{"id":9836,"date":"2022-04-27T08:24:00","date_gmt":"2022-04-27T01:24:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=9836"},"modified":"2022-04-21T14:08:57","modified_gmt":"2022-04-21T07:08:57","slug":"pengertian-cache-memory-dan-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-cache-memory-dan-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Pengertian Cache Memory, Fungsi, dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kalian kepikiran bahwa saat kalian mengakses suatu website lalu halaman tersebut akan lebih cepat diakses pada kunjungan selanjutnya? Nah, ternyata nih, <em>cache memory <\/em>adalah elemen yang bertanggung jawab atas meningkatnya kecepatan akses ini. Wah, sebenarnya cache memory itu apa, fungsinya apa saja, dan bagaimana cara kerjanya? Yuk simak penjelasannya di artikel <strong>Pengertian Cache Memory, Fungsi, dan Cara Kerjanya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>cache memory <\/em>itu bertugas menyimpan semua aktivitas kalian di internet sehingga ketika kalian mencoba mengunjungi suatu website untuk kedua kalinya, halaman browser akan terasa lebih cepat dimuat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Cache Memory<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sederhananya, <em>cache memory <\/em>adalah teknologi yang dapat diumpamakan seperti suatu tempat penyimpanan khusus untuk menampung data dan informasi sementara. Tujuan dari <em>cache memory<\/em> adalah agar pengguna dapat merasakan akselerasi atau peningkatan kecepatan proses <em>load <\/em>suatu halaman, pada kunjungan berikutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, fungsi <em>cache <\/em>ini akan terasa ketika kalian mencoba mengakses suatu halaman website atau aplikasi untuk kedua kalinya. Akselerasi yang cepat ini terjadi karena data website yang masih tersimpan dalam memori.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, <em>cache memory<\/em> dapat diartikan sebagai teknologi komputasi sederhana yang dapat menyimpan dan merespon <em>request <\/em>data agar dapat segera tereksekusi. <em>Cache memory<\/em> sendiri memiliki batasan dalam menyimpan data, sesuai dengan ukuran yang telah dialokasikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Cache Memory&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Cache memory dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yang umumnya aktif pada browser, server, network, RAM, dan CPU. Fungsi dari setiap <em>cache <\/em>ini sama, yaitu menyimpan dan membantu inti memori agar mempercepat proses <em>load <\/em>dan dimuat ke <em>output <\/em>yang telah ditentukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut jenis-jenis <em>cache memory<\/em>:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Primary Cache&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Cache <\/em>utama selalu terletak pada chip prosesor. Ukuran <em>cache <\/em>ini cenderung kecil dan waktu aksesnya sebanding dengan register prosesor.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Secondary Cache&nbsp;&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Cache sekunder ditempatkan di antara cache utama dan sisa memori. Cache Ini juga disebut sebagai cache level 2 (L2). Biasanya, cache Level 2 juga dapat ditempatkan pada chip prosesor.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemetaan Cache<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada tiga jenis pemetaan yang digunakan dalam <em>cache memory<\/em>, yaitu pemetaan langsung, pemetaan asosiatif, dan pemetaan himpunan-asosiatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Pemetaan Langsung<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemetaan langsung merupakan teknik pemetaan paling sederhana, yang mana akan memetakan setiap blok memori utama ke dalam satu jalur <em>cache <\/em>saja. Jika baris sebelumnya diambil oleh blok memori ketika blok baru perlu dimuat maka blok lama akan dibuang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang <em>cache <\/em>dibagi menjadi dua bagian, bidang <strong>indeks <\/strong>dan <strong><em>tag<\/em><\/strong>. <em>Cache <\/em>digunakan untuk menyimpan bidang tag, sedangkan sisanya disimpan di memori utama. Performa pemetaan langsung akan berbanding lurus dengan rasio Hit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pemetaan Asosiatif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemetaan asosiatif dianggap sebagai teknik pemetaan paling cepat dan fleksibel. Pada jenis pemetaan ini, penyimpanan konten dan alamat dari informasi memori dilakukan menggunakan memori asosiatif. Makanya, blok apapun dapat masuk ke baris <em>cache <\/em>manapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini berarti bahwa id tiap bid dapat digunakan untuk mengidentifikasi kata mana dalam blog yang diperlukan tetapi tag menjadi semua bit yang tersisa. Hal ini memungkinkan informasi apapun dapat disimpan di sembarang tempat di <em>cache memory<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pemetaan Himpunan-Asosiatif&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemetaan ini merupakan teknik yang disempurnakan dari pemetaan langsung, yang mana kekurangan dari pemetaan langsung dihilangkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis pemetaan himpunan-asosiatif memungkinkan setiap informasi yang ada dalam <em>cache <\/em>dapat memiliki dua atau lebih penyimpanan di memori utama untuk alamat indeks yang sama. Set pemetaan himpunan asosiatif merupakan gabungan terbaik dari teknik pemetaan cache langsung dan asosiatif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Cache Memory<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, untuk membantu memahami berbagai fungsi <em>cache memory<\/em>, berikut ini klasifikasi fungsi <em>cache memory <\/em>yang perlu kalian ketahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mempercepat proses <em>load <\/em>data pada perangkat yang digunakan.&nbsp;<\/li><li>Meringankan beban kerja processor karena<em> cache memory<\/em> dapat memangkas jalur I\/O sebelum menuju ke inti perangkat.&nbsp;<\/li><li>Mempercepat kinerja dan performa memori.&nbsp;<\/li><li>Menjadi sumber <em>resource <\/em>tambahan antara CPU dan RAM.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja Cache Memory<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika kalian membuka halaman website di laptop ataupun HP, data penjelajahan kalian akan terekam dalam memori <em>browser<\/em>. <em>Browser <\/em>memiliki <em>local storage<\/em> yang berfungsi untuk menyimpan data penelusuran, baik URL maupun konten website, seperti gambar dan text. <em>Browser <\/em>akan menyimpan data penelusuran tersebut ke <em>local storage<\/em> dan mengubahnya menjadi file statistik dalam <em>cache<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Maka ketika mengunjungi sebuah website yang pernah kalian kunjungi sebelumnya, <em>browser <\/em>akan mampu menampilkan websitenya lebih cepat. Hal ini disebabkan karena data diambil dari <em>cache browser<\/em> yang tersimpan pada <em>local storage<\/em>, bukan me<em>request <\/em>ke data web server tujuannya kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sebab itu, setiap kali kalian mengunjungi suatu website, <em>browser <\/em>akan terlebih dahulu memeriksa status register data. Jika instruksi\/data yang diperlukan tidak ada maka <em>browser <\/em>akan akan memeriksa dalam <em>cache memory<\/em> tingkat pertama, yakni L1. Apabila data tidak ada dalam L1 maka selanjutnya <em>browser <\/em>akan memeriksa ke <em>cache memory<\/em> tingkat kedua, yakni L2.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila data ditemukan dalam <em>cache memory<\/em> maka data akan diidentifikasi sebagai CACHE HIT.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika data yang dibutuhkan <em>browser <\/em>tidak ditemukan dalam cache L1 maupun L2 maka data akan diidentifikasi sebagai CACHE MISS dan akan mengalami penundaan dalam eksekusi. Hal ini tentu membuat akses ke halaman tersebut menjadi lebih lambat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghapus Cache Memory<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cache memory <\/em>memang dapat membantu mempersingkat akses ke suatu halaman. Namun, terkadang <em>cache <\/em>yang tersimpan di memori, tidak selalu <em>real-time<\/em> dengan website yang telah mengalami pembaruan halaman. Nah, kalian dapat menunggu <em>cache memory<\/em> terhapus secara otomatis dan membuat data <em>cache <\/em>baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Alternatifnya adalah kalian juga dapat menghapus <em>cache memory<\/em> secara manual dan membuat data <em>cache <\/em>baru dengan mengakses halaman website yang telah diperbarui.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa langkah menghapus <em>cache <\/em>pada <em>browser <\/em>Google Chrome maupun perangkat laptop\/PC dan HP.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hapus Cache Browser Laptop&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Buka browser =&gt; pilih menu <strong>Settings<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1028\" height=\"425\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-1.png\" alt=\"pengertian cache memory 1\" class=\"wp-image-9840\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-1.png 1028w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-1-800x331.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 1028px) 100vw, 1028px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Pada halaman <strong>Settings<\/strong>, pilih <strong>Security and Privacy<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"357\" height=\"471\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-2.png\" alt=\"pengertian cache memory 2\" class=\"wp-image-9841\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Klik <strong>Clear browsing data<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"831\" height=\"436\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-3.png\" alt=\"pengertian cache memory 3\" class=\"wp-image-9842\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-3.png 831w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-3-800x420.png 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 831px) 100vw, 831px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Centang pada opsi <strong>Cached images and files =&gt; Clear data<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"474\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-4.png\" alt=\"pengertian cache memory 4\" class=\"wp-image-9843\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Cache yang tersimpan dalam <em>browser <\/em>akan segera terhapus. Berikutnya, tutup <em>browser <\/em>dan tunggu beberapa saat sebelum menggunakannya kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hapus Cache Laptop&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Klik kanan di logo <strong>Windows =&gt; <\/strong>pilih <strong>File Explorer<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"374\" height=\"275\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-5.png\" alt=\"pengertian cache memory 5\" class=\"wp-image-9844\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Klik kanan pada <strong>Disk (C:) =&gt; pilih Properties<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-6.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"176\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-6.png\" alt=\"pengertian cache memory 6\" class=\"wp-image-9845\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Pada menu <strong>Properties<\/strong>, pilih <strong>Disk Cleanup<\/strong> =&gt; klik <strong>Clean up system files<\/strong> =&gt; <strong>OK<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"382\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-7.png\" alt=\"pengertian cache memory 7\" class=\"wp-image-9846\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Proses penghapusan file system akan segera berlangsung. Apabila sudah selesai, akan muncul menu <strong>Disk Cleanup for Windows (C:)<\/strong> yang kedua kali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"369\" height=\"453\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-8.png\" alt=\"pengertian cache memory 8\" class=\"wp-image-9847\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Setelah tampilan diatas muncul kembali, silahkan centang file cache yang ingin bersihkan kemudian klik tombol <strong>OK<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hapus Cache Browser HP&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Buka <strong>browser <\/strong>=&gt; klik menu <strong>Settings<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-9.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-9.png\" alt=\"pengertian cache memory 9\" class=\"wp-image-9848\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Pada halaman <strong>Settings<\/strong>, pilih <strong>Security and Privacy<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-10.png\" alt=\"pengertian cache memory 10\" class=\"wp-image-9849\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Klik <strong>Clear browsing data<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ol>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-11.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-11.png\" alt=\"pengertian cache memory 11\" class=\"wp-image-9850\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Centang opsi <strong>Cached images and files =&gt; Clear data<\/strong>.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-12.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-12.png\" alt=\"pengertian cache memory 12\" class=\"wp-image-9851\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Setelah membersihkan <em>cache memory<\/em>, silakan tutup <em>browser <\/em>untuk beberapa saat sebelum menggunakannya kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hapus Cache HP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Buka aplikasi <strong>File Manager =&gt; Clean up<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-13.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"324\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-13.png\" alt=\"pengertian cache memory 13\" class=\"wp-image-9852\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Klik tombol <strong>Bersihkan<\/strong>.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-14.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-14.png\" alt=\"pengertian cache memory 14\" class=\"wp-image-9853\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Selanjutnya, kalian akan dialihkan ke tampilan untuk melakukan seleksi berkas <em>cache <\/em>yang ingin dihapus.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-15.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"1013\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Pengertian-Cache-Memory-15.png\" alt=\"pengertian cache memory 15\" class=\"wp-image-9854\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pilih opsi atau aplikasi yang ingin dibersihkan lalu klik tombol <strong>Bersihkan <\/strong>sekali lagi untuk memulai proses penghapusan <em>cache<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa disimpulkan saat kalian mengakses suatu website maupun aplikasi untuk yang kedua kalinya, kalian akan merasa lebih cepat karena bantuan <em>cache memory<\/em> yang tersimpan pada <em>local storage<\/em> <em>browser<\/em>\/PC\/HP yang digunakan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang <em>cache memory<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapa nih yang mau dapat uang jajan tambahan? Wah, kalian mesti&nbsp; gabung ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\">Afiliasi Jetorbit<\/a>. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan <a href=\"https:\/\/jetvm.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VPS<\/a> yang bisa kalian gunakan untuk website bisnis juga lho.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kalian kepikiran bahwa saat kalian mengakses suatu website lalu halaman tersebut akan lebih cepat diakses pada kunjungan selanjutnya? Nah, ternyata nih, cache memory adalah elemen yang bertanggung jawab atas meningkatnya kecepatan akses ini. Wah, sebenarnya cache memory itu apa, fungsinya apa saja, dan bagaimana cara kerjanya? Yuk simak penjelasannya di artikel Pengertian Cache Memory, &#8230; <a title=\"Pengertian Cache Memory, Fungsi, dan Cara Kerjanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-cache-memory-dan-cara-kerjanya\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian Cache Memory, Fungsi, dan Cara Kerjanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10027,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[3053,3058,283,3057,3061,3060,7,3055,3059,3056,3054],"class_list":["post-9836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cache-memory","tag-cara-kerja-cache-memory","tag-domain-murah","tag-fungsi-cache-memory","tag-hapus-cache-hp","tag-hapus-cache-laptop","tag-hosting-murah","tag-jenis-cache-memory","tag-menghapus-cache-memory","tag-pemetaan-cache","tag-pengertian-cache-memory","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9836"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9954,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9836\/revisions\/9954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}