{"id":8507,"date":"2022-01-01T08:08:00","date_gmt":"2022-01-01T01:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8507"},"modified":"2022-09-09T14:40:52","modified_gmt":"2022-09-09T07:40:52","slug":"34-perintah-dasar-linux-yang-perlu-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/34-perintah-dasar-linux-yang-perlu-diketahui\/","title":{"rendered":"34 Perintah Dasar Linux yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"\n<p>Guys, apakah kalian termasuk orang yang jika mendengar tentang Linux lalu otak kalian berpikir bahwa Linux menyeramkan? Sebabnya adalah mengacu pada sistem operasi yang kompleks dan hanya digunakan oleh <em>programmer<\/em>. Apakah memang seperti itu? Okay-okay, sebagai permulaan nih, ketahui bersama yuk <strong>34 Perintah Dasar Linux yang Perlu Diketahui<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Linux adalah keluarga sistem operasi Unix yang <em>open-source<\/em> dan didasarkan pada Linux Kernel. Nah, di dalam keluarga ini juga termasuk sistem berbasis Linux populer, seperti Ubuntu, Fedora, Mint, Debian, dan lain-lain. Sistem-sistem ini lebih tepatnya disebut sebagai distribusi atau distros.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat mengoperasikan OS Linux, kalian harus menggunakan shell, yaitu <em>interface <\/em>yang menyediakan akses ke layanan sistem operasi. Sebagian besar distribusi Linux menggunakan <em>interface <\/em>pengguna grafis (<em>graphic user interface<\/em> \u2013 GUI) sebagai shell-nya, terutama untuk memberikan kemudahan penggunaan bagi para <em>user<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, penggunaan <em>command-line interface<\/em> (CLI) sangat disarankan karena lebih <em>powerful <\/em>dan efektif. <em>Task <\/em>yang membutuhkan proses dengan banyak langkah melalui GUI dapat dilakukan hanya dalam waktu sekian detik dengan mengetikkan <em>command <\/em>atau perintah ke CLI.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perintah Dasar Linux <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum menjabarkan perintah dasar sistem operasi Linux, Anda harus membuka baris perintah (<em>command line<\/em>) terlebih dulu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meski langkah-langkah yang akan diikuti berbeda dan bergantung pada distribusi yang digunakan, baris perintah biasanya ada di bagian <strong>Utilities<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini daftar command dasar Linux:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>pwd command <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah dasar Linux <strong>pwd <\/strong>berfungsi untuk mencari path dari direktori (folder) yang kalian gunakan saat ini. Perintah ini akan mengembalikan path yang absolut (penuh), yang pada dasarnya merupakan path semua direktori yang diawali dengan garis miring depan <strong>(\/)<\/strong>. Contoh dari path absolut adalah <strong>\/home\/username<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>cd command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk menjelajahi file dan direktori Linux, gunakan perintah <strong>cd<\/strong>. Perintah Linux ini memerlukan path penuh atau nama direktori, tergantung pada direktori yang Anda gunakan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalkan saat ini Anda sedang berada di <strong>\/home\/username\/Documents<\/strong> dan ingin membuka <strong>Photos<\/strong>, subdirektori dari <strong>Documents<\/strong>. Untuk melakukannya, kalian hanya perlu mengetikkan command ini: <strong>cd Photos<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh lainnya, saat ingin beralih ke direktori yang sepenuhnya baru, misal <strong>\/home\/username\/Movies<\/strong>. Dalam contoh ini, ketik <strong>cd <\/strong>yang diikuti dengan path absolut direktori: <strong>cd \/home\/username\/Movies<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa jalan pintas (<em>shortcut<\/em>) untuk memudahkan navigasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>cd ..<\/strong> (dengan dua tanda titik) untuk memindahkan satu direktori ke atas.<\/li><li><strong>cd <\/strong>jika ingin langsung membuka folder home.<\/li><li><strong>cd-<\/strong> (dengan tanda penghubung) untuk berpindah ke direktori sebelumnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Satu hal yang perlu diperhatikan, shell Linux sangat sensitif. Jadi, kalian harus mengetikkan nama direktori dengan benar dan tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Is command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Is <\/strong>merupakan perintah dasar pada Linux yang digunakan untuk melihat konten atau isi direktori. Secara default, command ini akan menampilkan isi dari direktori yang Anda gunakan saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ingin melihat isi direktori lain, ketik <strong>Is<\/strong>, disusul dengan path direktori. Contoh, ketik <strong>Is \/home\/username\/Documents<\/strong> untuk melihat isi <strong>Documents<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa variasi yang bisa dikombinasikan dengan perintah dasar Linux <strong>Is<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Is -R<\/strong> akan membuat daftar semua file yang ada di sub-direktori.<\/li><li><strong>Is -a<\/strong> akan menampilkan file yang tersembunyi.<\/li><li><strong>Is -al<\/strong> akan membuat daftar file dan direktori yang memuat informasi mendetail, seperti permission (hak akses), ukuran (size), pemilik (owner), dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>cat command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>cat <\/strong>(akronim dri concatenate) adalah salah satu perintah dasar sistem operasi Linux yang sering digunakan. Perintah ini berfungsi untuk membuat daftar konten atau isi file pada standard output (sdout). Untuk menjalankan command ini, ketik <strong>cat <\/strong>yang kemudian diikuti dengan nama dan ekstensi file. Sebagai contoh: <strong>cat file.txt<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa cara untuk menggunakan perintah <strong>cat<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>cat &gt; filename<\/strong> untuk membuat file baru.<\/li><li><strong>cat filename1 filename2&gt;filename3<\/strong> untuk menggabungkan dua file (1 dan 2) dan menyimpan outputnya di file baru (3).<\/li><li><strong>cat filename | tr a-z A-Z &gt;output.txt<\/strong> untuk mengonversi file ke penggunaan huruf besar atau huruf kecil.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>cp command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan perintah dasar Linux <strong>cp <\/strong>untuk menyalin file dari direktori saat ini ke direktori yang berbeda. Misalnya, command <strong>cp scenery.jpg \/home\/username\/Pictures<\/strong> untuk membuat salinan <strong>scenery.jpg<\/strong> (dari direktori saat ini) ke direktori <strong>Pictures<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>mv command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fungsi utama command <strong>mv <\/strong>adalah untuk memindahkan file meskipun sebenarnya bisa digunakan untuk mengganti atau mengubah nama file.<\/p>\n\n\n\n<p>Argumen yang ada di mv serupa dengan argumen yang ada di perintah cp. Ketik <strong>mv<\/strong>, nama file, dan direktori tujuan. Contoh: <strong>mv file.txt \/home\/username\/Documents<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengganti nama file, perintah Linux-nya adalah <strong>mv oldname.ext newname.ext<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>mkdir command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk membuat direktori baru, kalian bisa menggunakan perintah dasar Linux <strong>mkdir<\/strong>. Sebagai contoh, jika mengetik <strong>mkdir Music<\/strong>, direktori baru yang muncul disebut <strong>Music<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa command <strong>mkdir <\/strong>tambahan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Untuk membuat direktori baru di dalam direktori lain, gunakan command dasar Linux <strong>mkdir Music\/Newfile<\/strong>.<\/li><li>Gunakan opsi <strong>p <\/strong>(parents) untuk membuat direktori di antara dua direktori yang sudah ada. Misalnya, <strong>mkdir -p Music\/2020\/Newfile<\/strong> untuk membuat file baru \u201c2020\u201d.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>rmdir command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika ingin menghapus direktori, gunakan perintah <strong>rmdir<\/strong>. Namun, rmdir hanya boleh digunakan untuk menghapus direktori kosong.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>rm command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>rm <\/strong>adalah perintah dasar pada Linux yang berfungsi untuk menghapus direktori beserta isinya. Jika hanya ingin menghapus direktorinya saja \u2013 alternatif command selain rmdir \u2013 gunakan <strong>rm -r<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Catatan: Saat menggunakan command ini, kalian harus berhati-hati dan cek kembali direktori di mana kalian berada saat ini. Sekali command rm dijalankan maka semuanya akan terhapus dan tidak bisa dikembalikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>touch command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>touch <\/strong>adalah perintah dasar Linux yang memperbolehkan kalian membuat file baru yang kosong melalui baris perintah Linux. Sebagai contoh, ketik <strong>touch \/home\/username\/Documents\/Web.html<\/strong> untuk membuat file HTML berjudul <strong>Web <\/strong>di bawah direktori <strong>Documents<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>locate command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>locate <\/strong>digunakan untuk mencari file, fungsinya sama seperti command pencarian di OS Windows. Apabila dipasangkan dengan argumen <strong>-i<\/strong>, command ini akan bersifat case-insensitive sehingga file dapat dicari meski kalian tidak mengingat namanya dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencari file yang memuat dua atau lebih dari dua kata, gunakan tanda bintang <strong>(*)<\/strong>. Misalnya, perintah <strong>locate -i school*note<\/strong> akan mencari file yang pada namanya termuat kata \u201cschool\u201d dan \u201cnote\u201d, entah itu huruf besar atau kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>find command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sama seperti command <strong>locate<\/strong>, perintah <strong>find <\/strong>juga bisa digunakan untuk mencari file dan direktori. Bedanya, perintah <strong>find <\/strong>lebih ditujukan untuk mencari file yang berlokasi di dalam direktori yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, perintah <strong>find \/home\/ -name notes.txt<\/strong> akan mencari file bernama <strong>notes.txt<\/strong> di dalam direktori home dan subdirektorinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa variasi yang bisa dipasangkan dengan <strong>find<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>find . \u2013 name notes.txt<\/strong> untuk mencari file di dalam direktori yang digunakan saat ini.<\/li><li><strong>\/ -type d -name notes.txt<\/strong> untuk mencari direktori.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>grep command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah dasar Linux lain yang sangat berguna untuk menyelesaikan task harian adalah <strong>grep<\/strong>. Dengan command ini, kalian bisa melakukan pencarian di semua teks di dalam file yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, ketik <strong>grep blue notepad.txt<\/strong> untuk mencari kata <strong>blue <\/strong>di file notepad. Baris yang memuat kata yang dicari akan ditampilkan sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>sudo command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>sudo merupakan singkatan dari<strong> \u201cSuperUser Do\u201d<\/strong> dan berfungsi untuk menjalankan task yang memerlukan hak akses (permission) administrative atau root. Namun, kami tidak menyarankan penggunaan command sudo untuk task harian karena bisa terjadi error kapan saja bila Anda melakukan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>df command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mendapatkan laporan tentang penggunaan disk space sistem, gunakan perintah <strong>df<\/strong>. Laporan yang diberikan hadir dalam bentuk persentase dan satuan KB. jika ingin melihat laporan berupa satuan megabyte, ketik <strong>df -m<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>du command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>du <\/strong>merupakan perintah dasar Linux yang berfungsi untuk mengecek seberapa banyak space yang digunakan oleh suatu file atau direktori. Hanya saja, untuk format ringkasan, penggunaan disk yang ditampilkan berupa nomor blok disk alih-alih format ukuran pada umumnya. Jika ingin melihat jumlah penggunaan disk dalam satuan byte, kilobyte, dan megabyte, tambahkan argumen <strong>-h<\/strong> ke baris perintah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>head command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah <strong>head <\/strong>digunakan untuk melihat baris pertama dari semua file teks. Secara default, perintah ini akan menampilkan sepuluh baris pertama. Namun, jumlah baris tersebut dapat diubah sesuai keinginan Anda. Misalnya, jika Anda hanya ingin menampilkan lima baris pertama, ketik <strong>head -n 5 filename.ext<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>tail command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah tail memiliki fungsi yang sama dengan perintah head. Hanya saja, alih-alih baris pertama, perintah <strong>tail <\/strong>akan menampilkan sepuluh baris terakhir dari suatu file. Misalnya, <strong>tail -n filename.ext<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>diff command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>diff <\/strong>adalah perintah dasar Linux yang membandingkan konten atau isi dua file berdasarkan baris demi baris. Setelah menganalisis file, perintah ini akan menghasilkan output berupa line atau baris yang tidak cocok. Programmer sering menggunakan command ini ketika mereka perlu membuat perubahan program, alih-alih menulis kembali semua kode source.<\/p>\n\n\n\n<p>Format paling sederhana dari command dasar Linux ini adalah <strong>diff file1.ext file2.ext<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>tar command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>tar <\/strong>merupakan perintah Linux yang paling banyak digunakan untuk mengarsipkan banyak file ke dalam <strong>tarball <\/strong>\u2013 format file Linux yang serupa dengan format zip, di mana tindakan kompresi bersifat opsional.<\/p>\n\n\n\n<p>Perintah dasar sistem operasi Linux ini cukup kompleks dengan daftar fungsi yang panjang, seperti menambahkan file baru ke arsip yang sudah ada, membuat daftar konten suatu arsip, mengekstrak konten dari arsip, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>chmod command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>chmod <\/strong>adalah perintah dasar Linux lainnya yang digunakan untuk membaca, menulis, dan menjalankan permission (hak akses) file dan direktori.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>chown command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada sistem operasi Linux, semua file dimiliki oleh user khusus. Sebagai perintah dasar pada Linux, <strong>chown <\/strong>memungkinkan untuk mengubah atau mentransfer kepemilikan file ke username khusus atau yang spesifik. Misalnya, <strong>chown linuxuser2 file.ext<\/strong> akan menentukan <strong>linuxuser2 <\/strong>sebagai pemilik <strong>file.ext<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>jobs command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah <strong>jobs <\/strong>akan menampilkan semua jobs saat ini beserta dengan statusnya. Pada dasarnya job merupakan proses yang dimulai oleh shell.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>kill command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada program yang responsif, Anda bisa mematikannya secara manual dengan menggunakan command dasar Linux <strong>kill<\/strong>. Perintah ini akan mengirimkan sinyal tertentu ke aplikasi yang bermasalah dan memberi instruksi kepada aplikasi tersebut untuk berakhir atau mati dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Totalnya ada 64 sinyal yang dapat digunakan tapi biasanya orang-orang hanya menggunakan dua sinyal, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>SIGTERM (15):<\/strong> meminta program untuk berhenti bekerja dan memberikannya waktu untuk menyimpan semua progress. Jika tidak ada sinyal khusus yang ditentukan ketika memasukkan perintah kill, sinyal inilah yang akan digunakan.&nbsp;<\/li><li><strong>SIGKILL (9)<\/strong>: memaksa program untuk berhenti bekerja saat itu juga. Progress yang tidak tersimpan akan hilang.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Selain sinyal, kalian juga harus tahu nomor identifikasi proses (process identification number \u2013 PID) dari sebuah program yang hendak dihentikan (<strong>kill<\/strong>). Jika tidak tahu PID-nya, kalian bisa menjalankan command <strong>ps ux<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui sinyal yang ingin digunakan dan PID program, masukkan syntax ini: <strong>kill [signal option] PID<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>ping command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Command <strong>ping <\/strong>berfungsi untuk mengecek status konektivitas ke server. Misalnya, dengan menambahkan <strong>ping google.com<\/strong>, command akan mengecek apakah kalian sudah terhubung ke Google atau belum dan juga mengukur waktu respons.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>wget command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah dasar Linux ini sangat berguna bahkan kalian bisa mengunduh file dari internet dengan bantuan command <strong>wget<\/strong>. Kalian hanya perlu mengetikkan <strong>wget <\/strong>yang diikuti dengan link unduhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>uname command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>uname<\/strong>, akronim dari Unix Name adalah perintah dasar sistem operasi Linux yang akan mencetak informasi lengkap mengenai sistem Linux, misal nama mesin, sistem operasi, kernel, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>top command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai terminal yang setara dengan Task Manager di Windows, command <strong>top <\/strong>akan menampilkan daftar proses yang sedang berlangsung dan seberapa banyak ruang CPU yang digunakan oleh tiap proses tersebut. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan <em>resource <\/em>sistem sangatlah disarankan, terutama ketika kalian harus mencari tahu mana proses yang perlu dimatikan karena terlalu banyak menggunakan <em>resource<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>history command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau sudah lihai menggunakan Linux, kalian bisa menjalankan ratusan <em>command <\/em>atau perintah setiap hari. Misal, penggunaan command <strong>history <\/strong>untuk mengecek kembali (<em>review<\/em>) command yang sudah ditambahkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>mand command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bingung dengan fungsi dari command Linux tertentu? Untuk mempelajarinya langsung dari shell Linux, kalian bisa menggunakan command <strong>man<\/strong>. Sebagai contoh, dengan menambahkan perintah <strong>man tail<\/strong>, kalian akan disodorkan instruksi manual dari perintah tail.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>echo command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Perintah dasar Linux ini digunakan untuk memindahkan beberapa data ke dalam satu file. Misal, jika ingin menambahkan teks, \u201cHello, my name is John\u201d ke file yang bernama name.txt, yang perlu diketik adalah <strong>echo Hello, my name is John &gt;&gt; name.txt<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>zip, unzip command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan perintah <strong>zip <\/strong>untuk meng-compress file ke arsip zip dan perintah <strong>unzip <\/strong>untuk mengekstrak file zip ke arsip zip.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>hostname command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>hostname <\/strong>merupakan perintah dasar pada Linux yang dapat digunakan jika ingin mengetahui nama host\/network. Dengan menambahkan <strong>-I <\/strong>di akhir command, alamat IP jaringan akan ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>useradd, userdel command<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Linux adalah sistem multi-user dan ini artinya ada banyak orang yang bisa berinteraksi di dalam satu sistem yang sama pada waktu bersamaan. <strong>useradd <\/strong>adalah perintah dasar Linux yang digunakan untuk membuat user baru, sedangkan <strong>passwd <\/strong>untuk menambahkan password ke akun user tersebut. Untuk menambahkan user bernama Amir misalnya, cukup ketikkan <strong>useradd Amir<\/strong> dan <strong>passwd 12345678<\/strong> untuk menambahkan passwordnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara menghapus user sama dengan menambahkan user. Untuk menghapus akun user, ketik <strong>userdel UserName<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bonus: Tips dan Trik<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Gunakan command <strong>clear <\/strong>untuk membersihkan terminal jika di dalamnya sudah terdapat banyak sekali command.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba tombol <strong>TAB <\/strong>untuk mengisi secara otomatis (autofill) apa yang sedang Anda ketikkan. Sebagai contoh, jika ingin mengetik Documents, mulailah dengan menambahkan command terlebih dulu (misalnya <strong>cd Docu<\/strong> lalu tekan tombol <strong>TAB<\/strong>) dan terminal akan melengkapinya. Hasilnya akan seperti ini: <strong>cd Documents<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ctrl+C<\/strong> dan <strong>Ctrl+Z<\/strong> digunakan untuk memberhentikan command apapun yang saat ini sedang dijalankan. Ctrl+C akan memberhentikan command dengan aman, sedangkan CTRL+Z akan memaksa command untuk berhenti.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian secara tidak sengaja \u2018membekukan\u2019 terminal dengan menekan <strong>Ctrl+S<\/strong>, untuk membatalkan \u2018pembekuan\u2019 tersebut cukup tekan <strong>Ctrl+Z<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ctrl+A<\/strong> membawa Anda ke awal baris, sedangkan <strong>Ctrl+E<\/strong> mengarahkan kalian ke akhir baris.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa menjalankan banyak command atau perintah di dalam satu command dengan menggunakan <strong>\u201c;\u201d<\/strong> untuk memisahkan command-command tersebut. Misal, <strong>Command1; Command2; Command3.<\/strong> Atau, silakan gunakan <strong>&amp;&amp; <\/strong>jika kalian hanya ingin menjalankan command selanjutnya setelah command pertama berhasil dijalankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Guys, tentunya perintah dasar Linux membantu <em>user <\/em>untuk menjalankan <em>task <\/em>dengan mudah dan efektif. Tenang, kalem, semua akan teratasi jika kalian terus berlatih dan berlatih dalam mengingat semua perintah Linux di atas. Selamat mencoba.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, dapatkan penghasilan melalui <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/afiliasi\/\">Afiliasi <\/a><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/wordpress-hosting\/\">Jetorbit<\/a>, yuk. Kalian bisa memiliki peluang mendapatkan jutaan rupiah setiap bulan! Asik, kan. Mudah kok pendaftaran dan cara kerjanya. Kalian bisa melakukannya kapanpun, di manapun, dan ke siapapun. Tenang, kami juga menyediakan VPS lho yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Stay safe and always keep healthy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guys, apakah kalian termasuk orang yang jika mendengar tentang Linux lalu otak kalian berpikir bahwa Linux menyeramkan? Sebabnya adalah mengacu pada sistem operasi yang kompleks dan hanya digunakan oleh programmer. Apakah memang seperti itu? Okay-okay, sebagai permulaan nih, ketahui bersama yuk 34 Perintah Dasar Linux yang Perlu Diketahui Linux adalah keluarga sistem operasi Unix yang &#8230; <a title=\"34 Perintah Dasar Linux yang Perlu Diketahui\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/34-perintah-dasar-linux-yang-perlu-diketahui\/\" aria-label=\"Read more about 34 Perintah Dasar Linux yang Perlu Diketahui\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9768,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,2595,2596],"class_list":["post-8507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-linux","tag-perintah-dasar-linux","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8507"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12122,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8507\/revisions\/12122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}