{"id":8843,"date":"2022-02-03T09:36:00","date_gmt":"2022-02-03T02:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8843"},"modified":"2022-04-18T15:42:50","modified_gmt":"2022-04-18T08:42:50","slug":"yuk-mengenal-google-display-network-gdn-agar-pebisnis-dapat-melipatkan-keuntungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/yuk-mengenal-google-display-network-gdn-agar-pebisnis-dapat-melipatkan-keuntungan\/","title":{"rendered":"Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan"},"content":{"rendered":"\n<p>Hai, Orbiters! Tahukah kalian kalau Google Display Network (GDN) merupakan cara lain untuk mengiklankan produk di Google Ads? Namun, iklan produk yang tersebar di internet tidak serta-merta memberikan keuntungan berlipat. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan agar GDN bisa optimal. Okay, simak sampai selesai <strong>Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu GDN (Google Display Network)? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Google Display Network (GDN) adalah iklan yang ditampilkan dengan bentuk <em>display ads<\/em>. <em>Display ads<\/em> ini bisa berupa iklan berbentuk teks maupun berbentuk visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh Google Display Network dengan format teks:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"869\" height=\"447\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1.png\" alt=\"mengenal google display network 1\" class=\"wp-image-8845\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1.png 869w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1-800x412.png 800w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1-120x62.png 120w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1-90x46.png 90w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1-320x165.png 320w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-1-560x288.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 869px) 100vw, 869px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sedangkan, GDN visual bisa berupa gambar, video, hingga GIF sekalipun. Contoh Google Display Network dengan format visual:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"290\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2.png\" alt=\"mengenal google display network 2\" class=\"wp-image-8846\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2.png 640w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2-120x54.png 120w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2-90x41.png 90w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2-320x145.png 320w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/Yuk-Mengenal-Google-Display-Network-GDN-2-560x254.png 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sebenarnya iklan GDN tak hanya terbatas di website saja tapi juga di aplikasi dan <em>mobile games<\/em>, lho.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Penargetan Iklan Google Display Network <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>GDN memungkinkan kalian untuk melakukan penargetan iklan (<em>Ad Targeting<\/em>) sehingga bisa menempatkan iklan di tempat yang kalian inginkan. Berikut ini ada beberapa jenis targeting yang bisa dipilih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Topic Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian bisa gunakan jenis targeting ini jika ingin memasang iklan pada website atau <em>platform <\/em>terkait topik-topik tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, tipe <em>targeting <\/em>ini mencegah iklan kalian untuk muncul di website atau <em>platform <\/em>yang sama sekali tidak terkait dengan produk yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, cakupan <em>topic targeting <\/em>masih terlalu luas. Contohnya, topik hiking tentu tidak akan terhubung pada peralatan kemah saja kan tapi juga produk-produk <em>outdoor <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, tipe <em>targeting <\/em>mungkin akan kurang cocok jika kalian ingin menargetkan lokasi iklan secara lebih spesifik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keyword\/Contextual Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tipe <em>targeting <\/em>ini memungkinkan kalian untuk menghubungkan iklan dengan <em>keyword-keyword<\/em> tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika menjual peralatan berkemah, tentu ingin menghubungkan iklan dengan <em>keyword-keyword<\/em>, seperti \u201ctenda\u201d, \u201ccamping\u201d, \u201chiking\u201d, dan sejenisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini akan membuat iklan akan muncul di website atau <em>platform <\/em>yang terhubung dengan <em>keyword-keyword<\/em> tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa menggunakan tipe <em>targeting <\/em>ini untuk menempatkan iklan kalian sesuai dengan konteksnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Interest Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian khawatir iklannya tidak sampai ke orang-orang yang benar-benar tertarik dengan produk kalian, kalian bisa mencoba tipe <em>targeting <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Interest targeting<\/em> akan memunculkan iklan berdasarkan preferensi target market. Contohnya, misal produk kalian menargetkan calon pelanggan bergaya hidup modern maka iklannya akan muncul di hadapan pengguna yang memiliki preferensi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, usahakan kalian sudah tahu karakteristik calon pelanggan sebelum memilih jenis <em>targeting <\/em>ini. Salah satu cara untuk mempelajari karakter mereka adalah dengan membuat <em>buyer persona<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Placement Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah tahu website yang sering dikunjungi calon pelanggan, kalian bisa memasang iklan kalian pada website tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan <em>placement targeting.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Contoh penerapannya: Setelah mengobservasi website X, Y, dan Z, kalian memutuskan untuk beriklan di website Y dan Z saja. Alasannya adalah sebagian besar calon pelanggan kalian lebih sering mengunjungi kedua website tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah mengapa<em> placement targeting<\/em> merupakan pilihan yang tepat jika mencari opsi targeting yang sangat spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika masih belum tahu website mana yang sering dikunjungi calon pelanggan, tenang, masih ada opsi <em>Automatic placement<\/em> kok yang mana Google akan mencarikan website yang sesuai dengan <em>keyword <\/em>iklan kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Remarketing Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pernah gak kalian melihat produk di suatu website lalu tetiba melihat iklan produk tersebut saat membuka website lain? Jika iya, kalian baru saja menyaksikan praktik <em>remarketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis targeting ini cocok jika kalian ingin meraih calon pelanggan yang sudah tertarik tapi belum cukup terdorong untuk membeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kalian juga dapat memanfaatkan jenis <em>targeting <\/em>ini untuk meningkatkan <em>brand awareness <\/em>sembari meningkatkan konversi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Demographic Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sebelumnya sudah membuat <em>buyer persona<\/em>, kalian pasti tahu karakteristik calon pelanggan seperti umur, gender, hingga lokasi domisili mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kalian juga bisa menampilkan iklannya berdasarkan karakteristik tersebut, nih. Sehingga kalian dapat benar-benar yakin bahwa iklannya muncul di hadapan audiens yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sama seperti <em>interest targeting<\/em>, kalian harus mengetahui karakter calon pelanggan terlebih dahulu sebelum menggunakan jenis <em>targeting <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keuntungan Google Display Network <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada empat keuntungan yang akan didapatkan bila menggunakan Google Display Network.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Meningkatkan Brand Awareness <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Brand awareness<\/em> bisa meningkat karena GDN menjangkau hingga 90% pengguna internet dan ditampilkan di lebih dari dua juta website. Iklan akan muncul di mana-mana sehingga orang-orang menjadi familiar dengan produk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Visual Itu Lebih Menarik Target Pasar <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Iklan di Google Display Network itu bisa berbentuk visual dan banyak penelitian yang mengatakan bahwa visual lebih menarik daripada teks.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, 90% informasi yang diproses otak itu adalah visual atau 80% orang lebih mengingat apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka baca. Dengan kata lain, pengunjung kemungkinan besar akan mengklik iklan GDN daripada iklan dengan teks biasa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Banyak Jenis Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada banyak jenis <em>targeting <\/em>yang bisa dipilih di Google Display Network, mulai dari <em>targeting <\/em>sesuai kebiasaan dan ketertarikan audiens, sesuai umur dan gender, hingga bisa&nbsp; menentukan website mana yang akan menampilkan iklan kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyaknya jenis <em>targeting <\/em>di GDN memberikan kalian kebebasan sesuai dengan strategi <em>digital marketing<\/em> yang diterapkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Remarketing <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Remarketing <\/em>adalah proses yang mana GDN akan menampilkan iklan kalian kepada orang yang sudah mengklik iklan tersebut tapi belum melakukan pembelian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, orang itu lalu akan melihat iklan kalian di website dan aplikasi lain yang ia buka.&nbsp; <em>Remarketing <\/em>ini sangat berguna karena berfungsi untuk mempertahankan <em>buying intent<\/em> calon pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>7 Tips Menggunakan Google Display Network untuk Memaksimalkan Keuntungan <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini tujuh tips menggunakan GDN agar keuntungan bisnis berlipat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buat Iklan Visual <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Walaupun GDN bisa menampilkan iklan berbentuk visual tapi ternyata 67.5% iklan yang ditampilkan di GDN masih berupa teks, lho. Padahal iklan teks itu mempunyai CTR yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan iklan visual.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, silakan buat iklan di GDN dalam bentuk visual. Apalagi jika bisnis kalian bergerak dalam bidang yang mana visual itu penting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa memamerkan foto produk di iklan GDN tersebut, promo yang sedang berjalan, atau sekedar gambar tulisan \u201cBeli Sekarang.\u201d Ingat, visual itu lebih menarik daripada teks.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buat Iklan di Setiap Format yang Tersedia <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak semua website atau platform mendukung ditampilkannya beberapa format <em>display ads<\/em> sekaligus. Kadang, suatu website sengaja mengatur iklan agar ditampilkan dengan satu format dan resolusi gambar supaya <em>load time<\/em> cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, jika hanya membuat iklan GDN dengan satu format saja, kalian akan menyia-nyiakan luasnya jaringan iklan dari GDN. Sebab, iklan kalian tak bisa muncul di semua tempat karena tidak didukungnya format iklan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, silakan pastikan membuat berbagai format, resolusi, dan versi untuk iklan gambar yang ingin ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Managed Placements <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Managed Placement<\/em> adalah satu-satunya jenis <em>targeting <\/em>yang memberikan kendali penuh untuk memilih di mana iklan akan ditampilkan. <em>Managed Placement<\/em> mengizinkan kalian untuk memilih website\/aplikasi mana yang akan menampilkan iklan kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dengan begitu kalian bisa menampilkan iklan di tempat yang sering dikunjungi oleh konsumen atau calon konsumen sehingga iklan bisa benar-benar tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada <em>targeting <\/em>lain seperti berdasarkan minat atau topik, Google lah yang memilih website\/aplikasi mana yang sesuai dan relevan secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Budget dengan Bijak <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Guys, mulailah kampanye dengan budget rendah dahulu ya dan silakan lihat hasilnya bagaimana.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika hasil kampanye tersebut memang bagus, kalian bisa menaikan budgetnya. Namun, jika kampanye itu tak menghasilkan sesuai yang diinginkan, kalian bisa langsung memulai kampanye lainnya dari budget yang tersisa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jangan Lupa Remarketing <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Remarketing <\/em>adalah proses yang mana Google Display Network akan menampilkan iklan kalian kepada orang yang sudah mengklik iklan tersebut tapi belum melakukan pembelian. Orang tersebut lalu akan melihat iklan kalian di website dan aplikasi lain yang ia buka.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Remarketing <\/em>ini sangat berguna karena berfungsi untuk mempertahankan minat membeli calon pelanggan. Selain itu, <em>remarketing <\/em>juga membuat <em>brand <\/em>kalian menjadi yang pertama kali terlintas di pikiran para calon pelanggan potensial maupun pelanggan yang sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Selalu Awasi Iklan Kalian <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian harus rutin mengawasi di mana iklan kalian ditempatkan oleh Google. Algoritma Google memang berusaha menempatkan iklan kalian dengan relevan tapi kadang algoritma Google itu tidak konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa saja iklan kalian sudah tampil di website yang relevan selama beberapa hari tapi tiba-tiba entah kenapa iklan tersebut tidak muncul lagi di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengawasi iklan ini sangat penting agar kampanye iklan kalian efektif dan tidak menghabiskan <em>budget <\/em>dengan sia-sia. Kalian juga akan tahu bagaimana performa iklan sebenarnya dan bisa membuat strategi pemasaran selanjutnya dengan lebih baik lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sisihkan Budget untuk Testing <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jaringan Google Display Network itu sangat besar dengan pilihan <em>targeting <\/em>yang bermacam-macam. Jika kalian fokus pada satu <em>targeting <\/em>saja dan tidak melakukan <em>testing <\/em>dengan yang lainnya, bisa saja kalian kehilangan banyak calon konsumen potensial.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, silakan sisihkan 10-20% budget iklan kalian untuk <em>testing<\/em>. Kalian bisa membuat kampanye baru dengan pengaturan yang berbeda dengan kampanye utama. Data-data yang didapatkan dari kampanye-kampanye <em>testing <\/em>ini bisa dijadikan pertimbangan untuk membuat kampanye iklan utama selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memakai Google Display Network <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada tiga kesalahan yang harus kalian hindari saat memakai GDN, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hindari Display Select <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Display Select adalah salah satu fitur di Google AdWords yang memungkinkan kalian mengkombinasikan iklan Search Network dengan GDN. Display Select secara otomatis mengalokasikan budget kalian ke pencarian berbayar lalu sisanya akan digunakan untuk display ads.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelihatannya bagus tapi kenyataannya tidak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, bisa dikatakan kalian menyerahkan strategi iklan bisnis kalian sepenuhnya kepada Google. Algoritma Google akan secara otomatis menentukan mana <em>targeting <\/em>yang cocok, berapa budget yang harus dikeluarkan, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian sudah tahu kan bahwa algoritma Google kadang tidak beres sehingga kalian mungkin saja menghabiskan budget sia-sia tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaiknya hindari fitur Display Select. Usahakan kalian memisahkan kampanye Search Network dengan Google Display Network agar masing-masing bisa bekerja dengan optimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jangan Menerapkan Banyak Jenis Targeting Sekaligus <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Luasnya jaringan Google Display Network dan banyaknya jenis <em>targeting <\/em>yang ditawarkan mengharuskan kalian untuk berhati-hati. Jangan pernah menerapkan banyak jenis <em>targeting <\/em>sekaligus di satu kampanye karena akan menyebabkan banyak masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menerapkan banyak jenis <em>targeting <\/em>di satu kampanye bisa mengurangi jangkauan iklan kalian, hasil akhir yang tidak memuaskan, serta sulit untuk menganalisa data-data yang dihasilkan. Jika ingin menerapkan banyak jenis <em>targeting, <\/em>lakukan saja <em>testing <\/em>dengan budget kecil di beberapa kampanye berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jangan Sampai <em>Mobile Game<\/em> Menghabiskan Budget Kalian <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kadang nih, jika <em>handphone <\/em>dipegang oleh usia anak-anak, tangan mereka bergerak terlalu cepat sehingga secara tak sengaja mengklik <em>display ads<\/em> yang ada di game tersebut. Klik-klik ini bisa menghabiskan budget tanpa menghasilkan <em>conversion <\/em>sama sekali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati memilih <em>mobile game<\/em> dalam kampanye iklan. Kalian pasti tak mau kan budget iklan tidak balik modal gegara anak-anak kecil?<\/p>\n\n\n\n<p>Okay Guys, sekian pembahasan mengenai berbagai Google Display Network. Harapan kami, kalian bisa selangkah lebih maju untuk mendapatkan keuntungan berlipat di bisnis kalian. Jika memiliki pertanyaan, silakan tinggalkan komentar pada kolom yang tersedia, ya \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><br>Oia, Jetorbit punya <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/jasa-website-toko-online\/\">Paket Website Toko Online<\/a>, lho. Kalian bisa menjual apa saja dengan toko online milik kalian sendiri! Mudah digunakan oleh siapa saja yang tentunya disertai dengan dukungan bantuan terbaik yang kalian dapatkan. <\/p>\n\n\n\n<p><a>Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<\/a><a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Have a lovely day<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, Orbiters! Tahukah kalian kalau Google Display Network (GDN) merupakan cara lain untuk mengiklankan produk di Google Ads? Namun, iklan produk yang tersebar di internet tidak serta-merta memberikan keuntungan berlipat. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan agar GDN bisa optimal. Okay, simak sampai selesai Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan &#8230; <a title=\"Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/yuk-mengenal-google-display-network-gdn-agar-pebisnis-dapat-melipatkan-keuntungan\/\" aria-label=\"Read more about Yuk Mengenal Google Display Network (GDN) Agar Pebisnis Dapat Melipatkan Keuntungan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2717,2713,236,2714,283,2712,2711,7,2715,2718,2719,2716,1497,2720],"class_list":["post-8843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-ad-targeting","tag-apa-itu-gdn","tag-brand-awareness","tag-display-ads","tag-domain-murah","tag-gdn-adalah","tag-google-display-network","tag-hosting-murah","tag-iklan-gdn","tag-keuntungan-gdn","tag-menggunakan-gdn","tag-penargetan-iklan","tag-remarketing","tag-tips-menggunakan-gdn","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8843"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9879,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8843\/revisions\/9879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}