C++ adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dapat digunakan untuk membuat game atau software sendiri. Okay, temukan informasi detailnya yuk tentang C++ di artikel Apa Itu C++, Kelebihan, Cara Kerja, dan Contoh Aplikasinya

Apa itu C++?

C++ adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat dan mengembangkan software dengan kinerja optimal. Bahasa C++ adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan dari bahasa pemrograman C.

Selain mempertahankan kemampuan yang ada pada bahasa pemrograman C, C++ menyediakan fitur-fitur tambahan yang dapat digunakan untuk membuat program yang kompleks dengan performa tinggi secara lebih efisien.

FYI, C++ adalah bahasa pemrograman yang bersifat kompilasi. Artinya, code yang dibuat menggunakan C++ harus dikumpulkan atau digabungkan dulu menjadi bahasa mesin sebelum dijalankan.

Bahasa pemrograman C++ mendukung paradigma pemrograman yang beragam, seperti pemrograman prosedural, pemrograman berorientasi objek (OOP), dan pemrograman generik.

C++ juga menyediakan berbagai fitur menarik, seperti exception handling, polimorfisme, overloading operator.

Anyway, C++ adalah bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membuat software sebab memiliki kinerja yang optimal, dapat melakukan kontrol pada hardware, serta di support berbagai platform kompilator.

Sampai saat ini sih C++ sering digunakan untuk membuat game komputer, aplikasi desktop, dan masih banyak lagi.

Kelebihan C++

Berikut ini beberapa kelebihan C++ yang patut diketahui:

Kinerja Tinggi

Kelebihan pertama dari C++ adalah memiliki kinerja yang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena kode program yang dibuat menggunakan bahasa C++ dikompilasi menjadi bahasa mesin yang efisien. Makanya, dapat berjalan dengan cepat menggunakan sumber daya komputer secara optimal.

Kontrol yang Baik

C++ memberikan kontrol terhadap hardware dan penggunaan sumber daya sehingga programmer bisa mengatur memori dan sumber daya sistem secara langsung. Intinya, programmer dapat menyesuaikan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Pemrograman Berorientasi Objek

C++ adalah bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman berorientasi objek (OOP) dengan fitur, seperti inheritance, encapsulation, dan polymorphism.

Dukungan Platform yang Luas

Bahasa pemrograman C++ memiliki dukungan platform yang luas sehingga programmer dapat mengembangkan software yang optimal di berbagai sistem operasi.

Kerangka Kerja yang Kuat

C++ memiliki sejumlah framework, seperti Qt dan Boost, yang menyediakan berbagai fitur dan tools yang berguna untuk mengembangkan aplikasi dengan mudah.

Kekurangan C++

Tentunya C++ juga memiliki kekurangan, yakni sebagai berikut:

Kompleksitas

C++ memiliki sintaks yang kompleks. Hal ini membuatnya menjadi bahasa pemrograman yang cukup sulit untuk dipelajari atau butuh waktu lebih lama dalam menguasainya.

Kurang Aman

Programmer memang dapat melakukan kontrol langsung pada memory dan sumber daya sistem. Namun, ternyata kelebihan ini bisa menjadi kekurangan jika kurang berhati-hati karena bisa menimbulkan bug bahkan celah keamanan.

Pengembangan Berpotensi Menjadi Lambat

Pengembangan aplikasi menggunakan C++ butuh waktu lebih lama dibanding bahasa pemrograman tingkat tinggi lainnya karena kompleksitas bahasa.

Cara Kerja C++

Berikut ini cara kerja C++ saat menjalankan code program:

1. Penulisan Kode

Script code C++ ditulis menggunakan teks editor, seperti Visual Studio, Code::Blocks, atau Xcode, yang terintegrasi dengan IDE. Serangkaian kode program biasanya berisi instruksi, fungsi, kelas, dan objek yang membentuk logika program.

2. Kompilasi

Setelah code selesai ditulis, selanjutnya dilakukan kompilasi, yakni menerjemahkan kode program yang ditulis menjadi bahasa yang dipahami mesin. Kompilasi kode ini biasanya dilakukan oleh compiler C++, seperti GNU Compiler Collection (GCC), Clang, atau Microsoft Visual C++ Compiler. Jika ada kesalahan sintaks, kompiler akan menginformasikan letak kesalahannya agar dapat dilakukan perbaikan.

3. Pembuatan Objek

Jika tidak ada kesalahan sintaks maka kompilasi berhasil dilakukan. Selanjutnya kompiler akan menghasilkan file objek berisi kode mesin. Sampai tahap ini, file objek belum bisa dijalankan secara langsung.

4. Linking

Linking pada C++ adalah proses yang mana file objek dikombinasikan dengan library hingga membentuk suatu program yang lengkap. Proses linking akan mengikat semua kode agar dapat dijalankan.

5. Eksekusi Program

Pada tahap ini, program sudah dapat dijalankan. Program akan dieksekusi mulai dari fungsi ‘main()’ sebagai awal permulaan program dijalankan. Selanjutnya, program dieksekusi sesuai dengan baris perintah dan logika yang berada didalam code program.

6. Output dan Interaksi

Program C++ yang dijalankan akan menghasilkan output yang muncul di layar, berupa teks, angka, grafik, atau aksi lain, sesuai logika program yang dibuat.

Contoh Aplikasi C++

Contoh aplikasi yang dikembangkan menggunakan C++ adalah sebagai berikut:

  • Game Komputer: Minecraft, World of Warcraft, dan Unreal Engine.
  • Aplikasi Desktop: Adobe Photoshop, Microsoft Office, dan Mozilla Firefox.
  • Aplikasi Sistem: Windows dan Linux.
  • Aplikasi Embedded: Arduino, Raspberry Pi.
  • Aplikasi Ilmiah dan Komputasi: MATLAB, Mathematica, dan software simulasi seperti ANSYS dan COMSOL.
  • Database: Redis dan MongoDB.
  • Grafika dan Multimedia: Adobe Illustrator, Autodesk Maya, Adobe Premiere Pro, Avidemux.

Mengapa C++ Bersifat Case Sensitive?

Case sensitive adalah sifat atau karakteristik dalam pemrograman yang membedakan antara huruf besar dan huruf kecil dalam pengenalannya. Dalam konteks bahasa pemrograman, case sensitive artinya penggunaan huruf besar dan kecil dalam penulisan kata atau identifikasi simbol akan dianggap berbeda oleh kompilator atau interpreter.

Sebagai contoh dalam bahasa yang bersifat case sensitive seperti C++, dua kata yang sama lalu berbeda dalam penulisan huruf besar atau kecil maka akan dianggap sebagai identitas yang berbeda. Misalnya dalam bahasa C++, “jetorbit” dan “Jetorbit” dianggap sebagai dua entitas yang berbeda.

Oleh karena itu, jika kalian mendeklarasikan variabel dengan nama “jetorbit” dan kemudian mencoba menggunakannya sebagai “Jetorbit”, kompilator akan menganggapnya sebagai variabel yang berbeda.

Sifat case sensitive dalam C++ memberi fleksibilitas dan kemampuan untuk membuat identitas yang berbeda dengan nama yang mirip tetapi dengan menggunakan huruf besar atau kecil yang berbeda.

Hal tersebut memungkinkan developer untuk membuat variasi yang lebih banyak dalam penamaan variabel, fungsi, kelas, dan lainnya sehingga memudahkan dalam membedakan antara entitas yang berbeda dalam program.

Apakah Kalian Tertarik Belajar C++?

Okay, bisa disimpulkan bahwa C++ adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang banyak digunakan untuk pembuatan program yang kompleks dengan performa tinggi secara efisien.

Oia, kenalan sama Ujione, yuk! Aplikasi ujian online berbasis Cloud pertama di Indonesia! Kalian tidak perlu menyiapkan perangkat server atau hosting lagi.

Pokoknya, kalian bisa melaksanakan ulangan harian, quiz, ujian akhir dan tugas bisa dari aplikasi Android, IOS, dan juga Web.

Semoga bermanfaat 😊

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Rata rata rating 5 / 5. Jumlah rate 1

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan:

Leave a Comment