{"id":8348,"date":"2021-12-04T09:55:00","date_gmt":"2021-12-04T02:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8348"},"modified":"2022-04-11T11:45:01","modified_gmt":"2022-04-11T04:45:01","slug":"cara-memperbaiki-kesalahan-dalam-mengukur-engagement-content-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-memperbaiki-kesalahan-dalam-mengukur-engagement-content-marketing\/","title":{"rendered":"Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Mengukur Engagement Content Marketing"},"content":{"rendered":"\n<p>Cukup banyak orang yang keliru dalam menilai <em>engagement content marketing<\/em>. Hal ini tidak lepas dari kekeliruannya dalam menetapkan indikator dari <em>engagement <\/em>itu sendiri. Okay deh, simak sampai selesai yuk <strong>Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Mengukur Engagement Content Marketing<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saat kalian salah menentukan maka hasil yang akan didapatkan dari <em>content marketing<\/em> tersebut akan berbeda dari apa yang ada sebenarnya. Tentu saja ketika melihat <em>engagement content marketing,<\/em> kalian ingin mendapatkan hasil yang baik, kan? Namun jika salah dalam hal mengukur maka <em>output <\/em>dari <em>content marketing<\/em> akan sulit untuk diukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, sebuah proses <em>marketing <\/em>mengalami kegagalan. Sangat disayangkan, bukan? Akibatnya berdampak pada <em>brand <\/em>atau sebuah bisnis. Apalagi kalau <em>brand <\/em>akan tetap sepi pembeli. Kalian tidak dapat melakukan evaluasi untuk <em>campaign <\/em>ke depannya karena jika terjadi <em>error <\/em>dalam pengukuran <em>engagement content marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesalahan Pengukuran Engagement Content Marketing <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Okay, kali ini akan ditunjukkan beberapa kesalahan pengukuran terhadap <em>engagement content marketing<\/em> di berbagai elemen. Kalem, akan diberikan penjelasan juga tentang cara memperbaiki kesalahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Content Marketing Reach <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Reach <\/em>ini sangat penting dalam mengukur <em>engagement content marketing<\/em>. <em>Reach <\/em>ini dilihat dari seberapa banyak orang yang mengakses konten yang kalian publikasikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, banyak sekali <em>marketer <\/em>yang ingin mendapatkan <em>reach <\/em>yang banyak tapi praktiknya sendiri melakukan cara yang salah. Banyak sekali yang membuat <em>content click-bait, <\/em>yaitu membuat judul yang semenarik mungkin tapi isi dari konten tidak sesuai dengan judulnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Click-bait<\/em> sangat berpengaruh untuk mendapatkan <em>reach <\/em>yang banyak. Hanya saja sangat beresiko. Kenapa? Karena orang-orang ketika melihat isi konten yang tidak sesuai dengan judulnya maka orang-orang akan langsung menutup laman tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dampaknya adalah lamanya waktu orang berada di laman tersebut akan semakin singkat dan bisa meningkatkan<em> bounce rate<\/em>. Hal ini menjadi <em>bad signal<\/em> bagi sebuah website. Nah, Google akan menangkap sinyal tersebut dan mendeteksi bahwa website tersebut tidak memiliki nilai dari <em>user <\/em>dan juga tidak kredibel. Akhirnya, website kalian akan kehilangan peringkat di Google.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara memperbaiki <em>engagement content marketing<\/em> ini adalah kalian harus membuat konten yang mencerminkan judul kalian. Lalu isi dari konten tersebut tentunya berbobot, memiliki <em>value <\/em>atau dibutuhkan oleh <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalian bisa melihat keberhasilan suatu konten yang kalian buat melalui <em>Call-to-Action<\/em> <em>button<\/em>. Menambahkan CTA bisa menjadi acuan dalam keberhasilan suatu <em>content marketing<\/em> karena biasanya sebuah konten yang bagus akan menghasilkan konversi pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Time on Page <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hal mengukur <em>engagement content marketing<\/em> banyak hal yang harus diperhatikan. Hal yang tidak kalah penting adalah <em>time on page<\/em> atau durasi <em>user <\/em>pada laman kalian. Semakin lama durasi seseorang berada di dalam laman dan membaca konten kalian maka dapat diartikan bahwa itu merupakan <em>reach <\/em>yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada hal yang sedikit <em>tricky <\/em>dalam membaca atau mengukur hal tersebut. Hal yang biasa terjadi adalah para <em>user <\/em>membuka laman namun membuka banyak tab. Akibatnya laman yang berisi konten kalian bisa saja tidak dibuka oleh <em>user<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa <em>user <\/em>memang berinteraksi dengan konten? Kalian semestinya memastikan bahwa konten ini terbaca dari awal sampai akhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari hal tersebut, kalian membutuhkan sebuah <em>tools <\/em>khusus, contoh plugin Scroll Depth. Plugin seperti ini akan memberi gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laman kalian. Plugin ini akan menganalisis pergerakan dari <em>user <\/em>yang mengunjungi sebuah laman. Akan terlihat apakah dia membaca dari awal sampai akhir bahkan bisa melihat <em>user <\/em>berhenti di mana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Shares <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain <em>reach <\/em>dan <em>time on page<\/em>, ada satu metrik yang penting untuk mengukur <em>engagement content marketing<\/em>, yaitu <em>shares<\/em>. <em>Shares <\/em>yang didapatkan juga bisa menjadi acuan untuk mengukur <em>engagement content marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang lainnya, <em>shares <\/em>ini juga bisa saja disalahartikan. Kalian tahu sebabnya, kah? Sebabnya adalah judul dari konten ini bisa saja di share karena menarik tapi belum tentu dibuka oleh penerimanya. Ya akibatnya konten yang di share hanya terkirim dan tidak dibaca atau dilihat isinya oleh penerima.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat dua hal yang dapat mengukur konten tersebut menarik dan telah dibaca. Dengan adanya komentar serta respon yang diberikan pada konten tersebut dan juga ketika orang meng-klik <em>backlink <\/em>kalian berikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahuinya, kalian membutuhkan <em>tools <\/em>seperti BuzzSumo untuk mengetahui seberapa sering konten dibagikan lalu memperoleh respon. Sedangkan untuk pemberian <em>backlink, <\/em>kalian dapat memanfaatkan <em>tools <\/em>Ahref\u2019s atau semacamnya untuk melacak penyisipan <em>backlink <\/em>menuju website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, pengukuran yang tepat dari <em>engagement content marketing<\/em> dapat dilihat dari munculnya konversi, kontennya dibaca secara menyeluruh hingga banyak mendapatkan komentar dan <em>backlink<\/em>. Jika tidak, kemungkinannya kalian gagal menciptakan konten baik dan memiliki <em>value <\/em>di mata <em>users<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Okay Guys, gimana? Mudah dipahami kan terkait kesalahan pengukuran terhadap engagement content marketing serta cara memperbaikinya kesalahannya? Silakan dipraktikkan ya \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, ada info nih, Jetorbit punya<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/jasa-website-toko-online\/\"> Paket Website Toko Online<\/a>, lho. Kalian bisa menjual apa saja dengan toko online milik kalian sendiri! Mudah digunakan oleh siapa saja yang tentunya disertai dengan dukungan bantuan terbaik yang kalian dapatkan. Tenang, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Have a good day<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cukup banyak orang yang keliru dalam menilai engagement content marketing. Hal ini tidak lepas dari kekeliruannya dalam menetapkan indikator dari engagement itu sendiri. Okay deh, simak sampai selesai yuk Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Mengukur Engagement Content Marketing Saat kalian salah menentukan maka hasil yang akan didapatkan dari content marketing tersebut akan berbeda dari apa yang &#8230; <a title=\"Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Mengukur Engagement Content Marketing\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-memperbaiki-kesalahan-dalam-mengukur-engagement-content-marketing\/\" aria-label=\"Read more about Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Mengukur Engagement Content Marketing\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2481,283,2478,7,2480,2479,2482],"class_list":["post-8348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-content-marketing-reach","tag-domain-murah","tag-engagement-content-marketing","tag-hosting-murah","tag-kesalahan-pengukuran","tag-mengukur-engagement-content-marketing","tag-time-on-page","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8350,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8348\/revisions\/8350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}