Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan

Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan

Sharing is caring!

Hai, Orbiters! Tahukah kalian kalau Google Display Network (GDN) merupakan cara lain untuk mengiklankan produk di Google Ads? Namun, iklan produk yang tersebar di internet tidak serta-merta memberikan keuntungan berlipat. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan agar GDN bisa optimal. Okay, simak sampai selesai Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan

Apa Itu GDN (Google Display Network)?

Google Display Network (GDN) adalah iklan yang ditampilkan dengan bentuk display ads. Display ads ini bisa berupa iklan berbentuk teks maupun berbentuk visual.

Contoh Google Display Network dengan format teks:

mengenal google display network 1

Sedangkan, GDN visual bisa berupa gambar, video, hingga GIF sekalipun. Contoh Google Display Network dengan format visual:

mengenal google display network 2

Sebenarnya iklan GDN tak hanya terbatas di website saja tapi juga di aplikasi dan mobile games, lho.

Jenis Penargetan Iklan Google Display Network

GDN memungkinkan kalian untuk melakukan penargetan iklan (Ad Targeting) sehingga bisa menempatkan iklan di tempat yang kalian inginkan. Berikut ini ada beberapa jenis targeting yang bisa dipilih.

Topic Targeting

Kalian bisa gunakan jenis targeting ini jika ingin memasang iklan pada website atau platform terkait topik-topik tertentu.

Oleh karena itu, tipe targeting ini mencegah iklan kalian untuk muncul di website atau platform yang sama sekali tidak terkait dengan produk yang ditawarkan.

Meski begitu, cakupan topic targeting masih terlalu luas. Contohnya, topik hiking tentu tidak akan terhubung pada peralatan kemah saja kan tapi juga produk-produk outdoor lainnya.

Oleh karena itu, tipe targeting mungkin akan kurang cocok jika kalian ingin menargetkan lokasi iklan secara lebih spesifik.

Keyword/Contextual Targeting

Tipe targeting ini memungkinkan kalian untuk menghubungkan iklan dengan keyword-keyword tertentu.

Jika menjual peralatan berkemah, tentu ingin menghubungkan iklan dengan keyword-keyword, seperti “tenda”, “camping”, “hiking”, dan sejenisnya.

Hal ini akan membuat iklan akan muncul di website atau platform yang terhubung dengan keyword-keyword tersebut.

Kalian bisa menggunakan tipe targeting ini untuk menempatkan iklan kalian sesuai dengan konteksnya.

Interest Targeting

Jika kalian khawatir iklannya tidak sampai ke orang-orang yang benar-benar tertarik dengan produk kalian, kalian bisa mencoba tipe targeting ini.

Interest targeting akan memunculkan iklan berdasarkan preferensi target market. Contohnya, misal produk kalian menargetkan calon pelanggan bergaya hidup modern maka iklannya akan muncul di hadapan pengguna yang memiliki preferensi tersebut.

Oleh karena itu, usahakan kalian sudah tahu karakteristik calon pelanggan sebelum memilih jenis targeting ini. Salah satu cara untuk mempelajari karakter mereka adalah dengan membuat buyer persona.

Placement Targeting

Jika sudah tahu website yang sering dikunjungi calon pelanggan, kalian bisa memasang iklan kalian pada website tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan placement targeting.

Contoh penerapannya: Setelah mengobservasi website X, Y, dan Z, kalian memutuskan untuk beriklan di website Y dan Z saja. Alasannya adalah sebagian besar calon pelanggan kalian lebih sering mengunjungi kedua website tersebut.

Inilah mengapa placement targeting merupakan pilihan yang tepat jika mencari opsi targeting yang sangat spesifik.

Nah, jika masih belum tahu website mana yang sering dikunjungi calon pelanggan, tenang, masih ada opsi Automatic placement kok yang mana Google akan mencarikan website yang sesuai dengan keyword iklan kalian.

Remarketing Targeting

Pernah gak kalian melihat produk di suatu website lalu tetiba melihat iklan produk tersebut saat membuka website lain? Jika iya, kalian baru saja menyaksikan praktik remarketing.

Jenis targeting ini cocok jika kalian ingin meraih calon pelanggan yang sudah tertarik tapi belum cukup terdorong untuk membeli.

Selain itu, kalian juga dapat memanfaatkan jenis targeting ini untuk meningkatkan brand awareness sembari meningkatkan konversi.

Demographic Targeting

Jika sebelumnya sudah membuat buyer persona, kalian pasti tahu karakteristik calon pelanggan seperti umur, gender, hingga lokasi domisili mereka.

Nah, kalian juga bisa menampilkan iklannya berdasarkan karakteristik tersebut, nih. Sehingga kalian dapat benar-benar yakin bahwa iklannya muncul di hadapan audiens yang tepat.

Sama seperti interest targeting, kalian harus mengetahui karakter calon pelanggan terlebih dahulu sebelum menggunakan jenis targeting ini.

Keuntungan Google Display Network

Berikut ini ada empat keuntungan yang akan didapatkan bila menggunakan Google Display Network.

Meningkatkan Brand Awareness

Brand awareness bisa meningkat karena GDN menjangkau hingga 90% pengguna internet dan ditampilkan di lebih dari dua juta website. Iklan akan muncul di mana-mana sehingga orang-orang menjadi familiar dengan produk.

Visual Itu Lebih Menarik Target Pasar

Iklan di Google Display Network itu bisa berbentuk visual dan banyak penelitian yang mengatakan bahwa visual lebih menarik daripada teks.

Misal, 90% informasi yang diproses otak itu adalah visual atau 80% orang lebih mengingat apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka baca. Dengan kata lain, pengunjung kemungkinan besar akan mengklik iklan GDN daripada iklan dengan teks biasa. 

Banyak Jenis Targeting

Ada banyak jenis targeting yang bisa dipilih di Google Display Network, mulai dari targeting sesuai kebiasaan dan ketertarikan audiens, sesuai umur dan gender, hingga bisa  menentukan website mana yang akan menampilkan iklan kalian.

Banyaknya jenis targeting di GDN memberikan kalian kebebasan sesuai dengan strategi digital marketing yang diterapkan. 

Remarketing

Remarketing adalah proses yang mana GDN akan menampilkan iklan kalian kepada orang yang sudah mengklik iklan tersebut tapi belum melakukan pembelian. 

Nah, orang itu lalu akan melihat iklan kalian di website dan aplikasi lain yang ia buka.  Remarketing ini sangat berguna karena berfungsi untuk mempertahankan buying intent calon pelanggan.

7 Tips Menggunakan Google Display Network untuk Memaksimalkan Keuntungan

Berikut ini tujuh tips menggunakan GDN agar keuntungan bisnis berlipat.

Buat Iklan Visual

Walaupun GDN bisa menampilkan iklan berbentuk visual tapi ternyata 67.5% iklan yang ditampilkan di GDN masih berupa teks, lho. Padahal iklan teks itu mempunyai CTR yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan iklan visual.

Oleh karena itu, silakan buat iklan di GDN dalam bentuk visual. Apalagi jika bisnis kalian bergerak dalam bidang yang mana visual itu penting. 

Kalian bisa memamerkan foto produk di iklan GDN tersebut, promo yang sedang berjalan, atau sekedar gambar tulisan “Beli Sekarang.” Ingat, visual itu lebih menarik daripada teks.

Buat Iklan di Setiap Format yang Tersedia

Tidak semua website atau platform mendukung ditampilkannya beberapa format display ads sekaligus. Kadang, suatu website sengaja mengatur iklan agar ditampilkan dengan satu format dan resolusi gambar supaya load time cepat. 

Oleh karena itu, jika hanya membuat iklan GDN dengan satu format saja, kalian akan menyia-nyiakan luasnya jaringan iklan dari GDN. Sebab, iklan kalian tak bisa muncul di semua tempat karena tidak didukungnya format iklan tersebut.

Oleh karena itu, silakan pastikan membuat berbagai format, resolusi, dan versi untuk iklan gambar yang ingin ditampilkan.

Gunakan Managed Placements

Managed Placement adalah satu-satunya jenis targeting yang memberikan kendali penuh untuk memilih di mana iklan akan ditampilkan. Managed Placement mengizinkan kalian untuk memilih website/aplikasi mana yang akan menampilkan iklan kalian. 

Nah, dengan begitu kalian bisa menampilkan iklan di tempat yang sering dikunjungi oleh konsumen atau calon konsumen sehingga iklan bisa benar-benar tepat sasaran.

Sementara pada targeting lain seperti berdasarkan minat atau topik, Google lah yang memilih website/aplikasi mana yang sesuai dan relevan secara otomatis.

Gunakan Budget dengan Bijak

Guys, mulailah kampanye dengan budget rendah dahulu ya dan silakan lihat hasilnya bagaimana. 

Jika hasil kampanye tersebut memang bagus, kalian bisa menaikan budgetnya. Namun, jika kampanye itu tak menghasilkan sesuai yang diinginkan, kalian bisa langsung memulai kampanye lainnya dari budget yang tersisa. 

Jangan Lupa Remarketing

Remarketing adalah proses yang mana Google Display Network akan menampilkan iklan kalian kepada orang yang sudah mengklik iklan tersebut tapi belum melakukan pembelian. Orang tersebut lalu akan melihat iklan kalian di website dan aplikasi lain yang ia buka.  

Remarketing ini sangat berguna karena berfungsi untuk mempertahankan minat membeli calon pelanggan. Selain itu, remarketing juga membuat brand kalian menjadi yang pertama kali terlintas di pikiran para calon pelanggan potensial maupun pelanggan yang sudah ada.

Selalu Awasi Iklan Kalian

Kalian harus rutin mengawasi di mana iklan kalian ditempatkan oleh Google. Algoritma Google memang berusaha menempatkan iklan kalian dengan relevan tapi kadang algoritma Google itu tidak konsisten.

Bisa saja iklan kalian sudah tampil di website yang relevan selama beberapa hari tapi tiba-tiba entah kenapa iklan tersebut tidak muncul lagi di sana.

Mengawasi iklan ini sangat penting agar kampanye iklan kalian efektif dan tidak menghabiskan budget dengan sia-sia. Kalian juga akan tahu bagaimana performa iklan sebenarnya dan bisa membuat strategi pemasaran selanjutnya dengan lebih baik lagi.

Sisihkan Budget untuk Testing

Jaringan Google Display Network itu sangat besar dengan pilihan targeting yang bermacam-macam. Jika kalian fokus pada satu targeting saja dan tidak melakukan testing dengan yang lainnya, bisa saja kalian kehilangan banyak calon konsumen potensial.

Oleh karena itu, silakan sisihkan 10-20% budget iklan kalian untuk testing. Kalian bisa membuat kampanye baru dengan pengaturan yang berbeda dengan kampanye utama. Data-data yang didapatkan dari kampanye-kampanye testing ini bisa dijadikan pertimbangan untuk membuat kampanye iklan utama selanjutnya.

3 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memakai Google Display Network

Berikut ini ada tiga kesalahan yang harus kalian hindari saat memakai GDN, yaitu:

Hindari Display Select

Display Select adalah salah satu fitur di Google AdWords yang memungkinkan kalian mengkombinasikan iklan Search Network dengan GDN. Display Select secara otomatis mengalokasikan budget kalian ke pencarian berbayar lalu sisanya akan digunakan untuk display ads.

Kelihatannya bagus tapi kenyataannya tidak. 

Sebab, bisa dikatakan kalian menyerahkan strategi iklan bisnis kalian sepenuhnya kepada Google. Algoritma Google akan secara otomatis menentukan mana targeting yang cocok, berapa budget yang harus dikeluarkan, dan sebagainya. 

Kalian sudah tahu kan bahwa algoritma Google kadang tidak beres sehingga kalian mungkin saja menghabiskan budget sia-sia tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebaiknya hindari fitur Display Select. Usahakan kalian memisahkan kampanye Search Network dengan Google Display Network agar masing-masing bisa bekerja dengan optimal.

Jangan Menerapkan Banyak Jenis Targeting Sekaligus

Luasnya jaringan Google Display Network dan banyaknya jenis targeting yang ditawarkan mengharuskan kalian untuk berhati-hati. Jangan pernah menerapkan banyak jenis targeting sekaligus di satu kampanye karena akan menyebabkan banyak masalah.

Menerapkan banyak jenis targeting di satu kampanye bisa mengurangi jangkauan iklan kalian, hasil akhir yang tidak memuaskan, serta sulit untuk menganalisa data-data yang dihasilkan. Jika ingin menerapkan banyak jenis targeting, lakukan saja testing dengan budget kecil di beberapa kampanye berbeda.

Jangan Sampai Mobile Game Menghabiskan Budget Kalian

Kadang nih, jika handphone dipegang oleh usia anak-anak, tangan mereka bergerak terlalu cepat sehingga secara tak sengaja mengklik display ads yang ada di game tersebut. Klik-klik ini bisa menghabiskan budget tanpa menghasilkan conversion sama sekali. 

Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati memilih mobile game dalam kampanye iklan. Kalian pasti tak mau kan budget iklan tidak balik modal gegara anak-anak kecil?

Okay Guys, sekian pembahasan mengenai berbagai Google Display Network. Harapan kami, kalian bisa selangkah lebih maju untuk mendapatkan keuntungan berlipat di bisnis kalian. Jika memiliki pertanyaan, silakan tinggalkan komentar pada kolom yang tersedia, ya 🙂


Oia, Jetorbit punya Paket Website Toko Online, lho. Kalian bisa menjual apa saja dengan toko online milik kalian sendiri! Mudah digunakan oleh siapa saja yang tentunya disertai dengan dukungan bantuan terbaik yang kalian dapatkan.

Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek di sini.

Have a lovely day

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tutorial dan Informasi Teknologi - Jetorbit Blog
Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan
Artikel
Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan
Informasi mengenai teknologi dan panduan menggunakan hosting, website dan domain
Ada hal mesti yang dilakukan agar GDN bisa optimal. Baca ya Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan
Author Name
Publisher Name
Jetorbit
Publisher Logo
You might also like