server