{"id":8371,"date":"2021-12-10T09:58:00","date_gmt":"2021-12-10T02:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8371"},"modified":"2022-04-04T11:01:28","modified_gmt":"2022-04-04T04:01:28","slug":"cara-memastikan-email-marketing-terkirim-ke-kotak-masuk-pelanggan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-memastikan-email-marketing-terkirim-ke-kotak-masuk-pelanggan\/","title":{"rendered":"Cara Memastikan Email Marketing Terkirim ke Kotak Masuk Pelanggan"},"content":{"rendered":"\r\n<p><em>Email marketing<\/em> masih merupakan <em>tools <\/em>yang paling efektif bagi <em>digital marketer<\/em>. Email merupakan <em>return of investment<\/em> yang tertinggi. Selain itu, bagi para pelaku bisnis, B2B email masih menjadi <em>channel <\/em>yang paling sukses dalam pendistribusian konten. Lalu, cara memastikan email marketing telah terkirim ke inbox pelanggan, gimana dong? Oke, follow up pertanyaan tersebut hanya di artikel <strong>Cara Memastikan Email Marketing Terkirim ke Kotak Masuk Pelanggan<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Perlu kalian ketahui nih bahwasanya 60% konsumen melakukan pembelian karena efek dari <em>email marketing<\/em> yang diterimanya. Sedangkan sosial media hanya menghasilkan 12% pembelian.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Namun, yang menjadi masalah adalah terkadang pesan yang dikirimkan tidak muncul dalam <em>inbox <\/em>pelanggan. Wah, pelanggan pun kadang tidak memeriksa ke spam sehingga merasa tidak mendapatkan <em>email marketing<\/em>. Nah, untuk memastikan pesan memang telah sampai dan memperoleh <em>engagement<\/em>, diperlukan <em>measurement <\/em>yang baik juga.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Memastikan Email Marketing Terkirim ke Kotak Masuk Pelanggan <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Penasaran kah cara memastikannya? Oke, simak sampai selesai yuk:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Custom Email Address <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Fakta menunjukkan bahwa sebagian pebisnis masih menggunakan layanan alamat email gratis. Memang tidak ada yang salah dengan itu tapi tampilannya terlihat kurang profesional.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain itu, alamat yang diperoleh secara gratis ini juga cukup riskan. Alasannya adalah karena biasanya mereka akan masuk ke dalam <em>filter spam<\/em> dan tidak akan mendarat di <em>inbox <\/em>pengguna. Jika kalian ingin <em>campaign email marketing<\/em> kalian mendapatkan hasil yang maksimal, solusinya adalah silakan kalian menggunakan <em>domain brand<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kalian bisa membelinya ke penyedia jasa yang menawarkan jasa untuk membuat domain dan sesuaikanlah dengan brand kalian. Hal ini akan membantu kalian untuk terlihat lebih profesional dan mengurangi kemungkinan akan masuk folder <em>spam<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Oia, <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> menyediakan web hosting terbaik dan<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\"> domain murah<\/a> di tahun 2021 ini. Web hosting adalah tempat untuk membuat website kalian bisa diakses oleh semua pengunjung di seluruh belahan dunia. Sedangkan domain adalah identitas dari website kalian agar mudah pengunjung mengingat nama identitas dari website kalian. Selain itu, Jetorbit juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Establish the Email <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika email yang kalian gunakan untuk <em>email marketing<\/em> merupakan email yang baru dibuat maka sangat mungkin untuk masuk ke kotak <em>spam<\/em>. Jika kalian mengirimnya secara massal maka di dalam sistem akan membaca email tersebut sebagai <em>suspicious email<\/em>, yang mana jika terbaca seperti itu akan mengakibatkan email kalian masuk ke dalam kotak <em>spam<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Waktu yang aman untuk menjadikan email tersebut sebagai alat untuk mengirimkan <em>email marketing<\/em> adalah 6 bulan setelah email tersebut dibuat. Di sela-sela menunggu 6 bulan tersebut, kalian bisa melakukan pengiriman melalui email tersebut tapi tidak dilakukan untuk pengiriman yang masif. Hal ini dilakukan untuk <em>warm up<\/em> agar email ini tidak terlihat sebagai <em>suspicious email<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Periksa Email Copy <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Email copy<\/em> harus diteliti terlebih dahulu. Fungsinya untuk memastikan isinya tidak melanggar ketentuan yang menyebabkannya masuk ke kotak <em>spam <\/em>di kontak pengguna.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Di antara elemen yang diperiksa adalah reputasi dari domain yang dihubungkan dengan <em>link <\/em>dalam <em>copy<\/em>. Selanjutnya, silakan periksa juga <em>broken link<\/em> hingga <em>hidden link <\/em>dalam <em>copy<\/em> karena bagian inilah yang akan mempengaruhi proses pengiriman.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lakukan Follow Up Email <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><em>Follow up email<\/em> itu penting dalam <em>email marketing<\/em>. Hal ini mengingat bahwa tidak semua orang yang menerimanya akan membuka dan membacanya. Mengirimkan email dengan variasi berbeda memungkinkan salah satunya akan dibuka. Menariknya, metode ini cukup berpengaruh lho dan mampu menghasilkan konversi cukup tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika kalian melakukannya, pastikan bahwa pesan ini memberi kejelasan tentang <em>follow up<\/em>. Kalian juga harus mengusahakan untuk mengatur seberapa sering dan kapan waktunya untuk mengirimkan <em>email<\/em>. Dengan begitu, ada kesiapan dari si penerima saat mendapatkan tawaran spesial.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Retargeting <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Opsi terakhir agar <em>email marketing<\/em> ini dapat berjalan sukses ialah dengan <em>retargeting<\/em>. Metode ini bermanfaat untuk mengumpulkan <em>email list<\/em>, terutama yang berasal dari Facebook.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Caranya adalah dengan membuat tautan ke <em>landing page<\/em> dari <em>email <\/em>yang ingin dijangkau. Setelah itu, silakan buat pixel Facebook dan letakkan pada website. Fungsinya untuk melihat <em>traffic <\/em>ke <em>landing page<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Supaya <em>traffic <\/em>lebih tinggi, kalian dapat memanfaatkan Facebook ads. Iklan ini akan menjangkau target pasar ke <em>landing page<\/em>. Semakin banyak <em>traffic<\/em> maka semakin banyak <em>revenue <\/em>yang akan kalian akan dapatkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Okay Guys, jadi itulah beberapa cara untuk memastikan <em>email marketing<\/em> sampai di <em>inbox <\/em>pelanggan. Kuncinya adalah menggunakan alamat email khusus serta memastikan <em>email copy<\/em> tidak memicu <em>filter spam<\/em>. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat ya \ud83d\ude42<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Guys, membuat email dengan domain sendiri sekarang lebih mudah, aman, dan keren!<br \/>Gunakan layanan <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/email-hosting\/\">email hosting<\/a> dari <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> yuk agar bisa kirim email dengan @namadomainkamu.com menjadikan kesan tepercaya dalam bisnis.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Stay healthy and always be stay alert<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Email marketing masih merupakan tools yang paling efektif bagi digital marketer. Email merupakan return of investment yang tertinggi. Selain itu, bagi para pelaku bisnis, B2B email masih menjadi channel yang paling sukses dalam pendistribusian konten. Lalu, cara memastikan email marketing telah terkirim ke inbox pelanggan, gimana dong? Oke, follow up pertanyaan tersebut hanya di artikel &#8230; <a title=\"Cara Memastikan Email Marketing Terkirim ke Kotak Masuk Pelanggan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-memastikan-email-marketing-terkirim-ke-kotak-masuk-pelanggan\/\" aria-label=\"Read more about Cara Memastikan Email Marketing Terkirim ke Kotak Masuk Pelanggan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2503,283,2504,293,7,2500,2499,2502],"class_list":["post-8371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-custom-email-address","tag-domain-murah","tag-email-copy","tag-email-marketing","tag-hosting-murah","tag-inbox-pelanggan","tag-kotak-masuk","tag-return-of-investment","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8371"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9524,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8371\/revisions\/9524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}