{"id":8692,"date":"2022-01-25T09:48:00","date_gmt":"2022-01-25T02:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8692"},"modified":"2022-04-18T15:25:39","modified_gmt":"2022-04-18T08:25:39","slug":"mengenal-apa-itu-github-serta-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-github-serta-fungsinya\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu GitHub serta Fungsinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sudah tahu kah bahwa GitHub merupakan sebuah website dan layanan berbasis <em>cloud <\/em>bagi para <em>developer <\/em>untuk menyimpan dan mengelola kode serta mendokumentasikan dan mengontrol perubahannya? GitHub juga salah satu <em>storehouse <\/em>online terbesar di dunia lho untuk pekerjaan kolaborasi. Okay, simak sampai selesai yuk <strong>Mengenal Apa Itu GitHub serta Fungsinya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Git? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Git adalah sistem kendali versi terdistribusi, yang berarti semua <em>codebase <\/em>dan riwayat kode akan tersedia di komputer setiap <em>developer <\/em>untuk memudahkan pembuatan <em>branch <\/em>dan penggabungan. Git dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 2005 dan merupakan inti atau jantung GitHub.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Version Control System? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sistem kendali versi (<em>version control system<\/em>) adalah sistem yang mencatat perubahan yang dilakukan pada file sehingga semua riwayatnya akan terekam dan bisa dilihat kembali nantinya. Saat <em>developer <\/em>membuat proyek baru, mereka selalu dan akan terus-menerus melakukan pembaruan terhadap kodenya. Bahkan nih, setelah proyeknya online pun <em>developer <\/em>tetap harus memperbarui versinya, memperbaiki bug, menambahkan fitur baru, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Version control system<\/em> membantu <em>developer <\/em>melacak perubahan yang mereka lakukan terhadap basis kode. Tidak hanya itu, sistem ini juga mencatat siapa saja yang membuat perubahan serta memulihkan kode yang telah dihapus atau dimodifikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>tidak ada kode yang saling tertimpa karena Git menyimpan banyak salinan kode di repositori.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Hub? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika Git adalah jantung maka Hub adalah jiwa dari si GitHub. Sistem Hub yang ada pada GitHub berfungsi untuk mengubah baris perintah (<em>command line<\/em>), seperti Git, menjadi jaringan media sosial terbesar bagi para <em>developer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>GitHub juga memungkinkan <em>user<\/em>nya untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan visi dan misi selain berkontribusi dalam proyek tertentu. Kalian bahkan bisa lho untuk <em>follow <\/em>mereka dan melihat proyek yang mereka kerjakan atau mencari tahu siapa saja yang terhubung dengan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Repositori <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Repositori atau repo adalah direktori penyimpanan file proyek. Nah, di sini, kalian bisa menyimpan apapun yang berkaitan dengan proyek yang sedang dibuat, misalnya file kode, gambar, atau audio. Repo sendiri bertempat di <em>storage <\/em>GitHub atau repositori lokal di komputer kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Branch <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Branch <\/em>merupakan salinan dari repositori. Kalian bisa menggunakan <em>branch <\/em>ketika akan melakukan suatu pengembangan secara terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerjaan atau <em>task <\/em>yang kalian kerjakan di <em>branch <\/em>tidak akan mempengaruhi repositori pusat atau <em>branch <\/em>lainnya. Jika pengembangannya sudah selesai, kalian bisa menggabungkan <em>branch <\/em>saat ini ke <em>branch <\/em>lainnya dan juga repositori pusat dengan menggunakan<em> pull request<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pull Request <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Pull request<\/em> adalah ketika kalian menginformasikan <em>user <\/em>bahwa kalian sudah memindahkan perubahan yang dilakukan di branch ke <em>master repositori<\/em>. <em>Collaborator repositori<\/em> akan menerima atau menolak <em>pull request<\/em>. Segera setelah <em>pull request<\/em> diterima, kalian bisa mendiskusikan dan mengulas proyek bersama dengan <em>collaborator<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa langkah untuk membuat <em>pull request<\/em> di GitHub:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Masuk ke repositori dan cari menu <em>branch<\/em>.<\/li><li>Di menu <em>branch<\/em>, pilih <em>branch <\/em>yang menyimpan <em>commit <\/em>kalian.<\/li><li>Klik opsi <strong>New pull request<\/strong> yang ada di samping menu <em>branch<\/em>.<\/li><li>Masukkan judul dan deskripsi <em>pull request<\/em>.<\/li><li>Klik opsi <strong>Create pull request<\/strong>.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Forking Repository <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Forking repository <\/em>artinya kalian membuat proyek baru berdasarkan repositori yang sudah ada. Sederhananya, <em>forking repo<\/em> berarti kalian menyalin repositori yang sudah ada lalu membuat beberapa perubahan yang kalian perlukan, lalu menyimpan versi terbarunya sebagai repositori baru, dan menjadikannya proyek kalian sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Fitur ini akan memperbaiki serta meningkatkan pengembangan proyek yang kalian lakukan. Tidak akan terjadi apa-apa di repositori pusat karena proyek hasil <em>forking <\/em>masih baru. Perubahan pada repositori <em>master <\/em>juga dapat diterapkan di <em>forking <\/em>saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut dua langkah untuk <em>forking <\/em>repositori GitHub:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Cari repositori yang ingin kalian <em>forking<\/em>.<\/li><li>Klik opsi <strong>Fork<\/strong>.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Okay Guys, kalian kini sudah tahu apa itu GitHub, fungsi GitHub, dan sebagainya. GitHub memang berperan sangat penting dalam memuluskan pekerjaan <em>developer<\/em>. Namun, platform ini tidak terpaku pada <em>developer <\/em>saja, lho. Siapapun bisa menggunakannya untuk mengelola proyek dan bekerja bersama-sama dengan rekan lainnya. Oia, alternatif GitHub lainnya yang boleh kalian lirik adalah <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/bagaimana-cara-instal-gitlab-di-windows\/\">GitLab<\/a>, BitBucket.<\/p>\n\n\n\n<p>Guys, dapatkan penghasilan melalui<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\"> Afiliasi Jetorbit<\/a>, yuk. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan VPS lho yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Stay safe and keep healthy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sudah tahu kah bahwa GitHub merupakan sebuah website dan layanan berbasis cloud bagi para developer untuk menyimpan dan mengelola kode serta mendokumentasikan dan mengontrol perubahannya? GitHub juga salah satu storehouse online terbesar di dunia lho untuk pekerjaan kolaborasi. Okay, simak sampai selesai yuk Mengenal Apa Itu GitHub serta Fungsinya Apa Itu Git? Git adalah &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu GitHub serta Fungsinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-github-serta-fungsinya\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu GitHub serta Fungsinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[380,632,283,2674,7,2675,2676],"class_list":["post-8692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-git","tag-apa-itu-hub","tag-domain-murah","tag-git-adalah","tag-hosting-murah","tag-version-control-system","tag-version-control-system-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8694,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8692\/revisions\/8694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}