{"id":6513,"date":"2021-04-23T05:21:10","date_gmt":"2021-04-22T22:21:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6513"},"modified":"2021-04-22T14:22:50","modified_gmt":"2021-04-22T07:22:50","slug":"cara-redirect-301-di-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-redirect-301-di-wordpress\/","title":{"rendered":"Cara Redirect 301 di WordPress"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah gak sih kalian ingin mengubah alamat URL lama ke URL baru? Atau, kalian ingin mengubah <em>permalink <\/em>baru artikel? Robot Google akan melakukan <em>indexing <\/em>ulang, apalagi bagi para pengunjung <em>website <\/em>pasti akan masuk pada halaman \u201c404 not found.\u201d Solusi terbaik adalah menggunakan <em>redirect <\/em>301. Oke, yuk baca <strong>Cara Redirect 301 di WordPress<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kalian memaksakan merubah URL atau <em>permalink <\/em>tanpa melakukan <em>redirect<\/em>, kalian harus siap menanggung akibatnya. Untuk urusan SEO, <em>permalink <\/em>yang diubah bisa berakibat fatal terhadap peringkat <em>website <\/em>di SERP. Sedangkan terkait bisnis, pengunjung tentu tidak bisa menemukan halaman produk yang dicari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Redirect 301 <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Terkadang, saat memasukan URL <em>website <\/em>di <em>browser, <\/em>alamat website bisa berubah otomatis ke URL lain. Misal, kalian ingin membuka website www.jetorbit.com\/blog tapi malah berubah menjadi www.blog.jetorbit.com. Kasus seperti inilah yang dimaksud dengan <em>redirect<\/em>, yaitu pengalihan URL <em>website <\/em>pada URL lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan <em>redirect <\/em>301 adalah pengalihan URL <em>website <\/em>ke alamat yang baru secara permanen. Kalian bisa menginfokan kepada para pengunjung <em>website <\/em>kalau akan ada perubahan URL lama ke yang baru tapi cara ini kurang efektif karena tidak semua membaca info tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah dengan<em> redirect 301 permanent<\/em>&nbsp; ini secara otomatis pengunjung yang mengakses website lama akan dialihkan ke URL baru.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Melakukan Redirect 301 <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Google sudah merekomendasikan untuk menggunakan redirect 301 dalam berbagai hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mendesain ulang website <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Saat kalian melakukan <em>redesign <\/em>total <em>website<\/em>, akan ada beberapa URL yang berpindah, entah itu lokasi atau alamatnya. Oleh karena itu, kalian perlu menambahkan <em>redirect <\/em>301 agar tidak terjadi <em>broken link<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Konten sudah habis masa berlakunya <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Konten-konten yang memiliki masa aktif seperti promo, diskon, dan sejenisnya, biasanya ketika masa berlakunya habis maka akan di take down oleh <em>owner website<\/em>. Selain itu, karena konten tersebut juga sudah terlanjur terindeks oleh mesin pencari Google. Maka solusinya adalah bisa melakukan <em>redirect <\/em>ke <em>homepage <\/em>atau ke produk\/promo yang terkait.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menggabungkan dua website <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi para pemain SEO, pasti sudah tidak asing dengan teknik <em>redirect <\/em>301 ini. Jadi kalian bisa mencari domain dengan metrik SEO yang bagus, selanjutnya mengarahkan URL <em>website <\/em>tersebut pada URL utama, tujuannya agar semua <em>traffic <\/em>dan <em>backlink <\/em>yang dimiliki bisa mengarah langsung ke <em>website <\/em>utama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah permalink baru <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pernahkah kalian salah dalam membuat <em>permalink<\/em>? Jika sudah terlanjur dan terindeks Google, kalian tidak bisa mengubahnya langsung begitu saja. Kalian bisa melakukan <em>setting <\/em>untuk melakukan <em>redirect <\/em>post lama ke post baru secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengganti CMS website <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, contohnya adalah untuk kalian yang baru migrasi dari <em>platform <\/em>Blogspot ke WordPress atau CMS lain. Kalian bisa melakukan <em>redirect website<\/em> agar para visitor tidak hilang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah HTTPS dan WWW <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk beberapa kasus website yang belum menggunakan HTTPS dan juga WWW, bisa langsung mengubah URL secara permanen dengan <em>redirect <\/em>301.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manfaat Redirect 301 Untuk SEO <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini ada beberapa manfaat <em>redirect <\/em>301:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mempertahankan Trafik dan Ranking Situs <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan <em>redirect <\/em>301, kalian bisa mengalihkan pengunjung dari situs lama ke situs baru tanpa kehilangan <em>traffic <\/em>dan <em>ranking <\/em>di mesin pencari. Jadi <em>redirect <\/em>adalah cara yang aman untuk kalian gunakan terutama jika kalian yang berhubungan dengan SEO.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memastikan Website Dapat Diakses <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kalian pernah kah mengunjungi sebuah <em>website <\/em>dari mesin pencari namun halaman yang diakses tidak bisa ditemukan atau muncul halaman <em>error 404 not found<\/em>? Hal tersebut terjadi biasanya karena alamat <em>website <\/em>atau halaman tersebut sudah diganti atau dihapus.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila hal tersebut terus terjadi bisa menyebabkan penurunan <em>traffic<\/em>, pengunjung bisa saja malas untuk mengunjungi <em>website <\/em>kalian lagi dan ini mengurangi kredibilitas <em>website <\/em>kalian. Nah untuk mencegah hal tersebut, kalian bisa menggunakan <em>redirect <\/em>301.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Memberitahu Mesin Pencari Untuk Menampilkan URL Baru <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan <em>redirect <\/em>301, tentu secara tidak langsung kalian memberitahu mesin pencari bahwa kalian sudah tidak menggunakan URL yang lama dan sudah berganti menggunakan URL atau alamat yang baru.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Mudah Redirect 301 WordPress <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Redirect 301 ini sangat berguna untuk mempertahankan <em>traffic <\/em>dan reputasi sebuah website. Di bawah ini cara membuat redirect 301<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menggunakan Plugin WordPress <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika website kalian menggunakan CMS WordPress, tentu cara untuk mengaktifkan redirect 301 ini akan sangat mudah. Salah satu <em>plugin redirect<\/em> yang sering digunakan yaitu plugin <strong>Redirection.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan plugin ini, kalian tidak perlu melakukan <em>coding <\/em>apapun karena kalian hanya perlu install plugin tersebut, masuk ke <em>dashboard,<\/em> dan kalian masukkan URL lama serta URL barunya seperti gambar di bawah ini. Redirect dapat langsung berjalan secara otomatis tanpa <em>coding.<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"511\" src=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Cara-Redirect-301-di-WordPress-1.png\" alt=\"redirect-301-1\" class=\"wp-image-6515\" srcset=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Cara-Redirect-301-di-WordPress-1.png 1024w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Cara-Redirect-301-di-WordPress-1-300x150.png 300w, https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Cara-Redirect-301-di-WordPress-1-768x383.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Namun perlu diketahui bahwa menggunakan plugin ini hanya memungkinkan <em>redirect <\/em>301 per halaman dalam satu domain yang sama. Jika kalian ingin <em>redirect <\/em>301 <em>website <\/em>secara keseluruhan dari URL lama ke URL baru, Anda harus mengubah pengaturan di file .htaccess.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengubah Pengaturan di .htaccess <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk merubah isi di dalam file .htaccess, pertama kalian harus menemukan filenya terlebih dahulu. File .htaccess bisa ditemukan di <strong>direktori root website <\/strong>kalian atau di <strong>Cpanel =&gt; File Manager =&gt; public_html.<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk yang menggunakan Nginx atau <em>software <\/em>lain, kalian tetap bisa membuat file .htaccess menggunakan aplikasi editor, seperti notepad. Setelah itu, kalian simpan dengan nama .htaccess dan masukkan file tersebut ke direktori root website kalian.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, buka file tersebut. Lalu tergantung ketikan kode di dalamnya sesuai perubahan yang ingin dilakukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Redirect dari Alamat Lama ke Alamat Baru <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin mengganti domain lama menjadi domain baru, seperti websitesaya.com menjadi websitebaru.com. Kalian bisa ketikan kodingan di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteEngine on<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteCond %{HTTP_HOST} ^situsku.com [NC,OR]<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.situsku.com [NC]<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteRule ^(.*)$ https:\/\/situsbaru.com\/$1 [L,R=301,NC]<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Redirect untuk Mengubah URL Halaman <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin merubah URL halaman, seperti http:\/\/websiteku.com\/blog.html menjadi http:\/\/websiteku.com\/blog maka kalian bisa masukkan kode di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<p>Redirect 301 \/blog.html https:\/\/.situsku.com\/blog<\/p>\n\n\n\n<p>Jika file .htaccess sudah memiliki baris kode RewriteEngine on maka kalian tidak perlu menambahkannya lagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Redirect untuk Menghilangkan www <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kalian ingin menghilangkan www pada URL website kalian dan bisa diakses tanpa www maka kalian bisa masukkan kode di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteEngine on<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.situsku.com [NC]<\/p>\n\n\n\n<p>RewriteRule ^(.*)$ http:\/\/situsku.com\/$1 [L,R=301,NC]<\/p>\n\n\n\n<p>Oke Guys, sudah dipahami ya sekarang jika kalian menemukan 404 not found. Bagi kalian yang mau mengubah URL website kalian, langkah-langkah di atas bisa kalian tempuh. Nah, bagi kawan-kawan yang mau sharing terkait pembahasan kali ini, boleh banget lhoo, tinggal tulis aja yuk di kolom komentar \ud83d\ude42<\/p>\n\n\n\n<p><br><a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/web-hosting\/\">Hosting murah<\/a> bisa didapatkan di Jetorbit tanpa mengurangi kualitas. Jetorbit selalu mengedepankan rasa puas klien dan tercapainya tujuan serta kesuksesan dari website yang ada di dalam Jetorbit. Berbagai macam pilihan web hosting berkualitas bisa Anda coba. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa Anda cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah gak sih kalian ingin mengubah alamat URL lama ke URL baru? Atau, kalian ingin mengubah permalink baru artikel? Robot Google akan melakukan indexing ulang, apalagi bagi para pengunjung website pasti akan masuk pada halaman \u201c404 not found.\u201d Solusi terbaik adalah menggunakan redirect 301. Oke, yuk baca Cara Redirect 301 di WordPress Kalau kalian memaksakan &#8230; <a title=\"Cara Redirect 301 di WordPress\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/cara-redirect-301-di-wordpress\/\" aria-label=\"Read more about Cara Redirect 301 di WordPress\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6514,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[283,7,1621,1622],"class_list":["post-6513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-domain-murah","tag-hosting-murah","tag-redirect-301","tag-redirect-301-adalah","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6513"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6517,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6513\/revisions\/6517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6514"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}