{"id":6600,"date":"2021-05-03T14:27:20","date_gmt":"2021-05-03T07:27:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6600"},"modified":"2021-05-03T14:27:22","modified_gmt":"2021-05-03T07:27:22","slug":"apa-itu-web-design","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-web-design\/","title":{"rendered":"Apa Itu Web Design?"},"content":{"rendered":"\n<p>Apa itu <em>web design<\/em>? Nah, kalian bisa melihat bentuk visual dari website tersebut, <em>layout<\/em>, serta yang lainnya yang ada di website dan itulah yang dinamakan dengan hasil dari <em>web design<\/em>. Baiklah, kalau gitu baca sampai selesai yuk tentang <strong>Apa Itu Web Design?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika tampilan <em>website <\/em>buruk lalu membingungkan, pastinya akan merusak citra bisnis kalian secara <em>online<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Cara membuat bisnis sukses secara <em>online<\/em> adalah kalian harus membuat sebuah website yang luar biasa. Tampilan keren, responsive, <em>layout <\/em>juga sempurna, dan yang paling penting adalah mampu menyampaikan pesan yang ingin kalian sampaikan. Intinya, bentuk tampilan harus dapat mempengaruhi audiens.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Web Design <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Web design<\/em> adalah istilah mengenai <em>design <\/em>visual yang diterapkan ke media digital, yaitu website, <em>design <\/em>yang ditujukan untuk pengembangan serta <em>styling <\/em>informasi di internet untuk menyediakan fitur dan memberikan kualitas estetika.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara tidak langsung, website design ini fokus pada tampilan namun tidak akan menghilangkan fungsi utama yang lain, yakni mampu memberikan kenyamanan tambahan bagi pengunjung dan pembaca <em>website.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tujuan Web Design <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Tujuan <em>web design<\/em> adalah sebagai salah satu media komunikasi, yang mana memang bertujuan untuk menyampaikan informasi secara cepat dan <em>realtime<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti saat kalian mengunjungi sebuah website maka tampaklah desain pertama kali yang dilihat oleh kalian, baik dari komposisi, warna sampai <em>layout <\/em>yang sangat beragam. Web designer tentu juga memiliki perasaan supaya dapat membuat pembaca dan pengunjung membayangkan apa yang ada di dalam website tersebut. <em>Layout <\/em>dan gambar juga sangat diperhitungkan karena dapat mempengaruhi minat dari pengunjung website.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Seperti Apa Web Design yang Bagus? <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti halnya ilustrasi atau desain stiker, dalam web design pun ada hal yang \u201cbaik\u201d yang mana bergantung pada selera visitor atau calon pengunjung website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam web design, garis antara baik dan tidak baik jauh lebih jelas. Website yang dirancang dengan baik adalah situs yang secara sempurna mampu menciptakan pengalaman yang dicari oleh pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika pengguna terdorong untuk menindaklanjuti dengan tindakan yang diatur oleh website kalian, artinya situs telah melakukan konversi. Konversi dapat berupa apa saja, seperti mendaftar, melakukan pembelian, membuka akun, menghubungi kalian, atau mengakses lebih banyak konten pada halaman lain situs kalian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor utama desain website: <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pilihan yang disajikan sangat jelas untuk pengguna (semakin sedikit pilihan yang dimiliki pengguna maka semakin kecil kemungkinan mereka menjadi bingung).<\/li><li>Penggunaan tombol fungsi CTA (<em>Call to Action<\/em>) secara proporsional.<\/li><li>Pembatasan gangguan yang dialami oleh pengguna website, misal hanya menggunakan gambar dan teks yang tentunya relevan dengan tema\/<em>subject<\/em> pada halaman, hanya menampilkan tombol yang mengarah ke suatu tindakan yang diinginkan (contohnya: read more, next page, previous page, dan sebagainya)<\/li><li>Desain responsif (desain yang mengubah ukuran dan mampu menyesuaikan dirinya ke layar pengguna, membuat situs mudah digunakan pada perangkat apapun, seperti ponsel, tablet, laptop atau browser desktop).<\/li><li>Font berukuran tepat yang mengikuti hierarki.<\/li><li>Konten dan gambar yang relevan dan berkualitas tinggi sehingga mampu memicu sisi emosional untuk menarik perhatian pembaca.<\/li><li>Keseimbangan antara jumlah teks dan gambar pada setiap halaman (terlalu banyak teks dapat membanjiri pengunjung, terlalu sedikit teks bisa sama-sama terlepas).<\/li><li>Setiap pilihan desain yang kalian buat akan mempengaruhi kegunaan dan tingkat konversi website kalian.<\/li><li>Jika kalian tidak berpikir pilihan estetika desain dapat mempengaruhi konversi maka silahkan pikirkan kembali. Website kalian haruslah menarik!<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Faktor lain dari web design yang efektif: <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tombol<\/li><li>Font<\/li><li>Palet warna<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Elemen\u00a0 <em>web design<\/em> yang harus dihindari: <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Gambar dan <em>background <\/em>yang mengganggu. Meskipun ada beberapa contoh bahwa menggunakan <em>background <\/em>gambar tertentu bisa menjadi pilihan yang baik namun dalam kebanyakan kasus itu cukup mengganggu. Hal ini dikarenakan membuat pengguna harus berpikir keras serta konsentrasi tinggi untuk menentukan titik fokus.&nbsp;<\/li><li>Desain tidak responsif. Saat ini, website yang tidak mampu menyesuaikan bentuk layar gadget yang digunakan pengguna maka itu adalah suatu kesalahan besar.<\/li><li>Link dan tombol tidak jelas. Pengunjung tidak harus mencari tautan dan tombol saat mereka harus dapat dengan cepat melihat gambar dan potongan teks mana yang akan membawa mereka ke halaman baru atau mengkonfirmasi pilihan mereka.&nbsp;<\/li><li>Foto stok nampak biasa dan tidak relevan serta teks deskripsi pun tidak memberikan informasi berharga.<\/li><li>Elemen desain web tertentu seperti <em>layout <\/em>kotak, pada dasarnya bukan pilihan yang baik atau buruk. Mereka dapat digunakan dengan cara yang efektif dan tidak efektif sehingga perlu berhati-hati untuk melakukannya.<\/li><li>Elemen rumit lainnya adalah animasi.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Okay, itulah yang dapat kami sampaikan terkait web design. Nah, di website kalian sendiri nih, apakah ada poin yang masih perlu diperbaiki? Atau, kalian merasa website kalian sudah layak dan telah banyak melakukan konversi? Sharing yuk agar kawan-kawan lain juga mendapat insight \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website kalian. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu web design? Nah, kalian bisa melihat bentuk visual dari website tersebut, layout, serta yang lainnya yang ada di website dan itulah yang dinamakan dengan hasil dari web design. Baiklah, kalau gitu baca sampai selesai yuk tentang Apa Itu Web Design? Jika tampilan website buruk lalu membingungkan, pastinya akan merusak citra bisnis kalian secara &#8230; <a title=\"Apa Itu Web Design?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/apa-itu-web-design\/\" aria-label=\"Read more about Apa Itu Web Design?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1661,283,7,1662,1663,1660],"class_list":["post-6600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-apa-itu-web-design","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-pengertian-web-design","tag-tujuan-web-design","tag-web-design","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6600"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6602,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6600\/revisions\/6602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}