{"id":7625,"date":"2021-08-31T08:42:00","date_gmt":"2021-08-31T01:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=7625"},"modified":"2021-08-25T08:55:35","modified_gmt":"2021-08-25T01:55:35","slug":"mengenal-apa-itu-stp-marketing-dan-penerapannya-dalam-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-stp-marketing-dan-penerapannya-dalam-bisnis\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu STP Marketing dan Penerapannya Dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Siapa yang masih berpikir bahwa semakin banyak konsumen maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan? Ada benarnya sih tapi <em>gak<\/em> benar secara keseluruhan. Kebutuhan dan masalah setiap orang berbeda-beda, ya kan? Itulah hal penting yang tidak boleh dilupakan. Ada solusinya kok, tenang. Okay, kalau gitu baca yuk <strong>Mengenal Apa Itu STP Marketing dan Penerapannya Dalam Bisnis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu STP Marketing <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>STP itu singkatan dari <strong>Segmentation<\/strong>, <strong>Targeting<\/strong>, dan <strong>Positioning<\/strong>. Jika diartikan secara harfiah, STP Marketing ini membagi strategi pemasaran menjadi tiga tahap dasar:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li><strong>Segmentasi Pasar<\/strong>: STP akan membantu kalian membagi pasar ke kelompok yang lebih kecil (segmentasi).&nbsp;<\/li><li><strong>Menentukan Target Konsumen<\/strong>: setelah dibagi, bisa lebih mudah menemukan target konsumen yang tepat di dalam segmen pasar tadi.<\/li><li><strong>Memposisikan Bisnis Kalian di Pasar<\/strong>: STP akan membantu memposisikan bisnis kalian di segmen pasar tersebut. Tujuannya agar konsumen tertarik dan kalian bisa bersaing dengan kompetitor.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tiga Langkah Penerapan STP Marketing<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segmentation <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Segmentasi pasar adalah membagi pasar yang luas menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan karakteristik tertentu agar lebih mudah menjalankan promosi bisnis. Contoh, kalian membagi pasar berdasarkan generasi usia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, ada empat jenis segmentasi pasar yang bisa diterapkan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segmentasi Demografis <\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pasar dibagi berdasarkan umur, gender, etnis, tingkat pendidikan, status pernikahan, pekerjaan, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segmentasi Geografis<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pasar yang dibagi berdasarkan negara, provinsi, kota, iklim, dan tingkat populasinya. Contoh, menu makanan McDonald\u2019s sesuai dengan ciri khas negaranya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Segmentasi Psikografis<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Pasar ini dibagi berdasarkan psikologis konsumen, seperti kepribadian, kepercayaan, gaya hidup, perilaku, dan sebagainya. Contoh, brand sepatu Nike dengan segmentasi pasar konsumen yang lebih sporty.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Segmentasi Perilaku<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Segmentasi ini dibagi berdasarkan kebiasaan konsumen dalam membeli produk, seperti bagaimana konsumen menggunakan produk tersebut, tingkat loyalitas, manfaat yang mereka cari, dan lain-lain. Contoh, pasta gigi sensitive yang menyasar konsumen dengan gigi sensitif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Targeting <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di tahap ini, kalian harus menentukan mana segmen pasar terbaik bagi bisnis. Untuk menentukannya, ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Profitabilitas<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Kalian harus memastikan bahwa segmen yang ingin disasar memang menghasilkan profit terbesar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ukuran dan Potensi Pertumbuhannya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Segmentasi memang membagi pasar menjadi kelompok-kelompok kecil. Namun, bukan berarti bisa membagi semua pasar begitu saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagilah pasar yang cukup besar dan hindari membagi pasar yang sudah kecil karena pasar yang kecil akan membatasi perkembangan bisnis kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kalian juga harus memperhatikan potensi pertumbuhan pasar tersebut di masa depan agar profit bisa bertambah, bukan berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kemudahan Akses<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalian harus memilih pasar yang bisa dengan mudah diakses, baik bagi kalian maupun konsumen. Perhatikan hal-hal yang bisa menghambat akses ke pasar tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, apakah ada batasan teknologi, perbedaan budaya, hingga hukum yang berlaku. Jangan sampai nih, kalian menjual laptop dan menarget pasar Korea Utara karena disana tidak ada akses internet untuk publik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Positioning <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Positioning adalah bagaimana kalian memposisikan bisnis pada segmen pasar yang dituju. Dengan kata lain, kalian harus bisa menawarkan keunikan yang membuat konsumen memilih produk kalian dibandingkan kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk memposisikan bisnis kalian dengan tepat, ada dua tips yang bisa dicoba:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tawarkan Solusi dari Masalah yang Dihadapi Segmen Tersebut<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap segmen pasti memiliki satu atau lebih masalah di dalamnya. Untuk menemukannya, kalian harus melakukan riset mendalam terlebih dahulu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah tahu masalah apa yang sedang dihadapi atau potensi masalah yang akan muncul, tawarkan solusinya. Solusi ini tentu saja dalam produk atau jasa yang kalian jual. Tentunya konsumen akan menjatuhkan pilihannya pada kalian dong karena menawarkan sesuatu yang tak dimiliki oleh kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Temukan Unique Selling Point Kalian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa pertanyaan penting nih yang mesti kalian jawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang membedakan bisnis kalian dengan kompetitor lain di segmen tersebut? Kenapa konsumen harus memilih bisnis kalian jika kompetitor A dan B juga menawarkan hal yang sama persis? Apa yang membuat kalian berbeda?<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kalian harus menemukan Unique Selling Point (USP) dari bisnis kalian.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gimana, Guys? Apakah kalian mulai sadar betapa pentingnya STP Marketing? Ya memang sih, kalian harus mengeluarkan <em>more effort<\/em> dan waktu yang tak sedikit untuk riset mendalam. Tapi, STP ini justru bisa menjadi investasi jangka panjang untuk menjadi pemenang di segmen pasar yang kalian pilih.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kalian sudah siap kah menjadi pemenang?<\/p>\n\n\n\n<p><br><br>Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang masih berpikir bahwa semakin banyak konsumen maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkan? Ada benarnya sih tapi gak benar secara keseluruhan. Kebutuhan dan masalah setiap orang berbeda-beda, ya kan? Itulah hal penting yang tidak boleh dilupakan. Ada solusinya kok, tenang. Okay, kalau gitu baca yuk Mengenal Apa Itu STP Marketing dan Penerapannya Dalam &#8230; <a title=\"Mengenal Apa Itu STP Marketing dan Penerapannya Dalam Bisnis\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-apa-itu-stp-marketing-dan-penerapannya-dalam-bisnis\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Apa Itu STP Marketing dan Penerapannya Dalam Bisnis\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7626,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,2090,2089,2087,2086,2088],"class_list":["post-7625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-penerapan-stp-marketing","tag-positioning","tag-segmentation","tag-stp-marketing","tag-targeting","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7625"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7627,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7625\/revisions\/7627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}