{"id":8171,"date":"2021-11-15T09:08:00","date_gmt":"2021-11-15T02:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=8171"},"modified":"2022-04-08T11:23:54","modified_gmt":"2022-04-08T04:23:54","slug":"mengenal-teknologi-container-untuk-development","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-teknologi-container-untuk-development\/","title":{"rendered":"Mengenal Teknologi Container untuk Development"},"content":{"rendered":"\n<p>Wuihh, <em>container <\/em>dalam arti yang bagaimana, nih? Apa iya fungsinya juga memudahkan aktivitas manusia karena mengemas sesuatu agar mudah didistribusikan antartempat seperti halnya <em>container <\/em>yang kita lihat di pelabuhan, gitu? Penasaran, kan? Okay, kalau gitu simak sampai selesai ya artikel <strong>Mengenal Teknologi Container untuk Development<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Container <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Container <\/em>diartikan sebagai alat untuk memudahkan dengan cara dikemas supaya mudah didistribusikan dari satu tempat ke tempat lain. Secara harfiah sama dengan teknologinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh teknisnya adalah kalian memiliki 2 <em>project development<\/em> X dan Y. <em>Project development<\/em> X menggunakan Node.js dengan persyaratan versi 4 ke atas. <em>Project development <\/em>Y menggunakan Node.js dengan persyaratan versi 5 ke atas. Kedua project ini sudah berbeda <em>environment <\/em>dan agar dapat menjalankan keduanya maka harus ditaruh pada <em>document root<\/em> yang berbeda dan biasanya perlu konfigurasi kembali.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Mengenal-Teknologi-Container-untuk-Development-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"507\" height=\"301\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Mengenal-Teknologi-Container-untuk-Development-1.png\" alt=\"mengenal-teknologi-container-1\" class=\"wp-image-8173\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Mengenal-Teknologi-Container-untuk-Development-1.png 507w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Mengenal-Teknologi-Container-untuk-Development-1-300x178.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 507px) 100vw, 507px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Nah, jika menggunakan teknologi container seperti Docker, kalian tidak perlu repot melakukan konfigurasi karena dengan Docker, kalian bisa melakukan <em>deploy <\/em>dengan teknologi container tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Container pada Sistem Operasi <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Container <\/em>pada sistem operasi (OS) merupakan teknologi yang memungkinkan container lain di dalamnya seolah-olah memiliki sistem operasi sendiri. Contoh, <em>project development <\/em>X memiliki persyaratan menggunakan MySQL sebagai <em>database <\/em>dan <em>project development<\/em> Y memiliki persyaratan menggunakan MariaDB sebagai <em>database<\/em>. Selanjutnya, aplikasi di dalamnya bisa dikatakan beragam, bisa Node.js atau Laravel. Jika memanfaatkan teknologi <em>container <\/em>ini, masing-masing aplikasi tersebut dapat menggunakan persyaratan masing-masing secara terpisah sehingga tidak mengganggu yang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hal inilah yang dikatakan sangat mirip dengan teknologi virtualisasi. Ditambah lagi, container juga dipakai pada infrastruktur hosting dan <em>virtual private server<\/em> (VPS) karena punya performa tinggi dan masing-masing kontainer terisolasi antara satu dengan yang lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Container pada Aplikasi <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Container <\/em>pada aplikasi saat ini sedang populer digunakan oleh para <em>developer<\/em>. Salah satu <em>container <\/em>bernama Docker menawarkan teknologi <em>container <\/em>pada aplikasi, yang mana sebelumnya biasa digunakan pada sistem operasi. Berkat adanya Docker, muncullah istilah <em>Development and Operations<\/em> (Devops), yaitu ketika departemen <em>development <\/em>dan departemen <em>operations <\/em>bisa berkolaborasi mengembangkan suatu proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Misal, saat beberapa layanan seperti MariaDB sudah terinstal di induk server atau kernel, pemanfaatan teknologi <em>container <\/em>bisa memungkinkan <em>deployment <\/em>untuk banyak proyek dengan menggunakan <em>service <\/em>yang sudah tersedia pada induk server secara efisien.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Container <\/em>pada aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk desain arsitektur seperti <em>microservice<\/em> karena masing-masing <em>service <\/em>memiliki lingkungan yang terisolasi dan tetap bisa berkomunikasi satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Teknologi Container untuk Development Aplikasi <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada beberapa kelebihan dari teknologi container untuk development aplikasi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Platform Multi-Cloud <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu manfaat <em>container <\/em>adalah portabilitas. Beberapa penyedia layanan penyimpanan cloud, seperti <em>Amazon Web Service<\/em> (AWS) dan <em>Google Compute Platform<\/em> (GCP) telah mengajak Docker untuk dapat mendukung layanan yang disediakan masing-masing provider tersebut. Alhasil, saat ini container Docker dapat dijalankan di Amazon EC2 Instance pada AWS dan Google Compute Engine pada GCP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Isolasi <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Teknologi pada Docker memastikan bahwa aplikasi dan sumber dayanya terisolasi sendiri-sendiri dan terpisah dari container lainnya. Kalian dapat memiliki berbagai <em>container <\/em>untuk aplikasi-aplikasi yang terpisah dan dapat berjalan sepenuhnya pada <em>stack <\/em>yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keamanan <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Docker memastikan bahwa aplikasi yang berjalan pada <em>container <\/em>akan disajikan secara terpisah dan <em>user <\/em>bisa mendapat akses kendali penuh atas manajemen <em>traffic <\/em>sehingga <em>container <\/em>yang berjalan pada project X, tidak dapat melihat isi atau proses yang berjalan pada container lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Demi meningkatkan keamanan, Docker menggunakan OS Host Mount Point yang sensitif, misal (\u2018\/ proc\u2019 dan \u2018\/ sys\u2019) sebagai <em>read-only mount point<\/em> dan menggunakan <em>file system<\/em> yang <em>copy-on-write<\/em> agar memastikan kumpulan <em>container <\/em>yang berjalan pada OS tidak dapat membaca data satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Guys, jadi memang ada berbagai kelebihan teknologi <em>container <\/em>yang hadir untuk membantu kinerja <em>Developer dan System Administrator<\/em> (SysAdmin). Tentunya memberi dampak ke seluruh pekerjaan yang mana dapat dilakukan dengan lebih efisien, cepat, dan aman. Okay, semoga artikel ini bermanfaat ya \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas, lho. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa kalian coba. Oia, selain itu, kami juga menyediakan VPS yang bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Have a lovely day<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wuihh, container dalam arti yang bagaimana, nih? Apa iya fungsinya juga memudahkan aktivitas manusia karena mengemas sesuatu agar mudah didistribusikan antartempat seperti halnya container yang kita lihat di pelabuhan, gitu? Penasaran, kan? Okay, kalau gitu simak sampai selesai ya artikel Mengenal Teknologi Container untuk Development Apa Itu Container Container diartikan sebagai alat untuk memudahkan dengan &#8230; <a title=\"Mengenal Teknologi Container untuk Development\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-teknologi-container-untuk-development\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Teknologi Container untuk Development\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9705,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2383,2385,2384,283,7,2386],"class_list":["post-8171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-container","tag-container-pada-aplikasi","tag-container-pada-os","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-kelebihan-teknologi-container","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8171"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8174,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8171\/revisions\/8174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}