{"id":1510,"date":"2020-02-23T14:19:05","date_gmt":"2020-02-23T14:19:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/?p=1510"},"modified":"2021-03-04T17:46:14","modified_gmt":"2021-03-04T10:46:14","slug":"cara-upload-wordpress-dari-localhost-ke-hosting-2-metode","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-upload-wordpress-dari-localhost-ke-hosting-2-metode\/","title":{"rendered":"Cara Upload WordPress dari Localhost ke Hosting (2 Metode)"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu cara untuk mempercepat pengembangan situs web Anda adalah membangun situs web Anda secara lokal di komputer Anda sendiri menggunakan perangkat lunak seperti WAMP (untuk Windows) atau MAMP (untuk Mac).<\/p>\n<p>Setelah selesai menyempurnakan situs web Anda, langkah selanjutnya adalah memindahkannya dari komputer ke live site dan membagikan kreasi Anda dengan dunia. Pada artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda <strong>Cara Upload WordPress dari Localhost ke Hosting <\/strong><\/p>\n<p>Kami akan membahas dua metode terkait cara upload wordpress dari localhost ke hosting (2 metode).<\/p>\n<p>Metode pertama menggunakan plugin migrasi WordPress dan direkomendasikan untuk pemula. Pada metode kedua, kami akan menunjukkan cara memindahkan WordPress secara manual dari localhost ke hosting.<\/p>\n<p>Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan Anda.<\/p>\n<p><strong>Sebelum Anda Memulai<\/strong><\/p>\n<p>Agar Anda dapat memigrasi WordPress dari localhost ke live server, Anda perlu memiliki beberapa hal di tempat.<\/p>\n<p>Pertama, kami berasumsi bahwa Anda memiliki situs WordPress yang berjalan di server lokal (juga disebut localhost) di komputer Anda dan Anda memiliki akses penuh ke sana.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Anda harus memiliki nama domain dan web hosting.<\/p>\n<p>Terakhir, Anda harus memiliki program FTP dan tahu cara menggunakan FTP sehingga Anda dapat mengunggah konten Anda ke situs langsung.<\/p>\n<p>Siap? Mari mulai memigrasi situs WordPress Anda.<\/p>\n<p><strong>Metode 1. Transfer WordPress dari Server Lokal ke Live Site Menggunakan Plugin Migrasi<\/strong><\/p>\n<p>Metode ini lebih mudah dan direkomendasikan untuk pemula. Kami akan menggunakan plugin migrasi WordPress untuk memindahkan WordPress dari localhost ke live site.<\/p>\n<p><strong>Langkah 1. Instal dan Atur Plugin Duplicator<\/strong><\/p>\n<p>Pertama, hal yang perlu Anda lakukan adalah menginstal dan mengaktifkan plugin Duplicator di situs lokal Anda.<\/p>\n<p>Setelah aktivasi, Anda harus pergi ke halaman <strong>Duplicator \u00bb Packages <\/strong>dan klik tombol \u2018<strong>Create New<\/strong>\u2019. <img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1513 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-1.png\" alt=\"upload-1\" width=\"859\" height=\"488\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-1.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-1-300x170.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-1-768x436.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Setelah itu, klik tombol selanjutnya untuk melanjutkan.<\/p>\n<p>Duplikator sekarang akan menjalankan beberapa tes untuk melihat apakah semuanya beres. Jika semua item ditandai \u2018Good\u2019 lalu klik tombol \u2018<strong>Build<\/strong>\u2019. <img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1514 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-2.png\" alt=\"upload-2\" width=\"859\" height=\"539\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-2.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-2-300x188.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-2-768x482.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Proses ini dapat memakan waktu beberapa menit, bergantung pada ukuran situs web Anda. Anda harus membiarkan tab ini terbuka sampai prosesnya selesai.<\/p>\n<p>Setelah selesai, Anda akan melihat opsi pengunduhan untuk Installer dan paket Archive. Anda perlu mengklik link \u2018<strong>One click download<\/strong>\u2019 untuk mengunduh kedua file ke komputer Anda. <img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1515 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-3.png\" alt=\"upload-3\" width=\"859\" height=\"444\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-3.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-3-300x155.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-3-768x397.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Nah, file arsip Adalah Salinan dari situs web WordPress lengkap Anda. Ini mencakup semua file inti WordPress serta Gambar, uploads, themes, plugin, dan backup dari database WordPress Anda.<\/p>\n<p>Installer file adalah skrip yang akan mengotomatisasi migrasi dengan membongkar file arsip.<\/p>\n<p><strong>Langkah 2. Buat Database untuk Live Site Anda<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum Anda dapat menjalankan installer atau upload situs WordPress dari localhost ke server hosting Anda, Anda perlu membuat database MySQL untuk live website Anda.<\/p>\n<p>Jika Anda telah membuat database MySQL maka Anda dapat melewati langkah ini.<\/p>\n<p>Untuk membuat database, Anda perlu mengunjungi hosting account\u2019s cPanel dashboard Anda. Scroll down ke bagian Database dan kemudian klik pada ikon <strong>MySQL Databases<\/strong>. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1516 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-4.png\" alt=\"upload-4\" width=\"859\" height=\"188\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-4.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-4-300x66.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-4-768x168.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Di layar berikutnya, Anda akan melihat field untuk membuat database baru. Cukup berikan nama untuk database Anda dan klik tombol \u2018<strong>Create Database<\/strong>&#8216;. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1517 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-5.png\" alt=\"upload-5\" width=\"859\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-5.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-5-300x67.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-5-768x172.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>cPanel sekarang akan membuat database baru untuk Anda. Setelah itu, Anda perlu scroll down ke bagian MySQL Users.<\/p>\n<p>Selanjutnya, berikan username dan password untuk pengguna baru Anda dan klik tombol \u2018<strong>Create a user<\/strong>&#8216;. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1518 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-6.png\" alt=\"upload-6\" width=\"859\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-6.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-6-300x125.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-6-768x320.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Pengguna baru yang baru saja Anda buat, masih tidak memiliki izin untuk bekerja pada database. Mari kita ubah itu.<\/p>\n<p>Scroll down ke bagian \u2018<strong>Add User to Database<\/strong>\u2019. Cukup pilih pengguna database yang Anda buat dari menu dropdown di sebelah \u2018User\u2019 field lalu pilih database, dan klik tombol <strong>Add<\/strong>. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1519 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-7.png\" alt=\"upload-7\" width=\"859\" height=\"197\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-7.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-7-300x69.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-7-768x176.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Database Anda sekarang siap digunakan dengan situs WordPress Anda. Pastikan untuk mencatat nama database, username, dan password. Anda akan memerlukan informasi ini di langkah berikutnya.<\/p>\n<p><strong>Langkah 3. Unggah File dari Server Lokal ke Live Site<\/strong><\/p>\n<p>Sekarang Anda perlu upload arsip dan installer files dari situs lokal Anda ke akun hosting Anda.<\/p>\n<p>Pertama, sambungkan ke live site Anda menggunakan FTP client. Setelah terhubung, pastikan root directory situs web Anda benar-benar kosong.<\/p>\n<p>Biasanya, root directory adalah \/home\/public_html\/ folder.<\/p>\n<p>Beberapa perusahaan hosting WordPress secara otomatis menginstal WordPress ketika Anda mendaftar. Jika Anda memiliki file WordPress di sana maka Anda harus menghapusnya.<\/p>\n<p>Setelah itu, Anda dapat upload arsip dan installer files dari Duplicator ke root directory kosong Anda. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1520 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-8.png\" alt=\"upload-8\" width=\"859\" height=\"463\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-8.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-8-300x162.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-8-768x414.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p><strong>Langkah 4. Menjalankan Migration Script<\/strong><\/p>\n<p>Setelah uploade file migrasi, Anda perlu mengunjungi URL berikut di browser Anda:<\/p>\n<p>http:\/\/example.com\/installer.php<\/p>\n<p>Jangan lupa mengganti example.com dengan nama domain Anda sendiri.<\/p>\n<p>Ini akan meluncurkan panduan migrasi Duplicator. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1521 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-9.png\" alt=\"upload-9\" width=\"859\" height=\"519\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-9.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-9-300x181.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-9-768x464.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Installer akan secara otomatis men-scan file arsip dan menjalankan tes validasi. Anda perlu memeriksa the terms &amp; conditions checkbox dan melanjutkan dengan mengklik tombol <strong>Next.<\/strong><\/p>\n<p>Pada layar berikutnya, ia akan meminta Anda untuk memasukkan informasi database WordPress Anda.<\/p>\n<p>Host Anda kemungkinan adalah localhost. Setelah itu, Anda akan memasukkan detail dari database yang Anda buat pada langkah sebelumnya. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1522 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-10.png\" alt=\"upload-10\" width=\"859\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-10.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-10-300x183.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-10-768x469.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Klik pada tombol <strong>Next<\/strong>\u00a0untuk melanjutkan.<\/p>\n<p>Duplicator sekarang akan mengimpor backup\u00a0database WordPress Anda dari arsip ke database baru Anda.<\/p>\n<p>Selanjutnya, ia akan meminta Anda untuk update situs URL atau Path. Anda tidak perlu mengubah apapun karena secara otomatis mendeteksi URL live website Anda dan jalurnya (its path). <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1523 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-11.png\" alt=\"upload-11\" width=\"859\" height=\"381\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-11.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-11-300x133.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-11-768x341.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Klik pada tombol <strong>Next<\/strong> untuk melanjutkan.<\/p>\n<p>Duplikator sekarang akan menyelesaikan migrasi dan akan menampilkan success screen kepada Anda. Anda sekarang dapat mengklik tombol \u2018Admin Login\u2019untuk memasuki area admin WordPress live site Anda. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1524 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-12.png\" alt=\"upload-12\" width=\"859\" height=\"358\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-12.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-12-300x125.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-12-768x320.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Setelah Anda masuk ke live site Anda, Duplikator akan secara otomatis membersihkan file instalasi.<\/p>\n<p>Itu saja. Anda telah berhasil memindahkan WordPress dari server lokal ke live site Anda.<\/p>\n<p><strong>Metode 2. Mentransfer WordPress Secara Manual dari Local Server ke Live Site<\/strong><\/p>\n<p>Dalam metode ini, kami akan menunjukkan kepada Anda cara memindahkan WordPress secara manual dari server lokal ke Live Site Anda. Ini akan berguna jika metode pertama tidak berhasil atau Anda lebih suka melakukannya secara manual.<\/p>\n<p><strong>Langkah 1: Ekspor Database WordPress Lokal<\/strong><\/p>\n<p>Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengekspor database WordPress lokal Anda. Kami akan menggunakan phpMyAdmin untuk melakukan itu.<\/p>\n<p>Cukup buka <a href=\"http:\/\/localhost\/phpmyadmin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/localhost\/phpmyadmin\/<\/a> dan klik pada database WordPress Anda. Selanjutnya, klik tombol <strong>Export<\/strong> dari top menu bar. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1525 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-13.png\" alt=\"upload-13\" width=\"859\" height=\"155\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-13.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-13-300x54.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-13-768x139.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Pada opsi <strong>Export Method<\/strong>, Anda dapat memilih &#8221; Quick&#8221; atau &#8221; Custom&#8221;. Custom akan memberi Anda lebih banyak opsi untuk mengekspor database Anda.<\/p>\n<p>Kami sarankan untuk memilih Quick lalu klik tombol <strong>Go <\/strong>untuk download database Anda. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1526 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-14.png\" alt=\"uplaod-14\" width=\"859\" height=\"508\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-14.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-14-300x177.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-14-768x454.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p><strong>Langkah 2: Upload File WordPress ke Live Site<\/strong><\/p>\n<p>Sekarang kita harus memindahkan semua file situs web Anda ke situs langsung.<\/p>\n<p>Untuk memulai, silakan buka FTP client Anda dan sambungkan ke akun hosting web Anda.<\/p>\n<p>Setelah tersambung ke live site, pastikan Anda mengunggah file di directory yang benar. Misalnya, jika Anda ingin situs di-host di yoursite.com maka Anda ingin upload semua file di public_html directory Anda.<\/p>\n<p>Sekarang pilih file WordPress Lokal Anda dan upload ke live server Anda. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1527 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-15.png\" alt=\"upload-15\" width=\"859\" height=\"547\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-15.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-15-300x191.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-15-768x489.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p><strong>Langkah 3: Buat Database MySQL di Live Site<\/strong><\/p>\n<p>Saat FTP client Anda mengunggah file WordPress Anda, Anda dapat mulai mengimpor database Anda ke live server. Sebagian besar penyedia hosting WordPress menawarkan cPanel untuk mengelola akun hosting Anda jadi kami akan menunjukkan kepada Anda cara membuat database menggunakan cPanel.<\/p>\n<p>Pertama, Anda harus masuk ke dashboard cPanel Anda dan klik ikon <strong>MySQL Databases<\/strong> yang dapat ditemukan di bagian database. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1528 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-16.png\" alt=\"upload-16\" width=\"859\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-16.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-16-300x98.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-16-768x251.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Pada layar berikutnya, buat database dengan memasukkan nama untuk database Anda dan klik tombol <strong>Create Database<\/strong>. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1529 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-17.png\" alt=\"upload-17\" width=\"859\" height=\"198\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-17.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-17-300x69.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-17-768x177.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Setelah membuat database Anda, scroll down ke bagian <strong>MySQL Users <\/strong>dan buat atau tambahkan pengguna yang ada ke database.<\/p>\n<p>Setelah menambahkan pengguna, cPanel akan membawa Anda untuk mengatur hak istimewa MySQL untuk pengguna itu. Cukup berikan semua hak istimewa kepada pengguna dengan memastikan setiap kotak dicentang, lalu klik tombol <strong>Make Changes<\/strong>. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1530 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-18.png\" alt=\"upload-18\" width=\"859\" height=\"564\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-18.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-18-300x197.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-18-768x504.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p><strong>Langkah 4: Impor Database WordPress di Live Site<\/strong><\/p>\n<p>Langkah selanjutnya dalam proses ini adalah mengimpor database WordPress Anda.<\/p>\n<p>Buka dashboard cPanel Anda, scroll down\u00a0ke bagian database dan klik pada <strong>phpMyAdmin.<\/strong><\/p>\n<p>Ini akan membawa Anda ke phpMyAdmin tempat Anda ingin mengklik pada database yang Anda buat pada Langkah 3. PhpMyAdmin akan menampilkan database baru Anda tanpa tabel.<\/p>\n<p>Klik pada tab <strong>Import<\/strong> di menu atas. Pada halaman import, klik tombol <strong>Choose File <\/strong>dan pilih file database yang Anda simpan di Langkah 1.<\/p>\n<p>Terakhir, tekan tombol <strong>Go<\/strong> di bagian bawah halaman. PhpMyadmin sekarang akan mengimpor database WordPress Anda. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1531 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-19.png\" alt=\"upload-19\" width=\"859\" height=\"477\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-19.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-19-300x167.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-19-768x426.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p><strong>Langkah 5: Ubah URL Situs<\/strong><\/p>\n<p>Sekarang Anda perlu mengubah URL situs di database Anda sehingga URL itu akan terhubung dengan situs live WordPress\u00a0Anda.<\/p>\n<p>Di phpMyAdmin, cari tabel wp_options di database Anda yang baru saja kami impor di langkah 4. Jika Anda mengubah prefix database Anda maka alih-alih wp_options itu mungkin {prefix} _options.<\/p>\n<p>Klik tombol <strong>Browse <\/strong>di sebelah wp_options atau tautan yang Anda lihat di bilah sisi untuk membuka halaman dengan daftar bidang dalam tabel wp_options. Lihat screenshot di bawah ini: <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1532 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-20.png\" alt=\"upload-20\" width=\"859\" height=\"448\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-20.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-20-300x156.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-20-768x401.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Di bawah bidang <strong>options_name<\/strong>, Anda perlu mencari <strong>siteurl.<\/strong> Klik ikon <strong>Edit Field<\/strong> yang dapat ditemukan di paling kiri di awal baris. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1533 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-21.png\" alt=\"upload-21\" width=\"859\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-21.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-21-300x67.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-21-768x172.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Saat Anda mengklik edit field, jendela edit field akan muncul. Di kotak input untuk option_value, Anda akan melihat URL instalasi lokal Anda mungkin seperti: http:\/\/localhost\/test. Masukkan url situs baru Anda dengan hati-hati di bidang ini, misalnya: https:\/\/www.wpbeginner.com<\/p>\n<p>Simpan field\u00a0dengan mengklik tombol <strong>Go<\/strong>. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1534 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-22.png\" alt=\"upload-22\" width=\"859\" height=\"580\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-22.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-22-300x203.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-22-768x519.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Selanjutnya, Anda perlu meniru langkah ini untuk nama opsi: <strong>home<\/strong>. Halaman wp_options bisa sepanjang beberapa halaman, jadi cukup cari home tab.<\/p>\n<p>Biasanya ada di halaman kedua yang bisa Anda navigasi dengan mengklik tanda panah pagination di phpMyAdmin.<\/p>\n<p>Perbarui \u00a0<strong>home<\/strong>\u00a0url agar sama dengan situs Anda.<\/p>\n<p><strong>Langkah 6: Siapkan Live Site Anda<\/strong><\/p>\n<p>Sekarang kami telah mengimpor database dan semua konten kami harus diunggah. Sekarang saatnya untuk mengkonfigurasi WordPress.<\/p>\n<p>Pada saat ini, situs Anda seharusnya menampilkan Error Establishing Database Connection error.<\/p>\n<p>Untuk memperbaikinya, sambungkan ke situs web Anda menggunakan FTP client dan edit wp-config.php\u00a0file.<\/p>\n<p>Anda harus memberikan nama database, user, dan password yang Anda buat sebelumnya pada Langkah 3.<\/p>\n<p>Selanjutnya, simpan wp-config.php file dan upload kembali ke server Anda.<\/p>\n<p>Anda sekarang dapat mengunjungi situs web Anda dan itu harus langsung (live) sekarang.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Anda harus masuk ke WordPress admin panel\u00a0Anda dan pergi ke <strong>Settings \u00bb General<\/strong>. Tanpa mengubah apapun, scroll to the bottom dan klik tombol <strong>Save Changes<\/strong>.<\/p>\n<p>Ini akan memastikan bahwa URL situs diperbaiki di tempat lain yang seharusnya.<\/p>\n<p>Setelah itu pergi ke <strong>Settings \u00bb Permalink <\/strong>dan klik <strong>Save Changes <\/strong>untuk memastikan bahwa semua tautan posting berfungsi dengan baik.<\/p>\n<p><strong>Langkah 7: Perbaiki Gambar dan Broken Links dengan Updating Paths<\/strong><\/p>\n<p>Setiap kali Anda memindahkan situs WordPress dari satu domain ke domain lain atau dari server lokal ke live site, Anda akan menghadapi broken links dan missing images.<\/p>\n<p>Anda bisa menggunakan kueri SQL atau menggunakan plugin Velvet Blues WordPress.<\/p>\n<p>Bagi mereka yang ingin melakukannya melalui SQL, berikut ini adalah simple SQL query yang harus menyelesaikan masalah ini:<\/p>\n<table width=\"590\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>1<\/td>\n<td width=\"556\">UPDATE wp_posts SET post_content = REPLACE(post_content, &#8216;localhost\/test\/&#8217;, &#8216;www.yourlivesite.com\/&#8217;);<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Cukup buka phpMyAdmin, klik pada database Anda kemudian klik pada <strong>SQL<\/strong> dari menu atas. Tulis query ini tetapi jangan lupa untuk mengubahnya dengan local site Anda dan live site URLs. <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1535 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-23.png\" alt=\"upload-23\" width=\"859\" height=\"481\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-23.png 859w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-23-300x168.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cara-Upload-WordPress-dari-Localhost-ke-Hosting-2-Metode-23-768x430.png 768w\" sizes=\"(max-width: 859px) 100vw, 859px\" \/><\/p>\n<p>Itu saja, Anda telah berhasil memigrasi WordPress dari localserver ke live site!<\/p>\n<p>Semoga sekarang situs web Anda berjalan lancar. Pastikan untuk memeriksa situs web Anda untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi seperti yang diharapkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu cara untuk mempercepat pengembangan situs web Anda adalah membangun situs web Anda secara lokal di komputer Anda sendiri menggunakan perangkat lunak seperti WAMP (untuk Windows) atau MAMP (untuk Mac). Setelah selesai menyempurnakan situs web Anda, langkah selanjutnya adalah memindahkannya dari komputer ke live site dan membagikan kreasi Anda dengan dunia. Pada artikel ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[190,189],"class_list":["post-1510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-upload-wordpress-dari-localhost-ke-hosting","tag-upload-wordpress-ke-hosting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1510"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6463,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1510\/revisions\/6463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}