{"id":7857,"date":"2021-10-08T08:28:00","date_gmt":"2021-10-08T01:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=7857"},"modified":"2021-10-28T09:19:23","modified_gmt":"2021-10-28T02:19:23","slug":"mengenal-apa-itu-agile-jenis-tujuan-dan-kelebihannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-agile-jenis-tujuan-dan-kelebihannya\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Agile, Jenis, Tujuan, dan Kelebihannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Guys, pernah dengar istilah <em>agile<\/em>, kah? Ini bukan plesetan atau lawakan macam \u201ca, gile, lu\u201d, ya. Jadi, <em>agile <\/em>itu sebuah metode pengembangan <em>software <\/em>yang kian populer dan semakin banyak digunakan karena bisa membantu <em>developer <\/em>untuk menciptakan <em>software <\/em>dengan lebih efisien dan sesuai kebutuhan konsumen. Okay deh, baca yuk <strong>Mengenal Apa Itu Agile, Jenis, Tujuan, dan Kelebihannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Agile <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Agile <\/em>adalah sebuah metode <em>software development<\/em> yang mencakup website, <em>web application<\/em>, dan <em>mobile application<\/em> yang berfokus untuk menghasilkan <em>software <\/em>berkualitas tinggi secara konsisten sehingga bisa mengurangi biaya proyek dan meningkatkan nilai jual suatu bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara definisi, <em>Agile <\/em>dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan pada <em>project management <\/em>dengan menggunakan teknik iterasi dan bertahap secara dinamis (<em>Sprint<\/em>) dalam proses pembuatan suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis Agile Development <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini merupakan jenis dari pengembangan <em>software <\/em>menggunakan Agile:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Adaptive Software Development (ASD) <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Agile Modelling (AM) <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Crystal Methodology <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Crystal Methodology adalah metode <em>Agile <\/em>yang lebih berfokus ke kondisi tim yang mengerjakan, mulai dari interaksi tim, komunikasi, <em>feedback<\/em>, dokumentasi, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Crystal Methodology, pengembangan <em>software <\/em>akan lebih optimal karena disesuaikan dengan kondisi tim kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, Crystal Methodology sendiri mempunyai tujuh prinsip utama untuk mendukung pengembangan <em>software <\/em>secara tim dengan lancar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Frequent Delivery<\/strong>: kalian harus sering merilis dan mengetes kode ke <em>user<\/em>. Tujuannya agar kalian terhindar dari menciptakan <em>software <\/em>yang tak dibutuhkan.<\/li><li><strong>Reflective Improvement<\/strong>: gak peduli bagaimana kualitas produk yang diciptakan, pasti ada aspek yang bisa ditingkatkan oleh tim kalian.<\/li><li><strong>Osmotic Communication<\/strong>: komunikasi antar anggota tim seolah mereka berada di satu ruangan yang sama. Artinya, semua anggota bisa mendengar dan mendapat informasi yang sama.<\/li><li><strong>Personal Safety<\/strong>: anggota tim bisa mengungkapkan pendapat tanpa rasa takut atau mendapat ancaman, entah itu tentang masalah atau menyampaikan ide baru.<\/li><li><strong>Focus on Work<\/strong>: tiap anggota tim sebaiknya paham dan bisa melakukan pekerjaannya dengan baik sehingga mereka bisa fokus untuk bekerja sama mencapai tujuan.<\/li><li><strong>Easy Access to Expert Users<\/strong>: anggota tim bisa dengan mudah bertanya atau meminta pendapat dari <em>user <\/em>yang ahli di bidangnya.<\/li><li><strong>Technical Tooling<\/strong>: tim sebaiknya menggunakan <em>tools <\/em>pendukung, seperti <em>test <\/em>otomatis, manajemen konfigurasi, dan integrasi rutin. Tujuannya agar kesalahan bisa cepat dideteksi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dynamic System Development Method (DSDM) <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dynamic Systems Development Method (DSDM) adalah metode agile yang mengutamakan keterlibatan semua anggota tim secara berlanjut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 8 prinsip yang harus dijalankan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Fokus pada kebutuhan bisnis: <em>software <\/em>yang dikerjakan haruslah mempunyai manfaat yang jelas pada bisnis.<\/li><li>Selesaikan tepat waktu: pengembangan <em>software <\/em>harus mempunyai tanggal penyelesaian yang jelas.<\/li><li>Kolaborasi: tim kalian harus melibatkan semua <em>stakeholder <\/em>dari awal sampai akhir.<\/li><li>Kualitas: kualitas akhir <em>software <\/em>yang akan dikerjakan harus sudah disetujui sejak awal.<\/li><li>Ciptakan pondasi yang kuat: tim kalian harus menciptakan desain awal agar paham <em>software <\/em>seperti apa yang akan dikembangkan.<\/li><li>Kembangkan dengan bertahap: kalian harus mampu menerapkan perubahan dari <em>feedback <\/em>pada setiap iterasinya.<\/li><li>Komunikasi yang jelas: usahakan kalian melakukan <em>meeting <\/em>yang rutin yang mana setiap anggota bisa menyampaikan masalah atau kendala.<\/li><li>Tunjukkan kepemimpinan:<em> team leader<\/em> harus memastikan bahwa rencana dan informasi perkembangan bisa diakses siapapun dengan mudah.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Extreme Programming (XP) <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Extreme Programming (XP) adalah metode <em>agile <\/em>yang lebih berfokus ke aspek teknis pengembangan. Tujuannya agar <em>software <\/em>yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi sehingga kemampuan tim pengembangnya juga meningkat drastis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar kalian mendapat gambaran lebih jelas, berikut penjelasan proses XP yang harus dijalankan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Planning<\/strong>: tim <em>developer <\/em>dan konsumen bertemu untuk merencanakan apa yang akan dikerjakan di setiap iterasinya.<\/li><li><strong>Designing<\/strong>: mulai mendesain bentuk dasar <em>software <\/em>yang sederhana.&nbsp;&nbsp;<\/li><li><strong>Coding<\/strong>: dimulainya proses <em>coding <\/em>secara intensif oleh tim. Anggota tim juga saling me-<em>review coding<\/em> dari anggota tim lainnya.<\/li><li><strong>Testing<\/strong>: melakukan tes <em>software <\/em>berulang kali apakah berfungsi dengan baik (<em>unit tests<\/em>) dan sesuai kebutuhan konsumen (<em>acceptance tests<\/em>)<\/li><li><strong>Listening<\/strong>: berdiskusi dan mendengarkan <em>feedback <\/em>dari konsumen. Oleh karena itu, konsumen harus selalu tersedia on-<em>site<\/em> dalam XP.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Feature Driven Development (FDD) <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Feature Driven Development (FDD) adalah metode Agile yang berfokus untuk menyelesaikan satu fitur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya sebelum pengembangan <em>software <\/em>dimulai nih, harus menulis daftar fitur apa saja yang hendak dimasukkan. Lalu, kalian harus menyelesaikan satu fitur dari daftar tersebut di setiap iterasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap iterasi pada FDD biasanya hanya berlangsung selama 2-10 hari. Oleh karena itu, fitur pada FDD memiliki skala yang kecil dan lebih spesifik agar bisa diselesaikan tepat waktu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini lima langkah yang harus dijalankan saat menerapkan FDD:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengembangkan model dasar.<\/li><li>Menulis daftar fitur.<\/li><li>Merencanakan pengembangan setiap fiturnya.<\/li><li>Mendesain fitur.<\/li><li>Membangun sesuai fitur.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rational Unified Process <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Scrum Methodology <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Scrum adalah metode agile yang berfokus pada pengembangan <em>software <\/em>kompleks. Pengerjaan <em>software <\/em>pada Scrum dibagi menjadi beberapa proses kecil yang disebut dengan <em>sprints<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam satu <em>sprint<\/em> biasanya akan berfokus menyelesaikan satu fitur tertentu. Nah, agar Scrum berjalan dengan lancar maka setiap anggota tim harus diberikan peran, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Product Owner: bertugas memaksimalkan nilai bisnis dari <em>software <\/em>yang dikembangkan dan juga memastikan bahwa <em>list <\/em>fitur produk telah disusun dengan baik.<\/li><li>Scrum Master: bertugas memfasilitasi dan memastikan bahwa tim sudah paham dengan proses Scrum. Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan Product Owner agar bisa memaksimalkan hasil produk dan ROI (<em>Return of Investment<\/em>).<\/li><li>Development Team: sekumpulan orang yang memiliki <em>skill <\/em>tertentu untuk menjalankan <em>project<\/em>, seperti <em>programmer<\/em>, <em>designer<\/em>, <em>writer<\/em>, dan sebagainya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jenis Agile yang paling sering digunakan adalah <em>Adaptive Software Development <\/em>(ASD), <em>Dynamic System Development Method<\/em> (DSDM), <em>Extreme Programming<\/em> (XP), dan Scrum. Untuk metode Scrum sendiri lebih menekankan pada kolaborasi antar tim dalam pengembangan <em>software<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tujuan Agile Development <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini beberapa tujuan dari Agile Development:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>High-Value dan Working App System <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan pertama adalah untuk menghasilkan sebuah <em>software <\/em>dengan nilai jual tinggi serta dapat menekan biaya pembuatan. Hal terpenting adalah dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Iterative, Incremental, Evolutionary <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Agile merupakan model pengembangan yang dilakukan secara iteratif, berulang-ulang, dan dapat mengalami perubahan apabila dibutuhkan. Dapat dikatakan bahwa metode ini terbilang fleksibel dan dapat digunakan pada proyek pengembangan jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cost Control &amp; Value-Driven Development <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Proses pengembangan <em>software <\/em>dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari <em>user<\/em>. Selanjutnya tim <em>developer <\/em>dapat mengontrol biaya dan waktu yang diperlukan untuk proses pengembangan <em>software <\/em>sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>High\u2013Quality Production <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kualitas dari produk perangkat lunak tetap terjaga dengan baik meskipun biaya dan waktu yang diperlukan terbilang sedikit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Flexible &amp; Risk Management <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Fleksibel dalam konteks ini dapat diartikan sebagai pertemuan dengan klien dapat dilakukan kapanpun sehingga fungsionalitas dari <em>software <\/em>dapat terjaga. Hal terpentingnya adalah dapat meminimalisir terjadinya kesalahan pada program maupun produk sebelum dilakukan proses <em>deploy <\/em>aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Collaboration <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Proses kolaborasi di sini dilakukan oleh setiap tim pengembang untuk mendiskusikan <em>feedback <\/em>yang diberikan oleh klien sehingga perlu adanya komunikasi dan koordinasi yang baik antartim <em>developer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Self-Organizing, Self-Managing Teams <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tujuan terakhir adalah pengembang diberikan akses untuk memanajemen sendiri urusan <em>software development<\/em>. Tugas dari seorang manajer untuk menjadi penghubung antara <em>developer <\/em>dan klien sehingga dapat mengurangi terjadi <em>miss communication<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan dan Kekurangan Agile <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kelebihan Agile <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa manfaat Agile:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kualitas Software Lebih Baik <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kalian bisa dengan cepat menerapkan setiap <em>feedback <\/em>dari konsumen di iterasi selanjutnya, entah tentang penambahan fitur atau memperbaiki bug. Hasilnya? Tentu kualitas <em>software <\/em>akan membaik karena lebih sesuai dengan keinginan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konsumen Puas dan Lebih Dihargai <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p><em>Software <\/em>dengan kualitas yang baik akan disukai konsumen. Apalagi jika fitur <em>software<\/em>nya sesuai dengan keinginan konsumen berkat <em>feedback <\/em>yang diberikan. Tentunya konsumen akan merasa lebih dihargai, dong, ya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fleksibilitas Tinggi <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Metode Agile memungkinkan kalian melakukan perubahan rutin sesuai <em>feedback <\/em>konsumen pada <em>software <\/em>yang dikerjakan. Jika ada banyak <em>feedback<\/em>, kalian bisa memilih akan melakukan perubahan apa di setiap iterasinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Software Cepat Selesai <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Metode Agile berfokus mengembangkan <em>software <\/em>yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Oleh karena itu, <em>software <\/em>akan cepat selesai karena tak perlu banyak waktu untuk menambahkan banyak fitur yang belum tentu dibutuhkan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengembangan yang Lebih Terprediksi <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Setiap Agile methodology memiliki iterasi rutin yang fokus pada pengembangan bertahap. Tentu pengembangan <em>software <\/em>akan lebih terprediksi sehingga kalian bisa tahu berbagai pengeluaran dengan baik dan ini berefek pada risiko bisnis yang akan berkurang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kekurangan Agile <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut ini kekurangan dari Agile:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Produk Akhir Kurang Jelas <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Agile tidak membutuhkan banyak perencanaan sehingga tim kalian akan kesulitan menentukan bentuk akhir <em>software<\/em>-nya. Apalagi, fitur baru juga selalu ditambahkan sehingga membuat <em>software <\/em>semakin kompleks. Sedangkan kebutuhan konsumen juga berubah-ubah, kan? Ya kalian juga akan semakin sulit menentukan bentuk akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bergantung Pada Komitmen Tinggi dari Tim <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Agile mengharuskan semua pihak untuk selalu berinteraksi secara rutin agar <em>software <\/em>sesuai kebutuhan konsumen, mulai dari memberikan <em>feedback<\/em>, menerapkan perubahan, melakukan <em>test<\/em>, dan sebagainya. Tentunya membutuhkan komitmen tinggi dari setiap individu sehingga akan menguras banyak energi dan waktu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dokumentasi Kurang Lengkap <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam agile, dokumentasi dibuat dalam waktu yang singkat sehingga berujung pada hasil yang kurang lengkap. Artinya, saat ada anggota baru di tim nih, dia akan kesulitan memahami berbagai hal terkait <em>project <\/em>yang berjalan. Akibatnya ya akan timbul miskomunikasi yang bisa memperlambat <em>project<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Wahh Guys, ternyata metode Agile tak hanya menjadi solusi pengembangan <em>software <\/em>yang lebih cepat, hemat, dan efisien, ya. Karena ternyata bisa juga lho untuk menghasilkan <em>software <\/em>dengan kualitas lebih baik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Nah, makanya, penting nih bagi kalian untuk mempelajari semua Agile Methodology dengan baik. Setuju?<\/p>\n\n\n\n<p>Oia, berbicara tentang optimasi performa website nih, penting lho untuk menggunakan layanan website berkualitas, mulai dari<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/domain\/\"> domain<\/a>,<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\"> hosting<\/a>, dan layanan pendukung lainnya. Untuk mendapatkan itu semua, silakan berkunjung ke<a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\"> Jetorbit<\/a> ya. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek<a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guys, pernah dengar istilah agile, kah? Ini bukan plesetan atau lawakan macam \u201ca, gile, lu\u201d, ya. Jadi, agile itu sebuah metode pengembangan software yang kian populer dan semakin banyak digunakan karena bisa membantu developer untuk menciptakan software dengan lebih efisien dan sesuai kebutuhan konsumen. Okay deh, baca yuk Mengenal Apa Itu Agile, Jenis, Tujuan, dan &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu Agile, Jenis, Tujuan, dan Kelebihannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-agile-jenis-tujuan-dan-kelebihannya\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu Agile, Jenis, Tujuan, dan Kelebihannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8032,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[2225,283,7,2226,2229,2228,2224,2227],"class_list":["post-7857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-agile-adalah","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-jenis-agile","tag-kekurangan-agile","tag-kelebihan-agile","tag-pengertian-agile","tag-tujuan-agile","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7857"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7859,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7857\/revisions\/7859"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}