Framework adalah kerangka kerja yang dibuat agar proses developing menjadi lebih praktis. Ada banyak pilihan framework PHP yang bisa dipakai, loh. Okay, tak usah pakai lama, langsung simak saja yuk mengenai 8+ Rekomendasi Framework PHP Terbaik untuk Developer Tahun 2024
Framework PHP Terbaik yang Sering Digunakan
Berikut ini beberapa framework PHP terbaik dan paling populer bagi para developer. Yuk simak!
1. Laravel
Jika mencari framework PHP paling mudah pengoperasiannya namun tetap berkualitas luar biasa maka laravel merupakan solusi! Kalian bisa mendesain website semenawan mungkin sesuai dengan apa yang diinginkan
Bukan hanya perkara visual namun laravel juga memiliki fitur-fitur bawaan yang akan menunjang pengembangan website dengan fungsional yang berkompetensi tinggi.
Selain itu, developernya sendiri sudah menyediakan materi yang lengkap maka mempelajari framework PHP juga terasa semakin mudah karena dukungan komunitas yang besar.
2. Symfony
Symfony merupakan framework PHP untuk web development garapan SensioLabs yang sudah memiliki komunitas yang terdiri dari 300.000 developer. Meski mungkin masih kurang familiar dengan yang satu ini namun jangan merugikan kualitasnya karena hal-hal berikut ini:
- Untuk memudahkan orang dari negara manapun untuk belajar, developer sudah menyediakan berbagai versi bahasa.
- Tetap rutin melakukan update untuk meningkatkan kompetensi framework. Selain itu, berfungsi juga untuk menjaga komunitasnya aktif.
- Memiliki fitur pengujian yang komprehensif dan dokumentasi yang sempurna.
Anyway, ada kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti:
- Memakan memori yang cukup banyak sehingga butuh perangkat berspesifikasi cukup tinggi. Alasannya adalah sangat bergantung pada menghasilkan kode dalam jumlah besar sehingga basis kodenya juga akan lebih banyak.
- Usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari framework PHP ini dari dasar cukup besar.
3. Yii 2
Apabila menilik dari waktu rilis, Yii 2 merupakan framework PHP yang tertua. Dalam sisi positifnya, Yii 2 dikenal dengan alasan sebagai berikut:
- Developernya yang begitu suportif pada komunitas.
- Mampu mengakomodasi secara efisien pengembangan website yang modern dan berskala besar.
- Jika dibandingkan dengan symfony maka Yii relatif lebih mudah untuk dipelajari.
- Mampu menyederhanakan operasi database dengan memberi keleluasaan developernya untuk membuat model data menjadi suatu objek. Penyederhanaan dilakukan dengan mengeliminasi keharusan untuk pengulangan SQL queries.
- Fitur proteksi keamanan website yang terjamin.
- Komunitas yang juga aktif dan dokumentasi yang tersusun rapi supaya pembelajaran lebih sistematis.
- Mampu menangani error dengan efisien.
- Integrasi yang mulus dengan software-software pihak ketiga lainnya.
Eitss, jangan langsung terpesona dengan kelebihannya, pertimbangkan juga kekurangan Yii 2 sebagai framework PHP karena:
- Kustomisasi yang cukup kompleks.
- Fitur yang terbatas.
- Tergantung pada menghasilkan kode.
4. CakePHP
Semenjak awal rilisnya di tahun 2005 di bawah lisensi MIT, framework PHP dengan nama CakePHP tetap didistribusikan secara gratis.
Menjadi pilihan yang sangat fleksibel untuk website kebutuhan personal maupun profesional. Tak heran perusahaan besar seperti BMW dan Hyundai mengaplikasikan salah satu framework PHP terbaik berikut dalam website resminya.
Kelebihan lain yang tidak kalah mantap dari CakePHP adalah:
- Tata coding yang rapi karena adanya MVC pattern.
- Proteksi keamanan yang kuat.
- Memudahkan pembelajaran lewat komunitas aktif dan dokumentasi yang lengkap.
Sedangkan kekurangannya adalah:
- Ekosistem yang lebih kecil jika dibandingkan laravel maupun symfony.
- Dukungan yang terbatas pada database NoSQL.
5. CodeIgniter
Jika membicarakan framework PHP performa tinggi maka CodeIgniter tidak boleh dilewatkan begitu saja. CodeIgniter dipandang sebagai framework berfitur cukup canggih dan mampu mengembangkan suatu project dengan cepat.
Kemampuan tersebut karena kelebihannya untuk:
- Menjadi framework PHP yang mudah pemula pahami sehingga dapat menyelesaikan project. Terlihat dari dokumentasinya yang user friendly dan struktur coding yang intuitif.
- Bisa membuat developer mengembangkan kreativitasnya tanpa harus pusing berurusan dengan rangkaian coding yang bertumpuk-tumpuk.
- Fleksibilitas tinggi.
- Ukurannya ringan sehingga pengoperasiannya pun cepat.
- Pengaturan rangkaian coding sesuai pola MVC.
- Efisien menangani permintaan HTTP/
Sayangnya masih ada kekurangan yang terdapat di sini seperti :
- Fitur yang jumlahnya relatif terbatas.
- Update yang cenderung lebih lambat.
- Ekosistem yang kecil pada ekstensi dan plugin.
6. Laminas
Framework PHP yang awalnya bernama Zend Framework merupakan software yang open source dan dikenal karena:
- Memiliki komponen yang bisa dipakai di platform manapun.
- Skalabilitas yang fleksibel.
- Dokumentasi yang lengkap sehingga opsi coding yang bisa dipakai lebih luas.
- Mampu mengoptimasi performa.
- Menjamin keamanan.
Untuk kekurangannya sebagai berikut :
- Kurang cocok untuk project kecil.
- Komunitas yang masih tergolong kecil.
7. Phalcon
Phalcon bisa dibilang sebagai framework dengan gaya rangkaian coding yang unik terinspirasi oleh bahasa pemrograman C dan C++.
Akan tetapi, jelas tidak berhenti pada keunikan tapi Phalcon turut menawarkan:
- Fitur yang canggih mencakup manajemen aset, caching, dan autoloader universal untuk mewujudkan website yang mulus.
- Interface yang user friendly dan dokumentasi komprehensif.
- Penyederhanaan pengembangan PHP.
- Kebutuhan sumber daya server yang kecil.
- Integrasi mulus dengan framework PHP lain.
- Komunitas yang aktif dan terdedikasi.
Di sisi lain, phalcon juga memiliki kekurangan seperti :
- Dukungan hosting yang terbatas.
- Ekosistem yang sempit.
- Fleksibilitas terbatas untuk kustomisasi dan ekstensi.
8. Slim Framework
Dalam pemakaiannya, Slim begitu ideal untuk pengembangan website ataupun aplikasi berskala kecil. Kalian bisa menikmati berbagai hal ini saat memakainya:
- Kompatibel untuk membangun sistem berbasis RESTful API dan layanan website lainnya.
- Fitur yang bagus, seperti URL routing, sesi manajemen, enkripsi cookie encryption, dan sebagainya.
- Fondasi yang solid menangani respon dan permintaan HTTP.
Sebagaimana framework lainnya, Slim pun tidak lepas dari kekurangan, seperti:
- Fitur yang terbatas, tidak sebanyak framework lainnya.
- Ekosistem yang terbatas.
9. FuelPHP
Dalam membantu penggunanya mengembangkan aplikasi atau website dengan maksimal, inilah manfaat yang framework PHP sajikan:
- Sistem pemetaan objek yang kuat.
- Fitur keamanan yang tangguh.
- Pola Model-View-Controller (HMVC) yang tersistematis dengan baik.
- Sistem konfigurasi yang fleksibel.
- Mekanisme caching.
10. PHPPixie
Performa tinggi untuk program full stack yang memang cocok untuk pendesainan aplikasi ataupun website, deskripsi yang tepat menggambarkan PHPPixie. Pernyataan ini tidaklah berlebihan karena:
- Sistemnya yang mengikuti pola Hierarchical Model-View-Controller (HMVC) dengan komponen yang terinstal secara independen.
- Ringan dan berperforma cepat.
- Integrasi yang mulus dengan pemetaan berbasis objek.
- Fitur mengoptimasi performa.
Sedangkan kekurangannya adalah:
- Ekosistem yang masih kecil.
- Update frekuensi relatif lambat.
11. Fat-Free
Fat-Free merupakan PHP framework yang juga dikenal sebagai F3. Fat-Free merupakan framework berbasis open source yang difokuskan membangun aplikasi atau website berkompetensi tinggi. Kemampuan yang timbul disebabkan oleh:
- Menyediakan ORM (Object-Relational Mapping).
- Basis kode yang ringan.
- Menyediakan alat untuk validasi data dan fitur keamanan.
- Routing URL berperforma tinggi.
- Mesin cache multiprotokol.
- Penyorotan kode bawaan.
Di balik itu, ia memiliki kekurangan dalam hal:
- Ekosistem yang masih kecil.
- Kurang dapat diperluas skalabilitasnya.
Fungsi Framework PHP
Berikut ini beberapa fungsi framework PHP:
1. Kode lebih terstruktur
Terstruktur disini maksudnya adalah program yang dibuat akan dimasukkan ke dalam setiap komponen sesuai dengan fungsi masing-masing. Salah satu contohnya adalah Laravel yang menggunakan konsep MVC.
Model berfungsi untuk wadah kode program berupa algoritma pemrograman dan penghubung database aplikasi. View berfungsi sebagai tempat menampung kode program untuk membuat tampilan yang akan ditampilkan. Sedangkan controller berfungsi untuk menghubungkan model dan view menjadi sebuah website utuh.
2. Membantu kinerja developer
Kalian sudah pasti berpikir bahwa sebenarnya dalam membuat sebuah aplikasi dapat dilakukan tanpa menggunakan bantuan framework. Ya tentu bisa namun jika proyek masih dalam lingkup kecil. Sebabnya adalah agar dapat efisien dalam segi waktu makanya framework memang pilihan yang tepat untuk hal tersebut.
3. Mempercepat pembuatan website
Bukan berarti pembuatan website yang baik dilakukan dengan cepat saja namun juga dilakukan dengan lebih cepat untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan customer.
Pengembang aplikasi hanya perlu menggunakan komponen yang sudah tersedia dalam framework sehingga tidak perlu lagi menyusun ulang kode dari awal.
Simpulan
Okay, jadi itulah pembahasan mengenai framework PHP terbaik yang bisa kalian gunakan di tahun 2024 ini. Semua opsi framework PHP tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Poin utamanya sih semuanya kembali pada kebutuhan kalian.
Semoga bermanfaat ya 🙂









Leave a Comment