{"id":9190,"date":"2022-03-25T09:33:00","date_gmt":"2022-03-25T02:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=9190"},"modified":"2022-04-08T09:49:29","modified_gmt":"2022-04-08T02:49:29","slug":"mengenal-cross-channel-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-cross-channel-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Mengenal Cross Channel Digital Marketing?"},"content":{"rendered":"\n<p>Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, <em>customer <\/em>kini memiliki banyak pilihan ketika ingin&nbsp; berbelanja online. <em>Brand <\/em>tidak punya pilihan selain berusaha untuk meningkatkan pengalaman berbelanja <em>customer <\/em>melalui strategi lintas saluran atau <em>cross channel<\/em>. Nah, <em>cross-channel<\/em> merupakan salah satu representasi dari strategi tersebut, yang mana <em>cross-channel<\/em> menjadi elemen strategis bagi <em>brand <\/em>untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Okay, simak dulu yuk <strong>Mengenal Cross Channel Digital Marketing?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Cross-Channel Marketing? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cross-channel marketing<\/em> adalah kemampuan <em>brand <\/em>untuk terhubung dengan pelanggan mereka di berbagai <em>channel <\/em>komunikasi, seperti email, social media, SMS, mobile apps, dan banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan <em>cross-channel marketing<\/em> tidak hanya untuk mendapatkan pelanggan baru tetapi untuk melanjutkan percakapan dengan pelanggan di seluruh <em>channel <\/em>yang mereka gunakan di seluruh <em>customer life-cycle stage<\/em>, mulai dari akuisisi hingga <em>loyalty <\/em>dan <em>retention<\/em>. <em>Marketer <\/em>perlu memastikan bahwa mereka dapat menciptakan pengalaman <em>cross-channel<\/em> yang relevan dengan tempat pelanggan berada dalam tahap pembelian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Perbedaan Cross-Channel Marketing dan Multichannel Marketing? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Strategi <em>cross-channel<\/em> sebenarnya hampir mirip dengan strategi <em>multi-channel<\/em>, yang mana ada dua atau lebih <em>channel <\/em>penjualan yang digunakan oleh <em>brand<\/em>. Perbedaannya, <em>channel-channel<\/em> ini sudah memiliki interaksi satu sama lain walaupun masih belum terintegrasi secara <em>real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, sebuah <em>brand <\/em>menjalankan <em>campaign <\/em>penjualan di <em>marketplace <\/em>yang dimiliki. Selanjutnya, <em>brand <\/em>tersebut mulai memanfaatkan media sosial untuk melakukan promosi terhadap <em>campaign <\/em>yang dijalankan. <em>Customer <\/em>pun bisa mengetahui <em>campaign <\/em>tersebut melalui media sosial lalu segera menuju <em>marketplace <\/em>untuk berbelanja produk <em>brand <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cross-channel marketing <\/em>menghubungkan <em>experience <\/em>di <em>channel <\/em>yang berbeda di setiap <em>campaign<\/em>. Misalnya, jika kalian membuat akun online dengan <em>brand<\/em>, langkah selanjutnya dalam strategi <em>cross-channel marketing<\/em> mungkin mengirimi kalian email. Tujuan dari <em>campaign <\/em>ini adalah untuk membuat <em>onboarding experience<\/em> kalian lebih sukses.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Multichannel marketing<\/em> lebih umum dan kurang terhubung. Sebuah perusahaan menggunakan beberapa <em>channel <\/em>untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka tetapi mereka melakukannya di lebih dari satu <em>campaign<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Masalah Apa yang Dapat Dipecahkan oleh Strategi <em>Cross-Channel<\/em>? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Perusahaan terkadang dapat mengirim pesan campuran kepada pelanggan mereka. Mereka mungkin mengirimkan kupon diskon 50 persen pada suatu hari kemudian kupon diskon 20 persen pada hari berikutnya, yang mengakibatkan pelanggan mengalami pengalaman yang membingungkan dan kacau balau. Nah, strategi <em>cross-channel<\/em> memastikan konsistensi komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain pesan yang tercampur dengan konten, frekuensi kontak dapat menyebabkan masalah jika tim dipisahkan. Jika sebuah perusahaan tidak dapat melacak bagaimana setiap tim menangani komunikasi pelanggan, mereka dapat mengirim lima email kepada pelanggan dalam seminggu, dan kemudian dua pesan SMS, yang benar-benar membuat pelanggan frustrasi dengan <em>brand <\/em>lalu kemungkinan mereka untuk melakukan <em>unsubscribe <\/em>lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Manfaat Cross-Channel Marketing? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cross-channel marketing<\/em> memungkinkan <em>brand <\/em>untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka di <em>channel <\/em>pilihan pelanggan dan mengirimi mereka penawaran yang dipersonalisasi yang relevan dengan individu tersebut. Perusahaan memiliki tingkat konversi pelanggan yang lebih tinggi jika pelanggan menikmati pengalaman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut juga memungkinkan perusahaan untuk menciptakan pengalaman tanpa batas, yang tentunya relevan dengan tempat pelanggan berada dalam siklus pembelian. Pesan marketing kepada pelanggan baru sangat berbeda dibandingkan dengan pesan untuk pelanggan setia yang telah ada selama beberapa waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, cara kita menyambut pelanggan baru berbeda dengan pesan yang digunakan untuk memberi insentif kepada pelanggan agar tetap tinggal dan tidak pergi ke pesaing. Di sinilah <em>campaign cross-channel<\/em> memungkinkan perusahaan untuk memahami siapa pelanggan tersebut dan bereaksi serta menanggapi mereka dengan cara yang paling relevan bagi pelanggan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, semoga artikel ini bermanfaat, ya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Oia, dapatkan penghasilan melalui <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\">Afiliasi Jetorbit<\/a>, yuk. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan VPS lho yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Have a lovely day \ud83d\ude0a<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring dengan perkembangan teknologi digital saat ini, customer kini memiliki banyak pilihan ketika ingin&nbsp; berbelanja online. Brand tidak punya pilihan selain berusaha untuk meningkatkan pengalaman berbelanja customer melalui strategi lintas saluran atau cross channel. Nah, cross-channel merupakan salah satu representasi dari strategi tersebut, yang mana cross-channel menjadi elemen strategis bagi brand untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. &#8230; <a title=\"Mengenal Cross Channel Digital Marketing?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-cross-channel-digital-marketing\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Cross Channel Digital Marketing?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2913,2908,283,7,2909,2912,2910],"class_list":["post-9190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cross-channel","tag-cross-channel-marketing","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-loyalty","tag-multi-channel","tag-retention","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9190"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9663,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9190\/revisions\/9663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}