Mengenal dan Mengetahui Jenis-jenis HTTP Status Code Secara lengkap

Sharing is caring!

Http status code adalah pesan singkat yang dikirimkan oleh server terhadap halaman website yang Anda miliki.

Pesan ini akan muncul setiap kali browser yang Anda gunakan berinteraksi dengan server web dari website yang Anda pakai.

Meskipun terbilang tidak berpengaruh namun jika Anda adalah seorang web development maka memahami status code ini sangatlah penting.

Http status code adalah sebuah tools yang bisa Anda gunakan untuk mendiagnosa dan memperbaiki kesalahan-kesalahan pada website.

Pada artikel ini kita akan mengetahui beberapa status kode dan cara mengatasinya pada website.

Mengenal Apa Itu Http Status Code

Setiap kali Anda browsing pada mesin pencari dan mengklik salah satu website maka browser akan mengirimkan permintaan ke server web. Kemudian server akan menerima permintaan Anda lalu akan mengirimkan kembali resource yang Anda inginkan bersamaan dengan HTTP Header.

Nah pada saat proses pengiriman, Http status code akan dikirimkan pada browser yang Anda gunakan.

Namun untuk proses permintaan dan pengiriman ini memang tidak terlihat pada halaman website, sehingga Anda tidak bisa dengan mudah melihat Http status code.

Http Status code hanya akan muncul ketika terjadi masalah pada permintaan dan pengiriman antara website dan juga server.

Berikut adalah salah satu pesan error yang biasa muncul ketika permintaan akses tidak bisa dipenuhi oleh server:

Pesan error di atas menyampaikan bahwa URl yang Anda minta tidak tersedia pada server. Sehingga Anda akan mendapatkan pesan error tersebut.

Mengenal Jenis-Jenis Kelas pada Http Status Code

Untuk pesan error Http status code dibagi menjadi 5 kelas terpisah, beberapa kelas ini dibedakan oleh jenis informasi yang di kirimkan. Berikut di antaranya :

  • 100s: Kode informasional yang menunjukkan bahwa permintaan yang dimulai oleh browser masih berjalan.
  • 200s: Kode sukses dikirim kembali ketika permintaan browser diterima, dipahami, dan diproses oleh server.
  • 300s: Kode redirect dikembalikan ketika resource baru telah diganti untuk resource yang diminta. Biasanya terjadi ketika Anda mengakses link satu ke link lainnya namun masih dalam satu website.
  • 400s: Kode kesalahan yang menunjukkan bahwa ada masalah dengan permintaan.
  • 500s: Kode kesalahan server menunjukkan bahwa permintaan diterima, tetapi ada kesalahan pada server dan permintaan ditolak.

Penjelasan Http status code di atas hanyalah penjelasan singkat yang sebenarnya masih banyak kode error yang terdapat pada setiap kelas.

Memeriksa HTTP Status Code di Google Search Console

Salah satu cara untuk memantau bagaimana Google memandang Http status code di situs Anda adalah dengan menggunakan Google Search Console. Anda dapat melihat kode status level 300, 400, dan 500 dalam laporan Cakupan atau Coverage :

Area dashboard ini menunjukkan empat jenis konten di situs Anda:

  • Halaman yang menampilkan kesalahan.
  • Halaman valid yang memiliki peringatan.
  • Resource yang valid.
  • Konten yang dikecualikan dari indeks.

Anda dapat menemukan pesan kelasahan pada setiap halaman dengan mengklik salah satu fitur, kemudian cek pada bagian detail di bawah:

Di sini saya mendapati pesan kesalahan error 404 yang berarti ada url yang tidak memiliki konten pada website yang saya miliki

Daftar Lengkap Http Status Code dan Pengertiannya

Sebenarnya ada lebih dari 40 status code yang mungkin jika dijelaskan satu persatu akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk itu di artikel ini akan saya jelaskan beberapa status code yang sering Anda temui.

Status Code 100

Kode status 100 adalah kode yang memberi tahu Anda bahwa permintaan yang Anda buat ke server masih dalam proses karena beberapa alasan. Ini belum tentu menjadi masalah, ini hanya informasi tambahan untuk memberi tahu Anda apa yang sedang terjadi dalam proses pengiriman permintaan tersebut.

  • 100 “Continue” : artinya proses pengiriman permintaan masih ditanggapi oleh server dan sedang dalam proses pengiriman resource.
  • 101 “Switching protocols” : Browser Anda telah meminta server untuk mengubah protokol, dan server telah mematuhinya.
  • 103 ” early Hints” : proses mengembalikan beberapa header respons sebelum respons server lainnya siap di kirimkan.

Status Code 200

Ini adalah jenis HTTP status code terbaik untuk diterima. Respons 200 berarti bahwa semuanya bekerja sebagaimana mestinya.

  • 200 “ok” : Ini adalah code yang dikirim ketika halaman web atau rersource berjalan seperti yang kita inginkan.
  • 201 “created” : Server telah memenuhi permintaan browser
  • 202 “accepted” : Server telah menerima permintaan browser Anda tetapi masih memprosesnya.
  • 203 “Non-Authoritative Information” : Code status ini mungkin muncul saat proxy digunakan.oini berarti memberi bahwa proxy yang anda gunakan berstatus OK
  • 204: “No Content.” : Code ini berarti bahwa server telah berhasil memproses permintaan, tetapi tidak akan mengembalikan konten apa pun.
  • 205: “Reset Content.” : sama seperti code 204, ini berarti server memproses permintaan tetapi tidak akan mengembalikan konten apa pun. Namun, mengharuskan browser Anda mengatur ulang tampilan dokumen.
  • 206: “Partial Content.” : Code status inih biasanya terjadi ketika anda mengunduh sebuah file namun file tersebut belum 100& terdownload. jadi status Code ini akan muncul.

Status Code 300

Redirect adalah proses yang digunakan untuk mengkomunikasikan bahwa resource telah dipindahkan ke lokasi baru. Ada beberapa HTTP status code yang ada pada redirect,

  • 300: “Multiple Choices.” : Code Ini ketika browser kebingungan ingin mengakses permintaan yang mana
  • 301: “The requested resource has been moved permanently.” : Code ini dikirim ketika halaman web atau resource telah diganti secara permanen dengan sumber daya yang berbeda.
  • 302: “The requested resource has moved, but was found.” : Code ini digunakan untuk menunjukkan bahwa resource yang diminta ditemukan, hanya saja tidak di lokasi yang diharapkan.
  • 303: “See Other.” : Code 303 memberi tahu browser Anda bahwa ia menemukan sumber daya yang diminta browser melalui POST, PUT, atau DELETE. Namun, untuk mengambilnya menggunakan GET, Anda perlu membuat permintaan yang sesuai ke URL yang berbeda dari yang sebelumnya Anda gunakan.
  • 304: “The requested resource has not been modified since the last time you accessed it.” : Code ini memberi tahu browser bahwa sumber daya yang disimpan di cache browser belum berubah.
  • 307: “Temporary Redirect.” : Code status ini telah menggantikan 302 “found” sebagai tindakan yang sesuai saat resource dipindahkan sementara ke URL yang berbeda.
  • 308: “Permanent Redirect.” : Code status 308 adalah penerus kode 301 “Permanent Redirect”. menunjukkan bahwa resource yang diminta sekarang secara permanen berada di URL baru.

Status Code 400

Pada tingkat 400, Https Status code mulai menjadi bermasalah. Ini adalah code kesalahan yang menentukan bahwa ada kesalahan dengan browser dan permintaan Anda.

  • 400: “Bad Request.” : Server tidak dapat memberikan tanggapan karena kesalahan di pihak client
  • 401: “Unauthorized” atau “Authorization Required.” : Ini adalah pengembalian oleh server ketika resource target tidak memiliki kredensial otentikasi yang valid.
401 authorization required pada nginx web server
  • 402: “Payment Required.” : Awalnya, code ini dibuat untuk digunakan sebagai bagian dari sistem pembayaran kas digital. Namun, rencana tidak pernah terlaksana. Sebaliknya, ini digunakan oleh berbagai platform untuk menunjukkan bahwa permintaan tidak dapat dipenuhi, biasanya karena kurangnya dana yang dibutuhkan
  • 403: “Access to that resource is forbidden.” : Code ini di berikan saat pengguna mencoba mengakses sesuatu yang tidak mereka miliki izin untuk melihatnya.
  • 404: “The requested resource was not found.” : Ini adalah pesan kesalahan paling umum dari semuanya. Code ini berarti bahwa sumber daya yang diminta tidak ada
  • 405: “Method not allowed.” : Ini dibuat ketika server hosting (server asal) mendukung metode yang diterima, tetapi sumber daya target tidak.
  • 409: “Conflict.” : Code status 409 berarti bahwa server tidak dapat memproses permintaan browser Anda karena ada konflik dengan sumber daya yang sama.
  • 410: “The requested resource is gone and won’t be coming back.” : Ini mirip dengan kode 404 “not found”, namun untuk 410 menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak ada secara permanen.
  • 429: “Too many requests.” : Ini dihasilkan oleh server ketika pengguna telah mengirim terlalu banyak permintaan dalam jangka waktu tertentu (pembatasan kecepatan).
  • 431: “Request Header Fields Too Large.” : Server tidak dapat memproses permintaan karena kolom header terlalu besar.
  • 451: “Unavailable for Legal Reasons.” : Operator server telah menerima permintaan untuk melarang akses ke resource yang Anda minta
  • 499: “Client closed request.” : Pesan ini di kembalikan oleh NGINX saat klien menutup permintaan saat Nginx masih memprosesnya.

Status Code 500

Status Code Level 500 juga dianggap error. Namun, mereka menunjukkan bahwa masalahnya ada di ujung server. Ini bisa membuat lebih sulit untuk diselesaikan.

  • 500: “There was an error on the server and the request could not be completed.” : Ini adalah code umum yang berarti “internal server error”. Ada yang tidak beres pada server dan resource yang diminta tidak terkirim.Sebagai contoh error nya adalah fix the error establishing a database connection
  • 501: “Not Implemented.” : Kesalahan ini menunjukkan bahwa server tidak mendukung fungsionalitas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.
  • 502: “Bad Gateway.” : kesalahan ini berarti bahwa satu server telah menerima respons yang tidak valid dari yang lain, seperti saat server proxy sedang digunakan. Di lain waktu.
  • 503: “The server is unavailable to handle this request right now.” : Kode ini dapat dikembalikan oleh server yang kelebihan beban yang tidak dapat menangani permintaan tambahan.
  • 505: “HTTP Version Not Supported.” : Server tidak mendukung versi HTTP yang digunakan klien untuk membuat permintaan.
  • 521: “Web server is down.” : Kesalahan 521 adalah pesan kesalahan khusus Cloudflare. Ini berarti browser web Anda berhasil terhubung ke Cloudflare, tetapi Cloudflare tidak dapat terhubung ke server web anda.
  • 525: “SSL Handshake Failed”. : Kesalahan 525 berarti bahwa handshake SSL antara domain yang menggunakan Cloudflare dan server web asal gagal.

Kesimpulan

Mungkin akan terlihat membingungkan bagi Anda yang baru saja melihat beberapa kode diatas, untuk itu jangan pasakan untuk menghafal semua jenis kode error tersebut.

Anda bisa menyimpan rumus kode error di atas dan menjadikannya sebagai acuan jika terdapat masalah pada website yang Anda miliki.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?