Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya

Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya

Sharing is caring!

Kalian sudah tahu kah bahwa openSUSE lebih populer di dunia enterprise? Distro Linux ini sudah ada sejak tahun 1990-an dan masih terus berkembang hingga sekarang. Bagi yang belum paham apa itu openSUSE, simak penjelasannya yuk tentang Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya

Apa Itu OpenSuse?

OpenSUSE adalah proyek komunitas open-source dengan distribusi berbasis Linux yang disponsori oleh SUSE Software Solutions Germany GmbH dan perusahaan-perusahaan lainnya.

Proyek openSUSE memiliki komunitas global besar yang turut mengembangkan openSUSE, terkadang dengan sponsor perusahaan. Distribusi proyek ini bebas diunduh kapan saja tanpa biaya.

Distribusi openSUSE menampilkan banyak desktop environment untuk pengguna dengan berbagai kebutuhan. Desktop environment tersebut termasuk KDE, GNOME, Xfce, dan lain-lain. Di dalamnya terdapat sistem manajemen paket, seperti YaST, zypper, DNF, dan lainnya mendukung ribuan paket software open-source yang dapat kalian instal.

Meski sudah ada sejak 1996, openSUSE masih rutin dikembangkan hingga saat ini dan menjadi salah satu distro Linux terbaik. Dalam pengembangannya juga ada banyak sub-project yang mendukung sistem operasi satu ini. Pada tahun 2015, openSUSE mengeluarkan dua versi yakni Leap dan Tumbleweed.

Jenis OpenSUSE

Berikut ini penjelasan terkait dua jenis openSUSE:

Leap

OpenSUSE Leap kompatibel dengan SUSE Linux Enterprise. Hal ini memberikan Leap tingkat stabilitas yang tidak tertandingi oleh distribusi Linux lainnya dan memberikan kemampuan kepada pengguna untuk bermigrasi ke penawaran perusahaan.

Berbeda dengan Tumbleweed, Leap tidak menggunakan sistem rolling release, sehingga harus mengupdate semuanya secara manual. Namun, poin ini pula yang membuat sistem operasi ini lebih stabil dibandingkan Tumbleweed.

Tingkat stabilitas ini memberikan membuatnya cocok digunakan untuk kebutuhan bisnis, bahkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Kernel Linux yang digunakan di Leap terus diperbarui dengan patch dan backport untuk mendukung perangkat keras baru sesuai kebutuhan.

Tumbleweed

OpenSUSE Tumbleweed ada versi openSUSE yang menerapkan rolling release. Rolling release ini membuat kalian tak perlu memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara manual.

OS dan aplikasi terbaru dari versi yang stabil akan langsung diperbarui secara otomatis. Oleh karena itu, Tumbleweed memiliki aplikasi-aplikasi terbaru dan tercanggih.

Distro ini cocok bagi kalian yang memiliki kemampuan teknis mumpuni atau sudah berpengalaman menggunakan Linux sebelumnya. Rolling release ini terkadang membuat versi sistem operasi yang kalian gunakan jadi kurang stabil sehingga kurang cocok digunakan oleh pemula yang belum paham bagaimana menanganinya.

Pengguna Tumbleweed sebaiknya memiliki kemampuan advance terutama dalam mengkompilasi modul kernel. Kelebihan Tumbleweed adalah selain paket software yang selalu up-to-date dan lengkap, performanya juga sangat cepat dan ringan.

OS ini menggunakan Open Build Service (OBS) untuk mempercepat proses build dan menggunakan openQA untuk mengotomatisasi pengujian, menggunakan skenario real-life yang menguji instalasi, upgrade, dual booting, live CD, instalasi jaringan, dan banyak lagi. Ribuan proses dapat dijalankan dengan sangat cepat menggunakan Tumbleweed.

Kelebihan OpenSUSE

Berikut ulasan dari keunggulan sistem operasi yang satu ini:

Kontrol Penuh

OpenSUSE memiliki banyak sub-project untuk mendukung sistem operasi yang satu ini. Selain itu, openSUSE juga memiliki YaST yang merupakan pusat kontrol dari keseluruhan OS.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk melakukan banyak modifikasi terhadap sistem operasi tersebut sesuai kebutuhan. Keleluasaan ini membuat openSUSE cocok bagi kalian yang menginginkan sistem operasi handal untuk menjalankan proses-proses kompleks.

Desktop Environment Beragam

OpenSUSE mendukung banyak desktop manager, seperti KDE dan GNOME. Hal ini membuat kalian dapat menyesuaikannya dengan keinginan dan kebutuhan. Karena itulah openSUSE cocok bagi kalian yang sudah terbiasa menggunakan komputer dengan sistem operasi Linux.

Komunitas Pengguna yang Besar

OpenSUSE adalah salah satu distro Linux terbaik yang sudah ada lebih dari 25 tahun yang lalu. Dengan berbagai fungsi dan fiturnya, sistem operasi yang satu ini mampu menjadi salah satu yang terbaik dan memiliki banyak pengguna, terutama dari orang-orang yang bergelut di bidang IT.

Hal ini membuat openSUSE punya komunitas pengguna yang besar. Tak hanya itu, komunitas developer yang turut mengembangkan sistem operasi ini juga semakin luas. Hal ini tentu akan memudahkan untuk berbagi dengan sesama pengguna atau menemukan solusi jika mengalami kendala saat menggunakan OS ini.

Update Rutin

Pertama kali rilis pada 1996, openSUSE sudah digunakan selama lebih dari 25 tahun. Namun, hingga sekarang OS yang satu ini masih terus berkembang pesat mengikuti zaman dan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks.

Terlebih lagi OS ini dikembangkan secara open-source maka banyak orang yang dapat berkontribusi untuk membuat perkembangannya menjadi lebih cepat dan lebih bagus.

Performa Handal

OpenSUSE adalah OS yang memiliki banyak fitur dan memberikan keleluasaan bagi kalian untuk mengatur keseluruhan sistem operasi. OS ini juga mampu menangani banyak proses dan pengelolaan data yang rumit sekaligus. Tak hanya itu, openSUSE juga ringan, aman, dan cepat.

Kekurangan OpenSUSE

Berikut ini beberapa kekurangan menggunakan OpenSUSE:

1. Proses instalasi sedikit rumit

Hal demikian terjadi karena basis distro Linux sendiri menggunakan sistem dependency untuk file paket instalasinya. Terkadang user pemula agak kesulitan untuk mengoperasikan YaST.

Meskipun tersedia YaST tetapi semestinya sebagai seorang pengguna Linux yang ingin mengenal lebih dekat dengan distro SUSE sudah menjadi kebaikan jika mempelajari dan memahami bagaimana cara menginstall paket installer Linux secara manual, baik file berformat .rpm atau pun .tar.gz (native compilable format).

2. Issue kompatibilitas pada beberapa Hardware

Beberapa hardware juga dilaporkan memiliki kendala / issu driver saat dipasangkan dengan OpenSUSE ini, meskipun tidak berarti semua fungsi hardware tersebut tidak bisa digunakan. Untuk memastikan dukungan format hardware tersebut di OpenSUSE, silakan kunjungi website resmi OpenSUSE, ya.

3. Dukungan komunitas dan forum masih sedikit

Tidak seperti user Ubuntu, dukungan komunitas dan forum online distro OpenSUSE sendiri belum sebanyak Ubuntu. Hal itu terjadi karena masih belum banyaknya pengguna yang melirik distro OpenSUSE ini sebagai alternatif bagi sistem operasi mereka. Adapun sistem operasi lain seperti Ubuntu sudah memiliki pangsa pasar yang luas.

4. Tidak adanya codec default untuk audio

Pada saat instalasi OpenSUSE, defaultnya codec audio (bukan aplikasi audio) dalam hal ini .mp3, tidak terinstall sehingga tidak bisa memutar mp3 di OpenSUSE ini meskipun sudah menginstall aplikasi mp3-player di OpenSUSE.

Untuk itu diperlukan akses internet saat pertama menginstall OpenSUSE di PC agar bisa mendownload codec yang diperlukan saat instalasi Linux ini.

Siapa yang Cocok Menggunakan OpenSUSE?

OpenSUSE adalah distro Linux yang kaya fitur dan cukup rumit. Oleh karena itu, distro Linux yang satu ini kurang cocok bagi kalian yang baru tama kali mengenal Linux.

Namun, jika kalian sudah pernah menggunakan Linux selama beberapa waktu dan tertarik untuk mencoba distro Linux lain maka kalian bisa mencobanya.

OpenSUSE cocok bagi kalian yang menginginkan kontrol yang lebih leluasa atas sistem operasi tersebut. OpenSUSE dapat digunakan sebagai lingkungan desktop sehari-hari tetapi karena menawarkan begitu banyak konfigurasi dan manajemen, ini bukan salah satu distribusi yang harus dipertimbangkan bagi mereka yang baru saja masuk ke Linux.

Jika kalian memutuskan ingin mencoba OpenSUSE, kami merekomendasikan untuk memulai dengan Leap karena akan jauh lebih stabil daripada Tumbleweed. Namun, jika kalian adalah seorang developer atau kalian menginginkan distribusi Linux dengan software terbaru dan terlengkap maka Tumbleweed akan cocok bagi kalian.

Okay, itulah penjelasan tentang apa itu OpenSUSE, jenis, hingga kelebihan serta kekurangannya.

Gimana, apakah kalian tertarik menggunakan OS yang satu ini?

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya
Artikel
Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Bagi yang belum paham apa itu openSUSE, simak penjelasannya yuk tentang Apa Itu OpenSUSE, Jenisnya, Kelebihan, dan Kekurangannya
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like