{"id":803,"date":"2019-03-31T11:43:10","date_gmt":"2019-03-31T04:43:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=803"},"modified":"2023-04-26T13:36:01","modified_gmt":"2023-04-26T06:36:01","slug":"pengertian-fungsi-dan-jenis-framework","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-jenis-framework\/","title":{"rendered":"Pengertian, Fungsi, dan Jenis Framework"},"content":{"rendered":"\n<p>Anda yang sudah terjun di dunia pemrograman, tentu tidak asing lagi dengan istilah framework. Namun tentunya masih banyak juga orang yang belum tahu bahkan belum pernah mendengar istilah framework ini. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan mencoba menjelaskan tentang pengertian, fungsi, dan jenis framework.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Framework<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengertian Framework adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mempermudah para developer software dalam membuat dan mengembangkan aplikasi atau software. Framework&nbsp;sendiri berisikan fungsi dasar dan perintah yang lazim dipakai untuk membuat dan mengembangkan sebuah software atau aplikasi, dengan harapan aplikasi yang dibuat bisa dibangun secara lebih terstruktur, lebih cepat serta lebih tersusun dengan cukup rapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Framework juga diartikan sebagai komponen-komponen pemrograman yang sudah jadi dan siap digunakan kapan saja sehingga pengembang aplikasi tidak perlu membuat script yang sama untuk tugas yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Framework<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Framework memiliki&nbsp;fungsi&nbsp;sebagai berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mempercepat proses pembuatan aplikasi, baik aplikasi berbasis desktop, mobile atau web.<\/li><li>Membantu para developer dalam perencanaan, pembuatan, dan pemeliharaan sebuah aplikasi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Aplikasi yang dihasilkan menjadi lebih stabil dan handal karena framework sudah melalui proses uji, baik uji stabilitas dan kehandalannya.<\/li><li>Memudahkan para developer dalam membaca kode program dan lebih mudah dalam mencari bugs.<\/li><li>Memiliki tingkat keamanan yang lebih karena framework telah mengantisipasi cela-cela keamanan yang mungkin timbul.<\/li><li>Memudahkan developer dalam mendokumentasikan aplikasi-aplikasi yang sedang dibangun.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Framework untuk Web Development<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Inilah jenis-jenis Framework yang paling populer di dunia:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-framework-javascript\">1. Framework JavaScript<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada banyak\u00a0framework JavaScript\u00a0populer, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-vue-js-fitur-dan-kelebihannya\/\">Vue.js<\/a>\u00a0<\/strong>\u2014 Walaupun terhitung pemain baru, Vue.js dengan cepat menjadi populer. Selain ringan dengan ukuran hanya 58KB saja, Vue.js juga sangat sederhana dan memiliki keamanan yang baik.<\/li><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/panduan-lengkap-react-js-untuk-pemula\/\">React.js<\/a>\u00a0<\/strong>\u2014 Ringan dan sangat cocok digunakan untuk mengembangkan website besar. Memiliki segudang fitur canggih seperti reusable component<strong>\u00a0<\/strong>dan\u00a0<strong>declarative<\/strong>\u00a0yang memudahkan Anda.<\/li><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-angularjs-pengertian-kelebihan-dan-panduan-dasar\/\">Angular.js<\/a>\u00a0<\/strong>\u2014 Sangat direkomendasikan untuk pemula. Terutama bagi Anda yang ingin mengembangkan website dengan konsep Rich Internet Application (RIA) atau Single Page Application (SPA).<\/li><li><strong>Ember.js\u00a0<\/strong>\u2014 Dikenal mempunyai kecepatan dan performa kodenya yang patut diacungi jempol. Ember.js juga mempunyai banyak plugin yang bisa meningkatkan kinerja lebih baik lagi.<\/li><li><strong>Backbone.js\u00a0<\/strong>\u2014 Memiliki beberapa fitur menarik bagi developer. Salah satunya adalah RESTful JSON yang memungkinan website Anda berkomunikasi dengan bahasa pemrograman lainnya.\u00a0<\/li><li><strong>Node.js\u00a0<\/strong>\u2014 Framework yang memungkinan Anda menjalankan JavaScript dari server. Node.js memiliki pustaka server sendiri sehingga Anda tak perlu menggunakan program web server dari luar.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-framework-css\">2. Framework CSS<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai bahasa desain, ada banyak\u00a0framework CSS terbaik\u00a0yang bisa Anda gunakan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Bootstrap\u00a0<\/strong>\u2014\u00a0Bootstrap adalah\u00a0framework CSS terpopuler. Menawarkan segudang fungsi dengan elemen desain yang responsif. Plus, Bootstrap lah yang pertama kali mempunyai filosofi \u201cMobile-First.\u201d<\/li><li><strong>Foundation\u00a0<\/strong>\u2014 Menggunakan sistem open-source berbasis SASS, Foundation menawarkan elemen yang fleksibel, modern, dan kaya akan kustomisasi. Foundation juga menyediakan template siap pakai untuk Anda.<\/li><li><strong>Bulma\u00a0<\/strong>\u2014 Penggunaannya mudah, open-source, responsif, dan bisa bekerja optimal di berbagai perangkat. Jadi, tak heran walaupun Bulma pendatang baru, tapi sudah cukup populer.<\/li><li><strong>Semantic UI\u00a0<\/strong>\u2014 Fokus kepada penggunaan human-friendly HTML, sehingga memudahkan Anda. Selain itu, menyediakan 3000+ variabel tema dengan 50.000+ komponen UI.<\/li><li><strong>UIKit\u00a0<\/strong>\u2014 Cocok bagi Anda yang ingin desain serba minimalis, tapi tetap membuatnya berkelas dan elegan.<\/li><li><strong>Materialize CSS\u00a0<\/strong>\u2014 Dirancang oleh Google, Materialize CSS bisa menghasilkan elemen dan fitur berkualitas dengan desain unik anti-mainstream. Plus, responsif dan mempunyai kompatibilitas yang baik.<\/li><li><strong>Miligram\u00a0<\/strong>\u2014 Mempunyai ukuran hanya 2KB saja, Miligram menawarkan desain website yang mudah, cepat, dan bersih.<\/li><li><strong>PureCSS\u00a0<\/strong>\u2014 Menawarkan rangkaian modul CSS yang cocok digunakan untuk segala jenis project Anda.\u00a0<\/li><li><strong>Skeleton\u00a0<\/strong>\u2014 Walaupun hanya memiliki 400 baris jenis kode, tapi Skeleton bisa menghasilkan desain yang kompleks dan responsif.<\/li><li><strong>Tailwind\u00a0<\/strong>\u2014 Mempunyai CSS libraries yang mudah di kostumisasi membuat Anda bisa menghasilkan UI yang cepat dan praktis.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-framework-php\">3. Framework PHP<\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa\u00a0framework PHP terbaik\u00a0untuk developer, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-cepat-upload-laravel-ke-hosting\/\">Laravel\u00a0<\/a><\/strong>\u2014\u00a0Laravel adalah\u00a0framework PHP terpopuler di dunia. Laravel mempunyai sintaks yang elegan, rapi, dan ringkas.\u00a0<\/li><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/laravel-atau-codeigniter-pilih-mana-nih\/\">CodeIgniter\u00a0<\/a><\/strong>\u2014 Sangat cocok bagi Anda yang baru belajar PHP framework. Sebab, CodeIgniter mudah dipahami dan mempunyai dokumentasi lengkap.<\/li><li><strong><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-framework-symfony\/\">Symfony\u00a0<\/a><\/strong>\u2014 Menawarkan fitur bundle dan komponen. Sehingga Anda bisa mengambil sebagian fungsi PHP, atau keseluruhan secara langsung.<\/li><li><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/kenapa-menggunakan-php-framework-yii\/\"><strong>Yii<\/strong>\u00a0<\/a>\u2014 Mempunyai konfigurasi cukup mudah dengan performa dan tingkat keamanan yang baik.<\/li><li><strong>Zend\u00a0<\/strong>\u2014 Cocok digunakan bagi Anda yang sudah mengerti dasar-dasar PHP. Sebab, Zend digunakan untuk pengembangan website enterprise yang kompleks.<\/li><li><strong>CakePHP\u00a0<\/strong>\u2014 Menawarkan kumpulan library yang berisi banyak komponen. Bahkan bisa dibilang komplit.<\/li><li><strong>Phalcon\u00a0<\/strong>\u2014 Mempunyai performa yang lebih konsisten dibanding framework CSS lain.\u00a0<\/li><li><strong>FuelPHP\u00a0<\/strong>\u2014 Framework PHP yang cukup ringan dan mendukung template parsing, powerful ORN, dan fitur-fitur lainnya yang memudahkan Anda.<\/li><li><strong>Fat Free\u00a0<\/strong>\u2014 Merupakan satu-satunya framework yang mengusung tema mikro. Memiliki berbagai fitur seperti kompresi CSS, pemrosesan gambar, validasi data, dan masih banyak lainnya.<\/li><li><strong>Aura\u00a0<\/strong>\u2014 Mempunyai seperangkat libraries yang bisa Anda integrasikan dengan project apapun. Selain itu, setiap librariesnya juga tidak memilikid depencies sehingga sangat fleksibel.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk Anda sekalian. Sampai jumpa di ulasan selanjutnya <a>?<\/a><\/p>\n\n\n<p>Bagi Anda yang ingin memiliki website, Anda bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website Anda.<\/p>\n<p>Tidak hanya pembuatan website saja namun <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> juga dapat membantu Anda untuk membuat aplikasi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda yang sudah terjun di dunia pemrograman, tentu tidak asing lagi dengan istilah framework. Namun tentunya masih banyak juga orang yang belum tahu bahkan belum pernah mendengar istilah framework ini. Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan mencoba menjelaskan tentang pengertian, fungsi, dan jenis framework. Pengertian Framework Pengertian Framework adalah sebuah kerangka kerja &#8230; <a title=\"Pengertian, Fungsi, dan Jenis Framework\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/pengertian-fungsi-dan-jenis-framework\/\" aria-label=\"Read more about Pengertian, Fungsi, dan Jenis Framework\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":804,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,522,523,7,150],"class_list":["post-803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-framework-adalah","tag-fungsi-framawork","tag-hosting-murah","tag-pengertian-framework","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=803"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13758,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/803\/revisions\/13758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}