Pengertian dan Fungsi Bandwidth

Sharing is caring!

Penggunaan internet semakin ke sini semakin meningkat jumlahnya karena setiap hari selalu ada peningkatan jumlah pengguna internet. Oleh karena itu, internet bukan menjadi hal baru bagi masyarakat. Bagi Anda yang sering menggunakan internet atau belajar lebih dalam tentang teknologi informasi, pasti tidak asing lagi dengan istilah bandwidth. Namun, istilah bandwidth pasti masih asing bagi pengguna internet awam.

Nah, berikut ini merupakan penjelasan lebih jelas tentang apa itu bandwidth serta fungsinya. Tujuannya agar Anda tidak hanya dapat menggunakan internet namun dapat lebih memahami cara kerja layanan internet.

Pengertian Bandwidth

Bagi orang yang berkecimpung dengan segala urusan website dan jaringan pasti mereka mengetahui apa itu bandwidth.

Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya disebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu.

Bandwidth digital adalah kapasitas yang menentukan seberapa banyak atau besar data digital yang dapat dilewatkan dalam saluran transmisi kabel atau nirkabel (wireless) dalam satuan waktu.

Sedangkan pengertian bandwidth pada jaringan komputer ialah sinonim yang biasa dipakai untuk transfer data rate, yaitu jumlah data yang dapat dibawa pada satu titik menuju titik lain dalam jangka waktu tertentu (biasanya dalam hitungan detik) pada jaringan.

Besarnya bandwidth berpengaruh terhadap kemampuan akses yang diberikan. Kemampuan transmisi data seperti file video, audio, gambar atau lainnya menjadi lebih tinggi dengan bandwidth yang besar. Biasanya, bandwidth memiliki satuan bps (bit per second). Contohnya, ukuran bandwidth sebesar 100 Mbps berarti kecepatan yang diperoleh untuk mentransfer data sebesar 100 Megabit setiap detiknya.

Jadi kalau dibilang bandwidthnya adalah 100 Mbps, berarti dalam satu detik saluran tersebut dapat melewatkan data maksimum sampai 100 Megabit.

Sebenarnya apa yang terjadi jika internet Anda tiba tiba lelet? Misalkan bandwidth Anda 10 Mbps tetapi tiba-tiba lelet serasa 1 Mbps. Hal ini bukan berarti bandwidth atau saluran yang Anda gunakan berubah menjadi sempit.

Sebenarnya, saluran yang anda gunakan, besarnya, dan kapasitasnya tetap sama tetapi porsi dari saluran yang Anda bisa gunakan lebih kecil. Hal ini dikarenakan ada pengguna lain menggunakan saluran yang sama sehingga anda harus berbagi saluran.

Jenis Bandwidth dalam Jaringan Komputer

Ada dua jenis bandwidth yang sering dikenal dalam dunia jaringan komputer, yakni:

  • Bandwidth Digital

Bandwidth digital merupakan kapasitas yang menentukan jumlah data digital yang dapat ditransmisikan, baik melalui saluran yang menggunakan kabel atau nirkabel dalam waktu tertentu yang dihitung dalam bit. Bandwidth jenis ini banyak digunakan oleh penyedia jasa internet atau ISP di Indonesia.

Bandwidth digital ini memberikan informasi secara digital tentang kapasitas yang menentukan informasi tersebut bisa melampaui saluran transmisi, baik saluran yang menggunakan kabel maupun saluran nirkabel yang juga dihitung dalam satuan waktu dalam satuan bit, misalnya 20 Kilobite perdetik (Kbps).

  • Bandwidth Analog

Bandwidth analog menyatakan perbedaan antara frekuensi rendah dan frekuensi tinggi dalam rentang satuan frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz), yang dapat memastikan banyaknya informasi yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. Biasanya, bandwidth ini sangat jarang digunakan dalam dunia jaringan.

Fungsi Bandwidth

Setelah mengetahui pengertian dari bandwidth, maka Anda sudah dapat mengetahui fungsi dasar dari bandwidth, yaitu menghitung besarnya kemampuan dalam transmisi data yang dilakukan pengguna. Namun, selain fungsi utama masih ada beberapa fungsi bandwidth yang belum Anda ketahui. Beberapa fungsi bandwidth tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

1. Media Transfer Data

Fungsi bandwidth sebagai media transfer data menjadi fungsi utama. Misalkan dalam membangun jaringan LAN membutuhkan kabel fisik LAN yang menghubungkan antara koneksi LAN dengan perangkat komputer yang akan digunakan. Dalam kabel LAN tersebut terdapat jalur yang memungkinkan terjadinya transfer data dari satu komputer ke komputer lainnya.

2. Pembatas Kecepatan Transfer Data

Fungsi ini pada umumnya dimanfaatkan oleh administrator jaringan dalam mengelola jaringan untuk menghindari tindak kecurangan dari penggunanya. Fungsi ini diterapkan apabila terdapat pengguna mengakses data tertentu yang membutuhkan banyak bandwidth.

Hal-hal tidak baik yang sering dilakukan oleh pengguna internet, contoh mengunduh atau memutar video dengan resolusi High Display (HD). Tindakan ini sangat tidak disarankan karena dapat menyedot bandwidth dalam jumlah banyak. Ketika bandwidth yang disediakan hanya tersedot oleh satu pengguna maka pengguna lain akan terganggu karena kecepatan aksesnya semakin melambat.

Jadi inilah maksud dari pembatasan kecepatan pengiriman data, yaitu administrator akan memberikan batas bandwidth bagi setiap pengakses dalam jumlah yang seimbang.

3. Pembatas Volume Data

Fungsi ini merupakan fungsi yang paling sering dirasakan yang mana bandwidth dapat membatasi jumlah data yang dapat ditransfer dalam waktu tertentu. Fungsi ini biasanya dapat dilakukan oleh administrator hosting atau administrator jaringan. Contohnya adalah penyediaan bandwidth dengan jumlah tertentu dalam kurun waktu tertentu, misal 1GB per bulan. Dengan begitu, jumlah 1 GB ini tidak akan berpengaruh pada berapa banyak jumlah perangkat yang mengaksesnya atau kecepatan aksesnya karena jumlah maksimal data yang dapat diakses tidak melebihi 1 GB.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating / 5. Jumlah rate

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Leave a Comment