Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya

Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya

Sharing is caring!

Ada tiga jenis sistem operasi komputer yang banyak dipakai, yaitu Windows, Linux, dan MacOS. Debian adalah salah satu jenis sistem operasi Linux yang cukup banyak digunakan. Ada yang belum kenalan sama Debian? Tak usah lama-lama, kenali lebih dekat yuk Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya

Apa Itu Debian?

Debian adalah sistem operasi gratis berbasis kernel Linux yang mampu memenuhi kebutuhan penggunanya lewat puluhan ribu software di dalamnya. Sebagai catatan, sistem operasi adalah pusat untuk menjalankan seluruh program pada komputer ataupun server.

Sedangkan kernel, merupakan inti dari sistem operasi. Gunanya, untuk mengelola semua aplikasi pada perangkat keras komputer. Mulai dari manajemen memori, proses, hingga penyimpanannya.

Ibarat bus, untuk menjalankan mesinnya alias kernel, kalian butuh supir, yang tak lain adalah Debian itu sendiri.

Trus, software apa saja sih yang Debian sediakan? Faktanya, ada lebih dari 51.000 packages yang bisa dipilih, di antaranya terkait:

  1. Aplikasi untuk mengelola dan membaca dokumen;
  2. Program database;
  3. Program komunikasi;
  4. Aplikasi perkantoran (LibreOffice, Gnumeric);
  5. Aplikasi untuk memutar video;
  6. Mengelola font;
  7. Library untuk developer;
  8. dsb.

Dengan pilihan packages yang melimpah, tak heran debian server adalah sistem operasi yang cocok digunakan siapa pun. Mulai dari server, developer, perusahaan besar hingga organisasi kecil, hingga pengguna komputer secara umum.

Hal tersebut selaras dengan slogan yang Debian angkat: The Universal Operating System. Nyatanya, fungsi Debian memang cukup fleksibel dan bermanfaat bagi berbagai kalangan.

Fungsi Debian

Debian adalah sistem operasi yang multiguna. Berikut dua fungsi utama Debian:

1. Sebagai Sistem Operasi Desktop

Debian bisa dijadikan sebagai sistem operasi desktop. Menggantikan Linux hingga Windows OS.

Pasalnya, Debian kompatibel di berbagai jenis hardware. Baik yang lawas hingga modern. Selain itu, tersedia puluhan ribu packages yang tidak dimiliki OS lainnya.

Misalnya, Microsoft Office tidak disediakan oleh Linux. Sehingga, bagi yang kerja kantoran mungkin agak terkendala.

Namun, lain halnya dengan Debian. Pada sistem operasi ini, kalian bisa menginstal LibreOffice. Di sini tersedia tools untuk mengedit teks ataupun spreadsheet seperti Excel.

Alhasil, pekerjaan kantoran pun bisa di lselesaikan dengan minim kendala.

2. Membangun Server

Keunikan Debian yaitu selain sebagai OS desktop, sistem operasi ini bisa untuk membangun server. Baik itu web server, mail server, DNS server, dan sebagainya.

Apalagi, Debian tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang rumit. Kalian bisa menginstalnya di PC 32-bit ataupun yang lebih tinggi. Selain itu, performa Debian juga tidak ecek-ecek, loh.

Debian server rupanya mampu memberikan performa yang stabil, dengan tingkat keamanan yang ketat. Bahkan, setiap versinya bisa memakan waktu pengerjaan hingga dua sampai tiga tahun demi mendapat hasil yang mendekati sempurna.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Debian?

Meski peminatnya tidak sebesar sistem operasi lain, Debian sebenarnya memiliki banyak kelebihan lho.

Berikut kelebihan dari Debian:

  1. Memiliki performa yang terbilang stabil, ringan dan cepat sebagai sistem operasi desktop atau server builder.
  2. Memiliki banyak paket perangkat lunak dengan berbagai fungsi yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda.
  3. Memiliki tiga repositori (stabil, testing, tidak stabil) sehingga pengguna dapat mencoba bahkan versi terbaru.
  4. Dapat digunakan pada banyak komputer yang berbeda karena didukung oleh arsitektur hardware yang berbeda.
  5. Bisa digunakan di laptop.
  6. Dapat digunakan untuk membuat server.
  7. Ada sistem upgrade yang memungkinkan pengguna mengunduh versi terbaru dengan mudah dan sederhana.
  8. Ada petunjuk detail dan lengkap.

Berikut kekurangan dari Debian:

  1. Siklus pengembangan sangat lambat dan bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum versi terbaru dirilis.
  2. Software yang digunakan biasanya versi lama.
  3. Sebuah versi perangkat lunak baru sebenarnya harus melewati persyaratan pengujian keamanan dan stabilitas sebelum akhirnya dapat dimasukkan ke dalam Debian sehingga dianggap sangat sulit.
  4. Instalasi yang dilakukan untuk pertama kali seringkali memiliki kesulitan tersendiri, terutama dalam hal konfigurasinya.
  5. Membutuhkan arsip besar minimal 40-60 GB.

Cara Download dan Menggunakannya

Dikarenakan sistem operasi ini cocok untuk pemula dan ahli, memulainya cukup sederhana. Silakan ikuti beberapa tips untuk memulai di bawah ini.

Download

Seperti yang diketahui bahwa Debian itu gratis. Oleh karena itu, kalian dapat mengunduhnya langsung dari situs web resminya. Sebagai saran, pilihlah seri terbaru agar fungsinya lebih up to date.

Namun, versi berbayar juga tersedia. Dalam versi berbayar kalian akan menerima CD yang berisi software ini.

Instalasi

Unduh selesai, lalu instal. Informasi menari, kalian dapat menginstal Debian di desktop kalian atau mengatur sebagai server. Nah, apa bedanya?

Untuk desktop berarti komputer kalian menjalankan sistem operasi ini. Oleh karena itu, seluruh tampilan operasi mengikuti format dari sistem operasi ini.

Sedangkan server adalah sistem operasi yang ada pada server. Artinya, sistem operasi ini bertanggung jawab atas pengoperasian normal semua aplikasi yang terinstal di situs web yang dihosting server.

Nah, yang membuat sistem operasi layak menjadi server adalah kinerjanya yang cukup stabil, aman, dan menawarkan puluhan ribu aplikasi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pengguna.

Konfigurasi

Selanjutnya, konfigurasikan sistem operasi ini. Seperti yang diketahui, sistem operasi ini dapat digunakan sebagai host. Salah satu jenis hosting yang biasa digunakan oleh Debian adalah VPS.

Alasan untuk ini adalah bahwa situs web yang menggunakan VPS biasanya merupakan situs dengan lalu lintas tinggi dan membutuhkan sumber daya yang terampil. Selanjutnya, sistem operasi ini dapat menjaga performa dari VPS agar tetap stabil.

Namun, kalian harus terlebih dahulu mengkonfigurasi VPS Debian. Ini akan memudahkan kalian untuk menginstal paket yang dibutuhkan dan meningkatkan keamanan.

Oia, kalian juga dapat menjalankan beberapa situs web pada satu server VPS. Caranya adalah dengan membuat server virtual.

Jika kalian belum tahu, virtual host adalah metode untuk menambahkan beberapa domain dengan satu alamat IP server. Selain itu, server virtual juga menyediakan ruang penyimpanan bagi pengguna untuk mengakses konten web melalui browser web.

Maksimalkan Performa

Setelah konfigurasi selesai, kalian dapat mengoptimalkan kinerja Debian. Tujuannya agar kalian mendapatkan performa yang lebih stabil, aman, dan optimal.

Cara untuk memaksimalkan kinerja dari sistem operasi ini, yaitu:

  1. Tingkatkan keamanan lalu lintas server dengan SSL (Secure Socket Layer).
  2. Tingkatkan keandalan server sistem operasi kalian dengan menginstal aplikasi tambahan, LEMP (Linux, Nginx, MariaDB, dan PHP). Nginx untuk dijadikan server web, MariaDB untuk membuat server, dan PHP untuk memproses konten yang dinamis.
  3. Tak hanya LEMP, tingkatkan kinerja server Debian dengan LAMP (Linux, Apache, MarioDB dan PHP). Apache akan mempercepat pemrosesan setiap permintaan di server.
  4. Jika ingin membuat situs web di server sistem operasi ini, kalian dapat menginstal WordPress. Namun, sebelum menginstal WordPress di Debian, pastikan LAMP sudah terinstal terlebih dahulu, ya.

Linux vs Debian

Sebagai salah satu sistem operasi berbasis Linux, peminat Debian relatif lebih sepi.

Sedangkan posisi pertama masih diisi oleh Linux. Bagi yang belum mengenalnya, Linux adalah sistem operasi berbasis kernel dan mengadaptasi sistem UNIX (sist8em operasi untuk mengolah jaringan kerja komputer).

Meski begitu, bukan berarti Linux Debian adalah yang performanya tertinggal. Nyatanya, Linux vs Debian memiliki kelebihannya masing-masing:

LinuxDebian
Sebagai sistem operasi yang stabil dan ramah penggunaSebagai sistem operasi yang bisa diinstal hampir di semua hardware lawas hingga modern
GratisGratis
StabilStabil
Ramah pemulaBisa digunakan oleh pemula hingga yang sudah ahli
Sederhana dan cepatRingan dan cepat
Menyediakan sekitar 30ribu packages Menyediakan lebih dari 51ribu packages
Update terbaru rilis setiap bulan Update terbaru biasanya rilis setiap dua tahun sekali
Dokumentasi online cukup bagi pemula Dokumentasi online lengkap dan mudah diikuti
Membutuhkan RAM minimal 1GBMembutuhkan RAM minimal 1GB

Melihat perbandingan Linux vs Debian di atas, bisa disimpulkan bahwa:

  1. Linux cocok untuk pengguna awam, perusahaan kecil hingga besar dengan manajemen yang lebih siap dan mampu mengembangkan sistem dengan lebih mandiri;
  2. Debian cocok untuk pengguna awam, perusahaan kecil hingga besar yang memiliki spec hardware terbatas dan menginginkan sistem yang siap pakai

Jadi gimana menurut kalian? Apakah tertarik untuk mencoba menggunakan Linux Debian sebagai sistem operasi komputer? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya 🙂

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya
Artikel
Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Ada yang belum kenalan sama Debian? Tak usah lama-lama, kenali lebih dekat yuk Apa Itu Debian, Fungsi, Kelebihan, dan Cara Menggunakannya
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like