{"id":7727,"date":"2021-09-21T08:44:00","date_gmt":"2021-09-21T01:44:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=7727"},"modified":"2021-09-16T09:08:50","modified_gmt":"2021-09-16T02:08:50","slug":"mengenal-apa-itu-booting-fungsi-serta-jenis-jenis-booting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-booting-fungsi-serta-jenis-jenis-booting\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Booting, Fungsi, Serta Jenis-Jenis Booting"},"content":{"rendered":"\n<p>Kalian sering mendengar kata \u201c<em>booting<\/em>\u201d, kah? Kata tersebut sering digunakan untuk menyebutkan proses yang berjalan saat komputer pertama kali dihidupkan. Meski istilah \u201c<em>booting<\/em>\u201d terasa familiar tapi bisa jadi masih ada orang yang belum mengenal lebih dalam mengenai proses <em>booting<\/em>. Okay, yuk baca<strong> Mengenal Apa Itu Booting, Fungsi, Serta Jenis-Jenis Booting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Booting <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Booting <\/em>merupakan proses pembacaan seluruh hardware dan software pada sistem komputer saat komputer pertama kali dihidupkan untuk memastikan komputer memang siap untuk digunakan. Singkatnya, <em>booting <\/em>ini merupakan langkah pertama saat pengoperasian komputer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"298\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-1.png\" alt=\"apa-itu-booting-1\" class=\"wp-image-7729\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-1.png 680w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-1-300x131.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana proses <em>booting <\/em>berlangsung?<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, sebelum komputer memuat sistem operasi, sistem ROM-BIOS (<em>Read Only Memory-Basic Input Output System<\/em>) atau BIOS yang tertanam pada <em>motherboard <\/em>di komputer akan mengecek kondisi komponen komputer.<\/p>\n\n\n\n<p>ROM-BIOS yang biasa disebut sebagai BIOS, merupakan suatu memori yang menyimpan beberapa informasi untuk mengecek komponen komputer serta memuat sistem operasi. Informasi yang tersimpan pada BIOS akan tetap ada meski komputer dimatikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Booting <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Fungsi dari <em>booting <\/em>adalah mengecek semua <em>hardware <\/em>dan software pada sistem komputer. Semua file yang tersimpan di dalam chip ROM akan dimuat untuk menjalankan sistem selama proses <em>booting <\/em>berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama proses <em>booting<\/em>, sistem akan membaca semua informasi dari file tersebut yang disimpan ke dalam chip ROM selanjutnya chip ROM akan membaca semua instruksi yang tersimpan di dalam file tersebut. Setelah itu, barulah semua informasi pada sistem akan ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan tahapan awal dari proses <em>booting <\/em>yang dilakukan oleh sistem operasi adalah <em>bootstrap loader<\/em> yang mana berfungsi untuk mengecek atau melacak semua I\/O (input dan output) yang tersambung dengan komputer.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis Booting <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses <em>booting <\/em>pada komputer dibagi menjadi lima&nbsp; jenis, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Cool booting<\/strong>: proses menghidupkan komputer pada saat perangkat komputer itu dalam kondisi mati atau belum menyala. Inilah <em>booting <\/em>utama yang dilakukan dengan cara menekan tombol Power.<\/li><li><strong>Warm booting<\/strong>: proses menghidupkan komputer saat perangkat komputer sudah menyala dan teraliri listrik. Proses ini sering disebut dengan Restart. Tujuannya adalah untuk mengulang kembali proses komputer dari awal karena sebelumnya terjadi beberapa gangguan. Pada sistem operasi populer seperti Microsoft Windows modern, telah tersedia opsi khusus bagi para penggunanya untuk melakukan proses Warm Booting, yakni melalui menu Restart. Sedangkan penggunaan dengan hardware dapat ditempuh dengan menekan tombol Reset pada CPU jika ada.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-2.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"301\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-2.png\" alt=\"apa-itu-booting-2\" class=\"wp-image-7730\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-2.png 680w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-2-300x133.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Soft booting<\/strong>: proses <em>soft booting<\/em> dengan <em>warm booting<\/em> cukup mirip, yaitu terjadi setelah semua komponen komputer dialiri arus listrik (aktif). Hanya saja, proses <em>booting <\/em>ini dikendalikan oleh sistem secara otomatis dan bukan karena kerusakan program.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"409\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-3.png\" alt=\"apa-itu-booting-3\" class=\"wp-image-7731\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-3.png 680w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-3-300x180.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Hard booting<\/strong>: biasanya terjadi karena komputer tidak merespon atau diam dalam waktu yang lama alias nge-hang. Akibatnya kalian terpaksa me-restart nya secara terpaksa dengan menekan tombol \u201cReset\u201d (pada komputer). Pada komputer terdapat dua tombol, yaitu \u201cPower\u201d dan \u201cReset\u201d. Berbeda dengan tombol \u201cPower\u201d yang jika ditekan lama akan membuat komputer mati, tombol \u201cReset\u201d justru akan melakukan <em>reboot <\/em>atau <em>restart <\/em>secara paksa. Perlu kalian ketahui bahwa menekan tombol power untuk melakukan \u201cforce shutdown\u201d dapat membahayakan kesehatan harddisk drive kalian.<\/li><li><strong>Rebooting<\/strong>: mengulang sistem kembali ke awal. <em>Rebooting <\/em>memiliki kesamaan dengan <em>warm booting, soft booting<\/em>, dan <em>hard booting<\/em>, yaitu sama-sama terjadi setelah semua komponen komputer dialiri arus listrik (aktif). Beberapa penyebab terjadinya <em>rebooting, <\/em>antara lain karena sistem tidak merespon, terjadi perubahan pengaturan dari sistem operasi (OS) yang digunakan, dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-4.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"372\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-4.png\" alt=\"apa-itu-booting-4\" class=\"wp-image-7732\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-4.png 680w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Mengenal-Apa-Itu-Booting-4-300x164.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Guys, <em>booting <\/em>pada komputer adalah salah satu proses penting dalam sistem komputer. <em>Booting <\/em>komputer apabila dilakukan dengan cara yang kurang tepat akan berpengaruh pada kesehatan harddisk drive kalian, lho. Semoga artikel ini bermanfaat, ya \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p>Always keep healthy<\/p>\n\n\n\n<p><br>Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian sering mendengar kata \u201cbooting\u201d, kah? Kata tersebut sering digunakan untuk menyebutkan proses yang berjalan saat komputer pertama kali dihidupkan. Meski istilah \u201cbooting\u201d terasa familiar tapi bisa jadi masih ada orang yang belum mengenal lebih dalam mengenai proses booting. Okay, yuk baca Mengenal Apa Itu Booting, Fungsi, Serta Jenis-Jenis Booting Pengertian Booting Booting merupakan proses &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu Booting, Fungsi, Serta Jenis-Jenis Booting\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-booting-fungsi-serta-jenis-jenis-booting\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu Booting, Fungsi, Serta Jenis-Jenis Booting\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,2153,7,2154,2152],"class_list":["post-7727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-fungsi-booting","tag-hosting-murah","tag-jenis-booting","tag-pengertian-booting","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7733,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7727\/revisions\/7733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}