{"id":8362,"date":"2021-12-07T08:59:00","date_gmt":"2021-12-07T01:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8362"},"modified":"2022-04-04T10:18:25","modified_gmt":"2022-04-04T03:18:25","slug":"6-langkah-untuk-membantu-mengoptimalkan-content-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/6-langkah-untuk-membantu-mengoptimalkan-content-marketing\/","title":{"rendered":"6 Langkah untuk Membantu Mengoptimalkan Content Marketing"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Hi, rekan <em>marketer<\/em>! Mengoptimalkan <em>content marketing<\/em> bukan sesuatu yang akan menyulitkan kalian, kok. Kalian hanya perlu memahami penyebabnya dan melakukan evaluasi lalu perbaiki secepatnya. Mudah, kan? Okay, kalau gitu, simak sampai selesai yuk <strong>6 Langkah untuk Membantu Mengoptimalkan Content Marketing<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Melakukan optimasi <em>content marketing<\/em> merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Konten yang memiliki kualitas dan <em>value <\/em>tentu saja akan mempertinggi tujuan yang ingin kalian capai. Misalnya nih, saat kalian bekerja untuk menjual produk. Maka si optimasi ini berguna terkait terjadinya konversi <em>user<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>6 Langkah dalam Mengoptimalkan Content Marketing <\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut ini 6 langkah untuk membantu kalian dalam mengoptimalkan <em>content marketing<\/em>. Tentunya optimalisasi ini memiliki andil besar dalam mendukung naiknya kunjungan serta konversi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mulai dengan Menentukan Jenis Konten <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dalam menentukan jenis konten, mengoptimalisasi <em>content marketing<\/em> harus menyasar <em>sweet spot<\/em> dalam <em>content marketing<\/em>. <em>Sweet spot<\/em> merupakan konten yang memberikan apa yang audiens butuhkan dengan cara memberikan keunikan, <em>skills, <\/em>dan expertise kalian. Dengan kalian melakukan itu, kalian bisa mengedukasi mereka karena kalian dan perusahaan kalian memang bergerak di bidang yang terkait.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Silakan pastikan bahwa <em>content marketing<\/em> tersebut memang sesuai dengan perusahaan kalian. Jika tidak relevan dengan perusahaan kalian, konten ini hanya mendukung <em>traffic<\/em> tapi tingkat konversi menjadi kecil. Ini merupakan awalan dalam mengoptimalisasi <em>content marketing<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Evaluasi Konten yang Performanya Kurang <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Langkah selanjutnya dalam mengoptimalkan <em>content marketing<\/em> adalah evaluasi. Apa yang seharusnya kalian evaluasi?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Periksa apakah pernah ada konten serupa dalam website kalian. Jika ada, pilih salah satu konten yang ingin diprioritaskan. Kalian bisa mulai untuk melakukan optimasi jika kalian sudah memilih mana yang akan diprioritaskan. Fokus kalian hanya akan ke konten yang paling baru saja.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hal yang harus diperhatikan jika ada bahasan yang serupa adalah usahakan agar <em>keyword <\/em>yang ada di dalam konten berbeda. Tujuannya untuk meminimalkan kemiripan konten yang menyebabkan yang akan terdeteksi sebagai <em>plagiarism<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Gunakan Sudut Pandang Berbeda dalam Konten <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika kedua langkah di atas telah dilakukan namun konten kalian kurang <em>perform <\/em>ketika sudah di<em>upload<\/em>, mungkin ada 2 kemungkinan. Konten kalian memiliki banyak pesaing dan sudut pandang yang kalian berikan sama dengan kompetitor kalian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dalam hal mengoptimasi <em>content marketing<\/em>, kalian dapat memilih konten yang sedikit atau sesuatu yang <em>fresh <\/em>yang mana akan membawa performa konten kalian menjadi lebih baik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Poin kedua adalah memanfaatkan sudut pandang yang berbeda. Ini berlaku untuk konten yang memang memiliki kemiripan dalam <em>search engine<\/em>. Jika kalian menciptakan konten dengan sudut pandang berbeda, hal ini bisa dinilai sebagai konten baru. Pengunjung juga lebih menyukainya. Pada akhirnya, konten seperti ini juga akan naik dalam di dalam peringkat <em>search engine<\/em> seperti Google. Waow, amazing!<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tingkatkan SEO pada Konten <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sebaik apapun konten yang kalian buat, akan percuma jika <em>user <\/em>tidak dapat menemukannya. Oleh karena itu, kalian perlu mengoptimalkan <em>content marketing<\/em> dengan SEO.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>SEO membantu kalian untuk memunculkan konten ke halaman pencarian. Penerapannya bisa dengan pengoptimalan <em>on page<\/em> maupun <em>off page<\/em>. Kalian juga bisa melakukan <em>share <\/em>ke media sosial serta memperkuat konten dengan <em>backlink<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbaiki Judul Konten <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Ada kalanya jika konten ini sudah masuk ke halaman pencarian. Sayangnya, konten tersebut tidak mendatangkan <em>user <\/em>seperti yang diharapkan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Poin permasalahannya bisa berasal dari kurang menariknya judul artikel. Judul yang kurang menarik perhatian memang cenderung diabaikan, sih. Hal ini merupakan masalah besar bagi seorang <em>marketer<\/em>, lho. Nah, untuk memperbaikinya cukup ganti judul yang memang dapat menarik perhatian tapi pastikan judulnya tidak <em>clickbait<\/em>, ya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Masukkan CTA dalam Konten <\/strong><\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Poin ini merupakan bagian dari mengoptimalkan <em>content marketing<\/em> tahap akhir. Pengoptimalan ini mendorong adanya <em>action <\/em>dari kunjungan <em>user<\/em>. Optimasi ini berlaku saat kalian mendapat sedikit konversi padahal <em>traffic <\/em>sangat tinggi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika dilihat dari <em>analytic <\/em>seperti itu, solusinya adalah memasukkan CTA. silakan buat CTA yang dapat memicu konversi. Artinya, bahasa yang digunakan memang membuat pengunjung tergugah untuk mengikuti pesan yang kalian buat dalam <em>call to action<\/em>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Okay Guys, jadi itu beberapa langkah untuk mengoptimalkan<em> content marketing<\/em> dalam website sebagai <em>marketer<\/em>. Jika kalian melakukan dengan benar, tujuan dan <em>goals <\/em>yang kalian kejar akan segera tercapai. Semoga bermanfaat ya \ud83d\ude42<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa kalian dapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian coba. Selain itu, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Good luck<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hi, rekan marketer! Mengoptimalkan content marketing bukan sesuatu yang akan menyulitkan kalian, kok. Kalian hanya perlu memahami penyebabnya dan melakukan evaluasi lalu perbaiki secepatnya. Mudah, kan? Okay, kalau gitu, simak sampai selesai yuk 6 Langkah untuk Membantu Mengoptimalkan Content Marketing Melakukan optimasi content marketing merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Konten yang memiliki kualitas dan value &#8230; <a title=\"6 Langkah untuk Membantu Mengoptimalkan Content Marketing\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/6-langkah-untuk-membantu-mengoptimalkan-content-marketing\/\" aria-label=\"Read more about 6 Langkah untuk Membantu Mengoptimalkan Content Marketing\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9482,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1422,239,1423,283,2491,7,2490],"class_list":["post-8362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-call-to-action","tag-content-marketing","tag-cta","tag-domain-murah","tag-evaluasi-konten","tag-hosting-murah","tag-optimasi-content-marketing","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8362"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8362\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8364,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8362\/revisions\/8364"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}