{"id":8401,"date":"2021-12-16T11:07:00","date_gmt":"2021-12-16T04:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8401"},"modified":"2022-04-04T11:00:10","modified_gmt":"2022-04-04T04:00:10","slug":"cara-membuat-content-marketing-funnel-yang-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-membuat-content-marketing-funnel-yang-efektif\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Content Marketing Funnel yang Efektif!"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Guys, kalian pernah mendengar istilah <em>content marketing funnel<\/em>? Kalian sudah paham kah terkait itu?\u00a0Okay, simak sampai selesai yuk <strong>Cara Membuat Content Marketing Funnel yang Efektif!<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Content Marketing Funnel <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jadi, <em>content marketing funnel<\/em> itu merupakan sebuah sistem yang menarik perhatian <em>potential client<\/em> dan mengarahkan pada pengguna serta mengkonversinya menjadi pengguna yang akan membeli <em>brand <\/em>kalian.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Serba-serbi Content Marketing <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Guys, kalian sudah tahu kah kalau <em>content marketing funnel<\/em> terbagi menjadi 3 bagian? 3 bagian tersebut adalah <em>top of funnel<\/em> (TOFU), middle of the funnel (MOFU), dan <em>bottom of the funnel<\/em> (BOFU). Tentu ketiganya memiliki kesinambungan dan korelasi antara satu dan yang lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nah, bagi kalian yang berprofesi sebagai seorang <em>content markete<\/em>r, kalian perlu sekali untuk memahami tahapannya. Why? Ya karena banyak kegiatan <em>content marketing<\/em> yang menjadi tidak tepat atau keliru disebabkan<em> marketer<\/em>nya tidak mengetahui tentang tahapan-tahapan ini. Akhirnya, pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan tujuan content marketing itu sendiri. Sangat disayangkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tahapan dalam Content Marketing Funnel <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ada sebuah konsep sederhana, yakni setiap tahap memiliki tujuan khusus. TOFU digunakan untuk menarik perhatian pelanggan. MOFU untuk menghasilkan <em>leads<\/em>. Sementara BOFU mendorong klien agar mau melakukan pembelian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nah, dengan perbedaan konten ini juga menjadikannya sebagai penentu bahwa konten yang kalian butuhkan harus berbeda. Setiap tahapan ini memiliki andil yang mana dapat mendukung pencapaian <em>goals <\/em>dari tiap tahap.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Alur dari kegiatan <em>marketing <\/em>ini harus direncanakan sejak awal. Setelah itu, silakan aplikasikan dengan menyajikan konten yang sesuai. Oleh karena itu, harapan untuk memperoleh keuntungan dari <em>marketing <\/em>akan terlihat dengan nyata.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Membuat Konten di Tiap Marketing Funnel <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Nah, trus bagaimana kalian menyajikan informasi di tiap tahap <em>content marketing<\/em> <em>funnel<\/em>? Okay, simak ulasannya sampai selesai, yuk.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konten TOFU <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>TOFU merupakan tahap awal dari perjalanan seseorang menuju sebuah website. Sebagian pengunjung sebenarnya belum siap untuk membeli sebab kemungkinannya belum mengenal perusahaan atau <em>brand <\/em>kalian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kalian hanya sedang membuka jalan untuk menemukan target yang tepat. Oleh karena itu, konten yang perlu disajikan harusnya menarik perhatian dan dibuat agar tersegmentasi. Kontennya bisa berisi informasi yang sedang dicari oleh <em>user<\/em>, khususnya menjawab permasalahan yang sedang dihadapi si <em>user<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ketika menyediakan konten seperti ini, sebenarnya kalian telah menempatkan sebuah umpan. Iya, umpan! Umpan inilah yang akan mendorong pada <em>traffic<\/em> sekaligus akan menjadi kesempatan bagi kalian untuk mengenalkan <em>brand<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Persona yang kalian bangun juga harus tegas dan lugas, ya. Seakan-akan kalian memahami situasi yang menjadi masalah bagi para <em>user<\/em> sehingga inilah yang akan membawa rasa penasaran atau kepercayaan mereka. Nah, setelah mendapatkan itu maka si <em>user <\/em>akan selalu menantikan konten kalian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Konten ini sebaiknya kalian terbitkan dalam halaman website. Selanjutnya kalian bisa membagikannya ke <em>platform <\/em>lain, seperti email atau media sosial.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konten MOFU <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada tahap ini, tujuan utamanya adalah menghasilkan <em>leads <\/em>atau memperoleh <em>engagement<\/em>. Oleh karena itu, kontennya sebaiknya berisi tentang panduan atau edukasi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Isinya bisa berupa bagaimana menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh prospek tersebut. Tentu saja informasinya lebih mendalam serta detail sehingga membuat prospek mau berinteraksi atau merespons.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Cara terbaik untuk memperoleh <em>engagement <\/em>ini adalah melalui <em>email marketing<\/em>. <em>List <\/em>email ini didapatkan dari tahap pertama, yakni sudah tersaring dalam layanan yang kalian gunakan di website.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konten BOFU <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Di tahap akhir ini, kalian mulai mendorong adanya konversi. Pasalnya <em>brand <\/em>kalian sudah dikenal serta sudah dipercaya oleh <em>leads<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tipe konten yang bisa digunakan adalah gambaran lebih rinci mengenai produk, <em>review <\/em>konsumen sebelumnya, studi kasus hingga kisah sukses, dan sebagainya. Jenis ini akan tampil lebih meyakinkan sehingga membuat seseorang tertarik untuk mengikutinya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Untuk mendorong konversi ini, kalian juga mulai memaksimalkan <em>email marketing<\/em>. Sarana ini dipilih lantaran memiliki efektivitas tinggi dalam mengirimkan penawaran yang mana dibalut dengan konten yang lebih spesifik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jadi Guys, untuk bisa menuai hasil dari <em>content marketin<\/em>g, cerdiklah dalam menciptakan konten terbaik dalam setiap tahap <em>content marketing funnel<\/em>. Setuju kan, ya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Oia Guys, ada info penting dari Jetorbit, nih! Jetorbit punya<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/jasa-website-toko-online\/\"> Paket Website Toko Online<\/a>, lho. Kalian bisa menjual apa saja dengan toko online milik kalian sendiri! Mudah digunakan oleh siapa saja yang tentunya disertai dengan dukungan bantuan terbaik yang kalian dapatkan. Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Have a lovely day<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guys, kalian pernah mendengar istilah content marketing funnel? Kalian sudah paham kah terkait itu?\u00a0Okay, simak sampai selesai yuk Cara Membuat Content Marketing Funnel yang Efektif! Pengertian Content Marketing Funnel Jadi, content marketing funnel itu merupakan sebuah sistem yang menarik perhatian potential client dan mengarahkan pada pengguna serta mengkonversinya menjadi pengguna yang akan membeli brand kalian.\u00a0 &#8230; <a title=\"Cara Membuat Content Marketing Funnel yang Efektif!\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-membuat-content-marketing-funnel-yang-efektif\/\" aria-label=\"Read more about Cara Membuat Content Marketing Funnel yang Efektif!\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9521,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[239,1031,283,7,2526,2525,2524,2523,2522],"class_list":["post-8401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-content-marketing","tag-content-marketing-funnel","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-konten-bofu","tag-konten-mofu","tag-konten-tofu","tag-marketing-funnel","tag-tahapan-content-marketing-funnel","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8401"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9522,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8401\/revisions\/9522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}