{"id":10090,"date":"2026-07-18T13:20:15","date_gmt":"2026-07-18T06:20:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/?p=10090"},"modified":"2026-07-18T13:20:15","modified_gmt":"2026-07-18T06:20:15","slug":"cara-melihat-daftar-database-mysql-di-server","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/cara-melihat-daftar-database-mysql-di-server\/","title":{"rendered":"Cara Melihat Daftar Database MySQL di Server"},"content":{"rendered":"\n<p>Melihat daftar database di Mysql adalah hal yang dasar tapi penting ketiak kamu mengelola server. Membantu mengecek apakah sebuah aplikasi sudah memiliki database, memastikan instalasi berhasil, atau sekedar survei isi server.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Apa itu Database?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Bayangkan server adalah sebuah gedung kantor dan database adalah lemari arsip. Setiap lemari (database) menyimpan dokumen-dokumen yang berhubungan (table dan isinya). Dan Mysql adalah pegawai yang mengatur akses lemari-lemari tersebut, siapa boleh membuka, siapa boleh menaruh dokumen baru, dan siapa boleh mengambil atau menghapusnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kenapa Kita Perlu Melihat Daftar Database?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ada beberapa alasan, memastikan apakah database untuk suatu aplikasi (misalnya Roundcube, WordPress) sudah dibuat, memastikan tidak ada database duplikat, mengecek ukuran database jika server mulai penuh, dan sekedar verifikasi sebelum melakukan backup atau migrasi. Ini juga cara yang aman untuk memastikan koneksi ke server database berfungsi (login berhasil) sebelum melakukan konfigurasi aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara Melihat Daftar Database<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode 1 &#8211; Masuk ke Mysql\/MariaDB<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Metode yang paling sering dipakai adalah masuk ke client Mysql dan menjalankan perintah yang ada di bawah. Tahapannya :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka terminal server lalu kita ketikkan mysql -u root -p lalu kita masukkan password mysql root saat kita diminta.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah masuk prompt akan berubah menjadi mysql&gt; , lalu ketik SHOW DATABASE; lalu akan muncul baris database yang kita buat ataupun kita pakai.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"482\" height=\"279\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-17.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10091\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-17.png 482w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-17-300x174.png 300w\" sizes=\"(max-width: 482px) 100vw, 482px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kolom information_schema, mysql, dan performance_schema adalah database sistem (bukan milik aplikasi). Nama lain (mis. roundcubemail) biasanya database aplikasi yang kamu buat. Metode ini berguna bila kamu ingin menjalankan query lanjutan setelah melihat daftar.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode 2 \u2014 Satu baris dari shell (non-interaktif)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin melihat daftar cepat tanpa masuk ke prompt interaktif, kalian juga bisa menjalankan satu baris dari shell:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"736\" height=\"314\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-19.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10093\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-19.png 736w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-19-300x128.png 300w\" sizes=\"(max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tampilannya sama dengan kita masuk ke prompt, disini kita hanya memasukkan password root saja. Ini cocok untuk skrip otomatis atau ketika bekerja lewat ssh dan ingin hasil cepat.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode 3 \u2014 mysqlshow (tool singkat)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Lalu ada juga yang lebih singkat, ada utilitas bernama mysqlshow yang memberikan tampilan ringkas:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"376\" height=\"205\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-18.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10092\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-18.png 376w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-18-300x164.png 300w\" sizes=\"(max-width: 376px) 100vw, 376px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tool ini juga meminta password lalu menampilkan daftar database serupa. Fungsi dasarnya sama dengan SHOW DATABASES; tapi format tampilannya sedikit berbeda dan kadang lebih ringkas.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode 4\u2014 Melihat folder fisik <\/strong><strong>\/var\/lib\/mysql<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara teknis MySQL menyimpan data di direktori seperti \/var\/lib\/mysql (lokasi default di Linux). Menjalankan ls -l \/var\/lib\/mysql akan menampilkan folder-folder yang biasanya dinamai sesuai database.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"326\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-21.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10095\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-21.png 737w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-21-300x133.png 300w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ini berguna kalau kamu tidak bisa login ke MySQL tetapi punya akses root ke filesystem. Namun hati-hati, nama folder saja tidak selalu memberi tahu apakah database itu konsisten atau sehat\u2014ini hanya indikasi fisik.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara memeriksa ukuran tiap database<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Jika kamu ingin tahu seberapa besar tiap database (berguna untuk manajemen ruang disk), jalankan query terhadap information_schema:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"719\" height=\"297\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-20.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-10094\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-20.png 719w, https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/image-20-300x124.png 300w\" sizes=\"(max-width: 719px) 100vw, 719px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hasilnya akan menampilkan daftar database beserta ukuran dalam megabyte, sehingga mudah melihat database mana yang paling memakan ruang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melihat daftar database di Mysql adalah hal yang dasar tapi penting ketiak kamu mengelola server. Membantu mengecek apakah sebuah aplikasi sudah memiliki database, memastikan instalasi berhasil, atau sekedar survei isi server.&nbsp; Bayangkan server adalah sebuah gedung kantor dan database adalah lemari arsip. Setiap lemari (database) menyimpan dokumen-dokumen yang berhubungan (table dan isinya). Dan Mysql adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":2809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-10090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dasar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10090"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10096,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10090\/revisions\/10096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/panduan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}