{"id":6466,"date":"2021-04-19T15:43:39","date_gmt":"2021-04-19T08:43:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/?p=6466"},"modified":"2021-04-29T21:56:56","modified_gmt":"2021-04-29T14:56:56","slug":"mengenal-web-cache","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-web-cache\/","title":{"rendered":"Mengenal Web Cache"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah gak sih kalian batal mengunjungi sebuah <em>website <\/em>karena waktu <em>loading<\/em>nya terlalu lama? Inilah yang sebenarnya sedang dialami oleh <em>website <\/em>ketika kalian tidak memasang <em>web cache<\/em>. Sebenarnya web cache itu apa sih? Oke, baca yuk sampai selesai <strong>Mengenal Web Cache<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Betul sekali, tanpa <em>web cache<\/em> maka <em>website <\/em>akan lambat dan informasi yang diinginkan pengunjung tak kunjung ditampilkan. Memangnya apa sih <em>web cache<\/em> itu?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian Web Cache <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cache <\/em>didefinisikan sebagai komponen berukuran kecil dan bersifat sementara yang menyimpan data-data komputasi yang baru dijalankan atau duplikasi data lain yang berguna untuk menjalankan perintah di masa mendatang dengan lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pengertian sederhana, <em>cache <\/em>adalah tempat untuk menyimpan memori sehingga tak perlu lagi memulai dari awal ketika suatu saat ingin mengakses suatu informasi. Sedangkan <em>web cache<\/em> adalah adalah sebuah arsip web yang disimpan oleh aplikasi-aplikasi browser, misalnya Google Chrome, Firefox dan Opera.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Web Cache <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada empat fungsi, yaitu sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Meningkatkan kecepatan pencarian data ketika menjelajah dunia nyata.<\/li><li>Masih bisa melihat tampilan <em>website user<\/em> meski <em>website <\/em>sedang <em>down<\/em>.<\/li><li>Bisa menjadi salah satu cara untuk menyelidiki jika terjadi perubahan posisi pada <em>website<\/em>.<\/li><li>Untuk memantau perkembangan pengoptimalan website.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><em>Cache <\/em>juga bisa dijadikan indikator berhasil tidaknya suatu artikel yang terindeks terakhir kali oleh mesin pencari dan tanggal yang tertera di dalam halaman <em>cached <\/em>akan terus berubah dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis-Jenis <em>Cache<\/em> yang Berhubungan dengan Website <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis <em>cache <\/em>yang berhubungan dengan <em>website<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Browser Cache <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Apapun browser yang kalian gunakan, pasti memiliki <em>browser cache<\/em>. Terus <em>browser cache<\/em> itu apa sih?<\/p>\n\n\n\n<p><em>Browser cache <\/em>adalah jenis <em>cache <\/em>yang paling dekat dengan pengunjung <em>website<\/em>.&nbsp; Saat kalian mencari suatu informasi pada <em>website<\/em>, <em>browser <\/em>akan menyimpan datanya. Oleh karena itu, ketika kalian mengaksesnya kembali maka <em>browser <\/em>cukup menyajikan <em>cache <\/em>tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya <em>browser cache<\/em> memiliki ruang yang agak sempit sehingga jangan heran kalau kalian perlu sering-sering membersihkan <em>cache<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan memonitor ruang penyimpanan, kalian membutuhkan <em>add expires header<\/em>, yang mana bertugas mengingatkan saat <em>cache <\/em>sudah menumpuk ataupun kadaluarsa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Server Cache <\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Server cache<\/em> merupakan data halaman <em>website <\/em>yang disimpan di dalam <em>server <\/em>atau sistem pusat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Server cache<\/em> memiliki beberapa macam <em>cache<\/em>, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Full-page cache<\/strong>: berisi seluruh data dari halaman <em>website<\/em>, seperti gambar, file HTML, stylesheet, dan lain-lain.<\/li><li><strong>Object cache<\/strong>: hanya menyimpan satu jenis data pada halaman <em>website<\/em>, seperti gambar, database, dan lain-lain.<\/li><li><strong>Opcode cache<\/strong>: menyimpan file-file PHP yang digunakan <em>website<\/em>. Dengannya, tiap <em>request <\/em>dapat dieksekusi file tersebut dengan lebih cepat.<\/li><li><strong>CDN cache<\/strong>: tempat penyimpanan <em>cache <\/em>yang tersebar di berbagai negara. Ketika pengunjung mengakses website kalian, server terdekat akan mengirimkan <em>cache <\/em>tersebut. <em>Cache <\/em>ini dapat digunakan setelah mengintegrasikan <em>website <\/em>dengan layanan <em>Content Delivery Network <\/em>(CDN).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Baiklah Guys, sekarang kalian sudah tahu terkait <em>web cache<\/em> dan yang tidak kalah penting adalah<em> web cache<\/em> ternyata merupakan fungsi penting yang memastikan <em>website <\/em>dapat dimuat secara lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada komen atau pertanyaan, silakan sampaikan di kolom komentar ya \ud83d\ude42<br>Bagi kalian yang masih bingung bagaimana cara membuat website, tenang saja. Kami punya solusinya. Kalian bisa langsung cek ke <a href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/\">Jetorbit<\/a> guna memenuhi kebutuhan pembuatan website kalian. Selain itu, kami juga menyediakan VPS dan bisa kalian cek <a href=\"https:\/\/www.jetvm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah gak sih kalian batal mengunjungi sebuah website karena waktu loadingnya terlalu lama? Inilah yang sebenarnya sedang dialami oleh website ketika kalian tidak memasang web cache. Sebenarnya web cache itu apa sih? Oke, baca yuk sampai selesai Mengenal Web Cache Betul sekali, tanpa web cache maka website akan lambat dan informasi yang diinginkan pengunjung tak &#8230; <a title=\"Mengenal Web Cache\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/mengenal-web-cache\/\" aria-label=\"Read more about Mengenal Web Cache\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"generate_page_header":"","footnotes":""},"categories":[25],"tags":[1589,283,1590,7,1591,1588],"class_list":["post-6466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info","tag-cache","tag-domain-murah","tag-fungsi-web-cache","tag-hosting-murah","tag-jenis-web-cache","tag-pengertian-web-cache","infinite-scroll-item","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6466"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6583,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6466\/revisions\/6583"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jetorbit.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}