Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya

Pernah dengar istilah HTTP status codes? HTTP status codes merupakan sebuah pesan berupa angka tiga digit yang muncul saat sebuah website sedang diakses. Masih bingung, kah? Kalem, kali ini akan dijelaskan secara detail mengenai Apa Itu HTTP Status Codes serta Daftar Status Code dan Artinya. Simak sampai kelar, ya!

Apa Itu HTTP Status Codes?

HTTP status codes merupakan sebuah pesan yang ditampikan sebagai bentuk respon dari server ketika client atau user mencoba akses sebuah halaman web. Pesan kode yang ditampilkan berbeda-beda dan memiliki artinya masing-masing. Hanya saja, umumnya pesan ini dijadikan sebagai indikasi berhasil atau tidaknya client atau user mengakses sebuah halaman web.

Kode status ini terdiri dari tiga digit angka. Digit pertama akan dimulai dari angka 1-5 yang menunjukkan kode status dalam rentang tersebut. Selanjutnya, digit kedua dan ketiga memiliki arti tertentu yang menunjukkan kategori dari status tersebut. 

Oia, tidak semua digit kedua dan ketiga memiliki makna spesifik ya, sebagian besar mengikuti pola umum yang telah disepakati dalam spesifikasi HTTP.

Berikut ini ringkasan dari tiap-tiap kode status:

  • 1xx – Informasi: Memberikan informasi saja, jarang digunakan dalam praktik.
  • 2xx – Sukses: Permintaan klien berhasil diproses oleh server.
  • 3xx – Redireksi: Membutuhkan tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan.
  • 4xx – Kesalahan Klien: Terjadi kesalahan pada sisi klien, misalnya permintaan tidak valid atau tidak diizinkan.
  • 5xx – Kesalahan Server: Terjadi kesalahan pada sisi server, misalnya server gagal memproses permintaan karena kesalahan internal.

Daftar Status Code dan Artinya

Berikut ini beberapa daftar HTTP status codes yang perlu kalian ketahui:

1. 1XX – Pesan informasi

  • 100 : Continue

Kode ini menampilkan bahwa server telah menerima header permintaan dari klien, yang selanjutnya server ingin memberi tahu klien bahwa permintaan yang diajukan telah diterima dan prosesnya akan dilanjutkan dengan mengirimkan body dari permintaan.

  • 101 : Switching Protocols

Kode ini menampilkan bahwa server menerima permintaan awal dan dilanjutkan dengan server yang beralih protocol sesuai dengan permintaan.

  • 103 : Early Hints

Kode ini menampilkan informasi awal kepada klien sebelum respon server sepenuhnya siap. Informasi awal ini biasanya berisi sumber daya yang diminta dan memungkinkan server menginformasikan sebagai petunjuk klien mengenai sumber daya tersebut yang nantinya mempercepat proses permintaan klien.

2. 2XX – Pesan berhasil

  • 200 : Everything is OK

Kode ini menampilkan bahwa sebuah halaman web atau sumber daya yang diminta oleh klien bekerja dengan baik.

  • 201 : Created

Kode ini menampilkan bahwa server berhasil memenuhi permintaan klien sebagai hasilnya sumber daya terbaru terbuat.

  • 202 : Accepted

Kode ini menampilkan server telah menerima permintaan klien dan masih memprosesnya. Biasanya permintaan ini butuh beberapa waktu atau tugas yang telah dijadwalkan.

  • 203 : Non-Authoritative Information

Kode ini menampilkan sumber daya yang ditampilkan kepada klien bukanlah representasi dari sumber asli tetapi mungkin copy atau cache dari sumber yang mungkin telah dimodifikasi atau disisipkan oleh sumber lain. Biasanya muncul saat server proxy digunakan.

  • 204 : No Content

Kode ini menampilkan permintaan telah berhasil tetapi server tidak memberikan sumber daya apapun.

  • 205 : Reset Content

Kode ini menampilkan sebuah instruksi dari server bahwa klien harus mereset tampilan dokumen yang diminta. Seperti mengirimkan folmulir namun server tidak memuat entitas yang perlu ditampilkan.

  • 206 : Partial Content

Kode ini menampilkan bahwa server telah berhasil memenuhi bagian dari permintaan klien, yang disertai dengan Header Range hanya mengirimkan bagian konten yang diminta, bukan keseluruhan konten.

3. 3XX – Pesan redirect atau pengalihan

  • 300 : Multiple Choices

Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diminta lebih dari satu dan klien harus memilih salah satunya.

  • 301 : Moved permanently

Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diinginkan telah dipindahkan secara permanen ke lokasi yang baru. Sehingga client harus mengarahkan permintaanya ke lokasi baru yang telah ditentukan dalam respon server.

  • 302 : Found

Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diinginkan ditemukan tetapi tidak berada di lokasi yang seharusnya yang mengarahkan klien ke URL baru atau lokasi baru dan umumnya ini hanya bersifat sementara.

  • 303 : See Other

Kode ini menampilkan bahwa permintaan telah diterima namun untuk melanjutkannya klien harus melakukan permintaan ke lokasi lain sesuai arahan dari server. Biasanya sih terdapat 4 metode permintaan HTTP POST, PUT, GET, atau Delete untuk menemukan sumber daya. Kode 303 biasanya digunakan dalam konteks pengalihan dan digunakan bersamaan dengan metode HTTP GET atau URL untuk mendapatkan resource baru. 

  • 304 : Not Modified

Kode ini menampilkan sebagai pesan dari server ke klien bahwa klien mengakses dengan sumber daya yang tidak berubah. Biasanya sumber daya ini tersimpan di dalam cache browser.

  • 307 : Temporary Redirect

Kode ini menampilkan bahwa permintaan pengalihan diterima oleh server. Namun, secara umum 307 digunakan untuk memastikan klien tidak mengubah metode permintaan (seperti dari POST menjadi GET) saat melakukan pengalihan.

  • 308 : Permanent Redirect

Kode ini menampilkan bahwa sumber daya yang diminta telah dipindahkan secara permanen ke lokasi baru yang ditentukan dalam respon dan klien harus menggunakan URL baru sesuai dengan arahan.

4. 4XX – Pesan client atau user error

  • 400 : Bad Request

Kode ini menampilkan bahwa server tidak memahami dan tidak mengembalikan respon terhadap permintaan dari klien. Biasanya terjadi karena kesalahan sintaks, format yang salah, atau yang lainnya karena kesalahan dari sisi client.

  • 401 : Unauthorized

Kode ini menampilkan bahwa klien mengakses sumber daya ke server tidak diizinkan karena tidak memiliki kredensial yang valid atau tidak ada akses yang diberikan.

  • 402 : Payment Required

Kode ini menampilkan bahwa klien yang mencoba akses ke sumber daya harus melakukan pembayaran terlebih dahulu untuk mendapatkan akses. Biasanya digunakan ke konten premium berbayar.

  • 403 : Forbidden

Kode ini menampilkan bahwa server menerima permintaan klien namun klien tidak memiliki izin untuk mengakses sumber daya. Seperti kebijakan server dan hak akses terbatas.

  • 404 : Not Found

Kode ini menampilkan bahwa permintaan klien ke server tidak ada. Menunjukan server tidak memiliki sumber daya yang diminta oleh klien.

  • 405 : Method Not Allowed

Kode ini menampilkan bahwa permintaan yang dikirim dengan metode tertentu tidak diizinkan oleh server sehingga server merespon dengan pesan “Method Not Allowed”.

Contoh klien request dengan metode POST sedangkan sumber daya hanya mendukung metode GET.

  • 406 : Not Acceptable

Kode ini menampilkan bahwa respon server hanya mampu mengembalikan sumber daya yang dapat diterima. Sehingga, saat klien melakukan request di luar ketentuan maka permintaan tidak akan diterima. Biasanya, format yang diminta klien tidak sesuai atau server hanya membatasi jenis media yang diizinkan.

  • 407 : Porxy Authentication Required

Kode ini menampikan pesan dari server bahwa klien harus memberikan kredensial otentikasi untuk mengakses proxy. Biasanya, sebelum terkoneksi dengan proxy server otentikasi harus diberikan oleh klient agar diizinkan untuk terhubung.

  • 408 : Request Timeout

Kode ini menampilkan bahwa server telah menunggu terlalu lama untuk menerima semua permintaan dari klien atau server tidak menerima permintaan secara lengkap. Biasanya terjadi karena kendala jaringan.

  • 409 : Conflict

Kode ini menampilkan server tidak dapat memenuhi permintaan klien karena permasalahan dengan sumber daya yang diminta. Pada dasarnya masalah konflik yang harus dipecahkan sebelum permintaan diproses dengan benar.

  • 410 : Gone

Kode ini menampilkan respon server yang mana sumber daya telah dihapus secara permanen dan diharapkan klien tidak melakukan permintaan lagi untuk sumber daya yang sama.

  • 411 : Length Required

Kode ini menampilkan respon bahwa server menolak permintaan karena server mengharapkan Header Contnet-length yang ditentukan. Namun, klien tidak menyertakan di dalam permintaan.

  • 412 : Precondition Failed

Kode ini menampilkan respon server tidak bisa memberikan sumber daya karena server tidak bisa memenuhi spesifikasi yang diminta dengan kondisi tertentu sehingga proses tidak bisa dilanjutkan.

  • 413 : Payload Too Large

Kode ini menampilkan respon server yang menolak permintaan karena ukuran permintaan yang dikirim oleh klien melebihi batas semestinya yang ditetapkan oleh server.

  • 414 : URI Too Long

Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan tersebut tidak dapat diproses karena URI terlalu Panjang.

  • 415 : Unsupported Media Type

Kode ini menampilkan respon bahwa server tidak mendukung jenis media yang dikirimkan oleh klien.

  • 416 : Requested Range Not Satisfiable

Kode ini menampilkan bahwa server tidak bisa memenuhi permintaan klien karena rentang permintaan klien tidak ada di sumber daya. Contoh permintaan range bagian dari file media video atau audio.

  • 417 : Expectation Failed

Kode ini menampilkan bahwa server tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta oleh klien yang ditentukan pada header expect” dari permintaan.

  • 418 : l’m a teapot

Kode ini menampilkan bawa server menolak untuk memproses permintaan. Biasanya digunakan untuk tujuan lucu atau demonstrasi. Sebab, pada pengembahan aplikasi web status HTTP code yang dipakai adalah 404 atau 500 untuk mengindikasikan masalah yang sebenarnya.

  • 419 : Page Expired

Kode digunakan pada aplikasi web untuk menampilkan bahwa sesi pengguna telah kadaluarsa atau tidak valid. Implementasinya pada saat pengembangan aplikasi web sebagai bagian dari logika atau keamanan aplikasinya.

  • 422 : Unprocessable Entity

Kode ini menampilkan bahwa server tidak dapat memprosesnya karena isi yang di dalam permintaan tidak dapat diproses atau validasi gagal.

  • 425 : Too Early

Kode ini menampilkan respon dari server yang tidak mau memproses permintaan karena klien belum siap hal ini terjadi biasanya karena klien melakukan refresh.

  • 426 : Upgrade Required

Kode ini menampilkan respon server memerlukan klien untuk melakukan permintaan dengan protokol yang lebih baru.

  • 428 : Precondition Required

Kode ini menampilkan respon server butuh syarat atau kondisi tertentu sebelum klien melakukan permintaan.

  • 429 : Too Many Requests

Kode ini menampilkan respon server yang menolak permintaan karena klien melakukan permintaan melebihi batas dalam kurun waktu tertentu. Server memberi tahu kepada klien untuk menurunkan laju permintaan untuk mengurangi beban server secara berlebihan.

  • 431 : Request Header Fields Too Large

Kode ini menampilkan respon server yang tidak bisa memproses permintaan header yang terlalu besar. Klien dapat memodifikasi permintaan dengan mengurangi ukuran header atau menyesuaikan konfigurasi sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh server.

  • 451 : Unavailable for Legal Reasons

Kode ini menampilkan respon server yang tidak dapat diproses karena alasan hukum tertentu. Contohnya konten terlarang, hak cipta, sensor, dan peraturan lainnya.

  • 499 : Client Closed Request

Merupakan kode khusus dalam log Nginx. Umumnya terjadi karena klien membatalkan permintaan atau koneksi terputus.

5. 5XX – Pesan kesalahan server

  • 500 : Internal Server Error

Kode ini menampilkan respon server bahwa terjadi kegagalan pada sisi server sehingga permintaan tidak dapat diproses. Error ini biasanya terjadi karena adanya masalah internal, seperti kesalahan konfigurasi server, database, logic dalam aplikasi.

  • 501 : Not Implemented

Kode ini menampilkan respon bahwa server tidak mendukung fungsi yang dibutuhkan untuk memproses permintaan. Biasanya terjadi karena metode yang digunakan tidak mendukung perlu adanya tindakan baik dari pemilik situs web ataupun server web itu sendiri.

  • 502 : Bad Gateway

Kode ini menampilkan respon bahwa server menerima permintaan yang tidak valid. Biasanya server bertindak sebagai gateway atau proxy sebelum permintaan sampai ke server tujuan (titik akhir) yang diminta. Penyebab umumnya adalah timeout, server yang dituju tidak berfungsi, dan kesalahan konfigurasi server.

  • 503 : Service Unavailable

Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan diproses saat ini. Hal ini biasanya bersifat sementara karena permintaan yang overload, pemeliharaan jaringan atau masalah sementara lainnya.

  • 504 : Gateway Timeout

Kode ini menampilkan server merespon sebagai gateway atau proxy namun kehabisan waktu sebelum server terakhir atau titik akhir tujuan menerima permintaan.

  • 505 : HTTP Version Not Supported

Kode ini menampilkan respon server bahwa versi protokol HTTP tidak mendukung pada saat permintaan dilakukan.

  • 511 : Network Authentication Required

Kode ini menampilkan respon server bahwa permintaan butuh authentikasi jaringan terlebih dahulu sebelum dikirimkan. Contonya adalah Whitelist IP.

  • 521 : Web server is down

Kode ini merupakan respon yang diberitahukan oleh web server cloudflare. Hal ini terjadi karena cloudflare tidak terhubung dengan server akhir atau titik akhir.

  • 525 : SSL Handshake Failed

Kode ini menampilkan respon server bahwa terjadi kegagalan pada saat SSL Handshake. Biasanya terjadi karena private key dan file certificate yang tidak match.

Jadi, Sudah Pahamkah Arti dari Setiap HTTP Status Codes?

Anyway, meski terlihat banyak, arti dari setiap kode angka tersebut dapat diidentifikasi melalui digit pertamanya.

Oia, untuk pesan error yang berawal dari server, misalnya error 5XX, dapat dihindari dengan menggunakan hosting atau server dengan kualitas andal yang minim gangguan, seperti hosting dari Jetorbit. 

Hosting murah bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian pilih sesuai dengan kebutuhan kalian. 

Semoga bermanfaat 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan:

Leave a Comment