{"id":8395,"date":"2021-12-14T10:42:00","date_gmt":"2021-12-14T03:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8395"},"modified":"2022-09-09T14:58:35","modified_gmt":"2022-09-09T07:58:35","slug":"email-marketing-vs-social-media-marketing-mana-yang-harus-anda-gunakan-pada-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/email-marketing-vs-social-media-marketing-mana-yang-harus-anda-gunakan-pada-bisnis\/","title":{"rendered":"Email Marketing vs Social Media Marketing. Mana yang Harus Anda Gunakan pada Bisnis?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Digital marketing<\/em> telah mengalami perubahan dramatis selama beberapa tahun terakhir dan ada kesalahpahaman umum bahwa <em>email marketing<\/em> tidak seefektif dulu. Beberapa orang percaya bahwa penerima <em>email marketing<\/em> yang dibanjiri <em>spam <\/em>dan konten bernilai rendah itu lebih sering mengabaikan pesan mereka daripada membukanya. Meski <em>spam <\/em>mengganggu sebagian besar pengguna email namun faktanya email masih merupakan bentuk <em>digital marketing<\/em> yang paling eksis. Okay, simak yuk <strong>Email Marketing vs Social Media Marketing. Mana yang Harus Anda Gunakan pada Bisnis?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Media sosial bisa dibilang inovasi paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir. Milyaran orang di seluruh dunia masuk ke setidaknya satu situs media sosial setiap harinya. Lonjakan penggunaan media sosial mendorong bisnis untuk membangun kehadiran mereka di berbagai <em>channel <\/em>media sosial untuk terlibat dengan pelanggan potensial dengan cara yang lebih bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p>Sosial media <em>marketing <\/em>memang bisa dan telah sangat sukses untuk beberapa perusahaan tetapi merupakan suatu kesalahan jika percaya bahwa itu adalah jalan terbaik untuk menjangkau basis pelanggan kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Email Marketing \u2013 The King of Marketing Channel <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Temuan dari Statista menunjukkan bahwa ada hampir empat milyar pengguna email di dunia. Penelitian <a href=\"https:\/\/www.campaignmonitor.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">Campaign Monitor<\/a> melaporkan bahwa 72% orang lebih suka menerima materi <em>marketing <\/em>dari sebuah <em>brand <\/em>melalui email mereka. Sementara hanya 17% yang melaporkan bahwa mereka lebih suka konten yang sama melalui media sosial. 39% melaporkan bahwa mereka lebih menyukai konten email yang kaya akan informasi dan <em>value <\/em>daripada promosi.<\/p>\n\n\n\n<p>Media sosial mendorong interaksi yang lebih santai. Banyak pengguna menikmati <em>browsing <\/em>foto, video, dan konten lain dari kawan dan keluarga sedangkan yang lain menggunakannya untuk melacak berita terbaru. Media sosial mendorong eksplorasi, mengklik cerita dan komentar, serta berpartisipasi dalam percakapan. Sebagian besar pengguna umumnya menganggap bahwa materi promosi sebenarnya mengganggu saat seseorang berselancar di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu-satunya metrik yang mana <em>social media marketing<\/em> mengungguli email adalah karena fitur <em>share<\/em>. Media sosial bergantung pada membuat koneksi dan menyebarkan konten melalui beberapa <em>feed<\/em> sehingga mencapai lebih banyak konversi potensial. Sementara itu, rerata orang lebih cenderung untuk berbagi konten melalui media sosial daripada meneruskan <em>email marketing<\/em>. Nilai yang diterima orang tersebut dari pesan <em>email marketing<\/em> kemungkinan akan mengungguli keterlibatan media sosial dengan suatu <em>brand<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tren Email Marketing <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Temuan dari studi <a href=\"https:\/\/optinmonster.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">OptinMonster <\/a>melaporkan bahwa 58% orang memeriksa email mereka terlebih dahulu pada hari tertentu sebelum melakukan hal lain, termasuk profil media sosial dan pemberitahuan aplikasi. Orang yang memeriksa email mereka sebelum membuka media sosial umumnya termasuk ke dalam orang-orang yang berorientasi pada tujuan daripada orang yang melihat ke media sosial sebelum hal lain. 91% konsumen yang disurvei melaporkan bahwa mereka memeriksa email mereka setidaknya sekali sehari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin mengungkap potensi nilai <em>campaign email marketing<\/em>, kalian perlu mengetahui beberapa tren <em>email marketing<\/em> terlebih dahulu. Apa saja itu?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segmentasi <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, dimulai dengan segmentasi dasar. Eits, kalian tak sekedar mengirimkan materi <em>campaign <\/em>yang sama ke seluruh email list lho karena penting juga untuk terlebih dahulu mengelompokkan penerima email tersebut. Kalian dapat melakukan ini dengan kualitas interaksi, frekuensi interaksi, atau interaksi masa lalu email list tersebut. Misalnya, kalian bisa lho mengembangkan materi <em>email marketing<\/em> yang berbeda untuk pelanggan yang menyelesaikan transaksi dan mereka yang meninggalkan keranjang belanja atau yang mengklik sebelum mengonversi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tampilan Mobile <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tren penting selanjutnya adalah peralihan dari email berbasis desktop ke mobile. Kini semakin banyak orang menggunakan perangkat mobile untuk menjelajahi web, melakukan pembelian, dan berinteraksi secara sosial. Mereka juga memeriksa email mereka di perangkat mobile lebih sering dari sebelumnya. Setelah segmentasi, pengoptimalan mobile adalah tren paling relevan kedua dalam<em> email marketing <\/em>saat ini. Penting lho agar email kalian dapat ditampilkan dengan jelas di semua perangkat sehingga silakan luangkan waktu untuk mempertimbangkan bagaimana <em>campaign <\/em>muncul di desktop dan layar mobile.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>List cleansing <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ada yang sudah tahu tentang<em> list cleansing<\/em>? <em>List cleansing<\/em> adalah salah satu trik penting lainnya untuk memaksimalkan upaya <em>email marketing<\/em>. <em>List cleansing<\/em> melibatkan penghapusan penerima email yang tidak terlibat dengan <em>brand <\/em>kalian atau yang tidak membuka email yang dikirimkan padanya. Seharusnya ini hanya menjadi proses sesekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pelanggan yang belum membuka beberapa email terakhir mungkin masih menemukan ketertarikan dalam pesan kalian yang berikutnya. Di sisi lain, pelanggan yang tidak membuka satu pun pesan email selama lebih dari setahun mungkin tidak lagi menggunakan akun email tersebut atau pesan kalian mungkin telah masuk ke filter <em>spam <\/em>penerima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Personalisasi <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Personalisasi pesan adalah salah satu tren terpenting dalam <em>email marketing<\/em>. Pelanggan lebih cenderung menemukan ketertarikan dalam pesan yang disesuaikan dengan preferensi individu mereka dan interaksi masa lalu dengan sebuah <em>brand <\/em>daripada pesan umum yang dirancang untuk daya tarik massal impersonal. Ada banyak <em>tools <\/em>yang dapat digunakan untuk menambahkan sentuhan pribadi ke pesan email kalian dan ini dapat menciptakan interaksi yang lebih berharga bagi penerima di email list kalian.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Email Marketing vs Social Media <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>77% konsumen lebih memilih <em>campaign marketing<\/em> berbasis izin yang dikirim ke email mereka daripada <em>marketing <\/em>melalui media sosial. <em>Make sense<\/em> karena mengingat kebanyakan orang memilih untuk menerima <em>email marketing<\/em> saat mereka melakukan pembelian dari suatu <em>brand <\/em>atau mengunjungi website mereka. Jika <em>brand <\/em>menawarkan sesuatu yang menarik atau berharga kepada konsumen, dia lebih mungkin berinteraksi dengan <em>brand <\/em>tersebut di masa depan makanya ingin mendengar dari mereka dan melihat apa yang mereka tawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun kalian mungkin berasumsi bahwa mayoritas orang lebih memilih untuk mempertahankan bisnis dan interaksi digital berbasis konsumen mereka daripada email dan komunikasi pribadi dalam <em>channel <\/em>media sosial, 45% melaporkan bahwa mereka lebih suka menyimpan percakapan dan interaksi pribadi dalam email daripada media sosial. Pada akhirnya, media sosial harus bekerja sama dengan strategi <em>email marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Masa Depan Email Marketing <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Semakin berkembangnya teknologi dalam <em>email marketing<\/em>, <em>insight <\/em>analitik di dalamnya pun semakin dalam dan akurat, data yang dihasilkan dari <em>report email marketing <\/em>bisa dijadikan bahan acuan untuk memprediksi jenis produk, layanan, dan promosi apa yang paling menarik bagi pengguna yang ditinjau.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut juga biasa disebut dengan <em>predictive marketing<\/em> yang membantu untuk mengelompokkan daftar email dengan lebih tepat sehingga konten yang dikirimkan sampai ke orang-orang yang tepat dan menganggapnya berharga. Konten yang ditargetkan lebih cenderung memiliki hasil yang sukses daripada pesan umum yang menyebar luas ke daftar email kalian begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memanfaatkan <em>predictive marketing<\/em>, perlu terlebih dahulu mengidentifikasi pelanggan yang paling berharga. Misalnya, 5% dari daftar email kalian mungkin mencakup 90% dari penjualan sedangkan 95% lainnya adalah pembelian satu kali atau pelanggan tetap yang jarang bertransaksi. Upaya dalam memprediksi preferensi pelanggan dan keinginan masa depan ini dapat membantu memanfaatkan segmen yang paling menguntungkan dari daftar email.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Artificial Intelligence<\/em> (AI) juga akan memainkan peran penting dalam <em>email marketing<\/em> dalam waktu dekat. Dalam beberapa hal, itu sudah terjadi, lho. Sistem yang mampu melakukan <em>machine-learning<\/em> dapat menganalisis perilaku konsumen dan belajar dari interaksi sebelumnya untuk membantu mengembangkan <em>campaign marketing<\/em> yang lebih efektif. AI dapat membantu dalam mengidentifikasi jenis konten, baris subjek, dan <em>call to action<\/em> yang paling bagus dan efektif yang menghasilkan jumlah konversi terbesar. AI juga merupakan <em>tools <\/em>penting untuk mengelompokkan daftar email marketing dengan hati-hati sehingga kalian dapat mengirimkan konten yang disesuaikan secara lebih tepat kepada penerima.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Email Marketing Automation <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Email automation<\/em> dapat memberikan pengalaman tersendiri karena dapat memberikan respon yang lebih cepat tanpa perlu menunggu. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan <em>email automation<\/em>, seperti membangun <em>list database email<\/em> yang baru hingga mengirimkan email ke <em>database <\/em>tersimpan. Artinya, <em>email automation<\/em> memiliki fungsi untuk memudahkan sekaligus mengirimkan email secara otomatis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Email automation <\/em>juga merupakan bagian dari <em>email marketing<\/em>, lho. Hanya saja, <em>email automation<\/em> sangat bergantung dengan <em>flow <\/em>yang ditentukan untuk mengirimkan email, sedangkan<em> email marketing<\/em> tidak bergantung <em>flow<\/em>. Contohnya nih, ketika kalian pertama kali register pada suatu akun, kalian akan mendapatkan email berupa sambutan selamat datang dan terima kasih karena telah menggunakan akun tersebut. Nah, form registrasi di sini fungsinya menjadi <em>trigger <\/em>untuk memulai <em>email automation<\/em>. Setelah data masuk, <em>email automation<\/em> akan secara otomatis merespon dan mengirimkan email ke <em>user<\/em>. Itu adalah salah satu contoh<em> email automation<\/em> bekerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Email OTP <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>OTP biasanya digunakan untuk login <em>user <\/em>saat pertama kali dan pengaturan ulang kata sandi. Beberapa perusahaan besar, terutama di industri finance menggunakan SMS, WhatsApp, dan email OTP sebagai langkah verifikasi pengguna. Okay, terlebih dahulu kita akan bedah tentang <em>channel email<\/em> sebagai metode OTP.<\/p>\n\n\n\n<p>Email OTP adalah metode identifikasi sederhana berdasarkan <em>one-time passwords <\/em>yang dikirim melalui email. Skenarionya bisa seperti ini: seorang pengguna mengakses layanan yang membutuhkan semacam identifikasi =&gt; <em>marketer <\/em>yang menyediakan layanan mengirim email dengan <em>one-time password<\/em> kepada pengguna =&gt; pengguna mengetikkan <em>password <\/em>di aplikasi <em>marketer <\/em>tersebut =&gt; <em>marketer <\/em>menerima email pengguna sebagai tanggapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Email OTP sangat mengedepankan keamanan karena dari beberapa channel lain, email merupakan salah satu <em>channel marketing<\/em> yang legal dan segala percakapan di dalamnya dapat dijadikan bukti sah di pengadilan ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Berdasarkan UUD ITE nomor 19 tahun 2016 tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 1 angka 2, UU ITE mendefinisikan transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan\/atau media elektronik lainnya. Salah satu media elektronik tersebut adalah email, yang mana <em>channel <\/em>ini sangatlah aman untuk mengirimkan berbagai data\/dokumen transaksi online.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Email Marketing<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika saat ini kalian sedang mempertimbangkan atau sedang menggunakan <em>email marketing<\/em> untuk kegiatan <em>marketing <\/em>bisnis kalian, ada beberapa ide yang dapat kalian terapkan sekarang:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengoptimalkan email pasca pembelian. Sebagian besar platform <em>e-commerce<\/em> akan secara otomatis mengirim email pasca pembelian yang berisi tanda terima dan informasi pelacakan untuk pelanggan. Kalian dapat membuat email pasca-pembelian yang menghasilkan lebih banyak <em>engagement <\/em>dan meningkatkan <em>customer retention<\/em> untuk berinteraksi dengan bisnis kalian lagi. Anyway, kalian juga bisa meminta <em>review <\/em>produk atau jasa yang dibeli lho karena merupakan salah satu bagian penting dari setiap upaya <em>digital marketing<\/em>.<\/li><li>Berinvestasi dalam desain yang responsif. Desain responsif menggambarkan kemampuan halaman web untuk &#8220;merespons&#8221; tampilan yang mana penerima melihat <em>page<\/em> dan menyesuaikan kontennya. Desain responsif akan memungkinkan <em>page <\/em>kalian berubah berdasarkan <em>device <\/em>yang digunakan konsumen untuk mengunjungi <em>page<\/em>.<\/li><li>Personalisasi email yang kalian kirim ke setiap penerima di daftar email kalian&nbsp; dapat meningkatkan kemungkinan mereka menyadari bahwa kalian menghargai mereka di luar pembelian yang mereka lakukan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Guys, dari penjelasan di atas, bisa dikatakan bahwa sampai saat ini <em>email marketing<\/em> tidak pernah redup apalagi mati. Hal ini karena selama beberapa tahun terakhir, pengguna <em>email marketing<\/em> sebagai <em>channel <\/em>pemasaran mengalami peningkatan sebab dianggap sebagai <em>channel <\/em>yang cukup personal dan ROI terukur dengan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, membuat email dengan domain sendiri sekarang lebih mudah, aman dan keren! Gunakan layanan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/email-hosting\/\"> email hosting<\/a> dari<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\"> Jetorbit<\/a> yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis. Selain itu, Jetorbit juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Selamat mencoba<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Digital marketing telah mengalami perubahan dramatis selama beberapa tahun terakhir dan ada kesalahpahaman umum bahwa email marketing tidak seefektif dulu. Beberapa orang percaya bahwa penerima email marketing yang dibanjiri spam dan konten bernilai rendah itu lebih sering mengabaikan pesan mereka daripada membukanya. Meski spam mengganggu sebagian besar pengguna email namun faktanya email masih merupakan bentuk &#8230; <a title=\"Email Marketing vs Social Media Marketing. Mana yang Harus Anda Gunakan pada Bisnis?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/email-marketing-vs-social-media-marketing-mana-yang-harus-anda-gunakan-pada-bisnis\/\" aria-label=\"Read more about Email Marketing vs Social Media Marketing. Mana yang Harus Anda Gunakan pada Bisnis?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9668,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2511,2011,283,293,2513,7,2512,2510,2514],"class_list":["post-8395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-campaign-email-marketing","tag-digital-marketing","tag-domain-murah","tag-email-marketing","tag-email-otp","tag-hosting-murah","tag-list-cleansing","tag-social-media-marketing","tag-tips-email-marketing","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8395"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12131,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8395\/revisions\/12131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}