Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya

Kalian sudah pahamkah bahwa dalam mengelola server, memastikan kecepatan dan keamanan adalah hal yang terpenting? Kalem, sekarang sudah ada teknologi yang memudahkan untuk mengoptimalkan keduanya. Tak usah pakai lama, langsung simak selengkapnya saja yuk mengenai Pengertian Raid Server, Jenis, dan Cara Kerjanya

Pengertian Raid Server

Kata RAID di sini merupakan singkatan dari Redundant Array of Independent Disks. Dalam Bahasa Indonesia artinya susunan disk dalam jumlah berlebih yang berdiri secara independen.

Storware menjelaskan Raid server adalah server yang dilengkapi teknologi untuk menyimpan sejumlah data yang tersebar pada beberapa hard drives. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya error dengan lebih baik maupun untuk meningkatkan performa.   

Umumnya teknologi Raid server banyak digunakan dalam lingkungan perusahaan karena pasti ada beberapa sektor yang berurusan dengan data-data sensitif customer.

Jenis Raid Server

RAID server terbagi lagi ke dalam 2 kategori besar, yaitu berdasarkan level fungsional dan berdasarkan perangkat di mana ia terpasang. Berikut ini penjelasan selengkapnya sebagaimana yang dilansir techtarget : 

1. Berdasarkan Level Fungsional 

Maksud level fungsional di sini mengacu pada kompetensi yang dimiliki RAID tersebut. Mencakup pada sampai sejauh apa toleransinya pada error, meningkatkan performa server, dan kapasitas penyimpanannya. Apa saja level-levelnya? Yuk simak pembahasannya menurut red switches : 

RAID 0

RAID dalam level ini sudah memiliki sistem data striping tapi tidak menyediakan redudansi data dan toleransi kesalahan. 

RAID 1

RAID server level 1 sering dikenal juga sebagai disk mirroring yang mana konfigurasinya terdiri atas paling sedikit dua drives yang menduplikasi penyimpanan data. Hal yang membuat performa pembacaan datanya meningkat karena dari kedua disk bisa dibaca pada saat yang bersamaan. Sayangnya, di sini tidak memiliki sistem data striping

RAID 2

Konfigurasi ini menggunakan striping di seluruh disk sedangkan beberapa disk bertanggung jawab menyimpan informasi serta melakukan pemeriksaan dan perbaikan kesalahan (ECC).

Selain itu, RAID 2 juga menggunakan paritas yang terdedikasi ke dalam  kode Hamming, bentuk linear dari ECC. 

Saat ini, versi ini sudah tidak terpakai karena sudah kalah bersaing dengan versi-versi yang lebih modern. 

RAID 3

RAID 3 dalam level RAID server menekankan pada proses striping lalu cenderung mengalokasikan penyimpanan datanya pada satu jalur saja. Selain itu, level yang satu ini juga memiliki kelebihan lain: 

  • Telah terpasang sistem informasi ECC untuk mengantipasi terjadinya error.
  • Dapat melakukan pemulihan data dengan menghitung informasi eksklusif yang direkam pada drive lainnya.
  • Cocok digunakan untuk sistem pengguna tunggal dengan aplikasi rekaman yang panjang. Alasannya adalah karena kinerja operasional dari RAID ini yang mengakses semua drive secara bersamaan, tidak dapat melakukan penumpukan di salah satu jalur. 

RAID 4

Tingkat RAID 4 menggunakan stripe besar, yang memungkinkan pengguna dapat membaca catatan dari setiap drive tunggal. Selain itu, karena sistem operasi yang mengizinkan adanya tumpang tindih sehingga dapat membantu performa pembaca data oleh server. 

RAID 5

Merupakan sebuah level RAID server yang cara kerjanya berdasarkan parity block-level striping. Informasi paritas ini tersebar di seluruh drive, memungkinkan array tersebut tetap berfungsi meski satu drive mengalami kegagalan.

Arsitektur array memungkinkan operasi baca dan tulis melintasi beberapa drive. Hal ini menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada satu drive meski tidak secepat array RAID 0. 

Biasanya RAID 5 butuh setidaknya tiga disk tetapi sering disarankan untuk menggunakan setidaknya lima disk. Alasannya untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja.

RAID 6 

Teknis bagaimana server berikut berfungsi kurang lebih mirip dengan RAID 5 tapi di sini melibatkan skema distribusi paritas yang kedua ke semua drive dalam array

Adanya tambahan paritas membuat array tetap bisa berfungsi baik meski dua disk secara berturut-turut mengalami kegagalan. Namun. adanya perlindungan tambahan juga membawa konsekuensi yang mana RAID jadi lebih lambat performanya dibanding RAID 5.

2. Berdasarkan Perangkat di Mana RAID Terpasang

RAID Hardware

Raid jenis hardware ini lebih baik dibanding jenis software dari segi kecepatan baca dan tulis ke storage. Raid hardware juga dilengkapi baterai untuk menyimpan cache storage, yaitu bbu atau cache vault.

RAID Software

Membangun sebuah raid dari sisi software/OS. Biasanya jika kita menggunakan Linux pada awal setup partisi. Kalian akan jadi lebih mudah menentukan instalasi raid sejumlah dengan kebutuhan kalian.

Keuntungan Menggunakan RAID di Server

  • Keandalan Tinggi: Kemampuan untuk tetap beroperasi jika ada kegagalan disk.
  • Kinerja yang Meningkat: Dapat meningkatkan kecepatan baca atau tulis data, terutama dalam konfigurasi RAID yang menggunakan striping.
  • Skalabilitas: Memungkinkan penambahan kapasitas penyimpanan dan/atau kinerja dengan menambah disk ke dalam array.

Risiko atau Kelemahan Menggunakan RAID di Server

  • Biaya: Konfigurasi RAID dapat lebih mahal karena butuh lebih dari satu disk.
  • Kompleksitas: Konfigurasi dan manajemen RAID butuh pemahaman teknis yang baik dan pemantauan yang rutin.
  • Performa Tertentu: Beberapa level RAID seperti RAID 5 dapat mengalami degradasi performa saat melakukan pemulihan data setelah kegagalan disk.

Apakah RAID Menggantikan Kebutuhan Backup?

Tidak! RAID tidak menggantikan kebutuhan terkait backup yang terpisah. Meski RAID menyediakan tingkat redudansi data, backup yang terpisah tetap dibutuhkan untuk melindungi data dari ancaman yang lebih luas, seperti bencana alam, serangan ransomware, atau kesalahan manusia

Simpulan 

Okay, jadi itulah penjelasan mengenai RAID server. Oia, jangan lupa ya bahwa server ini punya levelnya sendiri dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Nah, kalian harus tahu dulu kebutuhan kalian sejauh apa sehingga bisa menentukan dengan tepat levelnya.

Semoga bermanfaat ya 🙂 

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Pilot

Drove Jetorbit to be the best technology solution for business every human on planet.

Bagikan:

Leave a Comment