{"id":9030,"date":"2022-03-01T09:48:00","date_gmt":"2022-03-01T02:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=9030"},"modified":"2022-04-19T08:31:48","modified_gmt":"2022-04-19T01:31:48","slug":"mengenal-apa-itu-tld","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-tld\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu TLD"},"content":{"rendered":"\n<p>Hi, Orbiters! Semoga sehat selalu, ya. Jika sudah punya website, kalian pasti paham kan betapa pentingnya nama domain untuk <em>online branding<\/em>. Tahukah kalian bahwa nama domain sebenarnya terdiri dari beberapa elemen berbeda? Nah, salah satu elemen ini disebut TLD (Top-Level Domain). Okay, baca sampai selesai ya mengenai <strong>Mengenal Apa Itu TLD<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"apa-itu-tld\"><strong>Apa Itu TLD? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Top-level domain adalah bagian akhir nama domain yang terletak setelah tanda titik atau \u201cdot\u201d terakhir pada domain. Dikarenakan top-level domain ini berada pada akhir nama domain maka ini disebut juga dengan domain suffix.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum mengenal TLD lebih lanjut, kalian harus tahu nih bahwa nama domain dibagi menjadi tiga level:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Subdomain yang berada pada bagian depan atau kiri.<\/li><li>Second-level domain atau label yang berada di tengah.<\/li><li>Top-level domain yang terletak pada akhir atau bagian paling kanan nama domain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Nama domain yang memiliki second dan top-level domain disebut dengan Fully Qualified Domain Name (FQDN).<\/p>\n\n\n\n<p>Okay, kita ulas lebih dalam lagi yuk contoh dari nama domain <strong>sub.example.com<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>sub <\/strong>adalah subdomain<\/li><li><strong>example <\/strong>adalah mid-level domain<\/li><li><strong>.com<\/strong> adalah top-level domain<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Semua level domain ini dipisahkan dengan titik atau \u201cdot\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada contoh di atas, top-level domainnya adalah <strong>.com<\/strong>, yang mana menunjukkan bahwa situsnya adalah situs komersial.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa seperti itu?<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek nama domain, terutama TLD, diatur oleh The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers atau <a href=\"https:\/\/www.icann.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">ICANN<\/a>. ICANN mengawasi semua jenis top-level domain berdasarkan apa yang berhubungan dengan website tersebut. Sebagaimana top-level domain dari suatu website harus sesuai dengan tujuan dan isinya, kalian dapat mengetahui tipe suatu website melalui TLDnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"jenis-domain-tld\"><strong>Jenis Domain TLD <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>ICANN mengelompokkan TLD ke dalam empat kategori berdasarkan tujuan, pemilik dan lokasi geografis website:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"generic-top-level-domain-gtld\"><strong>Generic Top-level Domain: gTLD <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>gTLD adalah domain paling umum yang memungkinkan berbagai macam user untuk menggunakannya. Contoh umum dari tipe top-level domain ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>.com<\/strong> untuk situs komersial<\/li><li><strong>.org <\/strong>untuk organisasi<\/li><li><strong>.net <\/strong>untuk network (jaringan)<\/li><li><strong>.xyz<\/strong> untuk umum<\/li><li><strong>.name<\/strong> untuk individual<\/li><li><strong>.biz<\/strong> untuk bisnis<\/li><li><strong>.info<\/strong> untuk platform informasi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>gTLD yang hanya boleh digunakan oleh user tertentu: domain ini disebut dengan sponsored top-level domain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"sponsored-top-level-domain-stld\"><strong>Sponsored Top-level Domain: sTLD <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>sTLD adalah jenis generic top-level domain yang digunakan oleh organisasi privat. User yang ingin mendaftarkan situsnya dengan domain ini harus mengikuti aturan tertentu. Berikut adalah sebagian contoh dari sTLD:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>.gov <\/strong>untuk situs pemerintahan AS<\/li><li><strong>.edu<\/strong> untuk institusi pendidikan<\/li><li><strong>.int <\/strong>untuk tujuan yang terkait dengan organisasi perjanjian internasional<\/li><li><strong>.mil<\/strong> untuk militer AS<\/li><li><strong>.mobi<\/strong> untuk website produk dan jasa mobile<\/li><li><strong>.jobs<\/strong> untuk perusahaan atau organisasi hukum<\/li><li><strong>.tel <\/strong>untuk website layanan komunikasi internet<\/li><li><strong>.post <\/strong>untuk situs layanan pos<\/li><li><strong>.asia<\/strong> untuk website yang berada di wilayah Asia-Pasifik<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"country-code-top-level-domain-cctld\"><strong>Country Code Top-level Domain: ccTLD <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Country code TLD mencantumkan kode ISO lokasi atau wilayah pada domainnya. Kode ISO adalah kode dua huruf yang menandakan nama dari suatu negara atau wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh umum dari jenis TLD ini adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>.es&nbsp; \u2013 Spanyol<\/li><li>.ru&nbsp; \u2013 Rusia<\/li><li>.us&nbsp; \u2013 Amerika Serikat<\/li><li>.ca&nbsp; \u2013 Kanada<\/li><li>.nl&nbsp; \u2013 Belanda<\/li><li>.de&nbsp; \u2013 Jerman<\/li><li>.fr&nbsp; \u2013 Perancis<\/li><li>.in&nbsp; \u2013 India<\/li><li>.ch&nbsp; \u2013 Switzerland<\/li><li>.jp&nbsp; \u2013 Jepang<\/li><li>.cn&nbsp; \u2013 Tiongkok<\/li><li>.br&nbsp; \u2013 Brazil<\/li><li>.id&nbsp; \u2013 Indonesia<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"infrastructure-top-level-domain\"><strong>Infrastructure Top-level Domain <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.iana.org\/domains\/arpa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">ARPA <\/a>adalah satu-satunya infrastructure top-level domain yang ada. ARPA merupakan singkatan dari Address and Routing Parameter Area. Domain ini disediakan oleh IANA untuk IETF atau Internet Engineering Task Force. Oleh karena itu, domain ini hanya digunakan untuk mengelola isu teknis infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas dari contoh-contoh top-level domain yang disebutkan di atas, kalian dapat mengakses daftar lengkap TLD pada situs web <a href=\"https:\/\/www.iana.org\/domains\/root\/db\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">IANA <\/a>(Internet Assigned Numbers Authority).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"tujuan-dari-top-level-domain\"><strong>Tujuan dari Top-level Domain <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dikarenakan top-level domain dikategorikan berdasarkan apa yang berhubungan dengan situs tersebut maka top-level domain dapat digunakan untuk mengidentifikasi tujuan, pemilik, atau lokasi geografis website tanpa harus melihat konten website.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, TLD <strong>.edu<\/strong> menunjukkan bahwa website digunakan untuk tujuan pendidikan atau dimiliki oleh lembaga pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu hal yang harus diperhatikan adalah beberapa website dapat memiliki nama yang sama tetapi top-level domainnya berbeda. Bisa dikatakan bahwa \u201ccontoh.com\u201d tidak sama dengan \u201ccontoh.edu\u201c.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sekarang kalian dapat membedakan antara \u201cWordPress.org\u201d dengan \u201cWordPress.com\u201d meski mereka memiliki second-level domain yang sama.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1161\" height=\"426\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1.png\" alt=\"mengenal apa itu TLD 1\" class=\"wp-image-9032\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1.png 1161w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1-800x294.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1-120x44.png 120w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1-90x33.png 90w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1-320x117.png 320w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mengenal-Apa-Itu-TLD-1-560x205.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1161px) 100vw, 1161px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Okay deh, jadi saat mendaftarkan nama domain, kalian harus memastikan nama mid-level domain yang tersedia ya dan silakan pilih TLD yang sesuai untuk website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, setelah punya website, jangan lupa ya untuk optimasi performa website kalian. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan layanan website berkualitas, mulai dari<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\"> domain<\/a>,<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\"> hosting<\/a>, dan layanan pendukung lainnya. Nah, untuk mendapatkan itu semua, silakan berkunjung ke<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\"> Jetorbit<\/a> untuk mencari sesuai kebutuhan kalian. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Stay safe and always keep healthy \ud83d\ude42<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hi, Orbiters! Semoga sehat selalu, ya. Jika sudah punya website, kalian pasti paham kan betapa pentingnya nama domain untuk online branding. Tahukah kalian bahwa nama domain sebenarnya terdiri dari beberapa elemen berbeda? Nah, salah satu elemen ini disebut TLD (Top-Level Domain). Okay, baca sampai selesai ya mengenai Mengenal Apa Itu TLD Apa Itu TLD? Top-level &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu TLD\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-tld\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu TLD\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9908,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2810,283,2811,2812,7,2813,2809,2814],"class_list":["post-9030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-tld","tag-domain-murah","tag-domain-tld","tag-generic-tld","tag-hosting-murah","tag-sponsored-tld","tag-tld-adalah","tag-tujuan-tld","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9030"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9909,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9030\/revisions\/9909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}